Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
Kesetiaan Seorang Istri + 41


__ADS_3

"Sayang, kita mau belanja apa hari ini?" kata Juan saat mereka sudah sampai di depan supermarket yang besar tersebut.


Supermarket paling lengkap yang ada di jalan menuju mansion keluarga Soepomo. Supermarket yang menjadi andalan bagi keluarga Soepomo untuk belanja bulanan mereka.


"Kita lihat aja nanti sayang" jawab Frenya yang sangat bahagia saat diajak pergi berbelanja oleh Juan.


"kartunya?" tanya Frenya


Supermarket yang mereka kunjungi sekarang ini harus memakai kartu member untuk masuk dan bisa berbelanja, kalau tidak maka Frenya dan Juan tidak akan bisa masuk dan berbelanja di supermarket besar tersebut.


"Selalu sedia di dompet sayang" jawab Juan sambil memukul sedikit dompetnya yang berada di saku celana belakang.


"Oek kalau begitu mari kita Let's Go sayang. Kita borong borong apa yang mau kita borong. Aku sudah tidak sabar lagi" kata Frenya dengan bersemangat.


"Tuan muda, maaf sebelumnya. Tadi Nyonya muda terlihat sedang tidak mood, kenapa sekarang luar biasa mood?" ujar salah seorang pengawal bertanya kepada Juan sambil memberikan troli yang di ambilnya tadi kepada Juan.


"Itulah wanita, saat mendengar kata shoping mereka akan langsung menjadi luar biasa bersemangat. Jadi, kalian semua harus bekerja keras untuk hal yang satu itu" kata Juan sambil memasang kaca mata hitamnya.


Juan sudah bisa memastikan kalau wajah tampannya akan menjadi sorotan setiap wanita yang dilaluinya nanti. Dia tidak ingin wajah tampannya menjadi santapan manis bagi para ibuk ibu dan wanita wanita yang ada di supermarket itu.


"Siap Tuan muda" ujar pengawal.


Juan mengangkat tinjunya ke udara. Juan sudah tau dengan bekerja menjadi pengawal dirinya, Gaji pengawal itu lebih dari cukup untuk membawa istri atau kekasih mereka shoping tiga kali sebulan, bahkan bisa tiap minggu. Gaji mereka satu bulan dua digit lebih. Lebih banyak dari pada gaji pengawal keluarga Soepomo.


"Kemana dulu sayang?" kata Juan yang sekarang sudah medorong troli yang luar biasa besar sambil memeluk pinggang Frenya dari belakang.


"Kenapa pake kaca mata hitam?" tanya Frenya saat melihat Juan sudah memakai kaca mata hitamnya lagi.


Nuan kemudian menunjuk para wanita yang ada di sekitar mereka yang sudah mulai menatap Juan dengan genit dan penuh nafsu seperti akan memakan Juan.


"Haha hahaha, resiko jadi orang ganteng sayang" jawab Frenya sambil menggoda Juan.


"Sudahlah jangan di bahas. Mau kemana sekarang?" kata Juan sambil mendorong troli besarnya itu.


"Kita cari buah dulu gimana sayang?" jawab Frenya yang sudah ada di dalam otak cantik dan pintarnya itu buah apa saja yang akan dibelinya.


"Oke buah"


"Aku sangat setuju untuk beli buah"


Juan selalu akan mendukung makanan sehat yang dibeli oleh Frenya. Sedangkan untuk cemilan, Juan akan memikirkannya terlebih dahulu, tidak semua cemilan yang diinginkan oleh Frenya akan disetujui oleh Juan untuk di beli.


"Mari kita ke tempat buah"


"Ladies first" kata Juan.


Frenya berjalan terlebih dahulu dari Juan. Dia memegangnujung troli yang di dorong oleh Juan.


"Buah apa dulu sayang?" tanya Juan kepada Frenya.


"Kita lihat lihat saja sayang. Aku yakin akan banyak buah yang mau aku beli" kata Frenya dengan semangat saat masuk ke dalam etalase etalase penjual buah buahan yang luar biasa banyak jenisnya terpampang di sana.


"Sayang sini" kata Frenya saat melihat pisang yang segar segar dan menggugah selera Frenya.


"Organik sayang?" tanya Juan.


"Ya organik" jawab Frenya.


"Beli empat saja sayang. Sepertinya di meja makan juga sudah tidak ada pisang lagi" kata Juan meminta Frenya untuk membeli lebih banyak pisang hari ini.


"Empat sayang? Serius?"

__ADS_1


"Bukannya itu kebanyakan?" tanya Frenya saat mendengar Juan meminta Frenya mengambil empat bungkus pisang.


"Satu untuk kita tiga untuk di bawah sayang" kata Juan membagi pisang yang empat tadi dengan cermat.


