
"Bram bagaimana perkembangan perusahaan Z?"
"Sepertinya mereka benar benar ingin bermain main dengan perusahaan kita Ris."
"Kita biarkan saja dulu, sampe mereka merasa benar benar sudah menjatuhkan perusahaan kita. Tapi tetap saat harga saham perusahaan palsu itu mulai turun. Kita mulai menyeranh perusahaan Z"
"Jadi gue mulai bermain kapan ini? Gue udah gatal mau masuk ke database mereka."
"Sabar palingan dalam dua hari lagi loe bisa bermain."
Saat mereka sedang duduk-duduk santai di rumah. Tiba-tiba Dion datang dengan muka pucatnya.
"Tuan, maafkan saya Tuan, harga saham kita turun drastis Tuan. Sepertinya ada yang masuk ke database perusahaan kita Tuan." Dion berkata dengan keringat yang bercucuran di dahinya.
"Bram, sepertinya tidak perlu menunggu dua hari lagi Bram. Laksanakan sekarang" Aris kemudian mengambil laptopnya.
"Gue mulai dari rekening banknya perusahaan Z. Kamu terserah dari mananya Bram."
Dion melihat kedua bos besarnya itu sibuk dengan laptop mereka masing masing. Dion hanya memerhatikan saja. Jari jari kedua bosnya menari nari indah di atas kaybord mengtik angka angka. Selama satu jam kedua hos besar itu sibuk di depan laptop.
"Yes. Masuk." teriak Aris.
"Bram, gue lanjut masuk kedalam salah satu situs koran online terkenal. Gue akan sebar seluruh bukti kejahatan Perusahaan Z Grub"
"Siap. Gue sedikit lagi akan berhasil membuat mereka separo bangkrut."
Mereka kembali serius. Dion melihat Aris sudah masuk kedalam salah satu situs media online yang terkenal di negara F. Aris memasukkan berita berita miring tentang perusahaan Z. Setelah masuk dalam situs media online terbesar di negara Z. Aris juga memasang seluruh berita berita miring Perusahaan Z di media sosial fiktif miliknya yang sudah centang biru itu.
Dalam satu jam jagat maya heboh dengan skandal Perusahaan Z yang terbongkar. Polisi yang selama ini tidak menemukan bukti bukti yang kuat langsung saja pada hari itu mendapat kiriman semua bukti asli dari.kejahatan Perusahaan Z. Polisi langsung bertindak dengan menggeledah gudang Perusahaan Z yang menjadi tempat pembuatan narkoba. Satu persatu keburukan Perusahaan Z terbongkar. Aris dan Bram kemudian menghentikan pekerjaan mereka. Aris masih tetap memakai database palsu perusahaan AB Propertis, Aris mau melihat, apakah dengan kejadian ini Perusahaan Z akan mengklaim AB Propertis menjadi milik perusahaan Z.
"Dion lihat berita online terbaru. Kamu akan terkejut dengan semua beritanya." Aris memerintahkan Dion untuk membaca berita online.
Dion dengan semangat langsung membuka portal berita online. Ternyata jatuhnya Perusahaan Z menjadi trending topik hanya dalam satu jam penanyangan.
"Tuan, bagaimana ini bisa terjadi?" kata Dion terperangah.
"Gampang Dion, kalau kamu tau caranya." kata Aris sambil meminum kopinya.
"Ternyata perusahaan Z salah mencari musuh. Teris harga saham kita bagaimana Tuan?"
"Aman Dion. Database yang mereka susup adalah database palsu perusahaan kita. Saya sudah mengubahnya sebelum kamu datang kenegara I"
"Pantesan Tuan tenang tenang saja. Ternyata Tuan sudah mengakali semuanya." Dion mengangkat kedua jempolnya untuk kedua Tuan Besarnya itu.
Tiba-tiba ponsel Dion berbunyi, Dion melihatkan siapa yang menghubunginya kepada Aris dan Bram.
"Angkat saja, tapi kamu pakai mode loadspeaker"
Dion kemudian mengakat telpon dari Direktur perusahaan Z.
"Hallo selamat siang Tuan Zein"
"Selamat siang Tuan Dion. Anda sedang dimana Tuan Dion?"
__ADS_1
"Saya sedang makan di luar Tuan Zein. Ada perlu apa?"
"Saya akan datang ke perusahaan Tuan. Sekitar lima belas menit lagi saya sampai. Ada hal yang harus saya katakan kepada Tuan."
