Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
Kesetiaan Seorang Istri + 15


__ADS_3

"Jadi menurut kamu Juan telah sukses dengan misinya?" ujar Aries mencerna apa yang dikatakan oleh Ghina


"Ya, aku sangat yakin." jawab Ghina


"Kenapa bisa seyakin itu?"


"Sayang, aku walaupun baru melahirkan satu orang anak, tetapi tidak bisa dipungkiri kalau aku adalah seorang ibu" jawab Ghina meyakinkan Aries dengan apa yang dikatakannya.


"Jadi, apa alasan kamu mengatakan kalau Juan sudah berhasil?"


"kamu seperti polisi intel yang terus bertanya sayang" kata Ghina mengomentari betapa cerewetnya Aries dengan mengajukan pertanyaan pertanyaan seputar Frenya.


"Sayang tentu aku penasaran dengan apa yang kamu katakan. Kamu mengatakan kalau kamu yakin Juan sudah tuntas melakukan pekerjaannya. Tetapi kamu tidak menjelaskan kepada aku apa alasan yang membuat kamu menjadi yakin dengan apa yang ada di dalam pikiran kamu" kata Aries dengan kata kata yang dikeluarkan dari mulutnya sama sekali tidak beraturan.


Ghina menatap ke arah Aries dengan tatapan heran. Dia tidak menyangka kalau Aries akan bertanya dengan pertanyaan yang sangat banyak seperti sekarang ini.


"Sayang, aku sangat yakin kalau Frenya sedang hamil karena, mood anak itu berubah terus. Kamu tahu sendirikan kalau Frenya itu anak yang konsisten, sampai moodnya saja konsisten. Kalau dari pagi dia sudah tidak mood sama sekali, jangan harap dia akan mood saat siang hari"


"Nah sekarang kamu bisa perhatikan sendiri, Frenya sekarang sangat mudah berubah moodnya." jawab Ghina


Aries terlihat berpikir dengan apa yang dikatakan oleh istrinya itu.


"Bener sayang, aku beberapa kali melihat perubahan mood Frenya. Kamu ingat waktu kita makan malam kemaren? Bisa bisanya Frenya mendadak menjadi marah karena hal yang sebenarnya tidak perlu dijadikan masalah" ujar Aries yang memang melihat perubahan mood Frenya yang begitu gampangnya.


"Nah sekarang permasalahannya, apakah Juan menyadari hal itu" kata Ghina yang ragu kalau menantunya itu menyadari perubahan dari mood Frenya.


"Apa kita harus bertanya kepada Juan sayang?" tanya Aries.


Ghina dan Aries yang sedang sibuk mengobrol tentang Frenya dan Juan, tidak menyadari kalau salah satu dari orang yang sedang mereka ceritakan itu sudah dari tadi berdiri di belakang mereka sambil senyum senyum mendengar apa yang mereka ceritakan.


"Ehem" terdengar bunyi batuk dari arah belakang.


Ghina dan Aries yang kaget karena ada seseorang yang batuk di belakang mereka, langsung saja memutar badan untuk melihat siapa yang batuk tersebut. Dalam pikiran suami istri itu tidak mungkin maid atau pelayan berani datang ke dapur saat melihat di dapur hanya ada Aries dan Ghina saja.


Betapa kagetnya Aries dan Ghina saat melihat yang berdiri di belakang mereka adalah Juan, salah satu dari orang yang dari tadi mereka ceritakan.

__ADS_1


"Sayang Juan" ujar Ghina dengan pelan kepada Aries.


Ghina mencubit pinggang Aries. Ghina sangat yakin kalau Juan pasti mendengar apa yang mereka ceritakan tadi berdua. Aries hanya bisa tersenyum saja ke arah Ghina, dia sama sekali tidak memperlihatkan keraguan atau seperti orang yang ketangkap basah karena sudah membicarakan seseorang dan ketahuan oleh orang tersebut.


"hay, Juan sejak kapan kamu datang?" tanya Ghina kepada menantunya itu.


"Sejak Nana berbincang dengan Daddy yang mengatakan kalau aku sudah sukses" ujar Juan dengan polosnya.


"Ops" Ghina dan Aries saling berpandang pandangan. Mereka tidak menyangka kalau Juan mendengar semuanya, semua pembicaraan antara dirinya dan Aries.


