
Gina yang semangat karena masih diperbolehkan Aris untuk kerja bangun pagi pagi sekali. Gina akan membuatkan sarapan untuk keluarganya. Gina kemudian membasuh mukanya dan menggosok gigi serta mengikat ke atas rambutnya yang panjang sebahu itu.
Gina kemudian turun ke dapur untuk membuat sarapan. Gina melihat seorang maid sedang menyiapkan bahan bahan untuk di masak.
"Bik, ini mau dimasak apa ya?" kata Gina yang melihat ada nasi putih dan mie yang sudah siap di rebus.
"Ooo rencananya mau dibuat nasi goreng pake mie Nyonya muda"
"Biar saya saja yang masak bik. Bibik cari kerja yang lainnya aja ya."
"Jangan Nyonya muda, nanti saya dimarahi Tuan muda." jawab bibik yang menolak kalau Gina yang akan memasak sarapan.
"Nggak apa apa bik. Saya sudah biasa melakukannya di rumah" ucap Gina sambil mengambil pisau yang ada di rak rak dan mulai mengupas semua bumbu.
Maid yang tidak bisa melarang lebih jauh lagi terpaksa membiarkan Nyonya Mudanya itu untuk memasak sarapan. Maid akan melihat lihat dari jauh kalau kalau nyonya mudanya membutuhkan bantuan. Gina kemudian memasak minas tersebut. Gina juga menggoreng telur mata sapi dan ayam goreng mentega. Gina mengerjakannya dengan sangat telaten. Maid yang melihat langsung tersenyum bangga kepada Gina.
"Tuan muda pandai sekali mencari istri. Selain cantik, kaya, pinter masak lagi. Semoga pernikahan mereka berjalan dengan lancar. Aamiin."
Tidak terasa semua masakan sudah diselesaikan oleh Gina. Gina sudah menata di atas piring saji. Gina juga sudah membuat lemon tea untuk minum pagi keluarganya.
"Bik, tolong letakkan di meja makan ya bik. Saya mau membangunkan suami saya dulu" ucap Gina kepada maid.
Gina kemudian mengambil air minum suam suam kuku untuk Aris. Aris semenjak menikah dengan Gina harus meminum air suam suam kuku setiap hari. Ginalah yang membuat Aris untuk terbiasa meminum air tersebut. Aris merasakan setelah rutin meminum air suam suam kuku setiap pagi, badannya terasa lebih enak diajak untuk bergerak. Gina kemudian meletakkan air minum Aris di nakas dekat tempat tidur. Gina kemudian mandi membersihkan badannya yang sudah lengket habis memasak sarapan. Selesai mandi Gina membangunkan Aris yang masih tertidur nyenyak.
"Sayang bangun yuk, sholat subuh belum sayang"
"Hm" kata Aris sambil menunjuk bibirnya.
Gina yang paham dengan kode dan kebiasaan Aris setiap bangun tidur langsung saja mencium bibir Aris sekilas. Aris yang sudah mendapatkan moodboster paginya langsung duduk dan beranjak ke kamar mandi. Selesai mandi Aris sholat subuh.
Selesai sholat, Aris melihat Gina sedang memakai bajunya. Aris kemudian memakai baju yang sudah disiapkan Gina untuk dirinya. Hari ini mereka tampil sangat serasi, sama sama memakai warna navy. Aris memakai jas lengkap berwarna navy sedangkan Gina memakai dress dibawah lutut berwarna navy.
__ADS_1
Gina kemudian duduk di atas kursi riasnya. Dia mulai memoleskan beberapa scincare dan makeupnya. Aris memerhatikan Gina yang sedang berdandan itu. Gina sadar ada yang memerhatikannya dari tadi langsung saja menggerakkan badannya dengan gaya sensual.
"Hahahahahahaha, sayang sayang jangan mulai deh" kata Aris.
Gina yang melihat Aris belum menyisir rambutnya langsung saja mendudukkan Aris di kursi riasnya. Gina mengambil minyak rambut Aris kemudian mengusapnya ke rambut Aris. Gina membuat rambut Aris dengan acak acakan sehingga membuat Aris terlihat sangat hot dan seksi. Gina tersenyum bangga dengan hasil karyanya di rambut Aris. Aris sebenarnya tidak suka, tetapi melihat Gina yang senang Aris membiarkan saja model rambutnya seperti itu untuk hari ini.
