Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
Moodboster


__ADS_3

Gina yang sudah bangun pagi harinya membuka pintu kamar tamu. Dia melihat Aris yang tertidur di sofa depan kamar tamu. Gina sama sekali tidak.minat untuk membangunkan Aris. Gina langsung saja menuju dapur untuk menyiapkan sarapan bagi anggota keluarganya. Selesai memasak sarapan, Gina langsung menuju kamarnya untuk membersihkan diri dan memakai pakaian kerjanya. Gina akan langsung berangkat ke kantor tanpa pamit dengan Aris. Gina masih sempat mengambilkan pakaian kantor Aris sebelum dia berangkat kerja.


Gina sudah memesan taksi online untuk dia berangkat kerja. Gina turun ke lantai bawah rumah dan dia melihat Aris yang masih tertidur dengan nyenyak di sofa.


"Bik, aku kantor dulu ya. Kalau Tuan Muda bangun katakan saja, air mandinya sudah aku siapkan" kata Gina sambil berlalu dan menuju taksi yang sudah menunggunya di gerbang rumah. Gina menikmati berjalan sampai ke depan gerbang utama rumah Soepomo.


Gina sangat marah dengan tingkah kekanak kanakan Aris. Ditambah Aris yang tidak merasa bersalah telah berbuat seperti itu. Gina terus berjalan sambil menikmati angin pagi yang menerpa wajah cantiknya. Tak terasa Gina sudah sampai di gerbang utama.


"Maaf Nyonya kenapa tidak menghubungi saya saja. Jadi saya bisa jemput ke depan rumah utama" kata Satpam yang melihat Gina berjalan kaki dari rumah utama.


"Tidak apa apa pak. Saya mau berolahraga saja" jawab Gina.


Gina kemudian naik ke dalam taksi yang dari tadi sudah menunggu dirinya di depan pintu gerbang utama.


"Ke perusahaan Bramantya Gurb Nona?" kata supir taksi.


"Iya pak." jawab Gina.


Gina kemudian mengambil ponselnya dari dalam tas dan langsung menonaktifkan ponselnya. Gina tidak mau Aris atau siapapun menghubunginya. Gina ingin tenang terlebih dahulu. Gina ingin menetralkan perasaannya kembali.


Gina sampai di kantor paling duluan dari yang lain. OB saja masih menyapu lantai kantor. Gina langsung saja menuju ruangannya. Dia sedang sangat malas untuk berbasa basi dengan OB yang ada di kantor pagi itu.


RUMAH UTAMA SOEPOMO


Aris yang baru bangun dari tidurnya langsung saja berteriak memanggil Gina.


"Sayang" teriak Aris yang tidak melihat Gina.


"Maaf Tuan Muda. Nyonya Muda sudah berangkat dari subuh untuk ke kantor." kata Maid yang mendengar teriakan Aris.


Aris yang baru sadar dia tidur di sofa langsung berlari menuju kamar mereka di lantai dua. Aris tidak percaya dengan Maid yang mengatakan kalau Gina sudah berangkat ke kantor.


Brak, bunyi pintu kamar yang dibuka dengan sangat keras. Aris mencari Gina ke semua penjuru kamar. Tapi tetap nihil, Gina sudah tidak berada di rumah. Aris melihat tas kerja yang biasa dipakai Gina sudah tidak ada ditempatnya lagi. Gina benar benar sudah berangkat ke kantor. Aris kemudian menuju k kamar mandi, dia langsung mandi di bawah shower. Dia sangat menyesal telah kabur dari rumah semalam.


"Ah ngapain nyesal Gina marah ada Vina di kantor. Gampang" kata Aris kemudian tersenyum penuh kemenangan.


Aris kemudian menuju ranjangnya, dia melihat pakaian kerjanya beserta dasi dan jam sudah diletakkan Gina di atas kasur. Aris memakai semua yang sudah disiapkan oleh Gina.


"Katanya marah, tapi tu masih perhatian juga. Aris dilawan" kata Aris tersenyum penuh arti.


Selesai memakai pakaiannya, Aris kemudian menuju meja makan untuk sarapan. Disana sudah ada Papi, Mami dan Bram yang menunggu Aris untuk sarapan.

__ADS_1


"Loh Gina mana Ris?" kata Mami yang heran melihat Aris turun sendirian dari kamarnya.


"Udah berangkat dari tadi Mi. Katanya ada meeting pagi sekali" jawab Aris.


Aris kemudian duduk di kursinya. Dia menunggu seseorang mengambilkan sarapan untuknya. Tapi sayangnya tidak ada satupun yang mengambilkannya sarapan.


