
Penerbangan selama empat jam itu akhirnya selesai juga, pesawat mendarat dengan mulus di bandara negara J. Pilot dan copilot berjalan menuju kabin pesawat.
"Selamat sore Tuan Tuan dan Nyonya Nyonya, kjita sudah sampai di bandara Negara J. Kita akan melanjutkan penerbangan ke Negara I nanti setelah melakukan transit" ujar Pilot memberikan pengumuman kepada semua oenumpang
"Tuan Tuan dan Nona Nona, kita akan transit selama tiga jam, karena pesawat akan melakukan pengisian bahan bakar. Tuan Tuan dan Nona Nona silahkan beristirahat di ruang tunggu atau berjalan jalan di mall bandara. Kita akan berangkat pukul delapan malam waktu negara U." lanjut pilot memberikan pengumuman kepada semua penumpang pesawat.
"Kita kemana Uni?" tanya Argha kepada Frenya.
"Kita jalan jalan di mall ajalah biar nggak terlalu lama. Kita cuci mata aja" ujar Frenya memberikan usul kepada Argha dan Bree untuk jalan jalan saja di mall yang ada di bandara tersebut.
"Setuju uni, kita jalan jalan di mall ajalah. Keluar juga nggak mungkin, pasti kita akan telat datang ke sini. Lagian mall di bandara juga lengkap sama lengkapnya dengan mall yang di luar" ucap Bree yang juga setuju untuk berjalan jalan di mall yang ada di bandara dari pada mereka harus pergi ke luar komplek bandara.
"Belum lagi macet dan segala jenis rintangan lainnya. Waktu tiga jam itu sebentar cuma, jadi dari pada habis tidak tentu saja, lebih baik kita habiskan di mall sini aja" lanjut Bree meyakinkan Frenya dan Argha untuk berburu barang barang yang ingin dibeli dan berjalan jalan di mall yang ada di bandara.
"Ya sudah jalan jalan di mall bandara aja. Biar hemat waktu dan hemat uang" ujar Argha yang setuju mereka bertiga hanya akan jalan jalan di bandara.
Mereka kemudian menuju mall yang masih di lingkungan bandara tersebut. Mereka bertiga dan juga ketiga asisten masuk ke dalam mall yang ternyata sangat ramai itu.
"Yah di kira bakalan nggak seramai mall di luar. Ternyata sama aja. Huft" ujar Argha yang kesal melihat begitu banyak orang yang ada di dalam mall itu.
"Kalau pengen mall yang sepi, kamu ke mall soepomo aja. Katakan sama pengelola untuk mengosongkan pengunjung. Kalau di sini ya kamu harus ikut aturan di sini. Masak iya manager harus mengosongkan mall karena Argha Aris Wijaya Soepomo mau masuk ke dalam mall. Siapa kita coba" ujar Frenya menanggapi keluhan Argha karena mall dalam keadaan ramai.
"Yah malas Uni. Aku kalau dapat nggak masuk mall Uni. Malas rame. Orang orang pada nengok ke arah kita semua. Jadi, lebih baik nggak usah aja" ujar Argha yang menolak mentah mentah kalau ada yang mau membawa dia ke mall, kecuali kalau Argha dalam keadaan terdesak dan harus baru dia mau pergi ke sana.
"Haha haha haha. Makanya dari pada kali ini kita gagal lagi, ayuk mari sekarang kita pergi ke mall" ujar Frenya dengan semangat membawa adiknya itu ke mall.
__ADS_1
"Bukannya dari kecil, Argha memang alergi mall ya Uni?" tanya Bree kepada Frenya.
"Nggak alergi lagi Bree nggak mau sama sekali" jawab Frenya yang ingat Argha yang memang tidak pernah ingin untuk pergi ke mall saat dia kecil.
Padahal anak anak seumuran Argha saat di bawa masuk ke dalam mall akan langsung bersorak kegirangan. Hal yang sebaliknya terjadi pada Argha. Argha sama sekali tidak ingin masuk ke dalam mall. Melihat mall dari luar aja Argha sudah cemberut.
"Haha haha haha. Masak iya pemilik mall terbesar di negara I alergi masuk mall. Aneh kamu Gha" ujar Bree sambil menggandeng tangan Argha dengan begitu erat.
