Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
Menemukan Mu 2


__ADS_3

Sopir yang menemani Bram untuk menuju rumah utama milik keluarga Soepomo melajukan mobil yang dibawanya dengan kecepatan tinggi. Semua dilakukannya karena permintaan dari Bram yang ingin cepat sampai ke rumah utama. Sopir hanya membutuhkan waktu satu jam menuju rumah utama. Jalanan ibu kota sangat mendukung, sama sekali tidak ada macet. Sopir memerkirkan mobilnya di tempat parkir biasa. Bram kemudian langsung turun dari mobil.


"Pak, kamu mau istirahay boleh di rumah belakang tempat staf tinggal. Balik ke rumah sakit juga boleh"


"Saya balik ke rumah Tuan Bayu, Tuan Bram. Mau mengambilkan pakaian bersih Tuan dan Nona Mira" jawab sopir dengan halus menolak tawaran Bram.


"Baiklah. Hati hati, dan terimakasih sudah mengantarkan saya pulang" kata Bram kepada sopir.


"Sama sama Tuan Bram. Sudah tugas saya melayani setiap sahabat Tuan Bayu." jawab sopir.


Setelah Bram berjalan menuju pintu rumah utama, sopir yang mengantarkannya tadi juga langsung pergi menuju rumah Bayu yang hanya berjarak tiga puluh menit dalam keadaan jalan ibu kota siang hari. Kalau seperti sekarang paling hanya butuh lima belas menit paling lama.


Bram menekan inforkom yang langsung menuju kamar kepala maid rumah. Kepala maid yang memang sudah bangun langsung menuju pintu utama untuk membuakakn pintu. Setelah di buka oleh maid,


"Silahkan masuk Tuan Bram" kata kepala pelayan.


Bram langsung masuk dan menuju kamarnya. Dia akan membersihkan badan terlebih dahulu setelah itu sholat dan Bram akan beristirahat sebentar sambil menunggu waktu sarapan tiba.


"Kok.Tuan Bram sendirian, Tuan Aris mana? Apa mereka nggak sejalan ya?" tanya maid dalam hatinya.


Maid merasa aneh kalau Aris dan Bram tidak sejalan. Hal itu sangat jarang terjadi. Tapi melihat penampilan Tuan Bram, seperti terjadi sesuatu dengan Tuan Aris.


Maid kemudian menuju dapur, dia akan memasak sarapan untuk keluarga Soepomo yang sudah kembali ramai itu. Hanya tinggak Tuan Aris yang tidak ada di rumah. Kepala maid juga harus menyediakan makanan bergizi untuk Gina mulai hari ini. Nyonya muda keluarga Soepomo sudah kembali dan dalam kondisi mengandung.


Gina yang baru saja bangun dari tidur enaknya, masih belum melihat Aris di kamarnya.


"Apa Uda Aris belum pulang juga ya?" kata Gina bertanya ke dirinya sendiri.


Gina kemudian meminum air putih yang sudah ada di samping nakas. Kebiasaan yang tidak pernah ditinggalkan oleh Gina. Setelah minum air, Gina masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi dan mengambil wudhu untuk sholat. Selesai malaksanakan kewajibannya Gina menuju lantai bawah, dia sedang ingin memakan apel di pagi hari. Ntah kenapa tiba tiba dia ingin makan apel dipagi hari.


Gina sampai di lantai bawah, Gina langsung menuju tempat berbagai jenis pisau diletakkan. Gina mengambil pisau pengupas kulit buah. Setelah menemukan pisau yang dibutuhkan Gina mengambil apel yang berada di dalam showcase. Saat melihat anggur hitam Gina juga mengambilnya, ntah kenapa Gina hari ini sangat ingin memakan buah untuk sarapan.


Mami yang baru selesai mempersiapkan semua keperluan papi, berjalan menuju dapur, saat melewati ruang makan, mami melihat Gina sedang memakan buah untuk sarapan, mami tersenyum bahagia, pusat kebahagiaan rumah ini sudah kembali datang. Mami meneruskan langkahnha menuju dapur, dia akan memasak nasi goreng dan lauk untuk sarapan.


"Pagi Nyonya besar" kata maid yang bertugas untuk memasak sarapan.


"Pagi. Apa semua bahan sudah siap?"


"Sudah Nyonya"


Mami kemudian menggiling bumbu untuk nasi goreng dan mengungkap lauk pauk. Mami mulai memasak makanan untuk sarapan. Setelah berkutat di dapur, akhirnya sarapan yang di buat mami selesai juga. Mami kembali menuju kamar, Mami akan membersihkan badannya terlebih dahulu barulah setelah itu mereka akan sarapan bersama.


Gina yang selesai memakan buah, melihat para maid meletakan sarapan juga ikut menata meja makan itu kembali. Gina meletakan pring yang akan dipakai unthk makan. Setelah selesai merapikan meja makan, Gina naik ke kamarnya untuk menukar pakaian kantor. Gina berencana hari ini akan masuk kerja kembali di perusahaan Bramantya Grub.

__ADS_1


Papi dan Mami yang telah rapi melangkahkan kakinya menuju ruang makan, Mami melihat Gina sudah tidak ada lagi di ruang makan.


"Loh Nyonya Muda mana maid?" tanya mami yang keheranan tidak melihat Gina lagi.


