
Hari dimana perayaan berdirinya perusahaan Wijaya akhirnya datang juga. Tuan Wijaya berniat untuk mengadakan perayaan besar besaran, semua pengusaha diundang untuk hadir dalam acara itu Pada acara ini juga Tuan Wijaya akan memperkenalkan anggota keluarganya yang sampai saat ini masih dirahasiakan, sebahagian kecil dari para pengusaha sudah tau siapa anaknya Tuan Wijaya.
Gina sudah tampil sangat cantik. Keluarga Wijaya tampil dengan seragam keluarga. Sedangkan Meri dan Hendri tampil dengan serasi. Meri dan Hendri sengaja datang dari USA untuk acara hari ini. Meri dan Hendri memang sudah diminta Ayah untuk mengelola perusahaan di sana. Awalnya Hendri menolak karena sudah terbiasa bekerja dengan Tuan Wijaya. Tapi dengan sedikit ancaman akhirnya Hendri mau juga menjadi pemimpin perusahaan di sana.
Gina hari ini memakai dress berwarna ungu kehitam hitaman, rambutnya yang panjang diikat separo dan dibiarkan terurai separo. Sedangkan untuk alas kaki Gina memakai sepatu high hell keluaran dari rumah mode ternama yang tapaknya berwarna merah. Melengkapi penampilannya Gina memakai sebuah kalung berlian sederhana berlambangkan huruf G. Sedangkan untuk tas Gina memilih memegang cluth cantik berwarna senada dengan sepatunya. Penampilan Gina hari ini sangat akan membuat mata para pengusaha muda tampan terbelalak dan ingin segera menjadikan Gina istri mereka.
Tuan Wijaya dan keluarga berangkat menuju hotel tempat diadakannya ulang tahun perusahaan. Hotel yang dipakai adalah salah satu hotel mewah milik keluarga Wijaya yang sebentar lagi akan berada di bawah kepemimpinan Gina. Perjalanan memakan waktu satu jam, karena jalan yang lumayan ramai pada malam itu.
Keluarga Wijaya sampai di parkiran hotel. Afdhal langsung memarkir mobil keluarga di tempat parkir khusus keluarga Wijaya. Gina berjalan berdampingan dengan Afdhal yang berjalan dibelakang Tuan dan Nyoya Wijaya. Keluarga Wijaya berjalan masuk kedalam ruangan tempat acara dilakukan, semua tamu yang datang menatap tak berkedip kepada Gina dan Afdhal. Kedua anak Tuan Wijaya sangat sempurna dari rupa nya.
Aris yang hari itu berangkat bersama Bram dan Bayu langsung menatap ke arah Gina tanpa berkedip. Aris tidak menyangka Gina bisa berpenampilan secantuk itu. Aris selama ini hanya tau Gina selalu memakai celana jins dan baju kaos. Ketiga sahabat itu menatap lekat kearah Gina.
Tuan Wijaya sampai dimeja paling depan, meja iti diisi oleh keluarga Wijaya dan Hendri beserta Meri. Setelah Tuan Wijaya datang MC langsung memulai acara ulang tahun perusahaan Wijaya Grub.
MC memaparkan bagaimana perjuangan Tuan Wijaya dalam membesarkan perusahaannya. Perusahaan kecil yang tumbuh di sebuah kota provinsi sehingga berkat kegigihan Tuan Wijaya akhirnya perusahaan itu bisa berjaya sampai keluar negeri.
"Baiklah para tamu undangan yang kami hormati, untuk acara berikutnya kami meminta kepada Tuan Wijaya untuk dapat ke panggung kehormatan untuk memberikan sambutannya. Kepada Tuan Wijaya kami persilahkab." kata MC.
Tuan Wijaya maju kedepan dan membungkukkan kepalanya kepada para tamu undangan yang semuanya adalah pengusaha dan kolega dalam berbisnis.
"Assalamualikum wr wb dan selamat malam, terimakasih yang sangat banyak saya ucapkan kepada seluruh tamu yang sudah berkenan hadir di acara perayaan berdirinya perusahaan Wijaya Grub. Baiklah untuk tidak memperlama sambutan, disini saya Andra Wijaya akan memperkenalkan keluarga besar saya yang selama ini tidak pernah saya publish keluar. Saya mempunyai baru satu istri dan tidak berminat untuk menambahnya lagi. Istri saya bernama Sintia. Sedangkan untuk anak, saya memiliki dua orang anak. Satu Pria yang bernama Afdhal Putra Wijaya salah satu pengusaha yang memimpin perusahaan Wijaya Grub, beberapa dari Anda pasti sudah kenal dengan Afdhal. Anak kedua saya seorang wanita inilah yang jarang muncul dan sepertinya dia sangat alergi memakai nama Wijaya dibelakang namanya dan selalu dia singkat menjadi huruf W saja. Dia bernama Gina Putri Wijaya. Mereka bertiga adalah keluarga saya dan ada sepasang suami istri yang juga sama berartinya bagi saya dia adalah Hendri dan Meri." kata Ayah memperkenalkan orang-orang terpenting didalam hidupnya.