"Woi main gandeng aja. Emang udah resmi?" ujar Frenya menggoda Bree yang langsung main gandeng dan kepit tangan Argha.
"Belum sih, tapi ya gitu deh. Seng penting di kepit aja" ujar Bree yang sama sekali nggak mau ngelepasin tangan Argha.
"Kita nggak perlu jadian Bree yang penting kita berdua saling nyaman dan saling dukung. Udah" ujar Argha sambil menggenggam tangan Bree.
"Mana ada gitu. Namanya jadian itu penting supaya pas tanggalnya besok bisa dirayakan" ujar Frenya sambil menatap wajah Argha dan juga Bree.
Mereka bertiga kemudian masuk ke dalam mall. Argha, Frenya dan Bree melihat berbagai barang yang dijual di mall teraebut.
"Ada yang mau Bree?" tanya Argha kepada Bree yang terlihat sedang melihat sebuah sendal keluaran terbaru dari salah satu brand ternama.
"Nggak. Cuma sekedar tengok tengok saja" ujar Bree dengan santainya.
Bree memang tidak menginginkan sendal itu karena dia sudah punya di mansionnya dia buah sendal dengan model yang sama.
Frenya mencubit pinggang Argha memberikan kode agar Argha membelikan Bree sendal tersebut.
__ADS_1
"Belikan" ujar Bree memberikan kode kepada Argha untuk membelikan barang yang diinginkan oleh Bree.
Argha memberikan jempolnya. Dia menatap kearah Hendri asisten pribadinya. Hendri mengangguk paham dengan apa yang diperintahkan oleh Argha. Hendri menuju Felix asisten Bree menanyakan berapa nomor sendal yang biasa dipakai oleh Bree.
Setelah mendapatkan informasi tentang nomor sandal yang biasa di pakai oleh Bree, Hendri menuju kasir, dia meminta kasir atau pelayan yang ada di sana untuk mengambilkan sendal dengan model yang diminta dan nomor kaki yang diberikan oleh Felix tadi.
Hendri kemudian melakukan pembayaran, dia dengan sigap menenteng sendal yang telah dibelinya itu.
"Wow Hendri shoping. Felix, loe nggak shoping? Jangan bikin malu gue. Belanja aja kalau ada yang mau" ujar Bree yang melihat Hendri belanja sedangkan Felix hanya jalan santai saja.
"Siap Nona, nanti kalau ada yang saya mau akan saya beli memakai akun Nona" ujar Felix menjawab perintah yang diberikan oleh Bree.
"Lah kok akun gue?" ujar Bree protes mendengar jawaban dari Felix.
"Maaf salah Nona" jawab Felix kembali dengan santai.
Mereka berenam kembali berjalan menyusurii setiap toko yang ada di mall itu. Mereka benar benar hanya niat untuk cuci mata saja. Bukan untuk yang lainnya. Hendri sudah menambah satu lagi paperbagnya. Tadi Bree melihat sebuah tas dan sangat nampak dari raut wajah Bree kalau Bree sangat menginginkan tas itu. Makanya Hendri dengan sigap mengambil tas tersebut dan langsung membelinya.
"Uni, uni laper nggak?" tanya Bree kepada Frenya yang berjalan di sisinya.
Sedangkan Argha sudah berjalan di depan dengan Vian asisten dari Frenya. Argha dan Vian sudah kenal sejak lama. Dulunya Frenya punya asisten, tetapi asisten Frenya mengundurkan diri, sekarang digantikan oleh Vian. Vian berjarak umur sepuluh tahun dengan Argha. Mereka berdua terlihat asik mengobrol.
"Gha kita makan dulu ya. Lapar" ujar Frenya menyoraki Argha yang sibuk mengobrol dengan Vian.
"Oke Uni. Tanya Bree, dia mau makan dimana" ujar Argha menjawab perkataan dari Frenya.
__ADS_1
"Bree mau makan dimana? Kata Argha kamu yang pilih" ujar Frenya kepada Bree.
"Kita tengok tengok aja dulu Uni. Nanti dimana bagus kita masuk ke situ aja" ujar Bree kepada Frenya.