Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
EKSTRA 30


__ADS_3

"sayang, kapan kamu akan mengumumkan kepada semua orang kalau Argha akan memimpin perusahaan GA Grub mulai besok pagi. Aku tidak mau nanti semua pebisnis menganggap Argha hanya sebagai pengganti Frenya sementara. Aku sudah berjanji kepada Juan kalau Frenya hamil maka semua urusan perusahaan akan beralih kepada Argha." kata Ghina sambil berdiri menghadap suaminya itu.


Ghina mengira tadi Aris akan memberikan pengumuman tentang pemimpin perusahaan GA Grub yang baru. Tetapi ternyata itu tidak dilakukan oleh Aris. Aris hanya mengungkapkan kata kata romantis dan pujian terhadap Ghina. Ghina pun melakukan hal yang sama dengan Aris. Ghina juga memuji Aris.


"Aku tidak mau sesuatu terjadi kepada Frenya. Lagian waktu kita memeriksa keadaan Frenya di rumah sakit. Kita semua sudah sepakat kalau Argha yang akan melanjutkan memimpin perusahaan itu. Kenapa kamu tidak menyampaikannya tadi sayang" lanjut Ghina yang tidak tahu apa sebenarnya alasan Aris sehingga tidak mengatakan kepada semua orang kalau Argha yang akan melanjutkan memimpin perusahaan GA Grub ke depan.


Aris mendengar semua yang dikatakan oleh Ghina kepada dirinya. Aris tidak satupun membantah ucapan dari Ghina. Sama sekali tidak ada.


"sayang, sebenarnya aku tadi mau mengumumkan hal itu. Tetapi, aku tidak ada hak untuk melakukan itu sayang" ujar Aris sambil menatap wajah istrinya itu.


Ghina memandang dengan pandangan tidak mengerti kepada Aris. Kenapa Aris bisa mengatakan kalau di tidak berhak untuk mengumumkan hal itu kepada semua orang yang berada di sana.


"kenapa ngomong kamu tidak berhak sayang?" ujar Ghina yang sama sekali tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Aris kepada dirinya.


Aris menatap ke arah Ghina, Aris gagal paham kenapa Ghina tidak juga mengerti dengan maksud pembicaraan dari Aris tadi.


"Sayang, perusahaan itu adalah milik kamu dan anak anak kita. pada perusahaan itu tida ada sama sekali saham aku di sana sayang, sehingga aku tidak berhak untuk memberikan pengumuman itu." kata Aris menerangkan kepada Ghina kenapa dirinya sama sekali tidak mau memberikan pengumuman itu tadi di depan semua tamu undangan dan kolega bisnis perusahaan mereka.


"Jadi aku sarankan kepada kamu sayang. untuk Frenya, Daniel atau langsung kamu saja yang mengumumkan pengganti Frenya di perusahaan. jadi semua orang akan langsung paham. kalau aku yang mengumumkan, tidak akan mungkin. semua orang tahu, kalau aku tidak ada saham di perusahaan itu" ujar Aris memberikan pandangan dan masukannya kepada Ghina tentang siapa yang harus memberikan pengumuman tentang siapa yang seharusnya dan selayaknya memberikan pengumuman tentang pergantian kepemimpinan di perusahaan GA Grub.


Ghina mendengar semua yang dikatakan oleh Aris tadi kepada dirinya. Aris memang benar, sudah selayaknya Ghina atau tidak Frenya memberikan pengumuman tentang pergantian kepemimpinan di perusahaan GA Grub da semua anak cabangnya.

__ADS_1


"Baiklah sayang, aku sendiri yang akan mengumumkan kepada semua orang tentang pergantian pemimpin perusahaan." ujar Ghina yang telah memutuskan kalau dia sendiri yang akan memberitahukan kepada semua orang secara resmi kalau pimpinan perusahaan GA Grub sudah berpindah tangan.


"aku sangat setuju sayang. memang kamu yang berhak memberikan pengumuman itu. karena kamu adalah presiden direktur perusahaan. " ujar Aris yang memang lebih memilih Ghina memberikan pengumuman itu dari pada Frenya ataupun Daniel.


Aris dan Ghina yang telah memutuskan kalau Ghina yang akan memberikan pengumuman tentang pengalihan kepemimpinan perusahaan kembali menemui beberapa kolega bisnis mereka. mereka terlihat mengobrol santai membahas berbagai hal tentang bisnis sampai dengan kehidupan sosialita.


Sebenarnya Ghina paling malas membahas hal itu karena tidak sesuai dengan dirinya. Ghina bukan tipe orang yang suka kumpul kumpul untuk arisan seperti istri pengusaha lainnya. Ghina lebih memilih untuk berada di rumah sambil bermain dengan cucunya Zey yang sekarang sudah berumur satu tahun dan sedang lucu lucunya itu.


Pernah hari itu Ghina sedang pergi keluar mansion untuk bertemu dengan para istri pengusaha termasuk Mira. Saat mereka sedang mengobrol, Ghina yang kebetulan tidak membawa ponselnya mendapatkan kabar dari pengawal yang setia mengikuti dirinya kalau Zey demam tinggi. Sejak saat itulah Ghina saat sekali tidak mau berkumpul lagi. bahkan Ghina dan mira memilih untuk keluar dari Grub perkumpulan istri para pengusaha yang melakukan aksi sosial dan arisan milyaran itu.


