
Aris, Bayu dan Bram berdiri bersisian di depan Tuan Alex dan putrinya yang tadi sudah menghina Bree. Mereka dengan gampangnya mengatakan kalau Bree tidak memiliki keluarga. Bree tidak berasal dari keluarga yang terpandang. Ternyata apa yang dikatakan oleh mereka berdua salah besar. Bree ternyata anak dari penanam saham terbesar di perusahaan Tuan Alek.
"Saya mencabut saham saya yang ada di perusahaan Anda Tuan Alek. Semua akan diurus oleh pengacara saya besok" ujar Bayu yang langsung menjatuhkan bom bunuh diri untuk Tuan Alex dan keluarga besarnya.
"Satu lagi, Bree itu bukan dari keluarga terpandang. Tetapi Bree itu terlahir dalam keluarga yang terdidik dan terhormat. Kami tidak butuh menjadi keluarga terpandang. Kami hanya butuh menjadi keluarga yang terdidik dan berpendidikan" ujar Bayu mengatakan setiap kata katanya dengan tenang. Tetapi cukup berbekas di hati Tuan Alex dan keluarga.
"oh ya Tuan Alex, Perusahaan saya juga ada menjalin kerjasama dengan perusahaan Anda. Mulai hari ini saya mencabut kerja sama itu. Saya mau bekerja sama dengan perusahaan Anda karena dalam perusahaan Anda ada saham sahabat saya. Sekarang Bram sudah mencabutnya, jadi saya membatalkan kerja sama kita" ujar Aris menambah pukulan telak yang menimpa Tuan Alek semalam Ini.
Tidak hanya penarikan saham oleh Bayu yang terjadi. Tetapi juga gagalnya kerjasama mega proyek dengan perusahaan Soepomo. Perusahaan Tuan Alek hanya tinggal mengumumkan bahwasanya mereka telah bangkrut.
"Sekarang kalau Tuan Alek dan keluarga masih ingin berada di sini terus tidak masalah. Kalau mau keluar juga tidak masalah. Terimakasih atas kedatangannya" ujar Aris Soepomo sang pemilik pesta dengan bahasa yang lembut mengusir Tuan Alek dari acara pestanya kali ini.
Aris Soepomo tidak membutuhkan orang seperti Tuan Alek yang hanya memikirkan kedudukan dan tahta serta kekayaan. Bagi Aris manusia di atas dunia adalah sama yang membedakan hanya amal ibadahnya saja. Makanya Aeis sangat membenci orang yang satu aliran dengan Tuan Alek tersebut.
Tuan Alek dan keluarganya lebih memilih untuk pergi dari pesta itu. Mereka tidak hanya jatuh bangkrut hanya dalam sekali kedipan mata, tetapi mereka juga langsung tidak ada muka di hadapan semua pengusaha yang hadir dalam acara itu. Semua pengusaha ternama dan terpandang hadir lengkap di sana. Betapa malunya Tuan Alek saat itu. Dia dan putrinya menyesal telah menghina Bree tepat di depan semua anggota keluarga Bree dan keluarga Soepomo. Sekarang hanya penyesalan yang di dapat keluarga Alek, nasi sudah jadi bubur, maka tidak akan bisa di jadikan nasi lagi. Keluarga Tuan Alek harus bisa menerima semua resikonya.
"Jadi, kalian berdua sekarang jadi besan?" ujar Bram kepada Aris dan Bayu yang sedang berdiri berdampingan dan melihat kedua anak mereka yang sedang berpelukan di atas panggung itu.
"Ya, kami akan menjadi besan. Kita harus mulai merencanakan acara pernikahan untuk mereka segera Aris" ujar Bayu yang sudah tidak sabar lagi untuk menikahkan Bree dengan Argha. Bayu benar benar bahagia akhirnya dia bisa bersaudara degan Aris.
__ADS_1
"Wow tergesa gesa sekali anda" ujar Bram menggoda Bayu yang terlihat memang terlalu tergesa gesa untuk menikahkan Argha dengan Bree.
"Harus itu. Kalau Bree menikah dengan Argha tentu dia tidak perlu keluar negeri lagi. Dia akan berada di negara ini terus. Gue bisa lihat dia tiap hari. Apalagi mansion nya sangat dekat dengan mansion gue" ujar Bayu mangatakan alasannya kenapa dia akan cepat cepat melamar Argha kepada Aris secara resmi.
