
Sudah dua hari Arga sama sekali tidak bertemu dengan Aris. Arga benar benar sibuk dengan pelajaran di sekolahnya. Terlebih lagi tinggal dua hari lagi akan diadakan acara pernikahan sekaligus resepsi pernikahan Daniel dan Rani. Semua ini membuat Arga membatasi kegiatan keluarnya, apalagi Stefen selalu membantu Frenya sehingga kesempatan untuk keluar bagi Arga semakin menipis.
Aris yang sudah dua hari tidak bertemu dengan Arga menjadi sedikit gelisah. Dia mulai uring uringan di hotel. Semua itu terlihat nyata oleh Bram dan ketiga anak buah mereka.
"Ris, Arga juga sekolah karena itu dia tidak bisa ke hotel." ujar Bram.
"Bisa jadi." jawab Aris sambil duduk di sofa kamar.
"Gimana kalau kita keluar dari hotel Ris. Kita bisa ke mall atau kemana saja. Gue udah bosan di kamar terus. Mana sampai saat ini kita belum pernah ke restoran." ujar Bram.
Aris memang memutuskan untuk tidak ke luar kamar hotel selama mereka di sana karena Arga bisa datang kapan saja tanpa memberitahukan jamnya. Sehingga Aris mengambil keputusan seperti itu.
Sebenarnya Aris tidak melarang Bram untuk keluar kamar juga, tetapi Bram yang sangat setia dengan Aris, ikut ikutan untuk tidak keluar dari kamar.
"Oke, siap siap, kita akan ke mall. Katakan ke Juan dan yang lainnya." perintah Aris.
Bram langsung semangat, dia sangat bersemangat untuk ke mall. Bram sudah ada niat untuk membelikan cincin berlian untuk Sari. Cincin yang akan digunakannya untuk melamar Sari. Negara U terkenal dengan berliannya yang sangat indah indah itu.
Setelah mereka berlima selesai bersiap siap, mereka turun ke lobby hotel. Saat turun itu Aris menatap ke taman belakang hotel. Terlihat di sana semua orang sedang sibuk mendekor taman itu untuk sebuah pesta pernikahan.
"Bram" panggil Aris.
Bram menoleh ke arah Aris. Aris menunjuk orang orang yang sedang sibuk menata taman belakang hotel menjadi tempat acara.
"Sepertinya mereka akan menjadi tempat sebuah pesta Ris."
"Yup. Keluarga kaya pastinya yang bisa menyewa taman hotel sebesar itu dengan dekorasi yang wow seperti ini." jawab Aris menatap kagum ke arah taman belakang.
Tak terasa lift telah sampai di lobby hotel. Mereka berlima keluar dari dalam lift dan masuk ke dalam mobil yang sudah menunggu di depan pintu masuk hotel.
"Kemana Tuan?" tanya sopir kepada Juan yang duduk di depan.
Juan menatap kepada Aris.
"Mall terbesar di kota ini saja" jawab Aris kepada sopir mobil.
"Oke Tuan."
__ADS_1
Sopir mobil melajukan mobilnya menuju mall terbesar dan sedang menjadi tranding topic di negara U. Mall yang baru beroperasi selama dua bulan. Tetapi sudah menjadi pusat wisata bagi semua kalangan masyarakat di negara U.
Setelah melajukan mobilnya selama tiga puluh menit dari hotel, sopir membelokan mobilnya ke depan pintu masuk mall. Aris dan yang lainnya turun dari mobil. Setelah memastikan penumpang turun sopir melajukan kembali mobilnya ke hotel. Dia sudah berpesan kepada Juan untuk menghubunginya kembali saat sudah mau pulang. Sopir akan kembali menjemput mereka ke mall.
Aris dan yang lainnya melangkahlan kaki mereka masuk ke dalam Mall. Mall yang terlihat sangat indah itu. Ada air terjun di tengah tengah mall lengkap dengan hutan mininya. Aris begitu kagum dengan desain interiornya.
"Bram, yang desain ini pasti seorang arsitek yang luar biasa. Dia bisa memindahkan keindahan alam kedalam mall yang didesainnya." ujar Aris dengan nada kagum.
Bram mengangguk dengan setuju. Dia juga kagum dengan keindahan dari mall ini. Mereka semua baru kali ini berkunjung ke mall yang serasa di alam. Benar benar natural. Di setiap sudut mall banyak tulisan yang bernada himbauan untuk menjaga alam.