"Oh oke empat"


Frenya memilih pisang yang ada di atas rak rak itu sebanyak empat buah. Frenya memilih dengan cermat. Frenya tidak mau mengambil pisang yang cacat, karena bagaimanapun juga pisang organik sangat banyak kumbang yang mau memakannya juga.


Tanaman organik merupakan tanaman yang sama sekali tidak di beri pupuk buatan dan juga tidak di semprot pembasmi hama, jadi buahnya sangat manis dan sehat. Makanya Juan akan selalu memproritaskan Frenya untuk menikmati buah buahan dan sayur sayuran organik.


"Apalagi sayang?" tanya Frenya.


"Jeruk sayang, tapi yang besar besar, yang kemaren kurang manis" jawab Juan.


Juan sangat ingat bagaimana asalnya jeruk yang kemaren di makannya saat selesai rapat. Jeruk yang membuat mata Juan beberapa kali terpejam saking manisnya rasa jeruk yang dipilih oleh Frenya.


"Haha haha haha, yang kemaren kita beli promo sayang makanya tidak manis. Sekarang kita beli yang tidak promo saja jeruknya" kata Frenya yang ingat kalau mereka kemaren tergiur dengan jeruk promo yang ada di supermarket. Sehingga membuat Frenya dan Juan membeli jeruk tersebut dengan semangat.


"Untung aja nggak banyak ya sayang. Coba kalau banyak, sudah bisa dipastikan jeruk itu akan terbuang banyak" kata Frenya sambil menahan tawanya.


"tau kamu sayang, Nana sampe muntah muntah saking manisnya jeruk yang dimakan" kata Frenya yang bisa langsung mengingat ekspresi Ghina saat menikmati jeruk manis tersebut.


"Ya kemaren itu belanja tergabut yang kita lakukan. Sekalinya belanja di toko biasa eeee langsung nggak tau apa yang mau dibeli" jawab Juan setuju dengan apa yang dikatakan oleh Frenya kepada dirinya.


"Lupakan itu sayang, mari kita move on ke depannya untuk membeli jeruk yang tidak asam dan juga tidk promo" kata Frenya sambil masih tersenyum geli mengingat kegabutan belanja mereka minggu kemaren.


"Sayang jeruk yang mana?" tanya Frenya saat mereka berdua telah sampai di depan rak rak yang berisi jeruk yang luar biasa banyaknya.


Berbagai macam jenis jeruk terpampang di sana. Mulai dari yang ukuran kecil sampai yang berukuran besar. Belum lagi jeruk yang datang dari luar negeri dan yang asli dari negara I.


"Yang itu saja sayang. Kita biasanya beli yang itu" kata Juan menunjuk jeruk yang diinginkan oleh dirinya.


"Kita beli tiga sayang." kata Juan memberitahukan berapa banyak jeruk yang harus dipilih oleh Frenya.


"Ya, satu untuk kita, satu di bawah, satu untuk kantor aku sayang. Buah buahan aku sudah habis semua" kata Juan menjelaskan kepada Frenya untuk apa dirinya meminta tiga kantong jeruk.


"Kalau begitu empat kantong. Untuk di bawah dua kantong." kata Frenya menambah satu kantong jeruk lagi yang akan mereka beli.


"Oke. Empat kantong jeruk"


Frenya kembali memilih empat kantong jeruk. Kalau untuk jeruk jeruk ini Frenya sudah sangat yakin akan rasa dan kualitas sehingga Frenya tidak terlalu repot untuk memilih jeruk mana yang akan pindah ke dalam troli besar mereka.


"Apel mau sayang?" tanya Juan kepada Frenya saat mereka sudah sampai di etalase yang memampang berbagai jenis apel yang bisa mereka pilih berdasarkan jenis dan warnanya.


"Spartan apel bagaimana sayang" tanya Frenya


"Spartan apel?"


" Kamu tau dari mana sayang Spartan apel"


Juan menatap heran ke arah Frenya yang tiba tiba saja tau tentang Spartan apel. Buah yang berasal dari kampung halaman Juan.


"Dari chanel youtube seorang yuotuber terkenal sayang. Saat senggang aku sering nonton chanel dia. Sehingga membuat aku sedikit tau tentang apel" jawab Frenya.


"Haha haha haha, kamu korban chanel." kata Juan sambil tertawa mendengar alasan Frenya mengetahui tentang Spartan apel dari mana.


"Apa Spartan apel tidak manis?" tanya Frenya yang sedikit takut kalau dia salah menyebut nama apel.


"Sangat manis. Tapi aku ragu kalau di sini ada sayang" jawab Juan yang tidak bisa memastikan kalau di negara mereka saat ini ada Spartan apel yang diminta oleh Frenya.


"Yah nggak asik. Nggak mungkinkan aku harus ke negara E untuk membeli Spartan apel" ujar Frenya yang langsung sedikit bersedih karena jenis apel yang diinginkan oleh dirinya tidak ada di jual di supermarket itu.

