
"Sayang tidur sana, biar aku yang jagain Arga. Kamu dari pagi udah sama dia aja." ujar Aris yang baru pulang dari kantor kepada Gina yang terlihat sangat lelah.
"Nggak apa apa sayang. Aku masih bisa kok. Kamu sekarang mandi setelah itu baru main dengan Arga." ujar Gina sambil membantu membukakan semua pakaian kantor Aris.
Aris yang melihat Gina membuka pakaian kantornya langsung berubah pikiran. Dia menatap tajam Gina. Dari mata Aris terlihat kalau Aris begitu sangat menginginkan Gina.
"Apa?" tanya Gina sambil mengedipkan matanya.
"Nggak ada apa apa." jawab Aris yang tangannya sudah mulai menggerayangi tubuh istrinya yang udah lama tidak di sentuhnya.
Gina juga tidak tinggal diam. Dia juga mengikuti permainan suaminya itu. Gina juga merindukan belaian mesra suaminya.
Gina kemudian mencium mesra bibir srksi suaminya yang akan selalu menjadi candu bagi Gina. Bibir yang akan membuat dia tergila gila karena permainannya. Mereka berciuman sangat lama. Seakan akan ciuman itu bisa menuntaskan segala sesuatu yang terpendam selama ini. Aris terus saja memainkan gundukan dua milik Gina. Sebenarnya Aris ingin memasukan gundukan itu ke dalam mulutnya. Tapi sekarang dia harus bersabar, karena Arga lebih membutuhkan daripada dirinya.
Aris terus bermain di sana. Gina sangat menikmati permainan itu. Permainan yang membuat Gina bergetar melayang.
"Sayang, jadi bayi besar." ujar Gina yang sudah tidak tahan lagi.
"Tapi sayang?" ujar Aris yang ragu untuk menjadi bayi besar.
"Ayolah sayang, aku bener bener pengen kamu jadi bayi besar." ujar Gina sambil menatap Aris dengan tatapan yang begitu membuat Aris terbakar.
"Baiklah" ujar Aris yang mengalah dengan kehendak istrinya yang sangat cantik itu, lebih cantik lagi dalam posisi seperti ini. Posisi pakaian atas yang sudah tidak beraturan.
Aris kemudian merebahkan Gina ke atas ranjang mereka. Aris mulai membuka pakaian atas milik Gina. Aris melakukannya dengan sangat pelan sekali. Aris ingin menikmati setiap inci tubuh bagian atas milik istrinya itu.
Gina yang melihat Aris sengaja melakukannya dengan perlahan, memiliki niat lain. Gina langsung menyerang Aris tepat di bagian dadanya. Gina menikmati pecahan gunung yang dimiliki oleh Aris.
"Ah. Sayang" ujar Aris kepada Gina yang belum siap menerima serangan mendadak.
"Sayang." ujar Gina kembali dengan wajah yang bener bener susah dikondisikan.
Aris yang paham dengan keinginan Gina kembali menjalankan aksinya. Aris mencium setiap inci tubuh Gina. Aris kemudian berlama lama bermain di gundukan kembar itu. Aris ingin membuat Gina keluar dengan hanya memainkan gundukan kembar.
"Sayang" ujar Gina sambil menggigit bibir bawahnya.
"Jangan lakukan itu sayang. Aku takut khilaf terhadap dirimu." jawab Aris.
__ADS_1
Gina meraih sesuatu yang membesar di bagian bawah badan Aris. Gina meremas bagian itu sambil menatap Aris dan menggigit bibirnya.
"Sayang jangan." ujar Aris.
"Aku pengen dan sangat kangen." ujar Gina sambil terus memainkan benda kenyal itu.
Aris menikmati permainan dari Gina. Aris membiarkan Gina memainkan benda kenyal miliknya. Dia ingin keluar dibantu oleh tangan Gina. Dia sudah capek bermain solo karier terus.
"Ah sayang." ujar Aris sambil menatap mata Gina.
"Lakukan sayang." ujar Gina sambil merebah di atas badan Aris.
