Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
Persiapan Lamaran


__ADS_3

[[ Hallo Gin. Temani gue bikin baju untuk lamaran gue Gin. Tadi Sari udah gue hubungin dia udah bersedia. Tinggal loe yang belum.]] kata Mira membujuk Gina agar mau pergi dengan dirinya dan Sari.


[[ Oke gue mau pergi. Tapi gue seperti biasa ya.]] jawab Gina.


[[ Sip. Lagian nanti ada Mami kok ya.]]


[[Di butik yang biasa Mami pesan bajukan?]]


[[ Ya butik itu. Kita berkumpul di sana pukul sebelas. ]] jawab Mira memberitahukan jadwal berkumpul.


[[ Sip. Gue berangkat barengan sama Mami. Oh ya Mir, Ayah sama Nana udah loe kasih tau?]] tanya Gina kepada Mira.


.[[ Udah. Ayah kemaren menghubungi Ayah. Jawab Ayah malahan keluarga gue harus tinggal di rumah utama loe.]] jawab Mira.


[[ Tentulah iya, mereka bersahabat dari orok kok ya.]]


[[ Okelah kalau gitu. Loe tunggu gue di butik.]] jawab Gina sambil mengakhiri panggilan mereka.


Gina turun ke lantai bawah. Dia melihat Aris sedang duduk bersama Mami di teras rumah. Gina menyusul dengan membawa potongan buah.


"Hay sayang." sapa Aris kepada Gina.


"Hay cinta" jawab Gina ngasal.


"Mi di telpon Mira tadi Mi?" tanya Gina kepada Mami.


"Iya. Mira mengajak untuk pergi ke butik. Kamu juga ikutkan?" tanya balik Mami.


"Ikut Mi. Suamiku tercinta mau kan ngasntarin?" tanya Gina kepada Aris.


"Maulah. Untuk istriku tercinta apa yang nggak akan aku berikan." jawab Aris luar biasa lebaynya.


"Hem serah serah serah kalian berdua aja." jawab Mami yang merasakan mual melihat ke sok mesraan anak dan menantunya itu.


"Hahahahaha. Mami cepat dandannya, aku akan menunggu Mami di sini." kata Aris kepada Mami.


"Tenang aja emang kamu yang dandan lama yang melebihi Gina." jawab Mami membalas perkataan Aris.


Aris dan Gina menunggu Mami yang berdandan itu sambil memakan potongan buah yang sudah disiapkan oleh maid.

__ADS_1


"Ayuk berangkat."


Mami langsung menuju mobil yang telah diparkir Aris di depan teras rumah. Aris dan Gina masuk ke dalam mobil. Mereka menuju butik yang sudah menjadi langganan keluarga Soepomo dan keluarga Wijaya.


Depan butik telah terparkir mobil yang bagi Gina sudah familier.


"Gin itu bukannya mobil Nana?" tanya Mami kepada Gina.


"Nggak lah Mi. Ngapain Nana ke sini coba Mi." jawab Gina.


"Iya juga ya." kata Mami yang setuju dengan jawaban dari Gina.


Saat mereka turun dari mobil, bertepatan dengan mobil Bayu yang juga baru sampai dan parkir di sebelah mobil Aris. Bayu dan Mira turun dari dalam mobil.


"Ayuk masuk." kata Mami.


Mereka semua masuk ke dalam butik. Betapa terkejutnya Gina dan Mira. Dalam butik sudah duduk Nana dan Ibu. Mira menatap Gina meminta penjelasan. Gina hanya mengangkat bahunya tanda tidak mengetahui sejak kapan Ibu bersama Nana.


"Ibu kapan datang?" tanya Mira sambil langsung memeluk ibunya.


"Kemaren malam. Ayah juga sudah datang. Kami di jemput pesawat kekuarga Wijaya." kata Ibu.


"Iya Nyonya. Keluarga saya dengan keluarga Wijaya sudah lama kenal. Saya dan Suami saya bersahabat dengan Ayah dan Nana Gina dari SMP." Ibu menerangkan kepada Mami, kenapa Ibu bisa bersama dengan Nana.


"Kamu udah lama tau sayang?" tanya Aris kepada Gina.


"Sama baru tau hari ini sayang." jawab Gina.


"Nyonya besar. Saya sangat senang Nyonya mau datang ke butik saya." kata Tante Pink pemilik butik.


"Santai aja pink. Kami ke sini mau buat baju untuk pertunangan." kata Mami kepada tante Pink.


