
"Kapan kejadian itu Uni, kenapa selama ini Uni tidak bercerita kepada kami tentang kejadian hampir bangkrutnya perusahaan Uni?" kata Argha dengan penuh kekecewaan kepada Frenya.
"Kenapa Uni lebih memilih untuk diam saja dan tidak menceritakan hal itu kepada kami semua?" lanjut Argha mengemukakan kekecewaannya kepada Frenya.
"Haha haha haha, kamu kecewa karena Uni tidak menceritakan kepada kamu tentang permasalahan perusahaan Bree Company itu bukan?" tanya Frenya kepada Argha
"Tentu Uni, tentu kami sangat kecewa dengan keputusan yang Uni ambil, Uni berjalan sendiri saja. Uni sama sekali tidak mau melibatkan kami dalam permasalahan perusahaan yang uni miliki." jawab Argha terpancing emosinya oleh gelak tawa Frenya sebelum menjawab pertanyaan dari dirinya.
"Basi" jawab Frenya dengan emosi.
Semua orang menatap ke arah Frenya saat Frenya mengatakan kata basi kepada mereka semua. Mereka tidak menyangka kalau kata itu yang akan dikatakan oleh Frenya kepada mereka semua. Kata kata yang mengungkapkan kekecewaan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata kata yang panjang, tetapi diungkapkan oleh Frenya dengan satu kata saja "Basi".
"Apa yang basi Uni, kami sama sekali tidak tau kalau perusahaan milik uni hampir bangkrut" kata Argha
"Yang kami tau setiap perusahaan yang Uni pimpin selalu berhasil menjalin kerjasama dengan berbagai perusahaan yang sangat maju di bidangnya. Bahkan sampai sampai perusahaan GA Grub yang Uni pimpin saat bisa menghasilkan ratusan juta laba dalam satu bulan" lanjut Argha
"Makanya kami sampai heran saat Uni bisa mengatakan kepada kami semua bahwasanya perusahaan Uni hampir saja colab dan tidak bisa diselamatkan lagi." lanjut Argha mengatakan apa yang ada di dalam otaknya saat ini.
"Kalau Uni tanya sama aku, apakah aku kecewa dengan apa yang uni lakukan, maka jawaban aku adalah aku sangat kecewa dengan apa yang telah uni lakukan."
"Uni menganggap kami adalah keluarga, tetapi permasalahan yang uni hadapi tidak pernah uni bagi dengan kami semua. Uni berusaha menyelesaikan permasalahan itu sendiri, sehingga kami sampai sampai tidak mengetahui kalau Uni memiliki masalah." lanjut Argha
"Jujur Uni, kami semua sama sekali tidak mengetahui kalau perusahaan uni hampir bangkrut. Sama sekali kami tidak mengetahuinya" kata Argha menekan kan sekali lagi apa yang harus dikatakan oleh dirinya kepada Frenya.
__ADS_1
Ghina dan Aries masih terdiam mendengar apa yang dikatakan oleh Frenya sebentar ini tentang kenyataan perusahaannya yang sempat failid itu. Mereka berdua tidak menyangka sama sekali tentang kejadian yang menimpa perusahaan Frenya. Mereka selama ini berpikir bahwasanya Frenya berhasil mengendalikan dua perusahaan besar. Ternyata semua itu tidak terjadi. Bodohnya mereka, mereka sama sekali tidak mengetahui akan hal itu.
"Nya" panggil Ghina dengan nada pelan dan penuh penyesalan.
"Apa yang terjadi sebenarnya saat itu, bisakah kamu cerita dengan kami apa yang terjadi sebenarnya?" tanya Ghina sambil menatap penuh harap dan penuh penyesalan kepada Frenya.
Frenya menatap ke wajah orang orang yang sangat disayanginya itu, wajah orang orang yang tidak ingin dikecewakan oleh dirinya, wajah orang orang yang selalu menolong dirinya selama ini, sehingga wajah orang orang itu menjadi penyemangat hidup Frenya untuk memberikan hasil yang terbaik bagi mereka.
"Nana, sebenarnya kejadian ini terjadi selama aku memegang dua perusahaan. Saat itu aku memegang GA Grub dan juga Bree Company. Sebenarnya waktu itu aku masih sanggup menjalankan dua perusahaan dalam waktu yang bersamaan. Kedua perusahaan itu berjalan dalam kondisi yang baik baik saja, aku tidak pernah membayangkan kalau salah satu dari perusahaan yang aku pegang itu akan colab mendadak." kata Frenya memulai ceritanya tentang kejadian yang sudah dua tahun berlalu tetapi tidak diketahui oleh keluarga besar Soepomo.
