Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
The And


__ADS_3

Pagi pagi sekali Argha sudah bangun dari tidurnya. Dia sudah tidak sabar lagi ingin ke pulau yang dikatakan oleh Daddynya itu.


Argha melihat Frenya masih tertidur. Dia kemudian keluar dari selimutnya. Argha menuju kamar mandi. Dia merasakan ingin membuang sesuatu yang harus dibuangnya saat itu juga.


Frenya yang merasa Argha bergerak gerak membuka matanya. Dia melihat Argha masuk ke dalam kamar mandi. Frenya kemudian bangun, dia merapikan ranjangnya.


Setelah itu Frenya menuju dapur untuk menghangatkan air. Dia memasukkan air ke dalam teko, setelah air mendidih Frenya membuat teh untuk dirinya dan susu untuk Argha.


Frenya juga membuatkan Argha roti bakar. Dia membuat empat roti bakar. Argha mencium bau roti bakar yang dibuat oleh Frenya.


"Uni, Argha pengen yang keju sama coklat." teriak Argha dari dalam kamar mandi.


"Hahahahaha. Oke oke. Udah dibuat." jawab Frenya dari luar.


Argha bergegas berkemas kemas di dalam kamar mandi. Dia sekarang sudah tidak mau lagi meminta tolong kepada Frenya untuk memakai pakaiannya. Dia sudah bisa memakai pakaiannya sendiri.


Argha keluar kamar mandi. Dia sudah terlihat sangat tampan sekali. Frenya menatap Argha dengan kagum.


"Wow adik Uni tampan sekali." ujar Frenya sambil menatap Argha.


"Gagahlah. Tampan juga kaya jangan ditanya. Hahahahahaha." Argha tertawa sendiri mendengar apa yang dikatakan olehnya.


Frenya tersenyum mendengar apa yang dikatakan oleh Argha. Apa yang dikatakan Argha memang benar. Argha memang sudah kaya dari orok. Dua perusahaan raksasa sudah dimilikinya.


"Uni, apa boleh sama Daddy dan Bunda kalau Argha pergi duluan dengan om Alex dan om Felix ke pulau itu ya Uni?" ujar Argha sambil memakan roti bakar yang sudah disiapkan oleh Frenya.


"Argha tanya aja sama Daddy, mana tau Daddy memperbolehkan Argha untuk pergi dengan kedua om yang berangkat duluan." kata Frenya memberikan usulan.


Frenya kemudian membuat dua gelas teh untuk Bunda dan Rani, kemudian membuat dua gelas kopi untuk Daddy dan Daniel yang masih tertidur. Frenya juga membuatkan mereka roti bakar.


Daniel keluar dari kamarnya dengan Rani dan juga anak mereka. Frenya mengambil Baby R yang sudah tampan itu.


"Hay ini yang mau ke pulau? Mabok nggak nanti." ujar Frenya.


"Uni pinjam." ujar Argha.


Frenya memberikan baby R kepada Argha. Argha kemudian menggendong Babg R. Aris dan Ghina keluar dari kamar mereka. Argha yang melihat Daddynya sudah keluar kamar memberikan Baby R kembali kepada Rani.


Aris dan Ghina meminum air teh dan kopi yang dibuat oleh Frenya. Daniel dan Rani juga meminum kopi dan teh yang ada.


"Daddy ada yang mau Argha omongin." ujar Argha serius menatap Daddy dan Bundanya.


"Apa?" tanya Aris.


"Argha mau berangkat duluan ke pulau sama Om Alex dan Om Felix." kata Argha.


"Boleh ya Dad, Bun" ujar Argha merayu Aris dan Ghina.

__ADS_1


"Boleh. Bunda kira Argha minta beli pulau lagi. Masalah pulau sudah Bunda dan Daddy bahas. Kami menyetujuinya." ujar Ghina menatap Anaknya itu.


"Wow makasi Bunda Daddy." ujar Argha memeluk kedua orang tuanya itu.


Tok tok tok. Bunyi pintu di ketuk dari luar ruangan. Frenya pergi membuka pintu ruangan. Terlihat di luar Alex berdiri di depan pintu ruangan homestay.


"Masuk Bang." ujar Frenya yang memang lebih kecil dibandingkan Alex.


Alex kemudian masuk ke dalam ruangan. Di sana telah duduk semua keluarga inti keluarga Aris Soepomo, mulai dari Tuan, Nyonya dan anak anak serta cucu mereka.


"Ada apa Alex?" tanya Aris.


"Kami akan ke pulau lebih dahulu, memastikan apakah keadaan aman atau tidak." ujar Alex.


"Silahkan Alex. Tetapi Argha juga minta ikut. Kamu bawa dia sekalian. Kalau seharusnya hanya pergi kamu dan Felix sekarang tambah Ivan dan Jero." ujar Aris memerintahkan Alex untuk membawa dua orang rekannya lagi.


"Baik Tuan." jawab Alex.


"Mari Tuan Muda kita berangkat." kata Alex kepada Argha.


"Bunda Daddy, Argha pergi dulu." ujar Argha izin kepada Aris dan Ghina.


Alex dan Argha serta yang lainnya naik ke atas kapal mereka yang akan mengantarkan mereka ke pulau yang akan dituju.


