Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
Mulai Galau Part 1


__ADS_3

"Nana" kata Gina sambil berlari kedalam rumah besar itu. Art yang melihat nona mudanya pulang dari melanjutkan studi itu menundukkan kepalanya.


"Bik, Nana dimanaya?" kata Gina melihat kesekeliling rumah besar itu.


"Nyonya besar di kebun belakang nona. Nyonya sedang memanen sayur organik." kata Bik Inah.


"Baiklah bik, Aku kesana dulu." kata Gina sambil berjalan ke arah kebun sayur organik nana.


"Bik kemana Gina tadi ya bik?" kata Afdhal yang tidak melihat keberadaan adik kecilnya itu.


"Nona muda sedang menemui Nyonya besar si kebun organik Tuan." kata Bik Inah.


"Baiklah bik. Saya ke sana dulu. Oh ya Bik. Tolong barang Gina letakkan di kamar. Kemudian kue yang dibawa Gina antarkan ke kebun organik sekalian dengan air minum ya bik." kata Afdhal sambil berjalan menuju kebun organik itu.


"Nana. Nana. Nana" teriak Gina yang tidak sabaran untuk bertemu dengan Nana.


"Gina? Benar itu kamu sayang?" kata Nana mencari sumber suara yang terdengar memanggil dirinya.


"Duar." Gina mengagetkan Nana yang sibuk mencari sumber suara yang memanggilnya.


"Gina. Kamu kok nggak bilang nana mau pulang?" kata Nana langsung memeluk Gina.


"Gina sengaja Na. Gina mau ngasih kejutan kepada Nana dan Ayah." kata Gina tersenyum kepada Nana.


"Ternyata kejutan kamu berhasil sayang. Nana benar-benar terkejut dan tidak menyangka kamu akan pulang sekarang." kata Nana sambil membawa Gina untuk duduk dikursi yang ada di kebun organik itu.


"Oh ya Na. Semenjak kapan Nana sibuk berkebun. Gina rasa waktu Gina pulang semester kemaren belum ada ni kebun." kata Gina melihat kebun yang terawat itu.


"Baru enam bulan Gin. Nana sengaja minta Ayah bikin kebun ini, biar Nana ada kesibukan selain mengurua urusan perusahaan." kata Nana.


"Waduah Nyonya besar. Anda memang T O P. Jadi direktur oke jadi tukang kebun oke." kata Gina sambil mengangkat kedua jempolnya


Gina dan Nana asik bercerita, tidak sadar kalau Afdhal sudah duduk didekat mereka.


"Mentang-mentang anak gadisnya pulang. Uda dilupakan." kata Afdhal pura-pura merajuk.


"Waduah Nana, bayi besar nomor dua Nana merajuk itu " kata Gina sambil mengejek Udanya.


"Maksud kamu Uni." Afdhal mengejek Gina kembali.


"Nana, aku nggak suka dipanggil uni. Tolong bilang ke Uda, Na." kata Gina semakin manja kepada Nana.


"Uda, jangan panggil Gina dengan sebutan Uni. Paham." Kata Nana sambil mengedipkan sebelah matanya kepada Afdhal.


"Kumat. Drama mode on." kata Afdhal sambil tersenyum.


"Tuan ini cemilannya Tuan." kata bik Inah.


"Tarok di atas meha itu aja dulu bik." kata Afdhal.


Bibik kemudian menaruh cemilan dan teh ke atas meja yang ada dikebun. Saat mereka bertiga asik bercerita, tiba-tiba saja ayah pulang dari kantor.


"Assalamualaikum" kata ayah.


"Waalaikum salam."


"Ayah" kata Gina sambil berlari memeluk ayah yang baru pulang dari kantor.

__ADS_1


"Kapan pulang sayang? Kok nggak ngomong sama ayah."


"Baru tiga jam yang lalu sampe yah. Sengaja. Mau ngasih kejutan ke Nana dan Ayah."


"Ayah, Afdhal, Gina sana mandi dulu. Nana mau masak makan malam spesial untuk kita nikmati malam ini. Anggap saja perayaan Gina pulang." kata Nana.


"Oke Nyonya besar. Siap laksanakan." kata mereka bertiga kompak. Nana yang melihat kekompakan ayah dan dua anak itu menggeleng-gelengkan kepalanya. Ayah, Afdhal dan Gina berjalan memasuki kamar masing masing. Sedangkan Nana menuju dapur. Nana akan memasak makanan kesukaan Gina.


...----------------...