Gina melihat Aris yang belum memakai dasinya. Gina kemudian memilihkan dasi yang cocok dan juga jam tangan yang cocok untuk Aris pakai hari ini. Gina kemudian memakaian dasi Aris dengan rapi. Selesai memasangkan dasi Aris, Gina mengecup sekilas bibir ranum seksi milik suaminya itu.
"Ow mulai nakal ya sayang pagi pagi" kata Aris yang terkejut mendapat serangan mendadak dari Gina.
"Sekali sekali" ucap Gina.
Gina kemudian mengambil tas kerjanya dan juga tas kerja Aris. Mereka kemudian turun menuju ruang makan. Disana sudah duduk Papi, Mami dan Bram. Mami yang melihat Gina sudah memakai pakaian kantor menatap ke Aris meminta jawaban.
"Mami, Gina masih Aris bolehkan untuk bekerja. Tetapi saat Gina sudah isi nanti, maka tidak akan Aris biarkan Gina untuk bekerja" ucap Aris yang paham akan arti tatapan maminya.
"Mami, Gina janji tidak akan menomorduakan keluarga Gina. Gina akan pulang sebelum kak Aris pulang." kata Gina sambil tersenyum kepada Mami.
"Maaf sayang" ucap Gina yang salah memanggil sebutan untuk Aris.
Mereka kemudian makan dengan lahapnya. Gina selalu memerhatikan setiap kebutuhan Aris. Mulai dari mengambilkan sarapan sampai dengan menuang air minum dan mengisi air minum Aris yang sudah kosong. Papi dan Mami merasa senang dengan perhatian Gina kepada Aris. Mereka senang Aris tidak salah dalam memilih istri.
Selesai makan mereka semua berangkat menuju kantor. Aris dengan Gina yang disupiri oleh Bram. Sedangkan papi dengan asisten pribadinya.
"Sayang nanti jangan pulang dengan taksi atau diantar Afdhal. Nanti akan dijemput supir dari kantor" ucap Aris.
Aris tidak mau Gina naik taksi online dan juga tidak mau Gina merepotkan Udanya yang juga banyak kerjaan itu.
"Siap sayangku. Aku tidak akan merepotkan Uda dan akan menunggu jemputan dari dirimu" ucap Gina sambil meletakkan tangan Aris diatas pahanya. Aris tersenyum dengan tingkah Gina yang sudah mulai terbuka dengan Aris.
Sepanjang perjalanan Gina terus menggenggam tangan Aris. Aris dan Gina tidak memperdulikan kehadiran Bram ditengah tengah mereja berdua.
__ADS_1
"Ya lah anggap aja dunia milik loe berdua. Gue ngontrak" ucao Bram dengan kesalnya.
"Sirik aja loe kak" ucap Gina dengan senyum mengejeknya.
Tak terasa mereka sudah sampai di perusahaan Bramantya Grup. Gina kemudian turun dari mobil, tetapi mendadak dia masuk lagi kedalam mobil.
"Apa yang tinggal sayang?" kata Aris.
Gina kemudian mencium bibir Aris dan mencium tangan Aris." Ciuman ku tinggal sayang" ucao Gina yang kembali turun dari mobil untuk masuk kedalam kantornya.
"Ris gila juga Gina. Sering kayak gitu Ris?"
"Mayan Bram. Kadang gue berpikir lebih agresif dia dari gue."
"Hahahahaha. Mantan casanova kalah sama cewek lugu"
"Hahahahaha. Lucu loe"
"Ris sepertinya loe harus bikin kejutan untuk Gina, Ris.. Agar loe nggak kalah terus dengan Gina. Masak Gina ngasih loe kejutan loe nggak pernah ngasih dia kejutan."
"Apa ya Bram. Kalau belanja dia nggak akan mau lagi. Perhiasan sama aja."
"Lie datangin aja ke kantornya nanti siang. Ajak makan siang." usul Bram.
"Bagus ide loe. Gue bungkus yang itu. Tolong loe reservasi salah satu restoran untuk gue dengan Gina nanti siang. Buat seromantis mungkin" Aris bersemangat memerintah Bram untuk mewujudkan makan siang romantis dia dan Gina.
"Nyesel gue Ris ngasi loe ide." kata Bram sambil menatap kesal Aris.
"Sekali sekali Bram"
Mereka akhirnya sampai di kantor. Aris akan mulai kembali bekerja. Dia juga akan merencanakan bulan madu terindah dengan Gina selepas lebaran. Aris berjanji tidak akan menyentuh Gina sampai mereka pergi berbulan madu. Tetapi Aris belum mendiskusikannya dengan Gina perihal masalah menyentuh Gina.
__ADS_1