"Jadi kamu mendengar semuanya?" tanya Aries meyakinkan dirinya kembali kalau Juan memang mendengar apa yang dibicarakan oleh mereka berdua.


Juan mengangguk, mendengar apa yang ditanyakan oleh Aries.


"Jadi, Nana juga memiliki pemikiran yang sama dengan Aku" kata Juan.


"Sebelum pembicaraan berlanjut. Kamu mau minum apa?" tanya Ghina kepada menantunya itu.


"Kopi aja Nana" jawab Juan.


"Sayang, aku teh hijau. Tidak kopi karena sudah minum kopi tadi siang" ujar Aries meminta Ghina untuk membuatkan dirinya teh hijau.


Ghina membuatkan minuman sesuai dengan permintaan Aries dan Juan. Selain itu Ghina juga memotong buah dan puding yang dibuat oleh dirinya tadi.


"Jadi Juan, apakah kamu memikirkan apa yang kami bicarakan tadi?" tanya Ghina


Ghina kemudian duduk di sebelah Aries. Mereka bertiga akan berbincang bincang tentang apa yang dibicarakan oleh Aries dan Ghina tadi.


"Yup Nana. Sebenarnya aku sudah lama menyadari hal itu, aku sangat yakin kalau Frenya sedang isi sekarang" ujar Juan.


"Kok bisa terlalu yakin?" sekarang Giliran Ghina yang selalu bertanya kepada Juan. Sedangkan tadi Aries yang selalu bertanya kepada Ghina.


"Bayangkan sama Nana. Tadi, Frenya minta kue sama aku" ujar Juan.


"lah mintak kue kan biasa, apa yang bikin heran?" sambar Aries yang merasa kalau minta kue itu adalah hal biasa saja

__ADS_1


"Memang biasa Daddy kalau tidak ada tambahan belakang nya. ini pake tambahan Daddy" ujar Juan menambahkan.


"Emang apa belakangnya?" ujar Aries melanjutkan pertanyaannya.


"Besok Nana dan Daddy akan tahu apa belakangnya dari permintaan kue tadi" jawab Juan yang tidak ingin memberitahukan tentang apa tambahan belakang dari pernyataan yang diucapkannya tadi.


"Yah nggak asik" kata Ghina yang sudah mendengar dengan serius apa yang dikatakan oleh Juan.


"Nah sekarang apa yang membuat kamu semakin yakin kalau Frenya memang sedang hamil?" tanya Ghina selanjutnya.


Juan diam memikirkan apa yang akan dijawab oleh dirinya atas pertanyaan yang diajukan oleh Vian kepada dirinya.


"Satu hal yang membuat aku berpikir sama dengan yang Nana pikirkan adalah Frenya selalu berubah mood setiap hari. Sampai sampai saya menjadi heran kok bisa dia seperti itu sekarang" ujar Juan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Ghina.


"Itu selalu Nana. Kadang dia sedih tak tentu penyebab, kadang dia tertawa juga tak tau sebab." kata Juan selanjutnya.


"Makanya saya semakin yakin kalau Frenya memang sudah isi" lanjut Juan


"Kamu optimis kalau Frenya memang isi?" lanjut Ghina.


"sangat yakin Nana. Apalagi seharusnya hari ini Frenya sudah membeli pengaman, tetapi tadi saat kami pergi ke swalayan Frenya tidak membeli apapun" jawab Juan


"Makanya aku semakin yakin kalau Frenya memang sudah isi Nana" lanjut Juan dengan yakin kalau Frenya memang sudah isi.


"Semoga saja Juan." ujar Ghina


"oh ya, apa Frenya tidak ada pemikiran sampai ke sana?" tanya Ghina lagi yang teringat tentang hal itu.


"Sama sekali tidak. Frenya hanya mengatakan dia sangat heran dengan perubahan emosinya saat ini. Kenapa dia cepat sekali tidak mood, sehingga perubahan moodnya sangat terlihat jelas" jawab Juan.


"heran juga ya. apa karena dia terlalu muda sehingga tidak berpikiran sampai ke arah sana?" ujar Ghina lagi.


"sepertinya begitu Nana."


"Aku ke atas dulu Nana, persiapan maghrib. Tadi Frenya ditinggal sedang istirahat" kata Juan meminta izin untuk meninggalkan Nana dan juga Daddynya.

__ADS_1


"oh silahkan silahkan" ujar Ghina


__ADS_2