Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
EKSTRA 18


__ADS_3

"Ya gitu deh" jawab Ghina sambil tersenyum.


"Argha" teriak Aris dengan sangat kuat.


Setiap orang yang mendengar suara dari Aris menatap tidak percaya kalau Tuan besar Soepomo bisa juga emosi dan berteriak keras.


"Sayang, kamu teriak di sini yang Argha udah sampe kamar. Malahan udah tidur tu anak" ujar Ghina yang melarang Aris untuk berteriak teriak seperti orang gila di mansion mereka.


Para maid yang sedang hilir mudik menyiapkan segala kebutuhan keluarga besar untuk acara ulang tahun pernikahan Tuan dan Nyonya Aris Soepomo tetap melakukan aktivitas seperti biasa. Mereka sudah biasa melihat kelakuan Tuan besar mereka yang seperti itu kalau sudah ada Tuan Muda Argha.


"Sayang anak kamu itu, nggak habis habisnya ngerjain aku" ujar Aris sambil duduk di sofa.


"Lah anak aku kan anak kamu juga sayang. Berarti kamu ikut andil juga dalam membuat dia menjadi seperti itu" balas Ghina yang nggak mau disalahkan oleh Aris sendirian.


"Daddy, Nana, kami tidur duluan ya. Selamat malam" ujar Juan yang langsung berdiri dan membawa Frenya masuk ke dalam kamar mereka.


Keempat anak dan menantu Aris dan Ghina sudah masuk ke dalam kamar masing masing. Aris menatap usil ke arah Ghina. Ghina sudah paham dengan makna tatapan mata Aris.


"Maaf Tuan besar sedang halangan" ujar Ghina sambil menjulurkan lidahnya kepada Aris.


"Yah" ujar Aris yang langsung patah semangat karena tidak bisa melakukan apa yang diinginkannya malam ini.


"Sabar. Baru datang pagi ini. Kamu yang salah kemaren aku mau kamu yang nolak. Eeee eeee eee sekarang kamu terpaksa di tolak oleh keadaan. Jadi, Terima nasib aja oke" ujar Ghina sambil tersenyum mengejek Aris.


"Ya ya ya ya" ujar Aris sambil berdiri dari duduknya.


Aris menjulurkan tangan kepada Ghina. Ghina menyambut uluran tangan dari suami tercintanya itu.


"Sayang, kamu masih pakai pengontrol supaya tidak hamil kan?" ujar Aris bertanya kepada Ghina saat mereka akan menuju kamar yang berada di lantai dua mansion. Besar ituu.


"Masih lah emang kenapa?" Ghina balik bertanya kepada Aris.


"Kalau kamu bdak pake, aku takutnya nanti anak kita sama besar dengan anak Frenya" ujar Aris menjawab pertanyaan dari Ghina.


"Ogah" jawab Ghina.

__ADS_1


Mereka berdua akhirnya sampai juga di kamar. Walaupun mereka sudah lama berumah tangga, tetapi Aris dan Ghina tetap menjaga keharmonisan rumah tangga mereka. Aris tidak mau membuat rumah tangga mereka menjadi garing karena kurangnya keromantisan antara sesama pasangan.


"Sayang tapi keren juga itu. Anak dan cucu sama besar" kata Aris yang suda berada di atas ranjang sambil melirik ke arah Ghina yang berada di depan meja rias.


"Kamu aja ya. Aku nggak ikut ikut" jawab Ghina.


"Mana bisa sayang, kalau hanya satu aja. Tentu harus ada tempatnya. Masak iya tempatnya nggak ada pengaduk nya ada. Nggak mau jadi dia sayang" ujar Aris yang mulai obrolannya tidak terkontrol sama sekali.


"Terserah. Terpenting aku nggak mau punya anak lagi. Titik, nggak pake koma" ujar Ghina dengan kalimat yang sudah difinalkan.


"Yah yang sabar ya bro. Loe di tolak sama tempatnya bro" ujar Aris sambil mengelus sebuah gundukan kecil yang belum menjadi gundukan besar itu.


Ghina hanya bisa geleng geleng kepala melihat tingkah absurd suaminya itu. Aris memang selalu melakukan sesuatu yang di luar bayangan dan pemikiran Ghina selama ini.


Ghina yang telah selesai memasang skincare ke wajahnya. Langsung naik ke atas ranjang besar itu. Ghina merebahkan kepalanya di tempat favoritnya kalau tidur dengan Aris.


