
Semua penumpang sudah tertidur, pramugari yang akan memberikan makanan, terpaksa kembali ke tempat duduk mereka. Mereka tidak berani untuk membangunkan para penumpang. Sedangkan untuk membangunkan ketiga asisten saja mereka masih harus berpikir ulang, apalagi saat harus membangunkan Bre, Frenya apalagi Argha. Para pramugari tidak ingin menamatkan karier mereka dan di depan dari perusahaan penerbangan milik Sopepomo grub. Mereka sudah sangat nyaman dan nyaman sekali bekerja di perusahaan penerbangan itu, baik dari segi materi maupun moril, bekerja di perusahaan soepomo benar benar menjanjikan.
Salah seorang pramugari tadi sudah melakukan koordinasi dengan pilot. Pilot juga menyarankan untuk tidak membangunkan para penumpang, pilot menyarankan agar makanan dihidangkan saja saat para penumpang sudah bangun. Akhirnya pramugari melaksanakan apa yang diperintahkan dan diinstruksikan oleh pilot.
Argha yang merasa kalau dia sudah lama tertidur memilih untuk membuka matanya, apalagi perut Argha sudah mulai terasa sakit karena kelaperan. Tadi Argha saat di bandara hanya makan sedikit, hal ini disebabkan karena Bree menghabiskan lebih dari separo makanan milik Argha dan Frenya.
Frenya ternyata telah bangun lebih dahulu dari Argha. Argha melihat Frenya sudah memakan makanan yang disediakan oleh pramugari. Pramugari yang duduk di kursi bagian belakang mendorong troli menuju penumpang. Mereka berdua berani mendorong troli karena Argha sudah bangun, jadi pramugari bisa membangunkan ketiga asisten yang masih tertidur tersebut.
"Tuan muda, mau minuman apa dan snack apa Tuan muda?" tanya pramugari kepada Argha yang sudah berhasil mengumpulkan nyawanya yang berterbangan di sepanjang langit yang dilalui oleh pesawat mereka.
"Apa yang ada?" tanya Argha yang memang tidak seperti Aris, kalau Aris jawaban saat ditanya oleh pramugari selalu sama. Terserah saja.
"Ada Jus jeruk dan jus apel, segala jenis teh serta kopi. Sedangkan untuk makanan ada ayam bakar bumbu bali sama ayam bakar bumbu bali" ujar pramugari menjelaskan apa saja menu yang ada di atas troli nya kali ini.
"Saya mau ayam bakar dan juga jus jeruk" ujar Argha menyebutkan pesanannya.
Pramugari mengambilkan pesanan yang diminta oleh Argha. Pramugari meletakkan pesanan itu di atas meja yang ada di depan Argha.
Pramugari terus memandang ke arah Bree yang masih tertidur. Argha mengerti maksud dari pandangan pramugari kepada Bree.
"Maaf Tuan Muda, Nona muda biasanya makan apa untuk makan siangnya?" tanya pramugari kepada Argha yang dari tadi masih tidur.
"Bres nanti saja. Untuk saya saja dulu. Kalau Bree sudah bangun, nanti kamu hidangkan saja kepada Bree." ujar Argha memberitahukan kepada kedua pramugari untuk makan malam Bree.
"Baiklah kalau begitu Tuan Muda. Kami permisi dulu untuk kembali ke belakang" ujar Pramugari pamit kepada Argha.
Pramugari melihat ke arah tiga orang asisten yang masih tidur tersebut. Mereka terlihat ragu apakah akan membangunkan ketiga asisten atau membiarkan saja ketiga asisten tersebut dan memberikan menu makan malam mereka nanti saat mereka sudah bangun dari tidurnya.
__ADS_1
"Biarkan saja mereka tidur" ujar Argha kepada kedua pramugari yang terlihat ragu ragu antara akan membangunkan ketiga asisten atau membiarkan saja ketiga asisten itu tertidur.
Pramugari yang mendengar apa yang dikatakan oleh Argha berjalan melewati posisi asisten yang sedang tidur tersebut. Pramugari kembali ke posisi duduk mereka di bagian belakang pesawat.
