Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
Kejutan


__ADS_3

Bram dari pagi sudah sangat luar biasa sibuk. Bram harus bolak balik kantor Soepomo dan kantor Jaya, Belum lagi ide gila Bram yang menyuruh Aris untuk membuat acara makan siang romantis di sebuah hotel ternama, yang ujung ujungnya Bram juga yang mengerjakan acara tersebut.


Bram yang baru pulang dari perusahaan Jaya grub langsung saja menuju restoran yang tadi sudah di bookingnya dan sudah diletakkan hiasan hiasan berupa bunga lili putih dan tulip pink. Sepanjang jalan menuju meja tempat suami istri itu akan makan sudah ditaburi kelopak bunga mawar merah yang menutupi lantai. Aroma terapi memenuhi ruangan. Bram juga meminta lampu restoran untuk diredupkan. Bram juga sudah meminta seorang pemain biola profesional untuk mengiringi suami istri itu makan siang. Bram memeriksa semua kelengkapan untuk acara makan siang romantis itu. Bram juga sudah menyiapkan coklat kesukaan Gina di atas meja yang dirangkai seperti buket bunga.


Selesai memastikan persiapan kejutan sudah seratus persen siap, Bram langsung kembali ke perusahaan Soepomo. Bram akan berada di sana saat Aris harus memberikan kejutan makan siang romantis ke Gina.


Bram melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, hari sudah hampir pukul setengah dua belas siang. Aris sudah harus berangkat ke perusahaan Bramantya Grub. Tak berapa lama mengarungi jalanan ibu kota, Bram sampai juga di perusahaan. Dia memarkir mobil tepat di depan lobby kantor. Bram kemudian langsung naik ke lantai ruangannya.


Bram membuka pintu ruangan kerja Aris. Bram melihat Aris yang masih sibuk membaca dokumen dokumen yang ada di atas mejanya.


"Ris, berangkat sana, nanti keburu Gina pergi makan keluar lagi Ris." ucap Bram.


"Mana berani Gina keluar tanpa memberi tahukan kepada gue" ucap Aris sambil menutup dokumen yang dia baca. Aris kemudian mengangkat semua dokumen di atas meja itu.


"Mau di bawa kemana tu dokumen. Jangan bilang makan siang sambil bekerja"


Aris terus saja berjalan ke dekat Bram. Saat dia sampai di dekat Bram, Aris memberikan semua dokumen itu ke tangan Bram.


"Silahkan dikerjakan. Tadi yang memberi ide makan siang kejutankan kamu" jawab Aris langsung keluar dari ruangan.


"Dasar pimpinan stres bucin nggak ada akhlak" teriak Bram.


"Hahahahahahahahaha" tawa Aris langsung pecah saat mendengar omelan Bram tadi.


Bram kemudian langsung duduk di kursi Aris. Dia malas kembali ke ruangannya. Bram mengerjakan semua pekerjaan itu di sana. Untung saja Bram sudah membawa makan siangnya saat dia melihat persiapan tempat.


Aris kemudian melajukan mobilnya menuju perusahaan Bramantya Gurb dengan kecepatan tinggi. Aris sampai tepat jam dua belas siang. Aris langsung saja naik ke lantai tempat Gina bekerja. Sebelumnya Aris sudah menelpon Afdhal dulu menanyakan di lantai berapa Gina bekerja.


Aris kemudian masuk kedalam ruangan Gina dengan langkah lebar lebar. Gina yang mejanya kebetulan membelakangi pintu masuk tidak melihat siapa yang datang. Gina memang seperti itu, siapapun yang masuk dia tidak ambil pusing. Bagi Gina yang terpenting kerjanya selesai dan tidak mengecewakan.


Aris masuk dengan pelan dan memberikan kode kepada semua teman kantor Gina untuk menganggap Aris tidak ada. Aris kemudian menutup mata Gina dengan kedua tangannya. Gina yang merupakan pemegang sabuk hitam taekwondo langsung memberikan huck kanannya ke arah perut Aris.


"Ahk" teriak Aris pelan. Tinju kanan Gina tepat mengenai perut Aris.


Gina yang mendengar suara yang familiar di telinganya langsung membalikkan badannya. Ternyata orang yang diberinya tinju kekuatan setengahnya adalah suaminya sendiri yaitu Aris Soepomo.


"Sayang, maaf aku kira siapa yang melakukan itu tadi" ucap Gina sambil mengusap lembut perut Aris yang ditinjunya.


"Iya sayang salah aku juga yang ngagetin kamu."


"Ada apa sayang kesini nggak ngirim pesan dulu, ada perlu dengan Uda?"

__ADS_1


"Nggak, ada perlu sama kamu. Kita pergi sebentar yuk" kata Aris sambil menatap memohon ke Gina.


"Kemana?"


"Makan siang. Aku lapar." kata Aris dengan gaya manjanya.


"Ya udah ayuk." ucap Gina sambil meraih tas kecilnya.


Gina menggenggam tangan Aris. Mereka pergi meninggalkan perusahaan. Semua mata menatap iri ke arah Gina. Mereka tidak menyangka selain anak dari pengusaha kaya, Gina juga menikah dengan salah seorang presiden direktur terkaya di negara I. Aris dan Gina yang sudah terbiasa ditatap seperti itu tetap berjalan dengan santainya. Mereka tidak peduli dengan berbagai cara orang menatap ke arah mereka.


Aris membukakan pintu mobil untuk Gina.