"Oh Nyonya Muda sedang mengganti pakaian Nyonya. Nyonya Muda tadi yang menyiapkan meja makan ini" jawab maid.


"Tolong panggil maid. Kita akan sarapan" perintah Mami kepada maid.


"Baik Nyonya" kata maid.


Tetapi sebelum maid sempat pergi memenggil Gina. Gina sudah berdiri di depan pintu ruang makan. Gina berjalan dengan santainya masuk ke dalam ruang makan.


"Sayang kamu akan berangkat kerja?" tanya Mami yang melihat Gina sudsh rapi.


"Iya Mami. Aku udah lama ingin kembali membuat desain. Bolehkan Pi, Mi?" tanya Gina dengan nada penuh harap keluarganya mengizinkan.


"Boleh sayang, tapi setengah hari. Papi akan menghubungi Afdhal" kata Papi.


"Oke Pi." jawab Gina yang langsung setuju dengan bekerja hanya setengah hari.


Saat mereka akan sarapan, Bram muncul dengan pakaian santainya. Mami dan Papi serta Gina langsung kaget melihat Bram yang sudah berada di rumah.


"Gina, apa Aris masih tidur nak?" tanya mami.


"Nggak Mi" jawab Gina.


Bram menundukkan kepalanya. Dia nggak tau mau cerita dari mana.


"Bram" nada mami sudah tinggi.


"Mi, maafin Bram. Bram akan menceritakan semuanya. Tapi Bram harap Papi, Mami dan Gina tenang ya" kata Bram.


Papi, Mami dan Gina setuju untuk bersikap tenang. Mereka tidak akan gegabah atau bertindak aneh. Bram kemudian menceritakan semua kejadian kepada keluarga besarnya. Gina yang mendengar langsung mengambil ponselnya dan melihat ada pesan Sari yang belum dibacanya dari semalam.


"Jadi sekarang kondisi uda bagaimana kak?" kata Gina yang tidak ingin ayah dari anaknya kenapa kenapa.


"Aris dalam kondisi sehat Gin. Dia ditemukan Sari dan Mira dalam keadaan sadar. Sekarang sedang di rawat di rumah sakit Harapan Kita" Bram menerangkan sedikit kondisi Aris.


"Kenapa ke rumah sakit Harapan Kita kamu bawa Aris Bram. Kenapa tidak ke rumah sakit milik kita" kata Papi.


"Maaf Pi. Kita kemaren memakai helicopter milik rumah sakit harapan kita. Pelayanan di sana juga sangat memuaskan Pi. Aris berada di ruang khusus milik CEO rumah sakit Harapan Kita" jawab Bram.


Gina membesarkan matanya kepada Bram agar tidak memberitahukan siapa pemilik rumah sakit Harapan Kita.

__ADS_1


"Kenapa bisa Bram?" tanya mami.


"Karena pemiliknya rekan bisnis kita mi" jawab Bram.


Papi yang baru teringat dengan kondisi anaknya langsung berdiri.


"Pi." kata Mami yang kaget Papi tiba tiba berdiri dan memakai jasnya.


"Mami mau ngobrol atau mau lihat kondisi Aris?"


"Ayuk. Kita ke rumah sakit harapan kita. Gina kamu dengan Bram. Mami akan satu mobil dengan Papi"


"Oke Mi. Gina minta bibik bungkusin bekal dulu Mi" kata Gina yang tau Sari dan Mira pasti belum makan.


Kedua sahabatnya sudah berjuang keras untuk menemukan suaminya itu. Mereka layak diberikan tiket liburan. Maid membungkus semua sarapan untuk dibawa Gina ke rumah sakit.


"Sudah Gin?" tanya Mami.


"Udah Mi." jawab Gina sambil menenteng bekal.


"Kamu mau piknik sayang?" tanya Mami keheranan.


"Mami, pasti Sari, Mira dan Bayu belum sarapan. Jadi Gona bawakan aja semua sarapan kita tadi. Nggak boleh ya mi?" kata Gina yang matanya sudah berlinang.


"Sayang boleh kok. Jangan nangis ya" kata Mami.


Gina sekarang ini memang sangat sensitif. Mami mulai sekarang harus pilih pilih kata, agar tidak menyakiti perasaan Gina yang sangat sensitif.


"Ayuk Kak, kita berangkat" kata Gina kepada Bram.


Papi dan Mami sudah berangkat di depan mobil Bram dan Gina.


"Kak, bagaimana kondisi uda?"tanya Gina dengan nada serius.


"Kepalanya aman, cuma kaki dan tangan. Sebuah mukjizat dia tidak kenapa kenapa, melihat kondisi jurang yang begitu dalam"


"Sari dan Mira?" tanya Gina.


Gina tau kedua sahabatnya itu sudah lama tidak melakukan pencarian seperti hari ini.


"Mereka juga aman, mereka sedang beristirahat sekarang." kata Bram.


"Kak, aku mohon jangan sampai keluarga kita tau baik Soepomo maupun Wijaya kalau aku memiliki aset sebanyak yang baru kakak ketahui" kata Gina menatapn memohon kepada Bram.

__ADS_1


"Sip. Kamu bisa percaya sama aku" kata Bram.


Kedua mobil mewah itu akhirnya sampai di parkiran rumah sakit. Mereka berempar turun untuk masuk menuju kamar ruang inap Aris.


__ADS_2