Sedangkan di ibu kota. Aris yang sengaja datang ke kos Putri hari itu memiliki tujuan yang lain. Dia bukan ingin bertemu dengan Putri melainkan dengan Gina. Entah semenjak kapan Aris begitu ingin melihat Gina setiap harinya. Bahkan hal--hal konyol harus dilakukan oleh Aris, seperti memantau Gina setiap pulang dari kampus walaupun Aris hanya berada di dalam mobilnya. Hal sekecil itu sudah membuat Aris senang. Aris hanya perlu melihat Gina setiap hari. Walaupun dari jauh. Aris turun dari mobil mewahnya dan berjalan memasuki kos itu.


"Kakak cari kak Putri ya?" kata Mira yang saat itu baru pulang dari kampus.


"Iya." kata Aris dengan tatapan dinginnya kepada Mira.


Mira langsung masuk kedalam kos tersebut sambil menggerutu, "Dasar manusia kulkas. Ditanya jawabannya irit banget."


"Kak Putri, ada tamu lagi nunggu kak Putri di ruang tamu." kata Mira menyampaikan pesan dari Aris tadi.


"Siapa Mir?"


"Manusia kulkas kak. Alias kekasih tersayang kakak." kata Mira sambil masuk kedalam kamarnya. Sedangkan Putri yang mendengar Aris datang langsung menyambar kardigannya dan berjalan ke ruang tamu


"Sayang, tumben datang hari ini. Apa kamu tidak sibuk?" kata Putri yang heran kenapa Aris datang hari ini, biasanya Aris datang hanya malam minggu saja atau hari minggu saja.


"Oh kebetulan lewat tadi. Makanya mampir." kata Aris sambil celengak celenguk melihat sekitar kos. Putri yang melihat tingkah aneh Aris pun mengikuti apa yang dilakukan Aris.


"Sayang, kenapa tingkah kamu aneh. Kayak lagi mencari sesuatu."


" Nggak ada cari sesuatu sayang. Cuma heran aja, kok kosan kamu sepi gini?" kata Aris sambil menatap Putri.


"Pantesan aku nggak nampak junior kamu yang sering tidur-tiduran di kursi ruang tamu." kata Aris yang rada kecewa karena anak kos banyak yang pulang kampung.


"Maksud kamu Gina dan Sari?"


"Yup Gina dan Sari." kata Aris meyakinkan pernyataan Putri.


"Gina dan Sari juga pulang kampung Sayang. Mereka mahasiswi pinter makanya nggak perlu ngambil semester pendek." kata Putri sambil pindah duduk kesebelah Aris.


Aris yang mendengar Gina pulang kampung mendadak menjadi tidak semangat lagi berada di kosan Putri. Tiba-tiba Aris berdiri dan mengambil kunci mobilnya yang berada di meja ruang tamu.


"Loh kamu mau kemana sayang. Kok tiba-tiba berdiri" kata Putri dengan wajah kagetnya melihat perubahan sikap Aris.


"Aku baru ingat sayang, hari ini ada acara makan malam keluarga di rumahku. Nenek datang dari negara F" kata Aris sambil langsung melangkah keluar dari ruang tamu


"Sayang" kata Putri dengan rengekan manjanya.


Aris yang paham dengan rengekan putri langsung mencium kening putri. Cup. Kemudian Aris masuk ke dalam mobilnya dan melajukan mobilnya kembali ke rumah utama keluarga soepomo. Aris sampai sekarang tidak tau apa yang terjadi kepadanya. Kenapa dia merasa kesal mendapati Gina tidak ada di kosnya.


"Arg arg, ada apa denganku. Kenapa aku harus kesal, setelah tau dia pulang kampung tanpa memberi tahu aku." kata Aris sambil memukul stir mobilnya.


...****************...


Sedangkan di rumah utama keluarga Wijaya. Nana nampak sedang sibuk menata menu makanan di atas meja makan itu. Tak lama kemudian Gina turun dari kamarnya yang berada di lantai dua rumah itu.


"Nana, ada yang bisa Gina bantu Nana?" kata Gina sambil berdiri di sebelah Nana.

__ADS_1


"Nggak ada lagi sayang. Ini udah selesai. Jadi kamu tinggal memanggil ayah dan uda Afdhal." kata Nana sambil mendorong Gina untuk memanggil ayah dan afdhal.


Setelah semuanya berkumpul dimeja makan. Ayah, Nana, Afdhal dan Gina memakan masakan nana yang sangat lezat itu.


"Na, kayaknya kalau aku lama-lama libur badan aku akan langsung naik deh Na. Masakan Nana bener-bener lezat." kata Gina sambil mengangkat kesua jempolnya.


"Terimakasih sayang." kata Nana


"Oh ya Gin. Dua semester lagi kan kamu magang. Kamu rencana mau magang dimana?" kata Afdhal.


