
Gina dan Aris hari ini akan kembali ke ruz8km. mah keluarga Soepomo. Mereka pulang dijemput supir dari rumah utama.
"Sayang kita singgah ke rumah Nana dulu yok sayang. Aku kangen Nana"
"Ye baru sehari sayang nggak ketemu Nana" ucap Aris kepada Gina sambil menyindir Gina.
"Sayang." Gina mulai merajuk kepada Aris.
"Ya udah kita kerumah Nana." ucap Aris yang tidak ingin menolak kehendak Gina.
"Putar arah pak. Kita ke rumah ayah Wijaya" kata Aris ke pak supir.
Mobil memutar arahnya kembali, mereka tidak jado menuju rumah utama Soepomo, tetapi rumah utama Wijaya grub. Gina sangat senang sepanjang jalan. Rasa kangennya dengan Nana akan cepat terlunasi.
Mobil kemudian masuk kedalam gerbang utama rumah Wijaya. Sopir memarkir mobil tepat di samping mobil yang biasa di pakai Gina. Gina langsung turun dan meninggalkan Aris sendirian.
"Nana" teriak Gina membuka pintu lebar lebar.
"Gina kenapa teriak teriak kayak gitu. Ingat kamu udah ostri orang sekarang. Bukan anak gadis lagi" Nana geleng geleng kepala melihat tingkah Gina.
"Loh suami mu mana?" Nana tidak melihat Aris masuk bersama Gina.
"Huah" teriak Gina dan langsung berlari kembali menuju mobil.
"Buak" Gina terjatuh saat menabrak Aris yang baru makan masuk rumah.
"Auw" pekik Gina saat terasa ekornya sakit karena menyentuk lantai dengan sangat keras.
Nana dan Ayah yang melihat tingkah aneh Gina hanya bisa geleng geleng kepala tidak percaya dengan apa yang dilakukan Gina. Nana dan Ayah menuju ruang tamu. Mereka kemudian duduk disana sambil menatap tidak percaya ke arah Gina.
"Kamu mau kemana?" tanya Aris kepada Gina, sambil membantu Gina berdiri.
"Pergi jemput kamu." jawab Gina sambil mengelus pantatnya yang sakit.
__ADS_1
"Oh masih ingat kalau udah punya suami?" kata Aris pura pura ketus.
Gina langsung memeluk Aris. " Dilarang ngambek. Baru juga tiga hari siap nikah, udah pake acara ngambek" ucap Gina sambil memegang tangan Aris dengan mesra.
"Baru juga tiga hari halal, udah lupa aja kalau udah ada suami" jawab Aris tidak kalah mesranya kepada Gina.
"Hahahahaha. Kalian berdua lucu" ujar Nana dari kursi tempat mereka duduk.
"Sejak kapan disitu Na?" Gina dan Aris menjadi kikuk karena kedua orang tua mereka menyaksikan kejadian konyol yang seharusnya tidak terjadi itu.
"Sejak adegan jatuh terjerembab yang membuat pantat Gina jadi nyut nyutan." jawab Nana sambil tersenyum mengejek Gina.
Gina mengajak Aris untuk masuk. Mereka duduk di sofa yang ada di ruang tamu itu.
"Jadi kemana mau bulan madu Gin?" tanya Nana to the point.
"Ye mau tau aja." jawab Gina yang sebenarnya tidak tau juga mau kemana pergi bulan madu. Aris sampai detik ini belum ada menjelaskan mereka akan kemana. Gina pun malas untuk bertanya.
Gina kemudian ke dapur, menghindari pertanyaan yang sangat kepo. Gina tidak mungkin menjawab kalau mereka belum ngapa ngapain karena Gina kedatangan tamu bulanan. Habis Aris diejek Ayah nantinya.
Gina kemudian meletakkan minuman dan cemilan yang diambilnya dari dapur tadim Gina kemudian duduk di sebelah Aris.
"Jadi kalian akan tinggal di rumah sini atau di rumah sana?" tanya Ayah.
"Kayaknya kami akan tinggal di rumah mami ayah." jawab Gina mewakili Aris yang segan untuk menjawab pertanyaan dari Ayah.
