Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
Pencarian Gina 2


__ADS_3

Aris melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju daerah X, dia sangat ingin cepat sampai di daerah itu. Dia tidak mau lagi membuang waktu yang lama diperjalanan. Bram yang berada di sebelah Aris hanya mampu berzikir di dalam keheningan duduknya. Sebenarnya Bram sangat takut dengan cara Aris membawa mobil, tetapi Bram tidak berani untuk mengajukan keberatan kepada Aris. Bram hanya berharap Aris bisa mengendalikan laju mobilnya. Perjalanan ke daerah X yang seharusnya memakan waktu selama tiga jam perjalanan kalau kecepatan mobil dalam batas normal. Bagi Aris itu tidak berlaku, Aris hanya membutuhkan waktu selama dua jam untuk sampai ke daerah X. Aris memberhentikan mobilnya di salah satu parkiran restoran yang ada di daerah X.  Aris dan Bram serta anggota Black Jack yang mengikutinya tadi langsung turun dan masuk ke dalam restoran tempat mereka berhenti. Aris memilih untuk mendiskusikan pola pencarian mereka di sebuah saung yang ada di restoran tersebut.


"Ris, ide loe seperti apa?" tanya Bram sambil meminum kopinya.


"Rencan gue, kita mencari Gina dengan cara seperti masyarakat biasa."


"Maksud Anda Tuan Muda?" tanya Daniel kepada Aris.


" Maksud saya, kita akan mencari Gina di tempat tempat yang ramai dikunjungi oleh penduduk di sini." kata Aris menerangkan maksudnya.


"Maksud loe kita akan cari Gina di pasar?"


"Yup. Gue yakin Gina nggak akan pergi ke tempat tempat yang orangnya sedikit. Gue yakin dia akan berada di keramaian." lanjut Aris dengan rasa percaya dirinya. Aris sangat yakin akan bisa menemukan Gina di daerah X ini sekarang juga.


"Oke. Kalau gitu kita bagi tim aja Tuan Muda." usul Daniel.


"Saya setuju. Kamu dengan Bram berdua, sedangkan saya akan dengan salah satu anggota black jak. Sedangkan satu mobil lagi, akan mencari Gina dengan cara menyamar menjadi keluarga Gina." kata Aris membagi timnya menjadi tiga kelompok kecil.


"Siap Tuan Muda" jawab Daniel dan tiga anggota black jack yang lainnya.


Bram kemudian berdiri. Dia harus menghubungi Sari. Dia sangat ingin tahu keberadaan Sari dan Gina udah sampai sama. Dia tidak ingin Sari dan Gina tertangkap oleh anggota black jack.


"Loe mau kema Bram?" tanya Aris yang melihat Bram mendadak berdiri.


"Toilet bentar, gue sesak mau curhat. Mau ikut loe?"


"Ogah gue" jawab Aris yang memang dasarnya dia tidak suka orang mengatakan hal hal yang membuat perutnya menjadi mual.


"Hahahahaha" Bram tertawa sambil menuju kamar mandi.


Bram mengeluarkan ponselnya saat dia sudah jauh dari jangkauan pendengaran dan penglihatan Aris. Bram langsung menghubungi Sari. Dia ingin tau Sari udah sampai mana. Bram sabar menunggu karena sudah panggilan kedua belum juga diangkat oleh Sari. Bram takut terjadi apa apa terhadap Sari dan Gina di perjalanan.


"Sar, angkat telpon aku Sar. Jangan bikin aku cemas kayak gini." kata Bram sambil melihat ponselnya, ini adalah panggilan ketiga yang dilakukan Bram kepada Sari.


Gina dan Sari yang baru selesai makan, langsung menuju mobil mereka yang diparkir. Sari kemudian menghidupkan mobilnya. Dia melajukan mobil mewah itu kembali menuju ibu kota. Perjalanan yang masih akan lama lagi. Saat Sari sedang konsentrasi dan fokus melajukan mobilnya, tiba tiba ponselnya yang sedang di charge berbunyi dengan nyaring. Lagu Judika putus atau terus berdendang dengan nyaring. Gina memberikan ponsel Sari. Sari melihat siapa yanenghubunginya.

__ADS_1


"Siapa Sar?" tanya Gina kepada Sari.


"Kak Bram."


"Angkat aja" kata Gina meminta Sari untuk mengangkat panggilan dari Bram.


Sari mengangkat panggilan itu. Dia meletakkan ponselnya ke tempat ponsel yang ada di atas mobil, jadi langsung terhubung dengan speker yang ada di dalam mobil. Untung saja semua mobil sudah dipasang peredam suara, sehingga sebesar apapun suara yang ada di dalam mobil tidak akan muntah keluar dari dalam mobil.


" Hallo Sayang, kamu dimana??? Kenapa dari tadi tidak angkat telpon dari aku, kamu dan Gina baik baik ajakan sepanjang perjalanan?" kata Bram dengan menumpahkan begitu banyak pertanyaan kepada Sari. Gina yang mendengar hanya bisa tersenyum saja. Dia tidak menyangka kalau Bram bisa bertanya dengan begitu banyaknya kepada Sari. Sedangkan semua pebisnis tau kalau Bram adalah tipe laki laki yang irit bicara.