"Rencana mau magang di perusahaan soepomo uda. Kalau diterima."


"Uda yakin kamu akan diterima. Kan nilai kamu bagus-bagus terus."


"Sayang kenapa kamu tidak magang diperusahaan Ayah atau Nana saja?" kata Ayah karena mendengar Gina akan magang diperusahaan lain.


"Gina nggak mau ayah. Kalau Gina magang disitu nanti semua karyawan ayah atau nana akan segan kepada aku. Nanti mereka tidak mau gasih aku kerja. Apa gunanya aku magang kalau hanya duduk manis di kursi." kata Gina menjelaskan kenapa dia tidak memilih magang di perusahaan keluarga.


Ayah dan Nana tersenyum mendengar apa yang dikatakan putri cantik mereka, ternyata putri cantik yang biasanya luar biasa manja itu sekarang sudah berubah menjadi putri yang mandiri. Putri yang tidak mau lagi berada di bawah bayang-bayang nama besar wijaya.


"Baiklah Ayah dan Nana setuju. Tetapi saat kamu tamat kamu harus bekerja di salah satu perusahaan Nana. Mereka diperusahaan Nana tidak tau bahwa Nana mempunyai anak perempuan." kata Nana kepada Gina.


"Oke Nana gina setuju. Gina akan bersaing dengan Tuan Afdhal Wijaya untuk mendapatkan proyek besar. Hahahahahaha" Gina tertawa dengan apa yang baru saja dikatakannya.


"Terserah kamu saja Gina Putri Wijaya, Saya Afdhal Putra Wijaya menerima tantangan anda. hahahahaha" Afdhal tertawa membalas apa yang dikatakan Gina.


Ayah dan Nana serta para art yang melihat keharmonisan keluarga besar itu berharap Tuan muda dan Nona mudanya menemukan pasangan yang juga baik kepada mereka. Tak terasa acara makan malam itu telah selesai. Ayah membawa keluarganya untuk bersantai-santai diruang keluarga. Setelah bercengkrama selama dua jam mereka masuk ke dalam kamarnya masing-masing. Gina langsung meraih ponselnya dan menghubungi sahabat masa SMK nya yaitu Rani dan Ofi.


✉️ Gina


Gue udah di rumah. Besok kumpul bareng yuk. Gue kangen jalan-jalan sama kalian.


✉️ Ofi


Oke, setuju tapi jemput gue ke rumah ya Gin. Gue masih seperti yang dulu.


✉️ Rani


Gin, gue juga ya. Mobil besok dipake Kakak gue kuliah.


✉️ Gina


Oke-oke, besok kalian berdua gue jemput satu-satu. Kita besok main seharian ya. Gue udah ijin Ayah dan Nana, mereka mengijinkan gue. Kalian juga ijinya sama Papa dan Mama


✉️ Rani


Bokap dan Nyokap gue seperti biasa. Sibuk di warung jadi ya akan diijinkan juga. Tapi gue akan tetap ijin kok. Tenang aja.


✉️ Ofi


Gue ijin sekarang ajalah. Dari pada besok pagi Ayah dan Bunda keduluan pergi ke kantor.


✉️ Gina


Oke sip. Gue tidur dulu ya. Gue masih capek karena baru datang sore tadi.


Gina kemudian meletakkan ponselnya kembali di nakas, kemudian dia mengambil gulingnya kemudian berdoa. Akhirnya tak berapa lama Gina sudah tertidur akibat keletihan diperjalanan.

__ADS_1


Sedangkan di ibu kota, terlihat seorang pria tampan tidak bisa tertidur, dia hanya sibuk miring kiri, miring kanan, telentang, tengkurap dan kadang-kadang gaya nungging, tapi tetap juga tidak bisa tidur. Sepertinya pemuda tampan itu sedang memiliki beban pikiran yang luar biasa berat. "Aduh kenapa gue nggak bisa tidur. Ada apa ini. Nggak mungkinkan gara-gara makhluk kecil yang bernama Gina itu. Tuhan tolong bantu aku untuk tidur. Besok aku ada meeting pagi." kata pria itu sambil berdoa kepada Tuhan.


Karena masih juga tidak bisa tidur, akhirnya Aris mengambil ponsel yang berada di nakas. Dia mengetikkan di mbah glogle cara terbaik untuk cepat tidur. Semua artikel yang tersedia dibacanya. Tetapi dia tetap tidak bisa tidur. Akhirnya Aris menuruti kemauan matanya yang ingin begadang itu. Akhirnya setelah matanya lelah, Aris tertidur juga, ntah jam berapa dia bisa tertidur.


__ADS_2