"Terus kenapa bisa mendadak colap, apa yang terjadi sehingga bisa mendadak colap?" tanya Aries kaget mendengar apa yang dikatakan oleh Frenya.
"Sekarang aku tanya dengan Daddy, bagaimana sebuah perusahaan bisa colaps?" tanya Frenya membalik pertanyaan yang ditanyakan oleh Aries kembali kepada Aries.
"Karena mereka terlalu memegang perusahaan, jadi mereka tidak bisa mengendalikan perusahaan yang lain, sehingga terjadilah colap" kali ini yang menjawab adalah Daniel yang dari tadi diam saja saat mendengar percakapan yang telah terjadi dari tadi,
Percakapan yang tidak ada ujungnya dan tidak ada akhirnya. Ntah kapan percakapan itu berakhir dan menemukan suatu keputusan yang bisa memberikan win win solution terhadap permasalahan yang sedang mereka hadapi sekarang ini.
"Benar Uda. Apa yang Daddy dan Uda katakan memang benar, itulah penyebab sebuah perusahaan bisa menjadi colap. Pimpinan perusahaan tidak fokus lagi menjalankan bisnisnya, karena ada beberapa perusahaan yang harus dikendalikan" kata Frenya menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Aries dengan memberikan jawaban yang dikatakan oleh Aries dan Daniel.
"Saat itu aku sama sekali tidak fokus dan tidak dalam kondisi stabil, sehingga membuat Bree Company menjadi colap dan hampir saja bangkrut." jawab Frenya sambil membetulkan posisi duduknya.
"Hal itulah yang membuat Bree Company akhirnya kolap" jawab Frenya.
__ADS_1
"Jadi kamu menyalahkan GA Grub?" tanya Aries yang salah mengambil kesimpulan.
"Sama sekali tidak Daddy, aku tidak menyalahkan GA Grub. Aku hanya menyalahkan diri aku sendiri yang tidak bisa mengendalikan dua perusahaan itu." jawab Frenya.
"Sekali lagi Daddy aku katakan aku tidak pernah menyalahkan GA Grub atas apa yang terjadi terhadap perusahaan milik aku sendiri" kata Frenya menekankan setiap kata katanya.
"Dengan apa yang kamu katakan tadi, berarti kamu secara tidak langsung telah menyalahkan GA Grub sebagai penyebab kebangkrutan yang dialami oleh Bree Company" ujar Aries dengan nada marah dan emosi.
"Sudah aku katakan bukan kepada Daddy dan yang lainnya, aku tidak menyalahkan GA Grub, sama sekali tidak. Aku hanya menyalahkan kenapa aku yang tidak bisa mengendalikan perusahaan dengan sangat baik. Aku sama sekali tidak mengerti dengan keadaan yang terjadi pada saat itu" kata Frenya.
"Sama saja Frenya. Kamu sudah menganggap kebangkrutan yang hampir terjadi di perusahaan kamu itu akibat perusahaan GA Grub." kata Aries masih dengan kekerasan hatinya mengatakan kalau Frenya sudah menyalahkan GA Grub secara tidak langsung kalau perusahaan milik Frenya bangkrut memang gara gara GA Grub.
"Terserah Daddy. Daddy mau menganggap apa. Tapi satu yang pasti aku tidak pernah mengangap GA Grub sebagai dalang di balik bangkrutnya perusahaan milik aku" kata Frenya
Aries menatap Frenya dengan tatapan marah. Frenya juga menatap marah kepada Aries. Ayah dan Anak itu saling menatap dengan penuh emosi antara satu dengan yang lainnya.
"Kalau seperti ini aku merasa kita tidak akan menemukan titik temu atas semua masalah yang terjadi" kata Frenya.
"Kalau begitu aku akan memutuskan sendiri apa yang akan aku pilih" lanjut Frenya
"terimakasih karena sudah tidak percaya dengan aku" kata Frenya lagi
Frenya berdiri dari duduknya, dia berjalan meninggalkan keluarganya. Panggilan dari Daniel bahkan panggilan dari Ghina diacuhkan saja oleh Frenya. Frenya tidak bisa menerima ketidakpercayaan dari Aries. Frenya kembali ke kamarnya dengan hati yang hancur. Keluarga yang dibelanya selama ini, menjadi tidak mempercainya. Hal itu menggoresan luka di hati Frenya.
__ADS_1