Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
Kesetiaan Seorang Istri + 28


__ADS_3

"Kita kemana Nya? Satu jam itu waktu yang tidak sebentar" ujar Rani yang memang tidak akan betah kalau harus menunggu di tempat tersebut.


"Makan ice cream bagaimana uni?" ujar Frenya memberikan usulan.


"Mantap. Ayok makan ice cream."


Rani setuju dengan ide yang diberikan oleh Frenya kepada dirinya. Mereka berdua kemudian meninggalkan studio fhoto tersebut. Mereka akan menuju toko ice cream favorit mereka di mall tersebut.


"Mau ice cream rasa apa nya?" tanya Rani saat mereka sudah berada di dalam toko ice cream.


Hendri dan Frans dua pengawal wanita cantik itu, duduk tepat di belakang meja Frenya dan Rani. Mereka sudah memesan ice cream yang akan mereka nikmati tanpa berpikir panjang seperti Frenya dan Rani.


"Menurut Uni mana yang bagus untuk ibu ibu hamil seperti aku ini?" tanya Frenya.


Frenya sekarang akan selalu berkonsultasi dengan Rani untuk setiap makanan yang akan dikonsumsi nya. Bagaimanapun Rani seorang dokter, sedikit banyaknya pasti Rani mengetahui makanan apa yang baik di konsumsi oleh ibu hamil dan makanan jenis apa yang tidak baik di konsumsi oleh ibu hamil.


"Yang berbahan dasar susu saja." kata Rani memberikan jawaban.


"Oke Uni tolong pesankan saja itu. Aku akan menurut dengan semua makanan rekomendasi dari Uni" jawab Frenya sangat yakin dengan apa yang dikatakan oleh dirinya kepada Rani.


"Yakin akan ikut apa yang Uni rekomendasikan?" tanya Rani lagi yang ingin Frenya mengatakan sekali lagi apa yang telah dikatakannya tadi.


"Sangat yakin Uni. Aku sangat ingin Uni merekomendasikan makanan makanan apa saja yang harus aku makan" jawab Frenya dengan sangat yakinnya. Dia akan melakukan apapun untuk kesehatannya dan juga kesehatan janin yang sedang dikandungnya itu.


Untuk sekarang semua makanan yang di makan oleh Frenya tidak hanya untuk dirinya saja, melainkan juga untuk janin yang ada di dalam kandungannya itu.


Rani memesan dua ice cream yang berbeda untuk dirinya dan Frenya. Rani memesan ice cream oreo coklat untuk dirinya, sedangkan untuk Frenya, Rani memesankan ice cream susu dan buah melon.


"Jadi, gimana dengan program kehamilan Uni di negara E kemaren?" tanya Frenya yang memang belum sempat menanyakan tentang hasil dari tujuan Rani dan Daniel ke negara E.


"Bulan depan kami akan ke negara E lagi untuk melakukan proses selanjutnya" jawab Rani.


"Jadi ke sana kemaren belum melaksanakan prosesnya Uni?" tanya Frenya yang sama sekali tidak mengerti dengan proses yang akan dilalui oleh Rani dan Daniel


"Belum, kemaren baru sampai pemeriksaan saja. Serta sekarang diminta untuk mempersiapkan diri dan juga kondisi Uni" jawab Rina menyampaikan kepada Frenya apa hasil pengobatannya ke negara E.


"Aku dan keluarga yang lainnya pasti akan selalu mendoakan Uni dan uda untuk berhasil dalam program yang kali ini" kata Frenya.


"Terimakasih, aku sangat yakin semua anggota keluarga kita pastinya mendoakan aku dan Daniel" jawab Rani.


Keluarga Soepomo selalu mendukung apapun program yang dijalankan oleh Rani dan Daniel untuk mendapatkan keturunan. Berbagai program sudah dilakukan oleh pasangan suami istri itu. Tetapi nasib belum berpihak kepada mereka.


Saat mereka mengobrol pesanan ice cream dan roti datang diantarkan oleh pelayan.


"Wow kelihatannya sangat lezat sekali" ujar Frenya saat melihat bagaimana bentuk ice cream yang sangat lezat tersaji di depannya saat ini.


"Mara makan" uajr Frenya dengan semangat.

__ADS_1


Frenya dan Rani bertanding menikmati ice cream yang berada di hadapan mereka masing masing. Rani memesan ice cream dengan ukuran large untuk dirinya dan juga Frenya. Belum lagi roti prancis yang ada di dalam keranjang yang lumayan banyak untuk mereka nikmati berdua.


"Uni aku tambah ya?" ujar Frenya yang merasa masih kurang ice cream yang sedang dinikmati nya itu.


"Aku juga mau nambah" jawab Rani yang juga masih merasa kurang.


Rani kembali memesan ice cream untuk dirinya dan Frenya. Dua pengawal hanya bisa melihat saja. Mereka sama sekali tidak bisa mencegah keinginan kedua Nona itu.


Tepat satu jam mereka menikmati ice cream sambil mengobrol tentang berbagai hal yang sedang dihadapi oleh Frenya di perusahaan dan Rani di rumah sakit.