"Kepada Nyonya, Tuan dan Nona Muda Wijaya serta Tuan Hendri dan Nyonya diharapkan untuk maju ke paggung kehormatan." kata MC.
__ADS_1
Nana, Afdhal, Gina, Hendri dan Meri berjalan menuju panggung kehormatan, mereka berdiri disebelag Tuan Wijaya.
"Baiklah acara selanjutnya adalag pemotongan kue ulang tahun perusahaan. Kepada Tuan Wijaya dan Nyonya dipersilahkan." kata MC.
Ayah dan Nana langsung memotong kue besar itu, semua tamu kehormatan memberikan tepuk tangan yang meriah. Ayah menyuapkan kue kepada Nana, Afdhal, Gina terakhir kepada Hendri dan Meri.
"Ris, cantik tuh. Kapan loe mau mepet dia?" kata Bayu.
"Tenang, gue udah punya rencana sendiri. Sepertinya mau mendapatkan Gina maka dapatkan dulu hati ibunya." kata Aris.
"Sok yakin." ledek Bram.
"Yakinlah. Gue udah tau semuanya, kalian jangan meremehkan gue. Gue diam bukan berarti tidak bekerja. Bekerja ini." jawab Aris sok pasti.
Tiba saat giliran Aris, Gina terlihat masih kesal dengan kejadian waktu ke kota B itu. Aris dapat melihat kekesalan Gina.
"Selamat Tuan." kata Aris sambil menjabat tangan Tuan Wijaya.
"Terimakasih Tuan Aris, Tuan Bram dan Tuan Bayu sudah mau menyempatkan diri untuk hadir pada acara saya." jawab Tuan Wijaya.
"Siapa yang mau melewatkan acara sepenting ini Tuan. Apalagi Tuan memperkenalkan keluarga Tuan yang misterius itu." jawab Aris sambil menatap Gina. Gina yang ditatap langsung menundukkan kepalanya dalam dalam. Gina teringat semua kelakuannya kepada Aris.
"Selamat juga Nyonya, Tuan Afdhal" kata Aris.
__ADS_1
"Terimakasih Nak Aris. Kapan-kapan main kerumah ya. Makan malam bersama." kata Nana yang sukses membuat mulut Gina membentuk huruf O bulat sempurna. Afdhal yang melihat ekspresi Gina langsung tersenyum penuh makna.
"Baiklah Nyonya saya akan menyempatkan diri. Saya tunggu undangannya ya Nyonya. Jangan pake lama." kata Aris jujur. Tuan Wijaya dan Nyonya yang mendengar langsung tersenyum.
"Niat banget bro." kata Bram sambil menendang kaki Aris.
Aris tidak mempedulikan ucapan Bram. Dia dan kedua sahabatnya lanjut untuk bersalaman dengan Afdhal.
"Selamat Tuan Afdhal." kata Aris.
"Sama sama Tuan Aris. Oh ya undangan Nana juga berlaku untuk kedua sahabat Tuan Aris." kata Afdhal sambil melihat ke Bram dan Bayu.
Aris yang mendengar langsung manyun. Dia mengira undangan hanya untuk dirinya saja. Ternyata juga berlaku untuk kedua sahabatnya. Bram dan Bayu yang melihat langsung tertawa. "Hahahahahaha. Makanya Ris jangan terlalu ngarep" kata Bram dan Bayu serempak.
Aris kemudian menuju Gina. Gina yang melihat berusaha untuk meredam bunyi jantungnya. Aris yang melihat kegugupan Gina menikmatinya saja. Dalam hatinya Aris berkata "Siapa suruh ngerjain gue. Sekarang permainan akan gue balik. Siap siap aja Gina nerima kejutan dari gue."
"Selamat Gin." Aris mengulurkan tangannya kepada Gina.
"Makasi Kak." kata Gina sambil menjabat tangan Aris.
Aris kemudian berjalan menuju Hendri dan Meri, mereka saling berjabat tangan. Setelah selesai mengucapkan selamat Aris, Bram dan Bayu langsung pulang menuju rumah Aris. Bayu hari ini akan menginap di rumah Aris.
Tuan Wijaya dan keluarga juga pulang ke rumah. Mereka sudah letih dengan segala aktifitas mulai dari pagi. Alalagi Gina, Gina sepertinya harus menyusun kembali strategi menghadapi Aris. Dia akan berembuk dengan Sari dan Mira. Apa yang harus dia lakukan.
__ADS_1