__ADS_1


"Tenang sayang, kalau tidak ada di sini, kita akan order. Kamu nggak tau aja, di mansion Mommy di negara S, banyak banget pohon apel Spartan. Aku akan tanya mommy nanti malam dan meminta mommy untuk mengirimkannya ke sini" kata Juan sambil tersenyum.


"Serius?" Frenya luar biasa semangat saat mendengar apa yang dikatakan oleh Juan kepada dirinya.


"Serius" jawab Juan meyakinkan Frenya bahwasanya apa yang dikatakan oleh Juan adalah sebuah kebenaran.


"Oke. Aku bahagia sekali. Makasi sayang" kata Frenya sambil memeluk Juan.


Frenya sama sekali tidak peduli dengan orang orang yang menatap ke arah dirinya. Bagi Frenya saat dia ingin memeluk atau mencium Juan, maka akan dilakukannya. Frenya tidak peduli dengan tempat dan waktu.


"Jadi sekarang mau apel apa?" tanya Juan saat Frenya sudah tidak berminat lagi dengan apel.


"Batal. Anggur saja" kata Frenya yang sekarang sudah mengarahkan troli besar itu ke tumpukan kotak kotak yang berisi anggur yang segar segar.


"Wow sayang, ini organic. Jarang jarangnya ada yang organic" kata Frenya bersorak saat melihat ada anggur organic yang hanya tinggal beberapa kotak saja.


"Aku pilihin dulu ya. Kamu nggak boleh tau berapa kotak mau aku beli" ujar Frenya yang tidak meminta persetujuan Juan mau beli berapa kotak anggur.


"Sayang ini isinya berapa kilo ya sayang?" tanya Frenya kepada Juan.


"Aku juga ragu sayang berapa kilo. Palingan sekitar satu kiloan lebih lah itu" jawab Juan sambil melihat satu kotak anggur yang telah di pilih oleh Frenya.


Frenya akhirnya memindahkan lima kotak anggur ke dalam troli besar tersebut. Juan hanya tersenyum melihat jumlah anggur yang dipindahkan oleh Frenya.


"Kamu nggak bisa makan banyak anggur sayang. Kamu lagi hamil" ujar Juan mengingatkan Frenya.


"Bener juga ya. Aku tarok lagilah. Maaf ya sayang" kata Frenya dengan wajah lesu.


"Ntah kenapa aku bisa lupa dengan kehamilan aku sendiri saat melihat buah anggur organic itu" lanjut Frenya dengan nada bersedih.


Frenya memang sangat menyukai buah anggur, makanya saat dirinya melihat anggur organic yang banyak membuat dia lupa dengan kehamilannya dan mengambil begitu banyak kotak kotak yang berisi anggur.


"Tidak apa apa sayang" jawab Juan yang maklum dengan makanan favorit Frenya itu.


"Kita lanjut,cari cari buah yang lainnya" Juan berkata sambil menggandeng tangan Frenya dengan satu tangannya. Sedangkan tangan yang satunya lagi masih mendorong troli yang belum banyak isinya itu.


"Stroberi sayang?" kata Juan sambil menunjuk ke arah stoberi yang sangat banyak itu


"Tentu sayang. Satu kotak satu hari" kata Frenya dengan semangat saat melihat stroberi yang berwarna merah merah tersebut.


Frenya mulai memilih stroberi yang diinginkannya. Frenya memilih stroberi yang besar besar dan berwarna merah. Frenya berhasil memilih delapan pak stroberi.


"Mau bikin ice cream stroberi" ujar Frenya sebelum Juan protes dengan banyaknya stroberi yang dipindahkan Frenya ke dalam troli mereka.


"Ye, yakin?" kata Juan sambil menatap usil ke arah istrinya yang mendadak rajin selama hamil itu.


"Yakin sayang. Kan aku nggak ke perusahaan lagi."


"Jadi waktu aku banyak di rumah. Maka aku bisa membuat makanan apa yang aku mau" ujar Frenya dengan mata berbinar binar menceritakan apa yang ada di dalam kepalanya kepada Juan suaminya itu.


"Okeh, tapi ada satu syarat" ujar Juan.


"Apa?" tanya Frenya yang heran dengan syarat apa yang akan diajukan oleh Juan kepada dirinya.


"Kamu tidak boleh capek. Paham" kata Juan sambil mencupit ujung hidung Frenya.


"Paham sayang" jawab Frenya yang tau kenapa Juan harus menyampaikan syarat seperti itu.


"Ada lagi?" tanya Juan yang melihat jam di tangannya sudah menunjukkan pukul setengah tujuh.


"Lanjut besok aja sayang. Kita harus pulang" jawab Frenya.

__ADS_1


Pengawal mengambil alih troli yang dibawa oleh Juan. Mereka kemudian menuju kasir untuk melakukan pembayaran. Sedangkan Juan dan Frenya menuju mobil mereka dengan satu pengawal yang menjadi sopir.


__ADS_2