"Nyonya Ghina, kan cucunya udah usia satu tahun itu dan ada baby sister untuk menjaganya. Nyonya Ghina dan nyonya mira gabung lagi dengan kita kita ya. Kita rencananya akan ada melakukan aksi sosial di daerah terdampak pandemi demam berdarah" ujar seorang nyonya yang ditunjuk sebagai ketua perkumpulan Nyonya nyonya pengusaha itu.


"Maaf nyonya, saya sepertinya tidak ikut, karena ada sesuatu yang harus saya prioritaskan. Tetapi kalau masalah dana saya akan selalu bantu. Untuk pergi dan arisan saya yang sama sekali tidak bisa" ujar Ghina yang kembali menolak ajakan para ibu ibu sosialita itu untuk melakukan kumpul kumpul kembali seperti dulunya.


sudah cukup rasanya bagi Ghina mereka kumpul kumpul waktu itu. sekarang Ghina tidak akan melakukannya lagi karena urusan Ghina di mansion lebih banyak dari pada harus kumpul kumpul di luar seperti sebelumnya. semua nyonya yang berkumpul itu saling bertatapan antara satu dengan yang lainnya. mereka tadi sudah mengkhayal jalau Ghina dan mira pasti sudah mau ikut perkumpulan merwka lagi. tetapi ternyata jawaban Ghina dan mira masih sama dengan jawaban beberapa bulan yang lalu.


"ayolah nyonya Ghina. apa salahnya berkumpul kumpul dengan kami. kita kan tidak ada melakukan hal hal yang aneh aneh" ujar salah seorang nyonya mencoba untuk membujuk Ghina agar mau ikut dalam perkumpulan mereka kembali.


"Bener itu nyonya Ghina. selain kita kumpul kumpul, kita kan selalu mengadakan kegiatan sosial. jadi perkumpulan kita itu bukan perkumpulan yang hanya terbuang sia sia saja. " ujar salah seorang nyonya menambahkan apa yang dikatakan oleh sahabatnya kepada Ghina.


"nyonya mira juga, mari gabung kembali. semakin banyak kita yang gabung kendalam perkumpulan ini maka akan semakin banyak kita akan melakukan sesuatu kebaikan untuk semua orang" ujar salah satu nyonya yang terkenal paling banyak ikut dalam perkumpulan para istri pengusaha.

__ADS_1


Ghina menatap ke arah Mira. Mereka berdua tersenyum dan sudah mengerti apa yang akan mereka katakan kepada semua nyonya yang ada di sana.


"Nyonya nyonya semua, saya dan Mira akan bergabung kembali dalam perkumpulan ini. Tetapi maaf kami berdua sama sekali tidak akan bisa hadir dalam setiap acara. Kami berdua hanya bisa bantu dalam dana saja." ujar Ghina menjawab perkataan dari semua pertanyaan dan bujukan yang diberikan oleh semua nyonya yang ada di sana kepada mereka berdua.


"Tapi sekali sekali kami akan hadir juga. Kalau waktu dan keadaan memungkinkan" sambung Mira yang tidak mau semua orang yang ada di sana beranggapan kalau Ghina dan Mira hanya jadi penyumbang dana karena mereka dari keluarga yang sukses.


"baiklah Nyonya Ghina nyonya mira, kami setuju dengan apa yang nyonya berdua katakan. Kami akan sangat paham dengan semuanya. Tapi kami berharap Nyonya berdua sekali sekali bisa mengikuti acara yang ada. Selamat bergabung kembali dalam perkumpulan ini Nyonya" ujar ketua perkumpulan itu mewakili semua anggota untuk mengucapkan selamat bergabung kepada Ghina dan Mira.


Semua Nyonya Nyonya pengusaha itu kembali melanjutkan obrolan mereka tentang acara kemanusiaan yang akan mereka lakukan di daerah yang terdampak pandemi demam berdarah. Mereka sedang sibuk membicarakan kapan mereka akan pergi dan apa saja yang akan mereka bawa.


"Menurut aku, gimana kalau kita kirimkan saja semua sembako itu ke sana. Kita tidak akan diizinkan suami suami kita kalau kita ke daerah yang sedang terjangkit demam berdarah itu" ujar salah satu Nyonya mengemukakan pendapatnya tentang bagaimana kalau mereka hanya mengirimkan saja semua sembako yang akan mereka sumbangkan


"kita putuskan besok sajalah. kita akan buat satu pertemuan untuk membahas masalah itu" ujar ketua perkumpulan mengambil jalan tengah kalau mereka akan mengadakan pertemuan guna membahas masalah untuk kegiatan sosial itu.


"Permisi Nyonya Nyonya. saya culik istri kesayangan saya dulu" ujar Aris kepada semua Nyonya Nyonya yang ada di sana.


Aris menggandeng tangan Ghina menuju panggung kembali.


"Sudah saatnya. Hari sudah malam. Kasihan Zey kalau harus pulang terlalu larut malam" ujar Aris berbicara kepada Ghina sambil berjalan menuju panggung.


"Oke" jawab Ghina yang paham dengan apa yang diinginkan oleh Aris kepada dirinya.

__ADS_1


__ADS_2