"Makasi sayang" ucap Gina sambil memberikan senyum terbaiknya. Aris membalas dengan senyum.


Mereka kemudian berkendara menuju tempat makan siang yang sudah disiapkan oleh Bram. Aris juga ingin memberikan Gina kejutan kejutan kecil. Seperti Gina memberikan kejutan kecil dengan sikapnya dan tindakannya yang tidak pernah di duga oleh Aris.


"Sayang kita mau kemana?"


"Makan siang. Mau kemana lagi, atau mau ke hotel?"


"Mau, tapi peegi tidur siang aja"


"Ye. Mending makan siang dari pada tidur siang" ucap Aris sambil meremas mesra tangan Gina.


Tiba tiba Gina dikejutkan oleh kedatangan seorang pelayan sambil memberikan buket bunga lili. Gina menatap kearah Aris. Aris kemudian mengangguk. Gina menerima buket bunga tersebut dan menghirup aroma yang disukainya itu.


"Terimakasih sayang" ucap Gina sambil memeluk erat Aris. Aris kemudian melingkarkan tangannya di pinggang Gina.


Mereka kemudian masuk kedalam restoran. Saat mereka melangkah memasuki pintu restoran, tiba tiba berjatuhan kelopak bunga mawar berwarna merah menyiram kepala mereka berdua. Gina menatap dengan penuh haru kejutan yang dibuat Aris untuk dirinya.


Aris dan Gina kemudian masuk kedalam ruangan yang sudah didesain seromantis mungkin. Suara gesekan biola memenuhi setiap penjuru ruangan. Tak terasa air mata bahagia menetes dari mata Gina.


"Hay, kenapa menangis?"


"Sayang terimakasih banyak. Ini kejutan yang sangat berkesan sayang. Terimakasih" ucap Gina sambil mencium pipi Aris. Aris merasa sangat bahagia, kejutan makan siang yang diberikan kepada Gina berhasil dengan membuat Gina merasa senang.


Pelayan menghidangkan menu pembuka. Gina menatao tak percaya ke menu yang terhidang, menu puding mentega vla mangga yang sangat disukainya. Gina menatap tersenyum ke arah Aris. Mereka berdua kemudian memakan puding dengan senyuman yang terukir dibibir mereka.


Pelayan kemudian mengambil piring bekas tempat puding. Mereka kemudian menghidangkan menu makan siang hari itu. Gina melihat ada semur ayam tahu, fillet ikan, salmon asparagus panggang dan yang oaling penting mie goreng jawa. Gina sangat senang karena semua menu adalah makanan kesukaannya. Mereka berdua makan diiringi dengan gesekan biola yang dimainkan secara live oleh oemain biola terkenal di negara I.


Selesai makan, tiba tiba manager restoran datang dengan dua orang palayan. Mereka membawa masing masing satu kotak yang berbalut kain beludru mahal. Gina menerima kotak dari salah satu pelayan. Gina membukanya dan betapa terkejutnya Gina di dalam kotak itu ada ponsel keluaran terbaru yang belum beredar di pasaran. Gina langsung memeluk Aris.

__ADS_1


"Sayang makasih banyak" ucap Gina.


"Ambil yang selanjutnya sayang"


Gina kemudian mengambil kotak dari pelayan yang satu lagi. Kotak kali ini lebih besar dari pada yang tadi. Gina membukanya dan betapa terkejutnya Gina, ternyata isi kotak tersebut adalah coklat yang sangat disukainya. Gina juga mendapatkan buket coklat di atas meja makan tadi, tapi coklat yang diterima dari dalam kotak itu merupakan coklat teristimewa.


"Sayang, nggak tau lagi apa yang harus aku katakan. Ilove you sayang" ucao Gina sambil memeluk erat Aris.


"Satu lagi sayang" ucap Aris.


"Haruskah sayang?, aku udah tidak sanggup untuk membukanya lagi sayang, kamu yang bukak aja sayang"


"Nggak, kamu yang buka"


Gina kemudian maju dan membuka kotak yang dipegang manager, betapa terkejutnya Gina isi dalam kotak tersebut adalah satu set perhiasan yang memang sedang diincar Gina. Gina sudah mulai menyisihkan uangnya untuk membeli perhiasan tersebut.


Gina kemudian menangis dalam pelukan Aris.


"Sayang, aku nggak tau lagi mau mengatakan apa. Tapi yang jelas aku sangat sangat bahagia. Aku istri paling bahagia di dunia.."


"Tapi untuk yang ini jangan, udah ini terakhir ya" ucap Gina sambil memeluk erat Aris.


"Sayang tolong pakaian sayang" kata Gina dengan lembut.


Aris kemudian memakaian kalung yang diberikannya kepada Gina. Gina kemudian mencium kalung tersebut. Setelah itu mereka kemudian pergi dari restoran menuju kantor Gina. Gina selalu tersenyum bahagia sepanjang hari dan sepanjang jalan.


Aris mengantarkan Gina keruangannya kembali.


"Sayang aku tunggu diruangan Afdhal aja ya. Kita pulang bersama"


""Sip"


Aris kemudian menuju ruangan Afdhal. Afdhal yang sedang membaca terkejut melihat kedatangan Aris.


"Wow tumben, ada apa?"


"Nggak, gue siap ngajak Gina makan diluar."


"Tau gue viral tuh di sosmed"


"Maksud loe?"

__ADS_1


Afdhal kemudian memperlihatkan kepada Aris, video yang beredar di internet. Aris mulai geram.


__ADS_2