"Oke. Saya akan kembali ke perusahaan sekarang. Sampai bertemu di perusahaan Tuan Zein." Dion kemudian memutus panggilan mereka.
"Bagaimana Tuan?" Dion meminta pendapat kepada kedua Tuannya.
"Kita berangkat. Kamu bawa mobil sendiri, kami juga bawa mobil. Nanti kami akan duduk di ruangan kami. Setelah dia akan mengakui kalau perusahaan itu telah menjadi miliknya, baru saya akan keluar."
"Apa perlu memanggil polisi Tuan?"
"Setuju. Kamu harus melaporkan permasalahan itu kepada polisi. Apakah kamu ada kenalan petinggi kepolisian di sini?"
"Ada Tuan, dia sahabat saya. Dia pasti mau membantu saya."
Mereka kemudian berangkat menuju perusahaan. Mereka harus sampai lebih dahulu dari pada Tuan Zein. Aris dan Bram langsung masuk keruangan mereka di lantai paling tinggi kantor perusahaan tersebut. Akses untuk menuju kesana hanya bisa dengan sidik jari Aris atau Bram.
Dion yang sudah menghubungi sahabatnya itu langsung meminta sahabatnya untuk menunggu disalah satu ruangan yang kosong. Polisi itu terdiri atas empat orang yang berpakaian preman dan sudah membawa surat penangkapan untuk Zein.
Tak lama kemudian Tuan Zein datang dengan langkah pongahnya. Dia langsung masuk kedalam ruang meeting. Sikap Zein seperti dia sudah sah menjadi pemilik perusahaan. Dion yang duduk di kursi direktur langsung berdiri saat melihat Zein masuk dengan asisten pribadinya.
"Silahkan duduk Tuan Zein." kata Dion pura pura tidak tau.
"Hahahahaha. Tuan Dion, saya datang kemari bukan lagi sebagai tamu."
"Maksud Tian Zein?" Dion masih saja pura pura tidak tau.
"Maksud saya, saya datang kemari sudah menjadi pemilik sah perusahaan AB Propertis. Sesuai dengan surat kontrak kerjasama kita, apabila salah satu dari perusahaan mengalami kebangkrutan, maka perusahaan rekanan yang bangrut menjadi hak perusahaan yang tidak bangkrut. Apakah anda lupa tuan Dion?" kata Tuan Zein.
"Saya sudah tau, karena harga saham perusahaan AB Propertis sedang menurun. Jadi berdasarkan surat kerjasama itu, saya bisa memiliki perusahaan ini." kata Zein.
"Wah Anda yakin sekali, perusahaan ini bangkrut. Bukannya yang bangkrut adalah perusahaan Z?" serang balik Dion.
Zein terlihat gugup, dia tidak mau gagal dalam pengambil alihan perusaan AB Propertis.
"Siapa bilang kami bangkrut. Berita di internet itu adalah hoakx. Kami dalam posisi baik baik saja."
"sekarang tandatangan saja surat pindah kepemilikan ini. Tidak usah mengatakan perusahaan saya bangkrut" Zein melemparkan berkas berkas yang harus ditandatangani Dion.
"Wah Tuan Zein, apakah anda tidak tau kalau saya bukanlah pemilik dari perusahaan ini. Saya hanya pekerja." kata Dion.
Apa yang dikatakan Dion membuat Zein terperangah tidak percaya dengan yang Dion katakan.
"Sudahlah Tuan Dion. Anda jangan banyak berbicara, Anda tandatangani saja surat kebangkrutan dan pengalihan pemilik perusahaan ini. Semakin cepat anda tandatangan, maka semakin cepat urusan ini selesai" desak Tuan Zein.
Aris dan Bram yang sudah melihat Dion mulai emosi, langsung keluar dari ruangannya dan berjalan kedalam ruang meeting.
"Oh ada Tuan Aris dan Tuan Bram. Maaf tuan, perusahaan ini sedang bermasalah, saya baru akan membelinya dengan harga tinggi. Jadi kerjasamanya bisa dilakukan saat sudah terjadi pengalihan kepemilikan." kata Zein dengan percaya dirinya.
"Apa katamu? Pengalihan kepemilikan?" Aris bertanya dambil.menatap tajam ke arah Zein.
"Iiiiiiiya Tuan." jawab Zein dengan gugup dan takut.
