Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
EKSTRA 21


__ADS_3

"Kalian semua apa sudah mendapatkan tempat kerja baru?" tanya Hendri sambil menatap satu persatu ke wajah para karyawan yang tadi mengobrol dan menceritakan tentang Tuan Muda Argha Soepomo.


"Maksud Tuan Hendri?" tanya general manager sambil menatap ke arah Hendri.


"Ya karena kalian sudah berani bergosip tentang Tuan Muda Argha di depan saya. Makanya saya tanya tadi apa kalian sudah punya tempat bekerja yang baru" ujar Hendri menatap wajah mereka kembali satu persatu.


"Belum Tuan Hendri. Maafkan kami, kami tidak akan lagi menggosip kan Tuan Muda Argha lagi" ujar general manager menjawab perkataan dari Hendri.


"Kalian punya waktu empat puluh lima menit lagi." ujar Hendri berlalu dari hadapan mereka semua.


"Siap Tuan Hendri" jawab semua karyawan.


Mereka kemudian mulai bergerak untuk menyiapkan semua pekerjaan yang tertunda tadi. Hendri mengawasi mereka dengan sangat ketat. Hendri tidak membiarkan satupun dari karyawan berdiri dengan santai santai saja.


Tepat satu jam Argha kembali turun menuju ballroom hotel. Dia melihat para pekerja yang terlihat sibuk dengan pekerjaan mereka. Hendri menyusul Argha ke tempat dia berdiri.


"Bagaimana Hendri?" tanya Argha yang melihat para karyawan bekerja dengan sangat rajin dan begitu efisien antara satu dengan yang lainnya.


"Mereka bekerja dengan sangat rapi Tuan Muda. Saya bisa katakan kalau dengan mereka bekerja seperti ini, mereka akan bisa menyelesaikan semuanya dalam waktu dua jam ke depan" jawab Hendri memberikan laporan kepada Argha.


"Untuk makanan bagaimana Hendri?" ujar Argha yang memang belum pergi memeriksa menu makanan yang akan disajikan oleh pihak catering hotel.


"Belum saya cek tuan muda." jawab Hendri dengan jujur kepada Argha.


"Baiklah mari kita lihat bagaimana dengan makanan yang akan disajikan. Apakah sesuai dengan standar kita atau tidak sama sekali. Saya tidak mau kalau semuanya tidak sesuai dengan standar kita" ujar Argha mengajak Hendri untuk melakukan periksa terhadap menu makanan yang akan disajikan oleh pihak hotel nanti malam.


Argha dan Hendri menuju restoran hotel yang berada di lantai lima belas bangunan hotel tersebut. Manager yang bertanggung jawab untuk bagian restoran sedang berada di sana untuk melihat proses pembuatan snack dan dessert untuk acara nanti malam.


Manager sudah diberitahu oleh General Manager kalau Argha akan menuju restoran untuk melihat apakah pilihan menu yang akan disajikan sudah sesuai dengan keinginan dari keluarga soepomo atau tidak sama sekali dan perlu perbaikan.


"Selamat datang Tuan Argha, Tuan Hendri" sapa manager bagian restoran kepada Argha dan Hendri yang baru saja masuk ke dalam area restoran tersebut.


"Tuan Argha mau melihat menu apa yang akan disajikan untuk nanti malam" ujar Hendri menyampaikan maksud kedatangan mereka kepada manager bagian restoran itu.

__ADS_1


"Ih baiklah Tuan Muda. Silahkan ikuti saya" ujar Manager mengajak Argha dan Hendri untuk masuk ke dalam ruang restoran bagian VVIP.


Manager restoran meminta para pelayan untuk menghidangkan menu pembuka pada acara pesta ulang tahun pernikahan Tuan dan Nyonya Soepomo.


Argha dan Hendri mencoba rasa dari hidangan pembuka yang dihidangkan oleh pihak hotel.


"Oke lulus" ujar Argha yang mengizinkan makanan itu untuk di sajikan pada acara pesta nanti malam.


Argha dan Hendri kemudian mencoba semua jenis makanan utama yang akan disajikan nanti malam. Argha memutuskan kalau hidangan utama juga bisa dihidangkan.


Sedangkan untuk hidangan penutup, Argha minta diperbaiki dari segi pudingnya. Argha ingin puding coklat dikombinasi dengan vla susu. Bukan puding coklat dikombinasi dengan saus mangga.


"Apakah Tuan Muda juga akan mencoba minuman yang akan kami hidangkan?" tanya manager restoran kepada Argha.


"Tidak usah saja. Saya sudah yakin kalau minuman yang akan dihidangkan akan sangat enak. Karena makanannya saja yang disajikan bisa enak seperti ini. Apalagi minumannya" ujar Argha dengan sangat yakin kalau pihak restoran tidak akan menyia nyiakan dalam penyajian makanan dan minuman untuk mereka nikmati.