"Kami akan tinggal di salah satu rumah di sana Ayah. Bukan tinggal dengan Papi dan Mami" jawab Aris saat melihat ekspresi ayah yang berubah.
"Ayah, Gina akan sering ke sini kok. Jangan berwajah seperti itu." kata Gina sambil memeluk ayahnya dari samping.
"Janji ya kamu akan sering ke sini"
"Janji ayah sayangku. Walaupun Aris melarang Gina akan tetap kesini" ucap Gina dengan keyakinan.
__ADS_1
"Mana boleh kalau Aria melarang kamu akan pergi juga." ucap Ayah
"Terus" Gina menjadi heran kenapa ayahnya berkata seperti itu.
"Gina, dengarkan ayah. Kalau kamu sudah menjadi istri kamu harus mendengarkan semua perkataan suami kamu. Kalau suami kamu mengatakan tidak maka jangan kamu kerjakan. Tetapi kalau suami kamu sudah mengizinkan, maka silahkan kamu kerjakan" kata Ayah.
"Kemudian, apapun yang diberikan oleh Aris kamu harus menerima dengan ikhlas. Bagaimanapun kamu capek atau letih, kamu harus tetap melayani Aris dengan penuh senyuman apapun yang diminta Aris, kamu dilarang untuk menolak" lanjut Ayah
Aris dan Gina mendengarkan apa saja yang dikatakan Ayah untuk kebaikan mereka berdua.
"Aris begitu juga, walaupun kita sebagai kepala rumah tangga, ingatlah kalau ada istri yang mengurus kita di rumah. Apapun tindakan yang akan kita lakukan di luaran sana, berpikirlah kalau akan ada hati yang tersakiti di rumah. Seseorang yang selalu menunggu kita, seseorang yang selalu mengurus makan, pakaian, apapun kebutuhan kita."
"Ingatlah Aris. Sampai kapanpun yang namanya godaan dunia itu akan ada. Sekuat apapun kita, mereka akan selalu datang menguji kita. Apakah kita mudah tergoda atau tidak itu kembali lagi kepada diri kita sendiri." lanjut ayah memberi nasehat kepada Aris.
(Satu lagi Aris. Rumput tetangga akan selalu nampak lebih hijau dari pada rumput kita. Ada baiknya dari pada kita menolong merawat rumput tetangga akan lebih baik kalau kita merawat dengan penuh semangat rumput milik kita sendiri" ucap Ayah.
"Jadi ayah samakan Gina sama rumput?" ucap Gina yang pura pura tidak tau kalau itu kiasan.
"Aris dan Gina, yang perlu kalian berdua ingat adalah komunikasi dalam menjalin hubungan sangat sangat diperlukan. Apabila ada yang tidak disukai tentang Gina oleh Aris, maka Aris harus ceritakan kepada Gina. Begitu juga dengan Gina, apapun sikap Aris yang tidak Gina sukai komunikasikan langsung. Jangan pernah menyimpan masalah karena dia akan menjadi bumerang dalam pernikahan" ucap Nana.
"Sebenarnya menikah itu bukan akhir dari hubungan. Tetapi awal dari hubungan. Kalian harus rajin memupuknya supaya dia subur dan indah. Kalau kalian malas memupuknya, lama lama dia akan mati dengan sendirinya" ucap Nana.
Tak terasa hari sudah beranjak sore.
"Sayang ajak Aris mandi sana." kata Nana
"Kalian berdua makan malam di sini saja ya." pinta ayah kepada Aris.
"Tenang ayah, kami akan menginap di sini" jawab Aris yang tau kalau ayah dan nana belum mau berpisah dengan Gina.
"Bener sayang?" Gina menatap takjub ke arah Aris.
"Aku tau mau kamu sayang. Makanya langsung aku kabulkan sebelum kamu memintanya" jawab Aris.
__ADS_1
"Semen padang dong. Aku sudah melakukan sebelum anda memikirkan" kasta Gina sambil tertawa.
Mereka berdua langsung masuk kamar untuk mandi dan beristirahat.