
"Sayang, nanti jam sembilan pagi, aku ada janji temu dengan Uni Rani di luar. Aku tidak apa apakan pergi menemuinya? Ntah kenapa Uni minta bertemu dengan aku" kata Frenya memberitahukan kepada Juan agendanya hari ini untuk keluar dari perusahaan. Dia akan memenuhi janji temu dengan Rani di luar. Janji yang sudah mereka buat dari semalam
"Tidak apa apa sayang, tapi kamu harus janji ke aku untuk selalu hati hati ya. Kamu harus terus mengirim pesan chat kepada aku. Pahamkan sayang? Jangan buat aku khawatir dengan tidak mengirimkan pesan chat ke aku" jawab Juan memberikan pesan pesannya kepada Frenya.
"Oke sayang, itu mah masalah gampang. Aku akan terus memberikan pesan kepada kamu" jawab Frenya yang sebenarnya sudah hafal apa yang harus dilakukan oleh dirinya saat dia berada di luar gedung perusahaan.
"Ayuk turun." kali ini Juan yang mengajak Frenya untuk turun ke ruang makan.
Sepasang suami istri itu keluar dari dalam kamar, bertepatan dengan Argha yang juga baru keluar dari dalam kamarnya.
"Wow keren sakali hari ini. Mau kemana?" tanya Frenya saat melihat Argha yang luar biasa keren dan tampannya hari ini dari pada hari hari biasanya.
"Is lebay, Argha ini udah keren dari sononya. Jadi, Uni nggak perlu komen yang sebegitunya banget"
"Bukannya gitu bontot. Kami semua tau kalau dari dulunya kamu memang udah ganteng juga, tapi hari ini berbeda auranya" ujar Frenya.
Frenya menatap Argha dengan memperhatikan setiap jengkal pria keren plus tampan yang berdiri di depannya sekarang. Saat itulah Daniel dan Rani keluar dari dalam kamar mereka.
"Ada apa Juan?" tanya Daniel saat melihat Frenya menatap Argha dengan sebegitunya.
"Nggak tau. Kata Frenya, Argha semakin tampan hari ini" ujar Juan berbisik kepada Daniel.
Daniel mengangguk, dia sudah mendapatkan informasi dari Rani semalam. Makanya Juan tidak mau ikut campur dengan apa yang dikatakan oleh Frenya.
"Sekarang Uni tau kenapa" kata Frenya dengan sangat antusias
"Kenapa?" tantang Argha.
"Pakaian kamu kiriman dari Bree yang masih di negara A. Hem Hem Hem pantesan" ujar Frenya yang akhirnya menebak kenapa Argha bisa terlihat begitu keren dan ganteng hari ini.
"Haha haha haha. Akhirnya. Emang nampak ya Uni beda pakaian beli di negara kita dengan di negara A?" sekarang balik Argha yang antusias dengan apa yang dikatakan oleh Frenya kepada dirinya.
"Nggak tau juga. Aku hanya nebak doang" jawab Frenya dengan acuhnya.
Daniel, Juan dan Rani yang mendengar jawaban yang diberikan oleh Frenya kepada Argha terpaksa mengulum senyum mereka saja. Frenya benar benar telah menguji kesabaran Daniel.
__ADS_1
"Kena kamu kan" ujar Daniel.
"Lawan orang sedang isi memang susah." jawab Argha yang kesal mendengar jawaban dari Frenya.
"Uni, Uni kan juga lagi isi nih kan, jangan menyebalkan seperti Frenya ya." kata Argha kepada Rani.
"Yah mana bisa ditentuin seperti itu Argha. Kalau bisa milih mah, Uni milih untuk tidak ngidam, tidak jadi aneh aneh" kata Rani menjawab perkataan dari Argha.
"Kamu harusnya mintanya, berdoa semoga Bree saat hamil tidak seperti Frenya, bukannya malah minta supaya Uni Rani tidak seperti Uni Frenya" kata Daniel.
"Bener juga ya Da" ujar Argha.