"Uni ternyata makanan di pesawat sudah enak. Kok bisa?" tanya Argha yang jarang memakai pesawat pribadi milik perusahaan Soepomo. Terakhir Argha memakai pesawat pribadi saat dirinya pulang tergesa gesa karena menjemput satu dokumen penting yang tertinggal di mansion utama.
"Bisalah, koki udah di tukar karena Daddy dan Nana juga komplen tentang rasa masakan yang dihidangkan di pesawat." ujar Frenya menjawab pertanyaan dari Argha.
"Ooo pantesan" ujar Argha yang kembali sibuk makan hidangan makan malam yang disajikan oleh para pramugari.
Saat Argha makan itulah Bree terbangun dari tidurnya. Bree melihat ke arah Argha yang sedang sibuk menyantap menu makan malam.
"Sayang, punya aku mana?" tanya Bree yang juga sudah mulai merasa lapar di perutnya.
Argha menekan sebuah tombol yang berada di depan tempat duduk milik nya. Pramugari yang melihat kode yang diberikan oleh Argha, langsung berjalan menuju Argha.
"Selamat malam Nona Bree. Mau minum dan makan apa Nona?" tanya pramugari kepada Bree yang baru bangun dari istirahat malam.
"Sama dengan Argha aja" jawab Bree dengan santai dan melihat sedikit ke arah pramugari.
Pramugari kemudian meletakkan di atas meja menu yang dipesan oleh Bree. Setelah itu mereka menuju tiga asisten yang ternyata sudah bangun dari tidur mereka.
Pramugari juga menghidangkan makanan dan minuman untuk mereka bertiga. Sesuai dengan pesanan masing masing asisten.
"Cuci muka dulu sayang, baru makan" ujar Argha meminta Bree untuk membasuh wajahnya terlebih dahulu sebelum Bree makan malam.
"Temani" ujar Bree yang minta ditemani Argha ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya yang masih ada unsur unsur muka bantalnya.
__ADS_1
"Manja" ujar Argha sambil tersenyum kepada kekasihnya itu.
"Sekali sekali. Untung ndak minta gendong" ujar Bree sambil tersenyum kepada Argha.
"Kalau mintak gendong, langsung bawa kamar. Mau langsung bawa kamar?" Argha sudah berani menggoda Bree dengan rayuan rayuan anehnya.
"Halalin dulu baru main bawa kamar. Kalau udah halal jangankan bawa kamar. Bawa dapur aja mau" ujar Bree membalas godaan dari Argha.
"Yah yakin mau bawa ke dapur?" tanya Argha memastikan kalau Bree tidak hanya mengancam dirinya saja.
"Yakin. Emang berani?" kali ini gantian Bree yang mengancam Argha untuk memastikan apakah Argha yakin akan menghalalkan Bree.
"hay sayang jangan lupakan, aku ini Argha Aris Wijaya Soepomo" ujar Argha sambil menatap ke arah Bree.
"Haha haha haha. Aku tak akan lupakan itu sayang. Tiga nama besar di belakang nama kamu" ujar Bree sambil memutar matanya.
"Hay jangan lakukan itu kalau tidak ingin berakhir di kamar" ujar Argha sambil menatap ke arah Bree dan membesarkan matanya kepada Bree.
"Haha haha haha. Makanya jangan banyak gaya kalau lemah" ujar Bree yang akhirnya memilih untuk melawan Argha.
"Ya ya ya ya. Ayuk lah cepat cuci wajah sama tangannya sana" ujar Argha meminta Bree untuk gerak cepat membersihkan wajah dan juga tangannya.
Bree masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan wajah dan juga tangannya. Bree melakukan dengan gerak cepat karena perutnya sudah terasa sangat lapar.
"Udah sayang. Ayuk balik ke kursi" ujar Bree mengajak Argha untuk kembali ke kursi mereka tadi.
Argha dan Bree kembali menuju kursi mereka. Mereka melihat tiga orang asisten sedang makan bersama. Argha dan Bree kemudian duduk kembali. Bree kemudian menikmati makan malamnya yang tertunda. Mereka sebentar lagi akan mendarat. Penerbangan tersisa satu jam lagi dari sekarang.
__ADS_1