
Acara reuni yang ditunggu-tunggu oleh sebagian besar orang itu terlihat sangat mewah. Ini terlihat dari dekorasi tempat berlangsungnya acara di sebuah ballrom hotel mewah. Terlihat dari luar karpet merah dibentangkan, dikiri kanan terdapat lampu menyinari sepanjang karpet merah. Diujung karpet terdapat spot fhoto yang cantik. Saat masuk kedalam ruangan banyak kursi dan meja yang ditutupi kain satin warna gold dan perak. Bermacam-macam bunga yang dirangkai menjadi rangkaian yang bagus. Sepertinya acara reuni SMK Pelita Bangsa akan berjalan sangat menarik.
Gina yang sedang merias dirinya di depan cermin sangat terlihat cantik dengan riasan sederhana. Gina memang tidak suka memakai make up yang terlalu tebal. Gina terlihat sangat cantik memakai gaun berwarna silver dengan potongan lengan menutupi bahunya. Tampilan Gina dipercantik dengan cluth yang sewarna dengan gaun yang dipakainya serta haigheeled tinggi 5cm dengan warna yang senada. Ayah, Nana dan Afdhal yang melihat Gina saat turun langsung terpesona.
"Nana, apakah tampilan Gina jelek ya?" Gina berbicara dengan raut wajah ditekuk. Dia melihat ketiga anggota keluarganya terbengong melihat kearahnya saat dia turun dari kamar.
"Nggak sayang. Kamu sangat cantik." kata Nana sambil membawa Gina keruang tamu.
"Beneran Na?" Gina sangat tidak percaya dengan apa yang dikatakan Nana. " Tadi aja Ayah, Nana, Uda Afdhal melongo melihat Gina"
"Gin. Kami melongo karena melihat kamu sangat cantik. Mungkin karena kamu jarang berdandan. Makanya sekalinya kamu dandan kami jadi pangling." kata Afdhal menjelaskan kepada Gina kenapa mereka sampai melongo melihat tampilan Gina.
"Kamu berangkat diantar sopir ya Gin. Nanti pulangnya biar dijemput lagi." kata Ayah, Ayah tidak mau nanti Gina susah mencari tempat parkir di hotel itu.
"Oke Ayah. Gina sangat setuju. Karena akan susah mengendarai mobil dengan sepatu seperti ini." Gina mengerucutkan mulutnya. Dia sangat tidak suka saat disuruh memakai haigheels. Gina merasa gerakannya sangat terbatas dengan memakai sepatu idola wanita itu. Saat jam menunjukkan pukul tujuh malam Gina berangkat menuju acara reuni sekolahnya. Tak berapa lama Gina sampai, Gina sampai berberengan dengan Ofi.
"Wow Loe cantik banget Gin. Gue sampai nggak menyadari itu elo." Ofi terpana melihat kecantikan Gina.
"Elo juga cantik Fi. Sempurna." kata Gina sambil tersenyum. Saat mereka lagi ngobrol datanglah Rina.
"Wow duo sahabat gue cantik banget. Gue sampe nggak ngenalin elu berdua." Rani kagum melihat kedua sahabatnya.
"Elo juga cantik," kata Gina dan Ofi berbarengab.
Ketiga sahabat itu kemudian memasuki ballroom hotel tempat acara reuni diadakan. Mereka terpana melihat dekorasi yang sangat indah.
"Wah tadi kita mengatakan kita cantik. Tapi noh lihat banyak yang lebih cantik dari kita." kata Gina sambil melihat kesekelilingnya.
"Benee Gin. Apalagi noh lihat si Angel dia bener - bener kayak bidadari." kata Rani sambil menatap kagum kearah Angel.
"Namanya model internasional ya harus cantik Ran." kata Gina dengan cueknya.
Tiba-tiba datang seorang laki-laki yang menyapa ketiga sahabat itu. "Gin, maku benar Gina kan? kata pemuda itu.
"Bener. Siapa ya? Maaf gue agak susah mengingat nama orang." kata Gina sambil mengakui kelemahannya itu. Apalagi mereka sudah lama tidak bertemu.
" Wah bener - bener parah daya ingat loe Gin. Masak loe nggak kenal dia sih." kata Ofi sambil memegang pundak Gina.
Gina berusaha mengingat nama pria itu. Tapi Gina bener-bener lupa dengan dia. Gina sudah menyebutkan satu persatu teman sekelasnya, tapi tidak satupun yang benar.
__ADS_1
"Asli gue nyerah. Gue bener-bener nggak ingat."
"Hahahaha. Gimana mau bener Gin. Nama yang loe sebut semuanya teman sekelas kita. Jelas-jelas dia senior kita." kata Rina sambil memberikan senyum mengejek nya.
"Gue Bisma, Gin." Bisma antara malu dengan bagaimana didepan Ofi dan Rina. Bisma yang merupakan ketua Osis bisa dilupakan dengan mudahnya oleh Gina. Sedangkan Bisma dengan percaya dirinya menyapa Gina.
"Maaf kak. Aku beneran nggak ingat dengan nama kakak. Karena aku kuper kak waktu sekolah. Jadi nggak begitu banyak teman kecuali dua sahabatku ini." kata Gina dengan mimik wajah menyesal.
"Nggak apa-apa Gin santai aja. Itu tandanya aku tidak begitu terkenal. Lebih terkenal kamu malahan."