Bayu memiliki alasan yang masuk akal. Dia akan bisa setiap hari bertemu dengan putrinya itu kalau menikah dengan Argha. Argha memang sudah berjanji untuk tidak ke luar negeri lagi kalau dia sudah memimpin perusahaan dan menikah dengan gadis pilihannya sendiri.
"Dasar loe. Terus loe tiap hari ke mansion gue gitu?" ujar Aris yang akhirnya akan bosan sendiri melihat wajah Bayu karena akan setiap hari datang ke mansion besar miliknya itu.
"Ya lah. Masak ndak. Gue akan menikmati hari hari gue berada di sana" ujar Bayu tersenyum jahil menggoda Aris yang sedikit mulai kesal karena Bayu akan datang setiap hari ke mansion nya.
Sebenarnya bagi Aris tidak masalah Bayu mau datang setiap hari ke mansion nya. Tapi kalau setiap hari Bayu akan mere coki Argha dan Bree itu yang Aris tidak mau.
Bayu sangat senang dengan hal itu. Anak gadisnya sudah mendapatkan mertua yang benar benar sayang dan sangat peduli kepada dirinya. Bayu sangat yakin Aris akan menjaga putrinya lebih baik dari pada Bayu sendiri.
Argha dan Bree kemudian turun dari atas panggung. Mereka menuju keluarga yang sudah menunggu di bawah. Ghina dan Mira langsung memeluk kedua anak mereka itu. Mereka berdua tidak menyangka kalau Argha dan Bree benar benar ada hubungan.
"Kamu utang sama Nana, Gha. Kamu harus menceritakan kepada Nana" ujar Ghina menuntut kepada Argha untuk menceritakan ada apa sebenarnya antara Argha dan Bree selama mereka di negara A.
"Siap Nana ku sayang, yang kali ini berhasil aku kibuli" ujar Argha yang sangat bangga bisa mengibuli Nananya kali ini.
__ADS_1
"Sama Bree, kamu juga ada utang dengan Mami dan Papi. Kamu harus menceritakan apa sebenarnya yang terjadi dengan kalian berdua" ujar Mira yang menuntut kepada Bree untuk menjelaskan apa yang terjadi antara dia dengan Argha, sehingga membuat Argha melamar Bree menjadi tunangannya malam ini.
"Aman itu Mami. Palingan nanti saat aku sampe mansion, aku nggak akan bisa tidur sebelum bercerita kepada Mami dan Papi" jawab Bree yang sangat tahu bagaimana ke kepoan seorang Mira dan Bayu terhadap hidup anak gadisnya yang satu itu.
"Ayuk duduk. Acara inti akan segera di mulai. Lihat ruh Aris Soepomo sudah berdiri kembali di panggung kehormatan" ujar Nana mengajak Mami, Argha dan Bree untuk kembali duduk di tempat mereka masing masing.
Bree duduk dengan Papi Bayu, Mami Mira dan Adik satu satunya bernama Vian yang baru berusia lima tahun. Jarak usia yang terlalu jauh dengan Bree.
Sedangkan Argha duduk bersama dengan keluarga besarnya. Mereka duduk dalam satu meja besar. Mereka tidak mau dipisah pisah. Makanya tadi pagi Argha sibuk mencari meja yang muat untuk semua anggota keluarganya itu.
"Selamat bro, akhirnya kamu memiliki kekasih juga" ujar Daniel memberikan selamat kepada adik bungsunya yang sekarang sudah besar dan malahan sudah berani melamar seorang gadis di depan orang ramai untuk menjadi tunangannya.
"Makasi uda. Ini berkat dia" ujar Argha menunjuk Frenya yang dari hanya senyam senyum saja.
"Kok Uni?" tanya Juan yang tidak menyangka kalau hubungan Argha dan Bree ada kaitannya dengan istri tercintanya itu.
"Ceritanya panjang uda. Nanti saja di mansion. Capek kalau harus mengulang ulangnya. Jadi sekali cerita semuanya mendengar" ujar Argha yang memang tidak suka mengulang perkataannya dan mengulang cerita yang sudah diceritakan oleh dirinya.
"Sudah nanti saja tanya ke Argha. Sekarang fokus dulu ke Daddy yang berada di depan. Ini acara Nana dan Daddy udah kemana mana ini" ujar Frenya meminta semua saudaranya untuk fokus ke Aris yang sekarang sudah berdiri di depan mereka.
__ADS_1
Semua mata yang ada di ballroom hotel itu melihat ke arah Aris. Mereka semua menunggu apa yang akan dikatakan oleh Aris di atas panggung itu.