Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
Berhasil Menemukan Dia


__ADS_3

Rombongan Sari sampai saat tengah malam dilokasi terjunnya mobil Aris ke dalam jurang. Daerah yang sangat sepi dan sangat jauh dari keramaian. Sari, Mira dan Bayu menghampiri Bram yang sedang berdiri di pinggir jurang memandang ke gelapnya jurang yang menganga di bawahnya.


"Kak, ada perkembangan apa?" tanya Sari kepada Bram.


"Belum ada info apapun sayang" jawab Bram dengan wajah lesu.


Sari mengeluarkan ponselnya. Dia bwrmaksud menghubungi Alex yang berada di dalam jurang.


"Hallo Lex. Bagaimana keadaan di bawah?"


"Aman Nona. Saya yakin kalau Nona dan Nona Mira yang turun, kita akan sebentar melakukan pencarian. Kami sangat percaya dengan kemampuan Nona berdua" jawab Alex yang memang sudah tau bagaimana kehebatan Sari dan Mira dalam melakukan pencarian di tengah hutan.


"Baiklah Alex, kirim anggota ke atas. Saya dan Mira akan turun" jawab Sari.


Bram dan Bayu yang mendengar langsung memandang tidak setuju kepada Sari dan Mira.


"Sayang, kalau kalian berdua memilih Aris ditemukan lama maka kami beruda nggak akan turun" Kata Sari.


Bram dan Bayu akhirnya pasrah saja, mereka tidak mampu lagi melawan keputusan Mira dan Sari. Keputusan yang sangat bagus untuk menemukan Aris dalam waktu cepat.


Sari dan Mira kemudian turun ke jurang dengan didampingi tiga orang anggota mereka. Sari dan Mira berjalan dalam gelap dengan rasa percaya diri mereka. Sampai di titik diperkirakan Aris jatuh Mira dan Sari sudah ditunggu Alex.


""Nona, mobilnya berada di bawah sana. Berjarak sekitar sepuluh meter dari sini." kata Alex.


Sari dan Mira kemudian memerhatikan keadaan sekitar dengan teliti. Mereka tidak melewatkan sedikitpun bukti bukti yang bisa mendukung pencarian Aris. Akhirnya setelah setengah jam berada di bawah Sari menemukan titik terang.


"Ikut gue" kata Sari.


Sari, Mira, Alex dan semua anggota yang tadi sudah melakukan pencarian langsung mengikuti langkah kaki Sari. Mereka berjalan lebih kurang dua puluh meter dari posisi diperkirakan pintu mobil Aris terbuka saat jatuh ke jurang.


Sari kemudian berhenti dan dia meminta anggotanya menyebar untuk mencari Aris. Dia sangat yakin Aris berada di sekitar situ. Sari dan Mira berdiri menunggu di tempat mereka. Anggota Sari melakukan pencarian ke semua sisi hjurang itu.


Setelah lima belas menit anggota melakukan pencarian dengan jarak pencarian yang sempit, akhirnya Aris diketemukan oleh salah seorang anggota. Anggota tersebut memapah Aris yang terluka dibagian kaki dan badannya. Sukur bagian kepala Aris tidak apa apa. Sehingga Aris tidak koma dan yang paling menakjubkan Aris masih dalam keadaan sadar saat diketemukan.


Aris kemudian di tandu untuk naik ke atas jurang oleh empat orang anggota Sari. Mereka selalu bergantian setiap lima puluh meter. Akhirnya setelah menempuh perjalanan selama dua jam, mereka sampai juga di atas jurang. Sari dan Mira kemudian duduk di aspal sambil menselonjorkan kaki mereka yang capek. Mereka sudah lama tidak naik turun jurang atau gunung lagi.


"Alex siapa yang nemuin Aris?" tanya Bram.


"Nona Sari, Tuan Bram" jawab Alex.


"Sayang, sekarang gimana cara tercepat bawa Aris ke rumah sakit. Kalau pakai mobil pasti lama" kata Sari kepada Bram.


"Pakai Heli jalan satu satunya" kata Bayu.

__ADS_1


"Tapi Soepomo Grub nggak ada Heli. Jet ada" jawab Bram.


"Tenang kakak, kami ada" jawab Mira.


Mira mengambil ponselnya, dia langsung menghubungi pilit yang biasa menerbangkan heli. Mira mengirimkan sharelock kepada pilot.


"Tenang dalam setengah jam dia akan sampai" jawab Mira.


Sari langsung geleng geleng kepala melihat Mira yang main suruh heli milik grub mereka untuk terbang ke sini.


"Loe nanti di omelin, gue nggak ikut Mir" kata Sari yang langsung disetujui Alex.


"Tenang, gue pawangnya tu herder" jawab Mira.


"Yes lah" jawab Alex.


Bram kemudian menuju Aris yang sudah direbahkan di mobil milik Bram.


"Gimana keadaan loe?"


"Loe lihat sendiri aja. Untung gue nggak koma" kata Aris.


"Nyawa lebih loe" jawab Bram.


"Loe tau siapa yang berkhianat di dalam black jack?" tanya Bram


Bram menceritakan semua yang diceritakan oleh anggota Sari yang membuntuti Aris. Aris langsung terperanjat dan hendak berdiri.


"Loe mau ngapain?" tanya Bram.


"Mau cari tu orang" jawab Aris.


"Lie tenang aja anggota black jack dan anggota Sari sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku. Nanti kita yang urus selanjutnya" jawab Bram.