"Makanya istri ada jangan dianggurin" kata Papi yang paham dengan ekspresi kecewa Aris.


"Hm" jawab Aris sambil mengambil sarapannya sendiri.


Bram dan Mami yang melihat hanya bisa tersenyum simpul melihat Aris yang gugup karena biasa dilayani oleh Gina.


Selesai sarapan Aris dan Bram ke kantor mereka masing masing. Bram tetap harus ngantor di Jaya Grub. Sedangkan Aris akan ke Soepomo grub.


Aris kemudian memarkirkan mobilnya di tempat parkir khusus CEO. Saat Aris memarkir mobilnya Vina juga siap memarkir mobilnya juga.


"Sayang" kata Vina sambil memeluk pinggang Aris.


"Hay. Kamu wangi" kata Aris sambil mengecup rambut Vina.


"Kamu lewat depan ya. Aku lewat pintu biasa. Kalau kamu lewat sini nanti banyak yang curiga" kata Aris melepaskan pelukan mereka.


"Cium dulu" kata Vina manja.


Vina kemudian berjalan ke lobby kantor. Dia akan naik lift khusus karyawan. Sedangkan Aris akan langsung dari bastman untuk menuju ruangannya. Disana sudah ada lift khusus untuk CEO dan Asistennya.


Vina yang sampai terlebih dahulu langsung merapikan penampilannya. Dia nggak mau ada cela sedikitpun di penampilannya.


Aris yang baru sampai langsung berjalan dengan oenuh wibawa di hadapan Vina. Dia memberi isyarat kepada Vina kalau di ruangan itu ada cctv. Vina yang paham langsung mengedipkan matanya dengan manja.


Aris yang sudah tidak tahan ingin memegang Vina langsung saja menelpon sekretarisnya itu.


"Yes" kata Vina.


Vina kemudian berjalan biasa saja saat masih bisa dijangkau cctv. Setelah tiba diruangan Aris, Vina melancarkan aksinya.


"Sayang kenapa?" kata Vina sambil memeluk leher Aris dari belakang.


"Sini duduk sayang" kata Aris sambil menepuk pahanya.


Vina dengan suka dan senang hati duduk di oaha bosnya itu. Vina kemudian mengalungkan tangannya ke leher Aris.

__ADS_1


"Ada apa sayang" kata Vina sambil menatap tajam mata Aris.


"Nggak ada, kangen aja" kata Aris sambil membuka kancing kemeja Vina dua buah bagian atas.


"Mulai gatel ya sayang" kata Vina tersenyum.


"Sedikit" ucap Aris.


Aris kemudian memandang ke bagian yang terbuka itu. Aris kemudian memasukkan tangannya kedalam bagian yang terbuka. Aris merasakan benda yang sudah sangat lama ingin di pegangnya.


"Sayang" kata Vina dengan lembut.


"Apa?" tanya Aris sambil menatap mata Vina.


"Ah" ucap Vina.


Vina kemudian menggerak gerakkan pantatnya di paha Aris.


"Sayang, jangan" kata Aris.


"Ah kamu curang sayang" jawab Vina.


Aris terus saja memainkan dua bukit kembar Vina dengan gerakan kasar dan lembut. Vina dibuat mati gaya karena kelakuan Aris. Vina sebenarnya ingin membalas perlakuan Aris kepada dirinya. Tetapi Aris selalu saja melarang.


"Sayang boleh ya" kata Vina.


"Boleh apa?" tanya Aris.


Vina kemudian menatap kebagian yang dimintanya keada Aris.


"Oh tidak sayang. Tidak sekarang" kata Aris.


Aris kemudian ******* bibir Vina dengan serangan membabi buta. Vina yang memang sudah ahli langsung melayani permainan pagi hari Aris. Setelah lelah berciuman dan mengusap bukit kembar. Aris kemudian mendirikan Vina dari posisi duduknya. Aris merapikan rok Vina kembali.


"Sayang moodboster pagi hari yang sangat nikmat" kata Aris.


"Sayang, kalau tiap hari kayak gini, lama lama aku nggak bisa tahan sayang" kata Vina sambil memeluk Aris.


"Nikmati saja sayang." jawab Aris.


Vina kemudian keluar dari ruangan Aris. Dia tidak ingin lama lama berada di sana, takutnya nanti ada manager atau Bram yang masuk mendadak.

__ADS_1


Aris pun langsung bekerja Aris tidak ingat dengan istrinya Gina yang sedang marah kepada dirinya. Aris mengacuhkan saja Gina. Aris sudah ada mainan baru yang lebih hangat dari pada Gina


__ADS_2