"Sayang, apa kamu nggak bosan bertahun tahun tahun mencium aroma ketek aku ini?" tanya Aris kepada Ghina.


"Nggak. Aku ingin memastikan kalau nggak ada bau bau lain di ketek kamu sayang. Makanya aku betah di sana tidur" jawab Ghina sambil melirik ke arah Aris dan tersenyum.


"Bau bau wanita lain gitu maksudnya?" tanya Aris kepada Ghina.


"Haha haha haha. Mana ada sayang bau bau wanita lain" ujar Aris sambil menatap ke arah Ghina.


"Mana ada, dulu ada mana" ujar Ghina sambil menjawil hidung Aris.


"Dulu mah iya sayang. Sekarang nggak lagi" jawab Aris yang dulu memang pernah menyakiti perasaan Ghina dengan berselingkuh.


Tetapi berkat perjuangan Ghina yang ingin membuat Aris sadar akan kesalahannya, akhirnya Aris bisa berubah dan menjadi sangat setia kepada Ghina dan ketiga anak mereka.


"Ayuk udah malam. Besok akan banyak kegiatan yang akan kita jalani. Mari kita tidur" ujar Aris mengajak istri tercintanya untuk beristirahat malam.


Aris memeluk Ghina. Ghina akan sangat nyenyak tidur kalau di peluk oleh Aris. Makanya saat Aris harus meeting ke luar kota saat Aris masih aktif bergelut di dunia bisnis, Ghina akan selalu ikut dengan Aris. Begitu juga sebaliknya, kalau Ghina yang harus bekerja ke luar, maka Aris juga harus ikut.


...----------------...

__ADS_1


Pagi harinya kesibukan sudah terlihat di mansion utama keluarga Soepomo. Ghina dan Rani terlihat sibuk menyiapkan sarapan yang akan dibikmati oleh seluruh anggota keluarga.


Aris, dan Daniel keluar dari kamar berbarengan. Mereka berdua sudah terlihat sangat rapi. Ghina menatap ke arah Aris.


"Kenapa Nana?" tanya Rani kepada Ghina.


"Daddy mau kemana coba, rapi banget, perasaan tadi nana nggak ada nyiapin pakaian itu" ujar Ghina yang mengingat kalau dia tadi hanya menyiapkan pakaian santai biasa untuk Aris. Bukan pakaian kerja kantoran seperti yang dipakai Aris saat ini.


"Mungkin Daddy ada kegiatan kali Nana, makanya pakai pakaian kerja kayak gitu" ujar Rani menjawab pertanyaan dari Ghina yang merasa heran sendiri dengan Aris memakai pakaian yang tidak disiapkan oleh Ghina.


Ghina dan Rani yang telah selesai memasak sarapan membawa semua menu yang telah selesai itu ke meja makan.


Ghina menatap Aris dengan pandangan penuh tanya. Aris yang paham langsung tersenyum kepada istri cantiknya yang dalam mode ingin tahu banget itu.


"Aku mau ke perusahaan Bayu sayang. Makanya aku pakai pakaian seperti ini. Jangan mikir yang aneh aneh deh sayang." ujar Aris menjawab keraguan dari mata Ghina.


"Kirain mau kemana. Nggak biasanya mau pergi nggak ngomong dari malam" ujar Ghina yang sudah duduk di samping Aris.


"Janjinya baru pagi ini." jawab Aris.


"Kalau nggak percaya, ini ponsel cek aja" kata Aris lagi sambil memberikan ponsel miliknya kepada Ghina.


Argha yang baru sampai di meja makan menatap kedua orang tuanya itu dengan tatapan aneh.


"Ada apa uni?" tanya Argha kepada Rani.


"Biasa" jawab Rani sambil tersenyum.


"Drama Korea lagi?" ujar Argha selanjutnya.


Rani dan Daniel mengangguk. Argha hanya bisa menggeleng saja. Kedua orang tuanya tidak berubah juga.


"Daddy, Nana mau makan atau masih mau ribut. Argha lapar ini" ujar Argha kepada kedua orang tuanya.


"Huf kamu lagi" ujar Aris.

__ADS_1


"Haha haha haha. Makanya pagi jangan ribut" ujar Argha.


Keluarga besar Soepomo kemudian sarapan. Mereka nanti akan pergi melihat tempat acara ulang tahun pernikahan akan dilangsungkan.


__ADS_2