"Mana ada kak. Aku bukan bagian dari cheerleader sekolah, bukan tim basket dan juga bukan pengurus Osis. Terkenal dari mananya coba kak."
"Beneran, kamu itu sangat terkenal dikalangan senior waktu sekolah. Kamu terkenal karena cantik dan juga pintar." kata Bisma meyakinkan Gina.
"Kakak bisa aja. Noh buktinya saking terkenalnya aku, yang menyapa hanya kakak sendiri aja. Yang lain cuma senyum doang." kata Gina melihat sekitar.
"Mereka bukan tidak mau menyapa kamu Gin. Kamu waktu sekolahkan terlihat sombong dimata mereka" kata Bisma.
"Kakak kenapa mau nyapa aku?" kata Gina penuh selidik.
"Karena aku tau kamu tidak sombong Gin." Bisma berkata sambil tersenyum penuh makna.
"Loe berdua kenapa tiba-tiba langsung tertawa? Apanya yang lucu?" kata Gina sambil memasang wajah penuh tanya.
"Ini si Rina bikin carita lucu Gin. Makanya kami berdua tertawa." Ofi berkata sambil melirik ke arah Bisma.
"Gin, kami mau ngambil minum dulu. Kamu mau apa? Biar kami lebihkan." kata Ofi.
"Gue ikut kalian aja ding. Capek. Siap ambil minuman kita langsung duduk aja ya, pegel gue lama berdiri gini." Gina langsung berjalan menuju tempat minuman dan cemilan dihidangkan panitia acara.
Setelah mereka mengambil makanan dan minuman, Gina dan kedua sahabatnya langsung duduk di tempat yang sudah disediakan panitia berdasarkan tahun tamat.
"Gin, sejujurnya kami berdua tadi ketawa karena mendengar ucapan kak Bisma." kata Rani
"Ucapannya yang mana yang lucu?" Gina heran dengan yang dikatalan Ofi. Menurut Gina tidak ada satupun ucapan Bisma yang dirasanya lucu.
"Itu bagian yang menyatakan bahwasanya Dia tau kalau kamu tidak sombong."
"Oooo. Biar ajalah. Terserah dia aja, mau nilai gue gimana. Itumah urusan mereka." kata Gina dengan sikap acuhnya.
__ADS_1
"Ini ni, sikap loe yang begini yang bikin loe terus jadi jomblo akut." kata Rina.
"Gue nggak paham maksud loe Rin?"
"Hello Nona Muda Gina Wijaya. Loe tau nggak sih. Tadi itu Bisma melancarkan aksi pendekatan ke loe. Emang loe nggak tau, dari zaman kita smk dia udah naksir elo." kata Ofi membeberkan apa maksud dari perkataan Bisma tadi.
"Waduah berat neh. Tapi terserah dialah. Mau cinta gue. Mau naksir gue. Bodo amat. Gue kan nggak nyuruh."
"Rani dan Ofi yang paham akan sikap Gina hanya menggeleng-gelengkan kepala. Mereka hanya berharap suatu saat Gina akan tau gimana rasanya jatuh cinta. Saat mereka sedang asik ngobrol datanglah satu orang pemuda tampan yang berpakaian sangat rapi.
"Ofi" kata salah seorang pemuda itu.
"Randi?" kata Ofi sambil menunjuk pemuda yang menyebut namanya tadi.
"Wah lo makin cantik aja Fi. Ini pasti Gina dan satu lagi Rani?"
"Bener. Lo memang teman selokal yang paten." kata Rani sambil meninju pundak pemuda itu.
"Gue. Gin loe kenapa diam? Jangan loe ngomong nggak inget gue." kata pemuda itu sambil melihat Gina yang termenung.
"Gila aja gue bisa lupa sama elo. Elo udah rela terjun sungai ngambilin laptop gue. Mau gue lupakan oh tak akan pernah."
"Kalain bertiga kenapa nggak gabung dengan yang lain. Kalau hanya mau nongkrong bertiga nggak perlu ikut reuni kali." Randi mengejek tiga sahabat itu .
"Sialan loe. Kami males untuk gabung. Loe tau sendirikan waktu SMK kami terkenal sombong. Terlebih noh si Gina." kata Ofi menjelaskan kenapa mereka tidak mau bergabung dengan yang lainnya.
"Itukan dulu" kata Randi meyakinkan ketiga sahabat itu untuk bergabung dengan yang laib.
Tanpa ketiga sahabat itu sadari, dari tadi mereka selalu diperhatikan oleh seorang pria tampan dengan tatapan mata setajam elang. Pemuda itu selalu melihat kearah mereka bertiga, walaupun dia sedang bercerita dengan teman lamanya. Pemuda itu terus saja memperhatikan. Tapi fokusnya hanya kepada satu wanita yaitu Gina. Setiap ada pria yang berbicara dengan Gina maka rahang pemuda itu mengeras dan tanpa sadar dia sudah mengepal tangannya seakan siap meninju pria yang berani berbicara dengan Gina.
...****************...
Siapakah pemuda yang selalu memperhatikan Gina???
Apakah Aris akan tau siapa Gina sebenarnya???
Kakak-kakak tolong komen dan sukai ya novelku yang ini. Biar aku semakin semangat mengupload cerita ini tiap hari.
atas komen dan likenya, saya ucapkan terimakasih.
__ADS_1