"Kalau begitu saya permisi dulu. Saya harap kalian semua tidak mengecewakan saat acara berlangsung nanti" ujar Argha berkata kepada manager restoran.


"Saya akan memastikan semua berjalan dengan sangat baik dan lancar Tuan Muda. Jabatan saya akan saya pertaruhkan di sini" ujar Manager kepada Argha.


Argha dan Hendri kembali menuju ballroom tempat akan diadakannya pesta ulang tahun pernikahan Tuan dan Nyonya Soepomo.


"Argha" ujae Aris yang ternyata suah berada di ballroom hotel tersebut.


"Daddy ngapain ke sini?" tanya Argha kepada Aris yang tiba tiba saja sudah berada di hotel tersebut.


"Oh tadi ada perlu dengan orang bagian acara. Ada sedikit perubahan acara nanti malam"ujar Aris memberitahukan perihal kedatangannya ke hotel tempat akan diadakan acara pesta nanti malam.


" Oooo. Dikira Daddy ke sini karena tidak percaya dengan cara kerja aku" ujar Argha berkata sambil melihat ke arah Aris yang terlihat sangat sibuk dengan ponsel miliknya.


Argha melihat tingkah yang dilakukan oleh Aris.


"Ada apa?" tanya Argha penasaran dengan apa yang dilakukan oleh Aris.

__ADS_1


"Nana minta dibelikan rujak yang ada di terminal. Makanya Daddy senyam senyum saja" ujar memberitahukan kepada Argha apa penyebab dirinya bisa senyam senyum aja dari tadi.


"Itu nana yang minta atau Frenya?" tanya Argha yang butuh diyakinkan kalau yang meminta itu adalah Frenya bukan Nana.


"Kata Nana dia yang minta" jawab Aris yang mulai berniat mengerjai Argha.


"Oh bisa jadi Nana juga hamil" ujar Argha yang sudah bisa mengetahui apa maksud dari perkataan Aris.


Mereka berdua kemudian mengobrol tentang bagaimana acara nanti malam akan berlangsung.


"Argha, apa kamu serius ini akan selesai tepat pada waktunya?" ujar Aris yang sangat sangsi melihat cara kerja bagian dekorasi gedung itu.


"Argha yakin daddy. Kita harus percaya dengan semua karyawan yang ada di sini. Kalau dalam waktu dua jam mendekati acara tidak juga selesai maka aku akan menghubungi pihak GA Grub untuk menyelesaikan ini semua" ujar Argha yang telah menyiapkan planing berikutnya untuk mengantisipasi apabila planning pertama mereka gagal.


"Baiklah. Kalau begitu Daddy pamit duluan. Daddy harus membelikan pesanan Nana. Bisa bisa nanti Nana mengamuk kalau daddy tidak membelikannya" ujar Aris yang langsung berjalan meninggalkan Argha.


"Hendri, coba lihat apakah balon balon yang akan diterbangkan untuk memenuhi langit langit ballroom hotel ini telah selesai" ujar Argha yang tiba tiba saja memiliki ide untuk menutup langit langit ballroom hotel dengan menggunakan balon yang diisi gas supaya bisa terbang itu.


"Siap Tuan muda" ujar Hendri menjawab perintah yang diberikan oleh Argha kepada dirinya.


Argha dan Hendri melanjutkan pekerjaan mereka yang sempat tertunda tadi. Argha langsung turun tangan untuk memberikan perintah kepada setiap karyawan. Mereka semua bekerjasama untuk terlaksananya acara pesta ulang tahun pernikahan itu dengan maksimal dan tidak mengecewakan Tuan dan Nyonya Soepomo.


Tepat dua jam sebelum acara dilaksanakan ballroom hotel telah selesai disiapkan oleh Argha dan para karyawan lainnya. Para pelayan sudah menata hidangan dengan sempurna di atas tempat yang sudah disediakan.


"Kita pulang Hendri" ujar Argha mengajak Hendri untuk kembali pulang ke mansion.


"Siap Tuan muda" jawab Hendri.


Mobil sport hitam keluaran terbaru itu kemudian meluncur dengan sangat cepat meninggalkan parkiran hotel mewah tersebut. Hendri mengemudikan mobil menuju mansion utama keluarga Soepomo.


"nanti kamu konsultasi dengan Erik bagaimana cara membawa Bree ke tempat acara. Saya tidak mau Bree kenapa kenapa di jalan. Ada paham Hendri?" ujar Argha memberikan perintah selanjutnya kepada asistennya itu.


"paham Tuan muda" jawab Hendri.

__ADS_1


Tak membutuhkan waktu lama. Mobil hitam itu telah terparkir dengan rapi di tempat parkir khusus untuk mobil itu.


Argha kemudian turun dari dalam mobil. Dia langsung masuk ke dalam mansion untuk membersihkan dirinya dan memakai pakaian yang telah disiapkan oleh Rani dari butik milik keluarga Soepomo.


__ADS_2