Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
Mual Mual Aris 2


__ADS_3

Aris di periksa oleh dokter jaga IGD. Dokter sama sekali tidak menemukan penyakit apapun dalam diri Aris. Semuanya normal. Begitu juga dengan hasil labor, semuanya normal.


"Dokter ada apa dengan saya?" tanya Aris kepada dokter yang memeriksa dirinya.


"Tuan Muda maafkan saya. Saya sama sekali tidak menemukan penyakit dalam diri tuan muda. Hasil labor tuan muda normal, begitu juga dengan hasil ronsen dan cek darah tadi, semuanya normal" kata dokter sambil menatap Aris.


"Kalau normal kenapa saya harus muntah muntah setiap pagi" kata Aris kepada dokter.


"Sudah berapa lama Tuan Muda muntah muntah setiap pagi hari?" lanjut dokter yang sepertinya sudah mengetahui penyebab kenapa Aris sampai muntah muntah setiap pagi.


"Sudah dua hari." lanjut Aris yang mengingat memang sudah dua hari dia muntah muntah. Hari pertama dianggapnya masuk angin biasa.


"Apakah tuan muda tidak suka mencium sesuatu bau?" lanjut dokter yang semakin yakin dengan diagnosanya itu.


"Ya saya tidak suka membaui orang yang pakai pardum. Terus saya tidak suka memcium bau minyak goreng yang dipanaskan di atas kompor" lanjut Aris mengatakan apa yang tidak disukainya itu.


"Kalau begitu, anda harus konsultasi dengan dokter kandungan tuan muda. Bukan dengan saya." kata dokter yang memeriksa Aris tadi.


"Kenapa begitu?" tanya Aris seperti orang bodoh.


"Saya mau tanya. Tapi tuan muda jangan marah" kata dokter menatap penuh harap agar Aris tidak memarahinya atas pertanyaan yang akan dilontarkannya nanti.


"Oke saya tidak akan marah kepada Anda. Ada apa?" kata Aris kepada dokter itu.


"Tuan muda apakah Nyonya muda sedang hamil muda?" kata dokter itu sambil melihat Aris.


"Ya benar. Sedang hamil muda. Emang ada apa samgkut pautnya mual saya dengan kehamilan nyonya muda?" tanya Aris yang keheranan dengan pertanyaan sang dokter tadi.


"Nah maka dari itu saya meminta tuan muda untuk konsultasi dengan dokter kandungan. Karena ada beberapa pasangan yang ngidam dan mengalami morning sickness adalah sang suami. Bukan istrinya. Saya curiga tuan muda mengalami hal itu sakarang" kata Dokter memberikan penjelasan singkat kepada Aris.


"Oke. Buatkan janji temu dengan dokter kandungan itu sekarang juga. Saya mau cepat keluar dari rumah sakit ini." perintah Aris kepada dokter tersebut.


"Baik tuan muda. Saya permisi dulu. Saya akan memanggilkan dokter kandungan" kata dokter sambil permisi untuk keluar dari ruangan Aris


...----------------...


Gina yang sedang menikmati makan pagi sekaligus makan siangnya itu mendengar bunyi pintu rumah yang diketuk dari luar dengan tidak sabaran. Gina langsung mengecek siapa yang berniat meruntuhkan pintu rumahnya dengan cara bar bar. Setelah melihat siapa yang datang Gina langsung berdiri untuk membukakan pintu rumah.


"Masuk. Kalian berdua niat ngeruntuhin rumah gue?" kata Gina sambil membukakan pintu rumah lebar lebar menyuruh dua wanita cantik itu masuk ke dalam rumahnya.


"Sorry sorry, siapa suruh main kabur nggak ngasih alamat sama kami" jawab Mira ngasal sambil duduk di sofa ruang tamu.


"Kalau kabur ngasih alamat tempat tinggal yang baru namanya bukan kabur ogeb, tapi pin da han. Paham Mira" kata Gina sambil menekankan setiap suku kata dari kata pindahan.

__ADS_1


"Hahahahahahahaha" Sari tertawa bahagia.


"Jadi kenapa loe berdua bisa sampai di sini?" pertanyaan Gina ditujukan kepada mereka berdua. Gina bertanya tetap sambil memakan makanannya.


"Op gue minum dulu" kata Sari.


"Loe cerita Mir. Sekalian loe gue buatin air minum" lanjut Sari sambil berjalan ke bar mini milik Gina.


""Canggih juga rumah baru loe Gin" teriak Sari dari bar mini.


"Hm" jawab Gina yang malas melayani Sari.


"Jadi kenapa sampe mari?" lanjut Gina sambil menatap Sari meminta penjelasan dari Mira.


"Jadi gini, tadi pagi gue sama Mira ke rumah utama keluarga Soepomo, nah mereka ternyata sedang mau mendiskusikan pencarian elo dibantu anggota black jack. Nah tu anak, tu anak tu" kata Mira sambil menunjuk Sari.