Mereka berlima berkeliling mall. Aris melihat sebuah counter makanan yang kelihatannya tidak asing lagi bagi dirinya. Aris mencolek lengan Bram.
"Apa?" tanya Bram.
Aris kemudian menunjuk counter makanan yang dimaksud oleh dirinya. Bram menatap counter makanan tersebut. Betapa terkejutnya Bram saat melihat counter yang ditunjuk oleh Aris.
"Bukannya itu warung donat ya Ris?"
"Bener. Kita ke sana."
Aris dan yang lainnya berjalan menuju counter makanana tersebut. Ternyata memang benar itu adalah counter penjual donat.
"Ya Tuan. Donat di sini seperti donat di negara I." jawab penjual donat.
"Berapa selusin?" tanya Bram lagi.
"60uero Tuan."
"Oke buat dua lusin dengan beraneka rasa."
Mereka berlima kemudian duduk di kursi tunggu. Mereka menikmati keadaan mall yang sangat asik tersebut. Terlihat muda mudi sedang asik duduk duduk sambil berdiskusi. Sedangkan kalangan yang tua tua, mereka juga sibuk dengan urusan mereka sendiri sendiri.
Tidak berapa lama pesanan mereka datang. Aris dan yang lainnya menikmati donat yang sangat nikmat itu di tempat duduk yang disediakan di mall besar itu. Aris dan Bram menanggalkan embel embel penerus dua perusahaan besar di negara I. Mereka makan bersama dengan ketiga anak buah yang juga tidak memperdulikan lagi status dua tuan besar mereka itu.
"Teguh, kamu beli air minum sana." ujar Bram sambil memberikan beberapa lembar uang euro kepada Teguh.
Teguh pergi membeli minuman untuk mereka berlima.
__ADS_1
"Ini Tuan." ujar Teguh sambil meletakan minuman yang dibelinya.
Aris dan Bram semakin kagum dengan pemilik mall ini. Mereka sungguh sungguh menghindari yang namanya plastik. Seperti tadi saat penjual donat memberikan pesanan, mereka memakai kantong dari kertas. Sekarang saat membeli minum juga tidak gelas plastik, sedotan malahan dari kertas.
"Ini pemilik bener bener menjaga dunia Bram. Tengok aja mana ada plastik di mall mereka." ujar Aris.
Aris, Bram dan yang lain melihat ke sekeliling mall, mereka melihat orang orang yang selesai berbelanja membawa barang brang belanjaan mereka memakai kantong kertas.
"Bagus juga idenya Ris. Kita bisa juga buat untuk di mall kita." ujar Bram.
Aris mengangguk. Bram kemudian ingat dengan tujuannya datang ke mall itu.
"Ris tunggu sini bentar ya. Gue ada perlu." ucap Bram.
"Gue ikut." ujar Aris dengan nada yang tidak bisa lagi di tolak.
Akhirnya mereka berlima kembali jalan bersama. Bram masuk ke dalam toko perhiasan.
"Maaf Tuan, bisa tolong ambilkan cincin model terbaru?" ujar Bram.
Pelayan toko kemudian mengambilkan beberapa macam cincin berlian keluaran terbaru. Aris dan Bram sibuk memilih.
"Loe kenapa juga ikut milih?" ujar Bram kepada Aris.
"Untuk Gina lah." jawab Aris dengan entengnya.
Mereka berdua kemudian sibuk memilih cincin yang diinginkan. Setelah mendapatkan cincin yang dirasa pas untuk orang yang mereka cintai. Aris dan Bram membayar dengan black card masing masing. Pelayan toko hanya tersenyum saja melihat black card milik dua tuan besar itu.
Setelah selesai membeli cincin. Aris mengajak mereka semua untuk pulang. Juan langsung menghubungi sopir yang tadi. Ternyata sopir tersebut sudah stanbay dari tadi di depan mall.
Aris dan yang lain naik ke atas mobil. Mereka menuju hotel. Saking lelahnya Aris langsung masuk ke kamar dan memilih untuk langsung tidur tanpa sempat membersihkan badannha.
Sedangkan Bram dia menghubungi Sari. Tetapi ponsel Sari sama sekali tidak bisa dihubungi oleh Bram.
Bram menjadi panik seketika. Tidak biasanya Sari berbuat seperti itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
ada apa dengan Sari ya kakak kakak sayang?????
makasi banyak udah stay di novel aku ya kak. novel yang panjang bab ini. bantu share ke kawan kawan ya kakak