Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
Bram


__ADS_3

Gina yang bangun terlebih dahulu langsung membersihkan dirinya. Gina sudah sempurna menjadi seorang istri pada malam tadi. Gina melakukan kegiatan mandi wajib sebelum dia melakukan kewajibannya sebagai muslim. Selesai mandi Gina membangunkan Aris terlebih dahulu.


"Sayang bangun" kata Gina kepada Aris.


Gina terus mengguncang tubuh Aris. Aris yang sebenarnya udah bangun, iseng aja pengen mengerjai Gina.


"Ya udah kalau nggak mau bangun. Malam nanti jatahnya di kosongkan aja" kata Gina sambil meninggalkan Aris yang masih pura pura tidur.


Barusaja Gina akan melangkah dari atas kasur. Aris sudah merebahkan Gina kembali ke kasur. Aris ******* bibir Gina dengan rakusnya. Aris kemudian mengecuo dan meninggalkan jejak kepemilikannya di leher Giba tanpa di sadari oleh Gina.


"Sayang mandi. Sholat. Atau mau aku sholatkan?"


"Wow sadis. Baru juga ngasih sekali udah mau nyolatin suaminya. Dasar kamu ya OGEB." kata Aris sambil mebgusap rambut istrinya yang basah.


"Aih Ogeb itu kamu sayang bukan aku. Awas aja kalau Ogeb kamu ketahuan. Aku cincang cincang kayak bikin ayam cincang" kata Gina menatap tajam Aris.


"Hay, siapa juga yang mau macem macem. Punya istri cantik, pinter, mandiri, kaya dan yang paling penting adalah....." kata Aris yang menggantung ucapannya.


"Penting apanya?" tatao Gina tajam ke mata Aris.


"Terpenting goyangan di atas ranjangnya super duper hot" kata Aris sambil berlari dari depan Gina.


"Ogeb kamu sayang" teriak Gina.


Gina kemudian menyiapkan perlengkapan sholat Aris. Setelah selesai semuanya, Gina turun untuk memasak di dapur. Gina akan membuat sarapan yang sangat nikmat untuk Aris dan keluarganya. Gina yang hari ini luar viasa capek akibat ulah Aris semalam lebih memilih untuk tidak ke kantor. Gina berencana akan tidur seharian ini. Selesai menyiapkan sarapan, Gina kemudian naik ke kamarnya, dia menukar bajunya dengan dress rumahan. Aris yang melihat menatap heran Gina.


"Nggak kantor sayang?" tanya Aris sambil memeluk Gina dari belakang.


"Nggak sayang. Capek banget. Pinggang aku rasa mau putus. Belum payudara aku yang sakit di ajak jalan" kata Gina sambil menatap Aris.


"Maaf sayang kalau membuat kamu sakit"


"Sayang ini yang namanyansakit tapi eunak sekali" kata Gina merayu suaminya kembali.


"Kalau kamu nggak kantor aku juga enggak. Aku juga capek siap menggempur kamu semalaman" kata Aris yang mengambil baju rumahannya.

__ADS_1


"Alhamdulillah sayang" kata Gina.


"Kok?" Aris menatao Gina denga tatapn heran dan bertanya tanya.


"Aku dari tadi pengen ngomong nggak usah ngantor sayang. Tapi mulut ku berat kali mau ngomong gitu" kata Gina menatap Aris.


"Tinggal ngomong apa susahnya sayang" kata Aris sambil mengecup puncak kepala Gina.


"Aku mandi dulu ga nanti nggak jadi shubuh aku" lanjut Aris.


Aris kemudian mandi, Gina meletakkan pakaian yang akan dikenakan oleh Aris. Mereka hari ini tidak akan pergi bekerja. Mereka berdua kemudian turun ke ruang makan, di sana sudah menunggu Papi, Mami dan Bram.


"Loh nggak kantor kalian?" kata Mami melihat Bram dan Gina memakai pakaian santai.


"Nggak Mi. Lagi males" jawab Aris.


Mami kemudian melihat suatu tanda yang tidaknasing lagi di leher Gina. Mami langsung tersenyum senang.


"Apa?" kata Papi dengan isyarat mulut.