"Lakukan sayang." ujar Gina berbisik di telinga Aris dengan suara seksinya.
"Apakah udah bisa?" tanya Aris kembali berbisik.
Gina menjawab pertanyaan Aris dengan mencium bibir seksi suaminya. Aris yang sudah lama mendengar jalan lapang itu, langsung membalas ciuman dari Gina. Dia tidak lagi menahan nahan permainan itu.
Aris melepaskan semua pakaian Gina. Dia melihat ternyata Gina sudah tidak memakai tambahan di ****** ********. Aris tersenyum bahagia.
"Sayang masukin." ujar Gina kepada Aris.
Aris menyiapkan benda keramatnya untuk kembali ke sarangnya. Saat Aris baru menrkan agar masuk. Tiba tiba.
Oek oek oek, terdengar tangisan Arga dari speker yang terhubung dari kamar Arga ke kamar Aris. Aris kaget mendengar suara tangis anaknya. Dia berniat untuk membatalkan kegiatannya sore hari ini bersama dengan Gina. Dia lebih memilih untuk menunggu.
"Sayang, urus Arga dulu. Nanti malam kita lanjutin." ujar Aris.
"Dia akan tidur lagi sayang. Arga memang gitu." ujar Gina yang tidak ingin melepas Aris dan benda keramatnya. Gina sudah sangat benar benar kepengen.
Aris kemudian kembali menekan benda keramatnya. Saat benda itu masuk kembali ke sarangnya. Aris mulai melakukan gerakan favorit mereka. Mereka sama sama melakukan dengan sangat agresif.
"Sayang kita main cepat ya. Nanti malam baru main lama." ujar Aris kepada Gina.
Gina hanya membalas dengan anggukan kepala saja. Dia sudah tidak bisa lagi mengeluarkan suaranya, karena sesuatu yang nikmat berada di bawah sana mengisi bagin tubuhnya yang sensitif.
"Ah keluar sayang." ujar Aris di telinga Gina.
__ADS_1
"Aku juga." jawab Gina sambil memeluk Aris yang berada di atasnya.
"Makasi sayangku." ucap Aris.
Aris mengecup kening istrinya. Dia begitu sangat memuja istrinya.
"Sayang apakah aku gendutan sekarang sayang?" tanya Gina kepada Aris.
"Sama sekali tidak sayang. Kamu seperti biasa. Tidak ada yang berubah dari tubuh indah mu." ujar Aris sambil menatap tubuh indah istrinya.
"Aku mencintaimu sayang."
"Aku mencintaimu. Sekarang kamu istirahatya. Aku mau mandi. Blip main sama aku aja." ujar Aris sambil menyelimuti tubuh istrinya.
"Aku bersih dulu." ujar Gina.
Gina masuk kedalam kamar mandi. Dia membersihkan dirinya. Setelah itu barulah Gina beristirahat. Sedangkan Aria yang selesai membersihkan diri, pergi menemani Blip untuk bermain. Dia sangat kangen dengan anak tampannya itu.
"Hay sayangku cintaku tampanku. Apakah kamu kangen dengan Daddy tampan mu ini?" tanya Aris kepada Arga yang ternyata sudah bangun dan sedang bermain dengan mainan miliknya.
Saat mendengar suara Daddynya Arga langsung melemparkan mainan yang dipegangnya tadi. Dia menjulurkan tangannya kepada Aris.
"Kamu mau digendong sayang?" tanya Aris kepada Arga.
Aris menggendong Arga. Dia membawa Arga menuju taman belakang rumah. Di sana sudah ada Mami dan Papi serta Frenya yang sedang duduk.
"Hay cucu oma, sudah mandi belum?" tanya Mami sambil menggoda Arga.
"Udah Oma. Aku udah harum." jawab Aris.
Arga yang melihat Frenya langsung menangis minta di gendong oleh Frenya.
"Kamu mau digendong uni sayang?" tanya Aris kepada Arga.
Saat mendengar nama Frenya disebut, Arga langsung terdiam dari tangisnya. Aris memberikan Arga kepada Frenya.
"Adiak Uni mau gendong sama Uni?"
__ADS_1