"Jangan katakan Bram akan tunangan?" kata Tmtante Pink dengan wajah kecewa.


"Hahahaha. Bukan Bram tante. Tapi noh si Bayu yang mau tunangan." jawab Aris sambil melihat ke arah Bayu.


"Syukur kalau Bayu, kalau Bram patah hati aku membuat baju untuknya." kata tante Pink.


Aris dan anggota keluarga yang lainnya geleng geleng kepala mendengar apa yang dikatakan oleh tante Pink.

__ADS_1


"Sayang, dia laki laki atau perempuan?"


"Jadi jadian sayang." jawab Aris.


Mereka memilih milih dasar baju yang akan dijadikan sebagai bahan untuk kegiatan lamaran. Keluarga Soepomo sepakat memilih warna coklat sedangkan keluarga Mira sepakat memilih warna abu abu.


Mereka juga telah memilih model baju yang akan dipakai. Gina memilih model yang sangat bagus. Dia sadar dia tidak akan bisa memakai kebaya. Sehingga Gina membuat dress dengan model yang bagus.


Selesai urusan dengan bagian butik. Mami, Nana dan Ibu berangkat menuju hotel Soepomo Grub. Mereka akan mengadakan acara lamaran Bayu dan Mira di taman belakang hotel.


"Mir, mau model yang mana untuk dekorasi acara kamu?" tanya Mami kepada Mira.


Mira melihat lihat dari fhoto fhoto yang disediakan oleh pihak hotel. Mira di bantu oleh Gina untuk memilih.


Setelah melihat lihat berbagai macam dekorasi untuk lamaran, Mira dan Gina sepakat untuk memakai dekorasi adat minang untuk tempat kedua keluarga bertemu. Sedangkan jalan menuju tempat bertemunya kedua keluarga di hiasi dengan bunga lili dan bunga tulip.


Mereka juga memilih menu menu yang akan disajikan untuk para tamu undangan. Mira memilih makanan khas Provinsi Sumatera Barat. Mira memiluh rendang, gulai cancang, gulai tambunsu dan tunjang serta sayur gulai pucuk ubi dan jariang tak lupa pula beberapa lalapan, Mira dan Gina juga memilih gulai kapau juga dendeng kariang. Sedangkan untuk makanan pilihan lain, Mira memilih makanan lamang tapai, sate padang dan soto padang, serta tidak lupa dengan dadiah. Semua dipilih oleh Mira karena dia tidak ingin melupakan jejak jejak tempat kelahiran dan tempat dia dibesarkan. Mami dan Nana serta Ibu sangat senang dengan pilihan Mira.


"Mami, Ibu, Nana, Mira mau nantinya pas acara lamaran kita memakai kata kata persembahan. Waktu Gina kan pas baralek aja. Aku ingin di hari lamaran aku juga memakai kata kata pasambahan." kata Mira.


"Sip setuju. Berhubung Bayu juga dari Padang maka kita akan memakai adat Sumatera Barat seratus persen." kata Mami.


"Nyonya untuk tata letak tempat duduk kami membuat denah seperti ini." kata Manager bagian dekorasi.


Mami dan yang lain melihat sketsa yang berupa gambar tiga dimensj itu.


"Sebelah sini adalah tempat duduk keluarga besar Soepomo dan Wijaya Grub. Sedangkan yang disebelah sini adalah rombongan dari pihak keluarga Nona Mira." kata Manager menerangkan.


"Sedangkan yang di sini adalah teman teman dari Nona Mira dan Tuan Bayu. Tempat duduk akan kami lapisi dengan kain satin berwarna pastel. Semua meja akan kami hias dengan bunga Tulip Putih dan bunga Lili." lanjut Manager.


"Apakah ada yang perlu kami perbaiki Nona?" kata Manager menatap.Mira.


"Tidak ada manager. Semuanya pas. Saya suka. Semiga hasil akhirnya sangat bagus." kata Mira kepada Manager.


"Saya yakinkan semua akan berjalan dengan sempurna Nona." jawab Manager


Akhirnya acara hari ini selesai juga. Semua persiapan untuk acara lamaran sudah tujuh puluh persen telah di pilih. Hanya tinggal pemasangan dekorasi dan menyebar undangan lamaran untuk para tamu.


Semua keluarga Soepomo, Nana dan Ibu pulang ke rumah mereka masing masing. Sedangkan Aris dan Gina pergi ke suatu tempat. Ntah apa yang akan mereka lakukan hanya author yang tau.

__ADS_1


__ADS_2