__ADS_1
"Tau kamu siapa yang punya perusahaan ini? Pemiliknya bukan Dion, tapi dua orang yang berdiri di depan Anda." jawab Aris.
Zein langsung terkejut. Zein telah salah mencari lawan saat ini. Dua pria di depannya ini merupakan pebisnis nomor satu di negara I. Mereka juga memiliki perusahan dibeberapa negara lainnya.
"Mmmmaaakkkksud Anda?" tanya Zein. Zein paham sekarang.
"Ya. Anda sudah salah mencari lawan. Jadi sekarang nikmati kehancuran Anda." kata Aris dingin.
"Jadi kalian berdua dalang dibalik terbongkarnya semua keburukan perusahaan saya?"
Aris mengangguk. "Satu lagi database perusahaan yang anda masuki bukanlah database asli perusahaan ini. Anda salah, anda sangat salah tidak memperhitungkan siapa lawan yang anda pilih." kata Aris.
Dari luar empat polisi masuk dan langsung menodongkan pistolnya ke kepala Zein.
"Tuan Zein, anda kami tahan atas semua pelanggaran dan tindak kejahatan yang anda buat" kata perwira puisi itu.
Zein tidak bisa lagi melawan. Semua bukti telah di dapat oleh polisi, baik berupa foto, video maupun rekaman percakapan.
"Terimakasih Tuan Aris dan Tuan Bram, berkat Anda berdua penjahat yang sangat licin ini akhirnya bisa juga kami bekuk. Sekali lagi kami mengucapkan terimakasih." kata perwira polisi.
"Sama sama pak." jawab Aris.
Aris kemudian kembali mengaktifkan database perusahaannya yang asli, dan menghapus database palsu itu.
Aris, Bram dan Dion meeting untuk membahas bagaimana dengan perusahaan Z yang sudah sah menjadi milik perusahaan AB Propertis.
"Dion kami menyerahkan kepemilikan perusahaan Z kapada kamu. Kami harap walaupun kamu sudah memiliki perusahaan Z, kamu tidak akan meninggalkan perusahaan ini." kata Bram.
""Tapi Tuan, itu sudah berlebihan Tuan. Saya tidak bisa menerima perusahaan Z menjadi milik saya Tuan." Dion menolak perusahaan itu menjadi miliknya.
"Dion, saya yakin kamu mampu. Jadi terimasaja. Sebentar lagi pengacara akan datang membawa surat surat serah terima kepemilikan itu." kata Bram.
Tak lama kemudian pengacara itu sampai. Penandatanganan serah terima kepemilikan perusahaan Z telah selesai. Dion sudah sah menjadi pemilik perusahaan Z yang baru. Aris dan Bram sepakat tidak akan mempengaruhi Dion dalam mengambil sikap untuk perusahaan Z.
Aris dan Bram kemudian meninggalkan perusahaan mereka. Akhirnya kerja keras mereka berakhir sudah. Aris berniat untuk pulang malam ini juga kenegara I.
"Bram kita pulang malam ini saja."
"Nggak besok pagi. Capek gue Ris. Sekali ini aja loe nurut ke gue ya. Lagian loe belum beli hadiah untuk Gina kan?" Bram mulai.melancarkan segala cara supaya Aris mau pulang besok.
"Ya idah kita pulang besok pagi. Sekarang loe temani gue ke mall cari sesuatu buat Gina."
Aris kemudian melajukan mobil yang dibawanya menuju mall terbesar di negara I. Aris mau membeli oleh oleh untuk Gina. Aris memarkir mobilnya di parkiran, setelah itu dia dan Bram masuk kedalam mall. Setelah berkeliling mall selama satu jam akhirnya Aris menemukan hadiah yang sangat cocok untuk Gina. Aris juga membeli sebuah cincin bertahtakan berlian cantik.
Setelah mendapat apa yang diharapkan, Aris dan Bram kembali menuju rumah. Mereka akan beristirahat setelah lelah bekerja dan berkeliling mall.
...----------------...
Sedangkan di negara I, Gina terlihat mulai kesal kepada Aris. Aris seharian ini tidak ada memberi kabar kepada Gina. Malahan yang lebih parahnya lagi, ponsel Aris mati seharian.
"Awas kamu Aris." kata Gina.
Apa yang akan dilakukan Gina kepada Aris???
__ADS_1
staycun ya kakak setia ku