"Sekarang yang penting loe sehat dulu" lanjut Bram.


Bram kemudian memilih keluar dari mobil, dari pada dia di sana, Aris tidak bisa beristirahat. Aris kemudian memejamkan matanya, dia tiba tiba merasakan pusing yang sangat luar biasa di kepalanya. Aris berusaha mempertahankan kesadarannya. Dia tidak ingin pingsan. Dia harus tetap sadar untuk memikirkan siapa yang sudah berani mengkhianatinya.


Setelah menunggu sejam akhirnya helikopter datang untuk membawa Aris menuju rumah sakit ibu kota. Pilot yang tidak bisa mendaratkan helinya di daerah tersebut karena daerah itu memiliki jalan yang kecil terpaksa harus memakai tali. Seorang anggota Gina yang berada di heli menurunkan tali untuk mengikat Aris. Sari yang melihat tali diturunkan langsung memanjat tali tersebut, dia tidak mungkin membiarkan Aris terbang ke rumah sakit sendirian. Bram yang melihat Sari naik juga langsung memanjat tali yang dilemparkan setelah Sari berada di heli.


"Haduh. Kapan pasiennya naik Nona, kalau yang naik adalah yang sehat. Jangan jangan setelah Tuan Bram, Nona Mira lagi yang manjat." kata anggota Gina.


"Nggak akan" jawab Sari.

__ADS_1


Bram sudah masuk ke dalam heli. Disana sudah ada Sari dan satu orang anggota Gina. Tali kemudian kembali diturunkan ke bawah. Sekarang tali tersebut akan digunakan untuk mengikat Aris dan membawa Aris ke atas helikopter. Aris kemudian di naikan ke atas heli. Setelah Aris berada di atas heli, heli terbang menuju rumah sakit milik Gina. Aris merebahkan badannya di atas heli sambil memegang kepalanya yang sakit. Anggota Gina yang tadi menurunkan tali adalah seorang dokter, dia langsung memeriksa Aris dan memberikan pertolongan pertama. Aris dibuat tertidur untuk menghilangkan rasa sakit di kepalanya yang sangat sakit itu.


Setelah terbang selama empat pulih lima menit heli mendarat di helipat yang ada di atas gedung rumah sakit yang menjulang tinggi itu. Bram sama sekali tidak mengenali rumah sakit ini.


"Sayang, ini rumah sakit apa?" tanya Bram.kepada Sari.


"Harapan Kita" jawan Sari yang sudah lelah dan ingin rasanya tidur agak dua jam.


Para suster dan dokter yang sudah menunggu kedatangan pasien penting itu langsung memindahkan Aris dengan sigap ke ranjang pasien. Mereka langsung mendorong ranjang pasien menuju kamar khusus Gina. Aris akan langsung ditangani oleh dokter penyakit dalam, dan dokter saraf.


Sari yang berjalan di sebelah Bram yang memang sudah tidak bisa menahan kantuknya lagi, langsung menarik lengan baju Bram.


"Sayang, aku keruanganku dulu ya. Kamu temani Aris aja. Aku mau istirahat" kata Sari.


"Perlu aku antar?" tanya Bram.


"Nggak usah. Kamu urus Aris, kemudian jemput Papi, Mami dan Gina saat hari udah pagi. Aku nggak mu Gina dan Mami syok saat mendengar berita Aris jatuh ke jurang"


"Oke sip. Kamu tidur aja." kata Bram sambil mengacak rambut Sari.


"Sayang, kalau masalah media sudah aman. Orang irang Gina sudah mengendalikannya. Tapi kamu tau Gina kan. Makanya lebih baik sebelum subuh kamu sudah haruas ada di rumah utama. Aku yakin bentar lagi Bayu dan yang lain akan tiba. Jadi kamu bisa gantian dengan Bayu"


"Siap nyonya Bram Soepomo. Sekarang pergi tidur" perintah Bram tegas.


"Ye lah" jawab Sari sambil berlari masuk lift khusus menujur uangan Gina, Sari dan Mira.


Bram yang melihat tingkah Sari hanya bisa menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan keadaan dia memiliki kekasih yang luar biasa. Bram masuk ke ruang rawat Aris. Aris sudah dipasang infus dan juga sudah menerima perawatan yang luar biasa canggih di bandingkan rumah sakit keluarga Soepomo.


Menjelang subuh, Bayu datang ke kamar Aris.


"Bram bangun. Loe pulang sana. Kabari keluarga, biar gue dan Daniel yang nungguin Aris." kata Bayu yang sukses membangunkan Bram.


"Kapan datang loe?"


"Baru sejam yang lewat. Gue udah tidur tadi di mobil tambah sejam di sini. Sekarang loe pulang beritahu Papi, Mami dan Gina."


"Mira mana?" tanya Bram yang tidak melihat Mira di kamar rawat Aris.


"Diruangannya tidur" kata Bayu.


"Oke. Gue pulang dulu. Loe juga tidur aja lagi. Aris nggak akan bangun menjelang pagi" kata Bram.


"Sip. Bawa aja anggota. Ada di luar mereka."

__ADS_1


"Oke"


Bram akhirnya kembali.pulang menuju rumah utama. Sedangkan Bayu memilih tidur di sofa kamar Aris. Daniel jangan ditanya lagi, sudah hilang ditelan karpet kamar. Dua anggota berjaga di depan pintu kamar Aris.


__ADS_2