Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
Kesetiaan Seorang Istri + 31


__ADS_3

"Semoga sukses, cayo" kata Rani memberikan semangat kepada Frenya.


"Kamu harus semangat Nya" lanjut Rani memberikan sokongan yang sangat luar biasa kepada Frenya untuk memberikan kejutan yang sudah bisa dipastikan akan membuat semua anggota keluarga mereka menjadi sangat bahagia hari ini.


"Makasi uni. Aku akan pastikan kejutan ini akan berhasil" jawab Frenya.


Frenya kembali berjalan ke kamarnya dengan sedikit tergesa gesa. Frenya takut kalau Juan sudah berada di dalam kamar mereka. Jadi kejutan itu harus sedikit di tukar caranya oleh Frenya. Dia membuka pintu kamar dengan sangat palan. Frenya melihat kalau Juan masih berada di dlam kamar ganti, karena dalam kamar seluas itu tidak terlihat penampakan dari wajah tampan Juan.


"Huft untung saja Juan masih di dalam ruang ganti. Kalau sudah di kamar kan jadi harus berpikir lagi" kata Frenya saat telah memastikan kalau Juan masih di dalam kamar mandi.


Frenya bergegas manaruh kado yang akan menjadi kejutan untuk Juan di atas kasur yang mudah terlihat oleh Juan. Frenya membuat kado itu menjadi sangat mencolok. Tadi sebelum pulang Frenya sudah meminta pelayan yang biasanya mengurus kamarnya mengganti alas kasur mereka menjadi warna hitam bercorak. Sehingga bungkus kado berwarna biru terang itu menjadi sangat mencolok saat di taruh di atas kasur.


Setelah menaruh kado di atas kasur, Frenya memilih untuk duduk di kursi meja rias. Dia berpura pura sedang merapikan riasannya. Hal ini hanya untuk mengelabui Juan saja.


Juan berjalan dengan gagahnya dari dalam kamar ganti. Dia sudah sangat tampan, apalagi kali ini Juan memakai baju koko warna putih gading dan kain sarung yang bermotif. Pakaian yang biasanya dipakai oleh Juan saat mereka akan berjamaah di mushalla mansion. Juan yang sudah tampan menjadi lebih tampan lagi dengan pakaian muslim yang sedang dipakainya sekarang ini.


Juan melihat ke arah kasur, di sana ada sebuah kado yang terbungkus dengan kertas kado warna biru. Bungkusan yang sangat mencolok di tengah tengah alas kasur warna hitam. Kado yang berukuran tidaklah besar tetapi lumayan membuat Juan penasaran.


"Sayang, siapa yang ulang tahun?" tanya Juan saat melihat kado yang ada di atas kasur mereka.


"Nggak ada yang ulang tahun sayang." jawab Frenya dengan santainya


"Terus itu kado untuk siapa? Untuk teman kamu?" tanya Juan sambil menunjuk kado berwarna biru itu.


"Nggak sayang. Aku hanya ingin memberikan kamu kado saja. Emang salah ya?" tanya Frenya sambil melihat ke arah Juan.


"Nggak ada yang salah sayang" jawab Juan.


"Jadi, sekarang buka sayang. Nanti keburu orang azand" kata Frenya meminta Juan untuk membuka kado yang telah diberikan oleh Frenya kepada Juan.


"Jadi ini kado beneran untuk aku?" tanya Juan meyakinkan sekali lagi kalau kado itu memang untuk dirinya.


Frenya mengangguk kan kepalanya meyakinkan Juan kalau kado itu memang diberikan oleh Frenya untuk Juan.


Juan mengambil kado tersebut.


"Kok berat ya sayang? Pasti ini bukan pakaian atau yang lainnya" ujar Juan menebak isi kado yang diberikan oleh Frenya kepada dirinya.


"Sama sekali bukan sayang. Kamu harus buka sendiri. Ini kado lain dari yang lain" kata Frenya dengan santainya.


Apa yang dikatakan oleh Frenya semakin membuat Juan menjadi penasaran dengan isi kado tersebut.

__ADS_1


"Aku sangat berharap kamu menyukai kado yang aku berikan sayang" kata Frenya sambil tersenyum.


"Apapun itu aku pasti akan bahagia sayang" jawab Juan yang selalu bahagia setiap menerima hadiah dari Frenya.


Juan membuka kado itu dengan tergesa gesa. Dia sudah tidak sabaran lagi melihat apa yang diberikan oleh Frenya kepada dirinya. Juan main sobek saja bungkus kado yang sudah dipilih oleh Frenya dalam waktu lima belas menit. Sedangkan Juan, merobeknya dalam hitungan detik saking penasarannya Juan dengan isi kado yang diberikan oleh Frenya kepada dirinya.


Frenya yang melihat Juan membuka kado dengan tergesa gesa hanya bisa tersenyum saja. Frenya sangat bahagia sekali melihat ketidak sabaran Juan untuk melihat kado yang diberikan oleh dirinya.


"Fhoto?" ujar Juan berkata kepada Frenya saat melihat kotak fhoto saat semua bungkus kado itu telah selesai di buka oleh Juan.


"Ya fhoto. Coba lihat dengan teliti. Itu fhoto bukan sembarangan fhoto" perintah Frenya selanjutnya kepada Juan.


"Sayang semua perkataan kamu yang kamu katakan dari tadi kepada aku, semua membuat aku penasaran sayang" ujar Juan sambil menatap ke arah Frenya dan kotak fhoto bergantian.