"Oom semua dengarkan Argha bentar ya. Daddy dan Bunda setuju Argha membeli sebuah pulau." ujar Argha kepada semua asisten yang ikut.


Tidak berapa lama mereka akhirnya telah sampai di pulau yang mereka tuju itu. Mereka semua turun. Argha dibantu oleh Felix. Setelah sampai di pulau, Argha dan Ivan berlari menuju tempat bermain khusus anak anak. Argha dan Ivan kemudian bermain di tempat permainan khusus anak anak.


Sedangkan yang lainnya memeriksa apakah pulau sudah aman untuk kedatangan keluarga Soepomo dan Wijaya.


Mereka memeriksa keadaan pulau selama satu jam. Setelah yakin pulau aman, Alex menghubungi Juan.


"Juan, silahkan bawa semua anggota keluarga ke sini. Pulau di sini sudah aman." kata Alex nemberikan kabar kepada Juan.


"Baik Alex, saya akan bawa semua keluarga ke sana." jawab Juan.


Alex dan yang lain bersiap siap di dermaga mereka kemudian menunggu kedatangan keluarga besar.


Keluarga Soepomo dan Wijaya naik ke atas kapal. Mereka akan menuju pulau Sirandah. Perjalan kepulau tidak membutuhkan waktu yang lama karena keluarga Soepomo dan wijaya memakai kapal yang moderen.


Argha dan yang lain sibuk bermain di pulau. Dia berseluncur seluncur dan langsung menyebur ke dalam laut. Argha benar benar menikmati permainannya dan hari hati liburannya.


Keluarga Soepomo dan Wijaya sampai di pulau Sirandah. Mereka semua melakukan berbagai kegiatan di sana. Pada hari ini mereka akan menginap di pulau itu. Sedangkan besok, mereka baru akan ke pulau Pasumpahan.


"Ghina, tempat ini bener bener wow ya Ghin." ujar Sari.


"Gue kalau tau kayak gini mah dari maren maren gue ke sini." ujar Sari diangguki oleh Mira.

__ADS_1


Malam haripun tiba, keluarga besar Soepomo dan Wijaya melakukan kegiatan barbeque di tepi pantai. Mereka makan malam sambil mendengarkan live music yang dimainkan oleh para asisten. Berbagai kegiatan malam dilakukan semua anggota keluarga itu. Mereka berbaur menjadi satu.


Tepat tengah malam semua anggota keluarga masuk kedalam kamar homestay masing maisng. Mereka kemudian beristirahat karena terlalu lelah bermain di pulau.


Keesekan harinya, mereka semua sudah bangun dan sudah sarapan. Mereka tinggal menunggu kapal siap untuk berangkat ke pulau pasumpahan.


Kapal sudah siap, semua anggota keluarga sudah masuk ke dalam dua kapal yang akan mengatarkan mereka ke pasumpahan. Mereka akan kembali bermain di sana serta akan menginap selama semalam di pulau pasumpahan.


Tak terasa lima hari telah berlalu. Semua anggota keluarga Soepomo dan Wijaya kembali ke ibu kota. Mereka akan kembali melakukan rutinitas seperti biasa.


Argha sudah kembali ke sekolah dengan Bree. Mereka selalu diantarkan oleh Frenya ke sekolah.


Aris, Bram, Bayu, Afdhal serta Daniel dan Frenya sudah kembali bekerja. Mereka kembali mengelola perusahaan masing masing.


Sedangkan tiga Nyonya besar hari ini sudah janjian untuk berkumpul di kafe milik Bayu.


"Udah lama sampai Sar?" tanya Ghina yang baru saja datang dari rumah utama.


"Baru juga. Tadi ada meeting sebentar." jawab Sari.


Mira yang terakhir datang dari dalam kafe. Dia membawa tiga gelas jus yang biasa diminum.mereka bertiga.


Mereka bertiga mengobrol berbagai hal. Mereka flasback ke belakang. Kehidupan mereka yang telah mereka lalui dengan berbagai masalah yang ada.


"Semoga dengan semua masalah yang telah kita lalui ini, kita bisa mengambil hikmahnya." ujar Ghina.


"Gue setuju. Semua masalah yang kita lalui dapat menjadi pelajaran bagi kita bersama." lanjut Mira.


"Gue berharap dengan semua masalah yang telah bisa kita lalui, kita bisa menjadi lebih dewasa dalam menghadapi masalah kedepannya." lanjut Sari.


"Harapan gue ke depan tidak ada lagi maslaah serius yang dihadapi oleh keluarga besar kita." ujar Ghina.


"Kita kuat karena bersama. Kita bisa karena bersama. Kita berhasil karena bersama. Kita bersama sama menjaga keluarga kita." ujar Ghina, Mira dan Sari.


Tiga sahabat yang berhasil membawa keluarganya menuju kebahagiaan. Membawa keluarganya melewati berbagai rintangan yang ada. Membawa keluarga mereka kepuncak keberhasilan.


...........................................................................................


The And.


Sampai jumpa di novel saya yang lain kakak kakak


Kepahitan Sebuah Cinta


Suamiku Bukan Milikku


My Affair

__ADS_1


It's My Dream


__ADS_2