
Juan mengangkat beberapa bahan bahan untuk membuat cake ke dapur yang terletak di ruang terbuka bagian belakang mansion.
Ghina dan Argha yang tidak melakukan apa apa, ikut ikutan berjalan ke arah belakang mansion. Mereka berdua sangat penasaran dengan apa yang akan dilakukan oleh Juan dan Frenya. Sedangkan Aries sudah tidak ada lagi di dekat mereka, Aries harus membaca beberapa laporan yang baru saja dikirimkan oleh pimpinan anak cabang yang tidak dikelola oleh Argha.
"Apa yang akan mereka berdua lakukan Nana?" tanya Argha saat melihat Juan sudah memakai celemek warna pink yang diberikan oleh Frenya.
"Nana nggak tau Gha. Kita lihat aja" jawab Ghina yang pandangan matanya tidak lepas dari celemek pink yang dipakai oleh Juan.
"Uda ipar, celemek pink sepertinya cocok juga dengan kamu" teriak Argha sambil memberikan hadiah jari berbentuk love kepada Juan.
"Sepertinya adik ipar" jawab Argha sambil tersenyum.
Ghina yang mendengar perkataan antara Argha dan Juan hanya bisa menggelengkan kepalanya tidak percaya saat mendengar omongan kakak beradik itu.
Frenya telah selesai menata semua bahan bahan untuk digunakan mereka dalam membuat cake.
"Ready sayang?" tanya Frenya memastikan kalau Juan sudah siap untuk mengolah cake yang akan mereka buat untuk hari ini.
Juan mengacungkan dua jempolnya kepada Frenya. Argha yang melihat apa yang akan dilakukan oleh Juan, berlari sambil mengaktifkan kamera ponselnya.
"Uni, kita rekam ya. Aku udah lama nggak nge-vlog" ujar Argha dengan bersemangat untuk mengambil gambar kegiatan yang akan dilakukan oleh Juan dan Frenya.
"Gimana sayang?" tanya Frenya kepada Juan.
"Setuju. Apa salahnya di rekam." jawab Juan yang setuju dengan permintaan dari Argha.
"Tapi ada syaratnya bontot" ujar Frenya sambil menatap licik ke arah Argha.
"Hua sepertinya ada sesuatu. Ajukan Uni apa syaratnya"
"Kalau ini langsung tranding kamu harus bagi hasil dengan kami berdua" kata Frenya menyebutkan syarat yang harus dipenuhi oleh Argha.
"Aman lah itu. Aku traktir makan cilok pinggir jalan" ujar Argha menjawab permintaan yang diajukan oleh Frenya kepada dirinya.
"Sayang, aku mau cilok pinggir jalan. Selesai bikin ini, kita langsung cari cilok ya" Frenya langsung semangat dan memiliki ide baru di orak cerdasnya itu untuk pergi membeli cilok.
Argha yang mendengar permintaan dari Frenya hanya bisa menbulatkan mulutnya tidak percaya mendengar permintaan dari Uni nya itu kepada Juan.
__ADS_1
'Bener bener mengerikan efek mengisi ini ternyata' kata Argha dalam pikirannya sendiri.
"Uni, mana ada cilok buka siang siang. Cilok itu bukanya sore uni." kata Argha menjelaskan kepada Frenya kapan waktu orang jualan cilok mulai ada.
"Oke sore. Mau kapanpun tukang cilok jualan, kita tetap beli cilok hari ini" ujar Frenya dengan keras kepalanya.
"Ini jadi nggak bikin cakenya, atau beli cilok aja?" kata Juan yang nggak habis pikir dengan apa yang diinginkan oleh Frenya.
Mulai dari bikin cake, nah sekarang udah cilok lagi, bentar lagi ntah apa pula yang terlintas di otak istrinya itu. Juan benar benar harus siap sedia sekarang, saat Frenya mengatakan apa yang diinginkan oleh dirinya secara tiba tiba.
"Jadilah masak nggak. Ciloknya kan di beli nanti, bukan sekarang" kata Frenya.
Argha sudah siap dengan kamera ponselnya. Dia sekarang akan bertindak sebagai kameramen untuk pengambilan video Juan dan Frenya memasak cake.
"Apa yang terjadi di sana Nana?" tanya Daniel yang tiba tiba sudah berada di sebelah Ghina.
"Frenya minta Juan buat cake" jawab Ghina.