Setelah selesai semua anggota keluarga sarapan, mereka semua bergerak menuju tempat kerja masing masing. Juan yang biasanya mengantarkan Frenya ke perusahaannya pada hari ini tidak, mereka bawa mobil masing masing. Hal ini dikarenakan Frenya akan pergi bertemu dengan Rani.
"Sip semua pekerjaan telah selesai. Mari pergi ke rumah sakit" ujar Frenya yang telah merapikan semua barang barang miliknya ke dalam tas kerja.
Frenya diantar oleh seorang sopir yang merangkap menjadi pengawal pribadinya. Frenya tidak diizinkan oleh Juan untuk melakukan aktivitasnya sendirian.
"Kita ke rumah sakit" ujar Frenya.
Mobil bergerak menuju rumah sakit.
'Uni, aku udah dalam perjalanan menuju rumah sakit' bunyi pesan chat yang dikirim oleh Frenya kepada Rani.
'Okeh, langsung keruangan saja' balas Rani.
Hari ini Rani sebenarnya masih libur, tetapi dia memilih untuk masuk kerja karena harus memastikan apa yang terjadi terhadap Frenya.
Mobil yang dikemudikan oleh pengawal Frenya sudah berbelok masuk ke dalam area rumah sakit. Mobil berhenti di lobby rumah sakit. Frenya kemudian turun dari dalam mobil, sedangkan pengawal memarkirkan mobil di tempat parkir khusus pemilik rumah sakit.
Frenya berjalan dengan santai masuk ke dalam rumah sakit besar milik keluarganya itu. Frenya memasang kaca mata hitamnya. Hari ini dia memakai blazer warna baby pink. Frenya terlihat benaran fresh dan luar biasa cantik dengan balutan blazer warna itu.
Frenya menjadi pemandangan yang menakjubkan oleh orang orang yang ada di rumah sakit. Semua mata tertuju kepada Frenya. Tetapi Frenya sudah terbiasa dengan semua itu. Frenya menikmati semuanya dengan gaya khasnya.
Setelah berjalan sekitar lima belas menit, Frenya akhirnya sampai juga di depan ruangan Rani.
__ADS_1
Frenya mengetuk pintu ruangan tersebut.
"Masuk" ujar Rani dari dalam ruangannya.
Rani sedang merapikan buku buku yang ada di rak rak buku. Dia membersihkan buku buku itu dari debu yang ada.
Frenya membuka pintu ruangan Rani secara perlahan. Frenya melihat Rani sedang sibuk dengan koleksi buku buku kedokterannya.
"Uni" panggil Frenya.
"Duduk dulu Nya" ujar Rani.
Frenya duduk di sofa yang ada di ruangan itu. Sedangkan Rani pergi mengambil dua botol air mineral untuk dirinya dan juga Frenya.
"Minum dulu Nya" ujar Rani mempersilahkan Frenya untuk meminum air mineral yang telah dibawanya.
"Makasih, tau aja kalau sedang haus" ujar Frenya.
"Haha haha haha. Gimana nggak akan tau, kamu kan memang sering kehausan" jawab Rani sambil tersenyum.
"Jadi kenapa mina aku untuk datang ke sini? Ada apa?" tanya Franya langsung ke inti kenapa Rani meminta dirinya untuk datang ke rumah sakit.
"Kamu akan tau sebentar lagi." jawab Rani.
"Tinggal bentar ya" ujar Rani sambil berdiri dari posisi duduknya.
Frenya mengangguk, dia yang sama sekali tidak mengerti dengan apa yang akan dilakukan oleh Rani hanya bisa mengikuti apa yang dikatakan oleh Rani.
Rani berjalan keluar dari dalam ruangannya. Rani memanggil seorang dokter temannya untuk berbagi cerita dengan Frenya.
"Nya, kenalkan ini dokter Ana" ujar Rani memperkenalkan kepada Frenya siapa yang datang dengan dirinya.
"Frenya"
"Ana" balas Ana
__ADS_1
"Nya, kenapa uni meminta kamu untuk datang ke rumah sakit, alasannya ya ini. Kamu ceritakan aja apa yang terasa kepada dokter Ana. Nanti dokter Ana akan menjelaskan kepada kamu apa yang terjadi sebenarnya" kata Rani