Mami menunjuk lehernya. Papi kemudian melihat ke arah Gina dan Aris, ternyata di leher mereka berdua ada tanda cinta yang diberikan masing masing. Bram juga ikut ikutan melihat ke arah Aris dan Gina.


Aris yang sadar di ejek oleh Bram langsung melihat ke arah Bram. Bram kemudian menunjuk lehernya. Aris dan Gina saling pandang pandangan, ternyata mereka berdua memiliki tanda cinta di leher masing masing. Betapa malunya Gina di depan keluarga besarnya. Gina hanya menundukkan kepalanya saja.


"Sayang, ngapain malu. Biasa aja. Kamu ngerjainnya dengan suami kamu kok" kata Mami.


Aris kemudian mengangkat kepala Gina. "Aku juga punya, tapi aku nggak malu." kata Aris sambil tersenyum.


Mereka kemudian sarapan dalam kebahagiaan. Akhirnya Gina dan Aris bisa juga mengambil kesempatan dalam kegiatan mereka yang banyak dan masalah yang baru menimpa mereka dua hari yang lewat.


Perusahaan Soepomo


Vina yang sudah berpenampilan semaksimal mungkin karena hari ini ada jadwal meeting keluar bersama Aris sangat kecewa karena sampai sekarang Aris belum juga datang. Biasanya Aris akan datang bersamaan dengan dia datang. Tadi Vina melihat tempat parkir khusus CEO masih terlihat kosong.


"Kemana Aris ya?" kata Vina di dalam hatinya.

__ADS_1


Saat Vina memikirkan Aris tiba tiba pintu lift terbuka. Vina sudah memasang senyum terbaiknya. Dia berharap Aris akan datang. Saat pintu lift terbuka yang ke luar adalah Bram tanpa Aris. Vina langsung memasang wajah kecewa yang sempat di lihat oleh Bram. Bram pura pura tidak tahu.


"Vina, apa kegiatan CEO hari ini?" kata Bram.


"Ada meeting dengan perusahaan Tuan Bayu di restorannya Tuan." kata Vina yang masih kesal.


"Oke. Kamu berangkat dengan saya" ucap Bram dengan dinginnya.


Bram masuk ke ruangan Aris. Sedangkan Vina menggerutu dengan kesal.


"Awas saja kamu. Aku berhasil menikahi Aris, maka kamu siap siap saja akan menjadi gembel." kata Vina sambil tersenyum bahagia.


Bram meletakkan beberapa kamera kecil yang sudah di pesannya melalui Juan orabg kepercayaan Bram. Bram memasang kamera di beberapa titik yang tidak bisa dilihat oleh Aris.


"Maaf sobat, gue terpaksa melakukannya karena lie adalah saudara gue. Gue nggak mau loe terlubat skandal dengan wanita murahan itu." ucao Bram.


Bram kemudian membaca beberapa dokumen yang harus dibicarakannya dengan Bayu. Bram serius dengan semua dokumen itu.


Sedangkan Vina sibuk melihat ponselnya yang dari tadi sudah ditungguinya untuk berdering baik panggilan masuk atau hanya sekedar notifikasi pesan. Tetapi setelah lelah menunggu ponsel tersebut tidak menunjukkan tanda tanda akan berbunyi.


✉️ Vina


Sayang kamu dimana? Kok nggak kantor


✉️ Vina


Sayang kenapa nggak balas


✉️ Vina


Sayang kamu sama wanita gaek itu ya?


Sudah berbagai pesan dikirim Vina kepada Aris tetapi sama sekali tidak ada tanggapan apapun. Vina mulai kesal dengan Aris. Dia langsung menghubungi ponsel Aris. Tetapi sayangnya ponsel tersebut tidak bisa dihubungi. Vina semakin uring uringan. Dia tidak ingin hubungan Aris dengan Gina kembali membaik.


"Aris menyebalkan. Awas saja kamu besok, tidak akan bisa menyentuhku." kata Vina dengan kesalnya.

__ADS_1


Bram yang melihat Vina uring uringan di mejanya langsung saja tersenyum sumringah.


"Vina kali ini gue nggak akan tinggal diam. Gue akan buat lie berjauhan dengan Aris. Gue tau Aris akan berusaha untuk dekat dengan elo. Tapi ingat Vina, selagi ada gue maka usaha loe akan sia sia" kata Bram sambil menatap sinis Vina.


__ADS_2