" Sayang pertanyaannya nggak bisa satu satu ya keluar dari tu mulut. Main borongan aja semuanya. Gimana aku bisa jawab itu. Ingat aja nggak aku dengan semua pertanyaan mu." kata Sari yang mulai kesal karena Bram bertanya terlalu banyak.


" Maaf sayang, tapi aku betul betul cemas tadi" kata Bram memberikan alasan kenapa dia bertanya begitu banyaknya.


" Jadi mau tanya yang mana dulu?"


"Kenapa telat angkat telpon?"


"Karena tadi kami turun makan, ponsel di chas di mobil lupa ngambil." jawab Sari.


"Mayan sayang, perbatasan kira kira empat jam lagi lah." jawab Sari


"Ya udah hati hati, di perbatasan sudah tidak ada lagi anggota black jack yang berjaga jaga. Tapi aku mohon kamu jangan pulang ke apartemen. Usahakan pulang ke apartemen aku aja. Disana tidak ada yang akan menjaga. Password pintunya adalah tanggal jadian kita." kata Bram memberi perintah kepada Sari.


"Sekarang sedang dimana sayang?"


"Sedang makan, aku nggak bisa lama lama sayang, takutnya nanti Aris curiga. Alasan aku aja tadi mau pup. Hahahahaha"


"Ya udah, kamu hati hati ya sayang. Jangan ngebut bawa mobil, kalau perlu jangan satu tim dengan Aris."


"Siap nyonya Bram."


"Mulai. Udah dulu ya, aku mau bawa mobil lagi" kata Sari mengalihkan perhatian Bram.


"Sip, hati hati"

__ADS_1


Bram memutuskan panggilannya dengan Sari, dia sekarang sudah kembali tenang, Sari dalam keadaan baik baik saja, dia juga sudah meminta Sari dan Gina untuk beristirahat di apartemennya. Bram juga sudah menghubungi resepsionist apartemen untuk memperbolehkan Sari dan Gina memasuki apartemen milik Bram. Bram kemudian kembali ke tempat Aris berada.


"Tumben lama loe curhat?" tanya Aris dengan tatapan curiga.


"Keras bro" jawab Bram ngasal, yang penting Aris tidak bertanya kenapa dia lama di kamar mandi.


Bram kemudian memakan makanan yang tadi di pesannya. Dia makan dengan lahap. Aris yang melihat langsung geleng geleng kepala.


"Bram kalau dalam kondisi seperti ini loe bisa makan dengan cepat, kenapa dalam keseharian nggak bisa Bram?" tanya Aris


"Kalau sekarang gue santai jawabannya tetap sama dengan jawaban semalam, ada harimau ngamuk nanti." jawab Bram sambil memasukkan sushi terakhir ke dalam mulutnya.


"Hahahahahahahaha" Daniel langsung tertawa ngakak mendengar jawaban dari Bram.


"Makan cepat siap itu kita langsung meulai pencarian bojo gue. Gue udah kangen dia sama calon anak gue" kata Aris dengan nada perintah yang tidak bisa dibantah lagi.


Aris, Bram, Daniel dan seluruh anggota black jack langsung memakan makanan mereka dengan cepat. Aris tidak ingin membuang waktu lagi. Dalam waktu satu jam makan siang itu akhirnya selesai.


"Kita berangkat sekarang, gue akan pergi ke arah perumahan penduduk, sedangkan kamu Bram akan pergi ke pasar, anggota black jack kalian pergi ke arah lebih jauh. Mana tau Gina pernah juga ke arah sana." Kata Aris memberi perintah.


Semua orang masuk ke dalam mobil masing-masing, mereka akan pergi ke tempat tujuan mereka masing-masing, mereka akan saling memberikan informasi apabila ada sesuatu yang menunjukkan keberadaan GIna.


"Gin, loe mau makan jagung bakar?" tanya Sari yang melihat penjual jagung bakar yang berada di tepi jalan.


"Boleh juga Sar. Loe yang turun ya."


"Biar mereka yang ngantar ke mobil. Kalau kita turun takutnya nanti masih ada sisa sisa anggota black jack yang sedang melakukan penyamaran" jawab Sari


"Kalau seperti itu, nggak usah aja Sar. Nanti kalau mereka ada, maka kita tidak bisa pergi dengan damai ke ibu kokta, gue lagi males kejar kejaran mobil dengan mereka" kata Gina memberikan alasan.


"Kita bisa makan jagung bakar kapan aja. Sekarang kita langsung saja ke ibu kota, jangan pake berhenti kecuali mengisi bahan bakar." lanjut Gina.


"Siap komandan."


Sari kemudian melajukan mobilnya kembali menuju ibu kota. Sari tidak ingin kemalaman sampai di ibu kota. Begitu juga dengan tiga mobil yang mencari Gina di daerah X, mereka juga sudah melaju ke daerah yang dikatakan Aris.

__ADS_1


__ADS_2