"Meminta untuk diskusi di rumah aja. Jadi papi setuju dong. Belum lagi di situ ada Daniel yang mengenal kita bertiga." kata Mira berhenti bercerita untuk mengambil nafas.


"Nah pas mau diskusi di gazebo belakang, tiba tiba Sari mendadak ribut dengan Aris. Ujung ujungnya Sari ngajak gue pergi dari sana untuk ke markas" kata Mira menjelaskan kepada Gina.


"Gue sengaja mancing Aris ribut, gue males diminta gabung untuk cari loe. Gue males jadi orang pura pura bego nggak bisa nemuin elo" kata Sari sambil duduk dan meletakkan jus jerus untuk Mira.


"Lantas kalian berdua memaksa Beni untuk melacak keberadaan gue dimana. Berhasil karena gue membawa cincin inikan?" kata Gina sambil mengangkat cincinnya kedepan wajah Sari dan Mira.


"Pikiran loe hanya terfokus Bayu aja Mir" jawab Sari.


"Kayak loe yang nggak aja" balas Mira.


"Kalian berdua udah matikan ponsel belum? Nanti Bram dan Bayu yang heran kalian hilang nanti ngelacak lewat ponsel. Percuma gue jadinya kabur" kata Gina mengingatkan makhlul dua itu untuk mematikan pobsel mereka.


"Udah. Gue udah matikan ponsel dari tadi" jawab Sari.


"Gue mau matikan" jawab Mira yang lupa mematikan ponselnya.


Gina kemudian mengambil laptopnya. Dia mau melihat pergerakan pencarian dirinya yang dilakukan keluarga Soepomo.


Tiba tiba ponsel Gina berdering dengan nyaringnya.


"Angkat Mir. Palingan A kalau tidak Alex" kata Gina memerintahkan Mira untuk mengangkat panggilan diponselnya.


"Hallo Nona Gina" kata Alex dari seberang telpon.


"Saya Mita, Alex. Ada apa?" tanya Mira.

__ADS_1


"Nona, Tuan Aris sepertinya masuk rumah sakit" kata Alex langsung ke intinya saja.


"Masuk rumah sakit?" Gina langsung menyambar ponselnya. Mira dan Sari pandang pandangan, mereka yakin masih ada cinta diantara mereka berdua.


"Iya Nona. Tadi saat kami mengikuti mobil rombongan tuan Aris. Tiba tiba mobil Tuan Aris memutar arahnya. Saya menyuruh satu mobil untuk mengikuti tuan Aris. Ternyata tuan Aris masuk kedalam sebuah rumah sakit milik keluarga Soepomo Nona" Alex menjelaskan kejadian.


"Apa dia terlihat muntah muntah tadi Alex, selama kamu mengikutinya?" tanya Gina yang penasaran kenapa Aris bisa sakit. Gina sangat tau Aris sangat disiplin manjaga kesehatan tubuhnya.


"Benar Nona. Beberapa kali mobil tuan Aris berhenti. Saya melihat tuan Aris selalu muntah muntah Nona." kata Alex selanjutnya.


"Kalau itu penyebabnya biarkan saja Alex. Tuan Aris palingan hanya dirawat saja dan diinfus karena kekuranhan cairan. Sekarang lanjutkan saja mengikuti abak buahnya" kata Gina memberikan perintah selanjutnya.


"Laksanakan Nona" kata Alex.


Gina meletakkan ponselnya. Dia langsung mencari keberadaan Aris di laptopnya. Dan benar saja Aris ternyata sedang berada di salah satu rumah sakit milik Soepomo Grub.


"Gin, tadi loe terlihat cemas saat denger Aris masuk rumah sakit. Tapi diujung telpon loe terlihat kembali santai dan biasa aja" kata Mira yang melihat ada keganjilan dalam cara Gina bersikap tadi.


"Jadi gue atau Bram dan Bayu belum cerita ke elo berdua?" tanya Gina menatap Mira dan Sari.


"Belum" jawab mereka berdua kompak.


"Gue...................... Ha......" kata Gina kepada kedua temannya.


Belum sampai Gina mengucapkan sampai akhir kalimatnya. Mira dan Sari memeluk Gina dengan kuat.


"Selamat sayangku" kata mereka berdua.


"Wah ini akan menjadi berita heboh. Jadi Aris muntah muntah karena kamu hamil?" tanya Sari.


"Yup" kata Gina sambil mengangguk pasti.


"Keren debay. Kamu harus siksa daddy kamu yang keterlaluan itu. Kasian nana kamu. Oke. Lanjutkan aunty setuju" kata Sari sambil mengelus perut Gina.


"Woy, bayi sebesar tunjun udah loe suruh jadi kurang ajar. Dasar aunty nggak baik. Tapi lanjutkan debay aunty suka" kata Mira.


"Hahahaahaha." mereka bertiga ketawa mendengar penderitaan Aris.


"Ayuk makan siang. Gue laper lagi. Loe masak Sar" perintah Gina kepada Sari.


"Asiap"


Sari langsung menuju dapur untuk memasak makan siang untuk mereka bertiga.

__ADS_1


__ADS_2