Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
Pesta Pernikahan


__ADS_3

Sore harinya Gina baru terbangun dari tidur siang. Dia merasakan sangat lelah disekujur badannya. Terlebih lagi pinggangnya yang rasanya hampir putus. Gina melihat Aris sudah tidak berada di atas ranjang lagi. Gina menajamkan telinganya. Gina mendengar bunyi orang sedang mandi di kamar mandi. Gina kembali merebahkan badannya di atas kasur. Dia rasanya benar benar tidak sanggup untuk berdiri.


Aris yang baru selesai mandi melihat Gina yang masih rebahan menatapnya dengan heran. Aris mendekat ke ranjang.


"Sayang, ayuk mandi. Kita akan bersiap siap." ucap Aris sambil menggoyang badan Gina.


"Sayang, rasanya aku nggak sanggup untuk berdiri lama. Boleh ya aku istirahat sebentar lagi?" ujar Gina sambil kembali memejamkan matanya.


"Baiklah sayang, kamu istirahat saja dulu. nanti saja kita bersiap siap." jawab Aris sambil mengambil ponselnya dari atas nakas.


"Lebih baik menghubungi Daniel menanyakan apa ada kursi roda yang bisa dipakai Gina nanti." kata Aris.


Aris keluar dari kamarnya. Dia melihat semua orang sedang sibuk. Mami dan Sari sedang dirias oleh penata rias yang sudah disewa Mami. Sedangkan yang laki laki sudah duduk memakai baju mereka masing masing, hanya tinggal jas saja yang belum mereka pasang.


"Loh Aris, kamu kenapa belum siap?" ujar Papi yang melihat Aris masih memakai baju rumahan.


"Gina sepertinya masih lelah Pi. Tu dia masih tidur." jawab Aris.


"Mana Daniel, Bram?" tanya Aris yang tidak melihat putranya itu.


"Ada di kamar mandi. Dia sedang mandi. Kamu taulah dia mandinya sangat lama." jawab Bram.


Tidak berapa lama Daniel keluar dari kamar mandi dengan sudah memakai bajunya. Daniel berjalan kemeja rias untuk menyisir rambut.


"Niel, apa ada kursi roda yang bisa dipakai Bunda nantinya?" tanya Aris kepada Daniel yang sedang sibuk menyisir rambut.


Saat mendengar nama Bundanya akan memakai kursi roda. Daniel meletakan sisirnya.


"Ibun kenapa Dad?" tanya Daniel dengan cemasnya.


"Bunda kayaknya terlalu letih. Sekarang masih tidur. Tapi Bunda tetap mau ikut acara Papi Bayu. Apa kamu ada punya kursi roda?" papar Aris kepada Daniel.


"Kita lihat Bunda, Dad." ujar Daniel sambil mengambil tas yang sudah dia siapkan.


Mami dan Sari yang mendengar Gina sedang tidak sehat, langsung saja berdiri. Mereka menghentikan sementara mua yang sedang merias muka mereka.


Semua keluarga Soepomo masuk ke kamar Gina. Mereka melihat Gina yang memang sudah benar benar letih sedang tertidur.


Daniel mendekat ke arah Bundanya. Dia memeriksa kesehatan Gina.

__ADS_1


"Bunda cuma letih Dad. Aku akan memberikan Bunda infus dulu, supaya Bunda kuat untuk mengikuti acara. Tapi kita semua harus siaga terhadap Bunda. Mana tau di tengah tengah acara Bunda kembali letih seperti ini." kata Daniel.


"Daddy, Papi Bram dan Tante Sari akan menjaga Bunda kamu." ucap Aris sambil memerintahkan Bram dan Sari untuk ikut menjaga Gina.


Bram dan Sari menganggukkan kepalanya. Mereka akan menjaga Gina saat acara sedang berlangsung.


Daniel kemudian memasangkan infus ke tangan Gina. Dia akan memberikan nutrisi dan vitamin kepada Gina. Semoga saja cara ini bisa meningkatkan kembali stamina Gina. Daniel dan Aris menunggui Gina di kamar. Mereka berdua tidak mau meninggalkan Gina.


Setelah dua jam tertidur dan infua juga sudah setengah habis. Gina mulai membuka matanya. Gina melihat infus yang tergantung tepat di sebelah kirinya. Gina memalingkan kepalanya di sofa kamar sudah ada Aris dan Daniel yang duduk sambil memainkan ponsel mereka.


"Sayang" panggil Gina kepada Aris.


Aris dan Daniel yang mendengar suara Gina langsung menuju ranjang.


"Kamu sudah bangun sayang?" tanya Aris.


"Sudah. Aku sudah luar biasa mendingan. Aku merasa stamina aku sudah kembali lagi. Lagian siapa yang memasang infus ini?" tanya Gina sambil melihat infus yang terpasang.


"Aku yang masang Ibun. Kalau nggak di pasang infus Ibun belum tau punya stamina." jawab Daniel.


"Boleh di lepas sekarangkan? Ibun mau mandi dan bersiap siap. Sebentar lagi acaranya mulai." tanya Gina kepada Daniel.


