
Pesawat GA Grub kembali mengudara. Pesawat pribadi berbadan besar dan memiliki warna ciri khas hitam bercorak merah itu telah lepas landas meninggalkan bandara internasional negara A. Daniel dan Rina akan menuju negara I untuk kembali ke mansion keluarga Soepomo. Perjalanan yang harusnya tiga bulan dipersingkat hanya jadi duaa minggu saja. Ini karena permintaan terselubung Frenya yang subuh tadi mendadak mengirim pesan chat kepada Daniel untuk bertanya kapan Daniel akan pulang ke negara mereka kembali. Keputusan mendadak harus diambil oleh Daniel karena adik perempuannya itu pasti membutuhkan dirinya sehingga dia harus pulang secepatnya. Rina hanya bisa setuju saja dengan keputusan yang diambil oleh suami tercintanya itu. Bagi Rina dimana Daniel berada dia juga akan berada di sana.
"Tuan Nona silahkan mau minum apa?" kata Pramugari menyapa Daniel dan Rina.
"Kamu mau apa sayang?" ujar Daniel
"Hot cokelat saja sayang" ujar Rina yang duduk di dekat jendela.
Rina paling senang melihat awan dari balik kaca jendela pesawat. Setiap melakukan penerbangan Rina akan selalu memilih untuk duduk di dekat jendela. Baik penerbangan menggunakan pesawat pribadi seperti sekarang ini ataupun pesawat komersil.
Pramugari memberikan satu cangkir hot cokelat untuk Rina. Sedangkan Daniel lebih memilih meminum kopi hitam dengan gula sedikit.
Mereka akan melakukan perjalanan penerbangan selama tujuh jam ke depan. Bener bener penerbangan yang akan membuat jenuh karena lamanya waktu penerbangan.
*****************************************
"Sayang" panggil Juan saat dirinya baru saja membuka pintu ruang kerja Frenya.
Frenya kaget melihat suaminya yang sudah berada di dalam ruang kerjanya dan membawa dua tas kertas dengan logo restoran terkenal di kedua tangannya.
Frenya berjalan cepat menuju Juan. Dia mengambil tas kertas yang di bawa Juan. Frenya menaruh tas itu di atas meja tamu yang ada di dalam ruangannya. Juan tersenyum bahagia, walaupun Frenya seorang CEO ternama, tetapi di hadapan Juan, dia akan selalu menjadi seorang istri yang menghormati suami dan menanggalkan semua atribut CEO yang dimilikinya.
"Kamu belum makan siang kan?" ujar Juan antara menebak dengan mengeluarkan pernyataan.
Frenya menggeleng, "pekerjaan banyak sekali sayang. Belum perusahaan aku sendiri, belum dengan dokumen GA Grub yang harus aku baca. Bener bener lelah sayang" ujar Frenya mencurahkan isi hatinya kepada Juan suaminya itu.
__ADS_1
Juan berjalan ke arah pantry. Dia mengambil dua piring dan dua pasang sendok serta garpu.
"Mari kita makan siang terlebih dahulu. Nanti aku akan bantu kamu membaca semua dokumen GA Grub" ujar Juan yang tidak ingin istrinya kelelahan. Apalagi sekarang Juan memiliki pemikiran di dalam hatinya. Tetapi dia tidak ingin memberitahukannya kepada Frenya. Juan ingin Frenya memahami keadaan dirinya sendiri dari pada diberi tahu kan oleh Juan.
Frenya mengambilkan makanan favorit Juan apalagi kalau bukan nasi merah, bebek betutu di tambah sayur capcay. Sedangkan Frenya yang memang makan siang selalu makan steak memindahkan steak yang sudah dibelikan oleh Juan ke dalam piringnya, tak lupa pula dengan baby kentar bakar, asparagus bakar dan juga baby carrot bakar. Sayur sayuran favorit Frenya.
"Sayang kok kamu nggak ngasih tahu aku, kalau kamu mau ke sini?" tanya Frenya sambil memotong steak kesukaannya itu.
"Ada kok sayang, aku ngirim pesan chat ke kamu. Tapi kamunya yang nggak baca sayang" ujar Juan.