"Makanya sayang ayo buka" kata Frenya yang sekarang sudah berada di depan Juan Aleksander suami yang paling dicintainya itu.


Juan membuka kotak tersebut. Dia mengeluarkan sebuah figura fhoto dengan model klasik tersebut. Juan membalik figura fhoto itu.


Dia menatap tidak percaya ke arah Frenya sesaat setelah melihat apa yang ada di dalam figura fhoto itu. Juan benar benar tidak menyangka dengan apa yang ada di dalam figura fhoto tersebut. Frenya tersenyum kepada Juan, dengan reflek Frenya memegang perutnya.


"Kamu hamil sayang?" tanya Juan dengan air mata yang sudah berlinang dimata elangnya itu.


Frenya mengangguk, dia sudah tidak sanggup berkata apa apa lagi sekarang. Frenya menyangka dia akan sanggup mengeluarkan kata kata saat Juan bertanya tentang kehamilannya. Tetapi nyatanya tidak sama sekali, Frenya hanya bisa mengangguk saja.


"Jadi di sini ada Juan junior sekarang?" tanya Juan sambil menaruh telunjuknya di atas perut Frenya.


Frenya berusaha mengumpulkan kembali suaranya yang sempat menghilang entah kemana itu. Frenya berusaha dengan sungguh sungguh.


Juan mengangkat kepalanya untuk menatap Frenya. Frenya tak kunjung menjawab setiap pertanyaan yang diajukan oleh Juan kepada dirinya.


"Sayang, jadi di sini sekarang ada Juan Junior?" tanya Juan mengulang pertanyaannya yang sama kepada Frenya.


"Iya sayang, di sini ada Juan Junior sekarang" jawab Frenya dengan air matanya yang sudah keluar dan jatuh di pipi Juan.


Juan memeluk Frenya sekali lagi. Dia benar benar sangat bahagia sekarang ini mendengar dan menyaksikan kalau dalam rahim Frenya sudah ada anak kandungnya di sana.


Juan kemudian mendudukkan Frenya di tas pangkuannya. Frenya mengalungkan tangannya di leher Juan untuk menjaga keseimbangan agar dirinya tidak jatuh.


Juan mengambil kembali figura fhoto yang diberikan oleh Frenya kepada dirinya.


"Jadi ini alat tes kamu?" tanya Juan sambil menunjuk alat tes kehamilan yang bergaris dua menandakan kalau Frenya positif sedang hamil.

__ADS_1


"Iya sayang. Ini alat tesnya" jawab Frenya.


"Kapan kamu tes? Kok aku sampai nggak tau?" tanya Juan penasaran.


"Tadi saat ke rumah sakit menemui Uni" jawab Frenya.


"Nah kalau yang ini apa?" lanjut Juan bertanya kepada Frenya.


"Ini fhoto hasil USG nya untuk memastikan apakah aku hamil atau tidak" jawab Frenya sambil tersenyum bahagia.


"Dan hasilnya aku hamil tiga minggu sayang" jawab Frenya dengan bangga mengatakan usia kehamilabbya kepada Juan


"Makasih sayang, sungguh terimakasih banyak. Aku sangat bahagia mendengar kehamilan kamu sayang" kata Juan yang tidak tau lagi harus bagaimana mengatakan kebahagiaannya kepada Frenya.


Frenya hanya bisa memeluk Juan. Sepasang suami istri ini sangat bahagia sekarang. Anak yang mereka tunggu tunggu setelah menikah selama dua tahun. Akhirnya Tuhan memberikan kepercayaan kepada Frenya dan Juan untuk memiliki momongan.


"Dia hadir di waktu yang tepat sayang" ujar Frenya.


"Ya. Dia hadir di waktu yang tepat" jawab Juan.


Sepasang istri ini saling manatap satu dengan yang lainnya. Mereka benar benar larut dalam kebahagiaan.


"Sayang, kita maghrib di kamar aja lagi ya. Kita nggak akan bisa lagi ke bawah, bisa telat kita nanti" ujar Frenya saat melihat jam dinding kamar.


"Ya, lagian aku ingin berdua dengan kamu saat ini" kata Juan yang enggan melepaskan pelukannya dari Frenya.


Mereka berdua sama sama terdiam, hanya mata saling menyapa antara satu dengan yang lainnya. Juan dan Frenya saling menatap.


"Aku mencintai mu" kata Juan kepada Frenya.


"Aku mencintai mu" ujar Frenya kepada Juan.


"Kita sholat dulu sayang. Nana dan yang lain nanti akan lama menunggu kita di ruang makan" ujar Frenya mengajak Juan untuk sholat maghrib.


Mereka berdua bergantian mengambil air untuk bersuci. Setelah itu sepasang suami istri yang sekarang sedang dilingkupi oleh kebahagiaan yang tidak bisa mereka bayangkan sedang melaksanakan sholat berjamaah.


Juan sampai menangis menghaturkan doa dan ucapan terimakasih kepada Tuhan karena telah memberikan kebahagiaan yang tidak bisa mereka lukiskan bagaimana bahagianya mereka.


"Sayang, gimana cara kita memberitahukan kabar bahagia ini kepada keluarga kita?" tanya Frenya kepada Juan.


"Serahkan ke aku sayang" jawab Juan dengan nada pasti.

__ADS_1


"Oke" Frenya setuju untuk memberikan tugas itu kepada Juan.


__ADS_2