Aris membantu Gina untuk masuk ke dalam kamar mandi. Aris memandikan Gina dengan sangat telaten. Aris tidak mau Gina kenapa kenapa di dalam kamar mandi. Selesai mandi Aris membantu Gina untuk memakai pakaiannya. Untung saja Gina sedang hamil, jadi model pakaiannya dibuat biasa saja dan tidak ribet. Selesai memakai pakaiannya, Gina duduk di meja rias. Dia merias sendiri wajahnya dan mengikat rambutnya dengan cara membuat sanggul sederhana.


Aris terus mengawasi Gina yang sedang berdandan. Dia tidak melepaskan pandangannya dari Gina.


"Sayang aku sudah siap. Mari kita turun." ujar Gina kepada Aris.


Aris kemudian membawa Gina keluar dari kamar. Ternyata semua keluarga Soepomo masih ada di sana, termasuk Bayu mempelai laki laki.


"Kenapa belum turun Mi?" tanya Gina sambil melihat jam di tangannya.


Jarum jam menunjukkan pukul setengah tujuh.


"Kami menunggu kamu sayang." ucap Mami.


"Gimana keadaan kamu? Apakah sudah mendingan atau belum?" lanjut Mami bertanya tentang kondisi Gina.


"Udah baikan Mi. Ayuk kita turun."

__ADS_1


Semua keluarga Soepomo turun ke ballroom hotel tempat acara resepsi akan dilakukan. Mereka semua memakai baju berwarna merah. Sedangkan Bayu memakai pakaian adat minang berwarna dongker. Bayu terlihat sangat tampan.


Mereka semua masuk kedalam satu ruangan khusus untuk kedua mempelai bertemu. Bayu dan Mira bergandengan tangan serta dibelakangnya ada seorang pemuda tampan membawa payung berwarna kuning. Semua anggota keluarga berjalan di belakang ke dua mempelai.


Saat memasuki ballroom hotel, terdengar musik pengiring tari pasambahan, tari khas dari daerah Sumatera Barat. Kedua mempelai diiringi oleh keluarga masuk kedalam tempat acara. Mereka semua menjadi pusat perhatian para tamu yang datang.


Kedua mempelai dan kedua orang tua naik ke atas pelaminan. Mereka akan duduk di sana menerima tamu dan berfhoto.


"Sayang, ngomong sama fhotografernya kita fhoto keluarga terlebih dahulu. Aku takutnya nanti lemes lagi." kata Gina kepada Aris.


Nana dan Ayah yang melihat Gina berbeda dari biasanya langsung menuju meja Gina.


"Sayang, kamu tidak apa apakan?" tanya Nana sambil menatao Gina.


"Gina kecapekan aja Na. Selebihnya tidak apa apa. Tadi Nana juga sudah di infus dan sudah suntik vitamin." ujar Gina kepada Nana. Giba tidak mau semua orang panik kepada dirinya dan mengabaikan acara Bayu dan Mira.


Aris yang sudah meminta persetujuan keluarga Mira untuk melakukan fhoto keluarga terlebih dahulu, kembali menuju meja tempat mereka duduk tadi.


"Sayang, keluarga Mira setuju kalau kita berfoto terlebih dahulu." kata Aris kepada Gina.


Mereka semua kemudian berfhoto bersama. Keluarga Soepomo kedatangan salah seorang anggota keluarga baru yaitu Mira. Mereka berfhoto beberapa kali. Selesai berfhoto Gina mulai kembali lelah.


"Sayang aku lelah." ucap Gina kepada Aris.


Daniel kemudian berlari ke luar ballroom. Dia mengambil kursi roda yang sudah dipersiapakan.


Aris mendudukan Gina ke atas kursi roda yang dibawa oleh Daniel. Aris dan Daniel kemudian membawa Gina kembali ke panthouse. Mereka tidak ingin semua orang tau hal ini.


Aris membaringkan Gina ke atas ranjang. Setelah itu Daniel memasang kembali infus ke tangan Gina. Dia tidak akan mengambil resiko.


Mereka berdua terus memantau keadaan Gina. Ambulance sudah bersiap siap di basmant hotel. Apabila terjadi sesuatu dengan Gina maka mereka akan langsung membawa Gina ke rumah sakit.


Dokter Ranti juga sudah bersiap siap di rumah sakit. Mereka takut kalau terjadi kontraksi mendadak pada kehamilan Gina.


Setelah rangkaian acara resepsi selesai. Semua anggota keluarga menuju panthouse, mereka takut akan terjadi sesuatu kepada Gina.


Semua anggota keluarga beristirahat di panthaose itu. Bayu dan Mira juga beristirahat di sana. Mereka tidak mau beristirahat di kamar yang disediakan untuk mereka. Mereka juga ingin menunggui Gina.


Para wanita sudah masuk kamar untuk beristirahat. Para pria menunggu di luar kamar Gina. Aris dan Daniel berada di dalam kamar dan menunggui Gina yang sedang tertidur dengan nyenyak.

__ADS_1


Sampai pagi hari. Kondisi Gina masih stabil. Belum ada tanda tanda akan melahirkan. Keluarga Soepomo sepakat membawa Gina kembali ke rumah utama. Mereka semua kembali ke rumah utama sekarang juga. Bayu dan Mira juga kembali ke rumah utama.


__ADS_2