"Yuk Nya, kita ke toko itu lagi."


"Yakin Uni kalau barangnya udah siap?" tanya Frenya.


"Yakin. Uni sangat yakin kalau barangnya sudah siap. Mereka jarang molor dari janji yang telah mereka buat sendiri"


"Oke"


Frenya dan Rani pergi meninggalkan cafe ice cream tersebut. Mereka berdua kembali berjalan menuju studio fhoto untuk mengambil pesanan yang tadi sudah mereka order.


"Uni bentar" Frenya dengan tiba tiba menghentikan Rani.


"Ada apa?" tanya Rani yang heran Frenya memberhentikan dirinya.


"Baju itu lucu" kata Frenya sambil menunjuj sebuah dress warna baby pink yang tergantung di toko dengan kode H. Merk yang memang sudah biasa di pakai oleh keluarga Soepomo.


"Seingat Uni kamu udah punya, kalau nggak salah warna cream." ujar Rani yang yakin kalau Frenya memang sudah memiliki pakaian dengan model tersebut.


"Belum Uni." jawab Frenya dengan sangat yakin juga.


Rani berusaha mengingat setiap model model dari merk tersebut. Rani sangat yakin kalau mereka semua sudah punya, masalahnya Rani punya warna biru. Tidak mungkin Frenya tidak akan punya.


"Kamu mau?" tanya Rani


"Ya aku mau sekali" jawab Frenya dengan antusias.


"Sip. Mari kita eksekusi" ujar Rani.


Frenya dan Rani masuk ke dalam toko dengan logo huruf H yang ditulis dengan kapital. Frenya langsung menuju baju yang ada di patung itu.


"Saya mau yang ini dan warna ini" ujar Frenya kepada pelayan dengan dingin.


"Maaf Nona kalau seri yang itu sudah habis semua" jawab pelayan memberitahukan kepada Frenya.


"Satupun tidak ada?" lanjut Frenya bertanya.


"Warna lain ada Nona" jawab Pelayan.

__ADS_1


"Uni batal. Nggak ada lagi barangnya" kata Frenya.


"Jadi??? " tanya Rani.


"Kita pulang" jawab Frenya.


Rani dan Frenya meninggalkan toko tersebut. Mereka berdua sukses membuat pelayan yang tadi melayani Frenya melongo tidak percaya melihat apa yang dilakukan Frenya.


"Kalau nggak ada duit jangan belanja" ujar pelayan toko itu.


"Perhatikan sikap anda Nona. Kalau anda masih ingin tetap bekerja di mall ini." Hendri memberikan peringatan kepada pelayan tersebut.


"Maaf Tuan" jawab pelayan sambil menundukkan kepalanya.


Rani dan Frenya kemudian masuk ke dalam studio fhoto tempat tujuan utama mereka datang ke mall tersebut.


"Apa sudah siap?" tanya Rani kepada supervisor.


"Sudah Nyonya. Apa Nyonya mau melihat hasilnya dulu?" tanya supervisor.


"Gimana nya?" tanya Rani kepada Frenya.


"Nggak usah aja Uni. Aku percaya dengan tempat yang suda uni pilih" jawab Frenya yang sebenarnya sudah mulai tidak mood karena pakaian yang diinginkannya tidak dia dapatkan.


"Oke. Apa sudah di bungkus?" lanjut Rani bertanya kepada supervisor.


"Sudah Nyonya" jawab supervisor.


Supervisor sudah mengetahui bagaimana cara menghadapi keluarga Soepomo. Mereka yang melayani keluarga itu dilarang banyak omong. Mereka hanya akan menjawab apa yang mereka tanya saja, kecuali ada pertanyaan pertanyaan penting yang memang harus ditanyakanL barulah mereka akan bertanya


"Nyonya ini pesanannya" ujar Supervisor memberikan pesanan Frenya.


Frenya melihat bungkus kadonya sangat menarik. Dia tersenyum, moodnya yang rusak gara gara pakaian tadi sudah kembali normal saat melihat hadiahnya yang sudah terbungkus rapi.


"Ini sangat keren" ujar Frenya.


"Berapa Tuan?" tanya Frenya selanjutnya.


"Segini Nyonya" jawab supervisor.


Frenya mengeluarkan credits card warna hitam yang hanya dimiliki oleh orang orang yang uangnya di bank tidak bisa di hitung lagi angka nolnya di belakang.


Kasir menscan kartu milik Frenya. Setelah itu Frenya mengeluarkan sebuah amplop.


"Tolong serahkan kepada orang yang telah membuat hadiah ini" ujar Frenya dan menyerahkan amplop kepada supervisor.


"Siap Nyonya" jawab supervisor.

__ADS_1


Frenya dan Rani kemudian berjalan keluar dari dalam studio foto itu. Mereka berdua langsung menuju parkiranparkiran, kedua mobil hitam mewah tersebut bergerak meninggalkan mall pusat. Iring iringan dua mobil keluarga Soepomo bergerak meninggalkan mall pusat menuju mansion utama keluarga Soepomo


__ADS_2