"Hah? Nana serius? Apa Juan bisa? Terus Juan nya langsung mau gitu?" tanya Daniel dengan pertanyaan yang sangat banyak dan berentetan.
"Mau lah, sepertinya Frenya sedang isi, makanya dari kemaren ada ada aja tingkahnya" papar Ghina sambil mengambil sebuah anggur yang ada di atas meja.
"Bener juga Na. Aku aja tadi sampai heran, kok Frenya makan roti pakai selai kacang, padahal selama ini dia sangat anti dengan selai kacang"
"Jadi karena itu. Apa Frenya sudah periksa?" tanya Daniel yang sangat bersemangat mendengar berita dari Ghina tentang kehamilan Frenya.
"Nah itulah hebatnya Frenya, dia sama sekali tidak merasakan keanehan dalam dirinya. Sampai sekarang dia belum pergi memeriksa kondisinya itu" jawab Ghina sambil melihat ke arah sepasang suami istri yang terlihat sibuk membuat cake di dapur.
"Apa dia sama sekali tidak curiga dengan perubahan kondisi tubuhnya Nana?" tanya Daniel selanjutnya.
"Sama sekali tidak. Malahan yang sadar duluan Juan. Makanya Juan menuruti semua kehendak dan kemauan dari Frenya"
"Aneh aneh Na?" tanya Daniel yang luar biasa penasaran dengan keinginan Frenya yang membuat Juan harus menuruti semuanya.
"Lumayan, tapi yang paling aneh ya ini. Juan diminta masak cake" ujar Ghina.
"Tengok aja sono, kegaduhan apa yang terjadi" kata Ghina.
__ADS_1
Aries yang telah selesai memeriksa semua dokumen dokumen perusahaan, sudah duduk di samping Ghina. Dia sudah tahu keributan apa yang terjadi di dapur belakang.
"Sayang, tepung nya juga masuk langsung" ujar Frenya dengan keras hatinya berkata kepada Juan.
"Terakhir sayang. Nanti bantet" jawab Juan yang suda menghafal langkah langkah membuat cake berdasarkan tutorial dari youtube yang dilihatnya semalaman.
"Nggak sayang. Itu cara lama" jawab Frenya yang tidak mau mengalah.
Argha mematikan rekaman videonya. Ntah kenapa tiba tiba saja Frenya menjadi ikut ikutan memasak.
"Uni, uni nggak usah ikut masak. Uni cukup berdiri cantik saja di sebelah Uda." kata Argha
"Tapi Juan salah bontot, yang bener itu tepung sama masuk sama bahan bahan yang lainnya" jawab Frenya masih dengan keras kepalanya.
"Nana, sini" kata Argha memanggil Ghina..
"Ap?" tanya Ghina saat dirinya sudah berada di samping Argha da Daniel.
"Satu pertanyaan, apakah tepung sama masuk dengan bahan bahan yang lain?" tanya Argha mewakili Frenya dan Daniel bertanya kepada Ghina.
"Tentu tidak. Kalau tepung sama masuk dengan yang lain maka dia akan jadi bantet. Urutannya kan ada di youtube itu sayang" ujar Ghina menjawab pertanyaan dari Argha tetapi melihat ke arah Juan dan Frenya.
"Nah uni, langkah langkah uda sudah bener. Jadi, uni silahkan berdiri dengan cantik saja di dekat uda. Oke uni ku sayang?" kata Argha sambil tersenyum ke arah Frenya.
"Okeh. Tapi uni yang akan menghias cakenya" ujar Frenya dengan semangat untuk menghias cake yang di buat Juan.
"Aman kalau itu. Uni boleh hias cakenya sesuka hati uni" jawab Argha
"Oke uda kita mulai" ujar Argha yang sudah kembali berdiri di balik kameranya.
"Action mulai" ujar Daniel yang tiba tiba bertindak sebagai sutradara mendadak.
Frenya berkata duluan, Frenya juga mendadak bertindak sebagai pembawa acara. Frenya memperkenalkan Juan. Setelah itu Frenya meminta Juan untuk memberitahukan bahan bahan apa saja yang diperlukan untuk membuat cake cinta yang dikatakan oleh Juan tadi.
Juan mulai mengolah cake cintanya itu dengan sepenuh hati. Juan seperti seorang master chef yang sudah biasa bergelut di dapur.
"Kita tunggu dua puluh menit sampai cakenya matang" kata Juan di akhir videonya.
__ADS_1
Argha memberhentikan rekaman video.