"Hah? Serius sayang?"
"Ya serius sayang" jawab Juan menyakinkan Frenya bahwasanya apa yang dikatakannya adalah benar adanya.
"Maaf sayang" kata Frenya dengan nada menyesal. "Bukan maksud aku mengabaikan pesan chat dari kamu" Frenya mendadak menjadi sedih, dia langsung saja menitikkan air matanya, perubahaan mood Frenya menjadi perhatian oleh Juan.
'Atau ditelpon aja kali ya?' lanjut Juan yang sudah tidak sabaran lagi ingin memastikan apakah tebakannya benar adanya.
"Sudah jangan menangis sayang. Aku tidak marah dan tidak bersedih. Malahan aku akan menjadi sangat sedih saat melihat kamu menangis seperti ini sayang" kata Juan sambil membawa Frenya ke dalam pelukannya. Juan sangat tidak ingin melihat Frenya nya itu menangis sedih. Bagi Juan air mata Frenya hanya boleh keluar saat dia menikahi Frenya saja atau saat hal hal bahagia menyelimuti mereka. Juan sangat tidak ingin Frenya menangis hanya karena dirinya atau hal hal remeh yang tida perlu ditangiskan seperti sekarang ini.
"Maaf kan aku sayang. Ntah kenapa akhir akhir ini mood aku cepat sekali berubahnya sayang. Aku juga sangat heran" kata Frenya yang memang menyadari perubahan moodnya yang sangat cepat sekali terjadi akhir akhir ini.
"Itu hal lumrah sayang. Terkadang itu terjadi karena pekerjaan kita sedang banyak banyaknya. Jadi mood kita tidak terjaga sayang" Juan memberikan jawaban masuk akal atas pertanyaan yang diberikan oleh Frenya kepada dirinya.
"Bisa jadi sayang. Aku berharap juga seperti itu" kata Frenya yang masih belum menyadari apa yang terjadi dengan dirinya saat ini.
__ADS_1
"Oh ya sayang, apa Daniel ada menghubungi kamu dan mengatakan kapan mereka akan pulang?" kali ini Juan harus memastikan kepulangan Rina ke mansion.
"Belum sayang. Tadi pagi aku sempat chat uda, aku tanya kapan dia pulang. Jawaban uda belum tahu sayang"
"Kok kamu chat Daniel, ada apa?" tanya Juan menyelidik.
"Aku udah capek mengurus dua perusahaan sayang. Aku rasa aku sudah tidak sanggup lagi. Makanya aku meminta uda untuk pulang. Tapi aku hanya bertanya kapan uda pulang" Frenya menjelaskan kepada Juan apa isi pesan chatnya kepada Daniel.
"Semoga Daniel mengerti dengan keinginan kamu sayang"
Juan sangat mengerti dengan betapa lelahnya Frenya saat ini. Frenya harus mengelola dua perusahaan besar, walaupun sebenarnya perusahaan milik Frenya belum sebesar GA Grub, tetapi perusahaan Frenya sedang melaju dengan pesat, jadi perusahaan itu bener bener butuh fokus Frenya untuk menjalankannya.
"Semoga sayang" jawab Frenya.
Mereka berdua kemudian melanjutkan makan siangnya yang sempat tertunda karena perubahaan dari mood Frenya.
"Kamu balik ke perusahaan lagi sayang?" ujar Frenya dari arah pantry setelah selesai mambasuh piring yang mereka pakai untuk makan siang tadi.
"Sepertinya tidak sayang. Ada apa?" kata Juan
"Aku ke sini tadi setelah menyelesaikan semua pekerjaan di perusahaan. Lagian jadwal meeting siang aku, juga tidak ada untuk hari ini" lanjut Juan menjawab pertanyaan dari Frenya.
"Kalau gitu kamu bisa di sini dong ya. Temani aku berkerja" kata Frenya yang sangat bersemangat pekerjaannya bisa dibantu oleh Juan.
"Siap Nyonya bos. Saya akan duduk di sini menemani Nyonya bos bekerja" jawab Juan.
__ADS_1
"Haha haha haha. Siap pak bos" jawab Frenya