Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
Kesetiaan Seorang Istri + 43


__ADS_3

"Siap sayang?" tanya Juan kepada Frenya yang masih sibuk dengan rambutnya.


"Sayang, rambut aku nggak mau rebah ini. Semuanya berdiri berdiri" kata Frenya dengan frustasi saat melihat rambutnya banyak yang berdiri.


"Biarkan saja sayang. kamu tetap cantik kok" jawab Juan sambil mengusap rambut Frenya dengan sayang.


"tapi nanti, rambut ini akan membuat penampilan aku jatuh sayang" kata Frenya mulai galau dengan baby hair nya.


"Biarkan saja sayang. Terpenting kamu tetap terlihat cantik di mata aku. Di mata orang lain ya terserah. Aku nggak ambil pusing" kata Juan memuji dan berusaha mengembalikan mood Frenya.


"Okelah kalau begitu. Aku akan tetap. cantik di mata kamu. itu yang paling penting" kata Frenya sambil tersenyum bahagia mendengar apa yang dikatakan oleh Juan


Frenya dan Juan berjalan bergandengan tangan menuju ruang makan. Mereka berdua melihat semua anggota keluarganya sudah berada di ruang makan. Semua anggota keluarga sudah duduk di kursi mereka masing masing.


"Maaf, kami terlambat" kata Juan.


Frenya sudah duduk di kursi untuk mereka berdua. Setelah semua anggota keluarga duduk di kursi mereka masing masing, acara makan malam keluarga Soepomo sudah di mulai, mereka makan malam dengan tertib dan tidak terlibat dalam percakapan dan dialog.


"Kita ke ruang keluarga yang samping taman" kata Aries meminta semua anggota keluarga untuk duduk duduk dan berbincang bincang di taman samping mansion yang letaknya tepat di depan taman samping mansion besar keluarga Soepomo.


Semua anggota keluarga bergerak menuju taman samping mansion sesuai dengan tempat yang diperintahkan oleh Aries kepada semua anggota keluarganya. Mereka akan membicarakan masalah perusahaan Frenya di sana. Mereka harus menjalankan perusahaan milik Frenya di saat Frenya sedang berbadan dua seperti sekarang ini.


"Silahkan duduk" ujar Aries mempersilahkan semua anggota keluarganya untuk duduk di sofa yang ada di ruang keluarga.


Semua anggota keluarga kemudian duduk di sofa. Mereka duduk di sana.


"Ada apa Nana, kenapa Daddy mengumpulkan kita di sini?" tanya Daniel yang tidak mengetahui permasalahan apa yang akan mereka bahas saat sekarang ini.

__ADS_1


"Perusahaan Frenya" jawab Ghina memberitahukan kepada Daniel apa yang akan mereka bahas.


"Frenya sebelumnya Daddy minta maaf kalau nanti apa yang kami tanyakan akan membuat Uni tersingguh atau bagaimananya. Tetapi Daddy berharap Uni sama sekali tidak tersinggung dan bisa menerima apa yang kami tanyakan ini dengan sebaik baiknya" kata Aries sambil melihat ke arah Frenya.


Frenya melihat ke arah Juan, Juan mengangkat bahunya. Juan tidak tahu apa yang akan dibicarakan oleh Aries ataupun Ghina. Frenya mengalihkan pandangan matanya kepada Ghina, Ghina tersenyum.


"Tenang saja" kata Ghina dengan gerakan bibir.


Frenya mengangguk saat tau apa yang dikatakan oleh Ghina kepada Frenya. Frenya mulai sedikit lebih tenang saat tau apa yang dikatakan oleh Ghina.


"Uni, kan sekarang uni dalam keadaan hamil, sebelumnya Daddy kan sudah minta maaf sama uni" kata Aries memulai percakapannya dengan Frenya


Juan menyimak mendengar apa yang dikatakan oleh Aries kepada Frenya. Juan sama sekali tidak ikut campur dalam pembicaraan antara Frenya dengan Aries.


"Ada apa Daddy? Sampaikan saja, Uni tidak akan mempermasalahkan apa yang akan Daddy katakan kepada Uni" kata Frenya menjelaskan kepada Aries kalau dia akan baik baik saja dan tidak akan mempermasalahkan apapun tentang apa yang dikatakan oleh Aries kepada dirinya.


Aries melihat ke wajah setiap anggota keluarganya. Aries tidak tau harus memulai dari mana, tetapi kalau tidak dikatakan maka hal ini akan membuat sistem kerja di perusahaan Frenya menjadi tidak memiliki arah karena tidak punya pimpinan.


Juan dan Frenya mendengar dengan saksama apa yang akan dikatakan oleh Aries kepada mereka berdua.


"Jadi, begini Uni. Dengan kehamilan Uni yang masih baru ini, apakah uni sudah berpikir siapa yang akan menjalankan perusahaan uni ke depannya?" kata Aries yang pada akhirnya bisa mengatakan apa yang akan dikatakannya dari tadi.


Frenya tersenyum mendengar apa yang ditanyakan oleh Aris kepada dirinya. Juan juga tersenyum, mereka berdua tidak mengira kalau Aries dan Ghina juga memikirkan perusahaan milik Frenya.


"Kenapa kalian berdua tersenyum?" tanya Ghina saat melihat Frenya dan Juan yang tersenyum sumringah setelah mendengar apa yang ditanyakan oleh Aries kepada Frenya.


"Kami tersenyum karena kami bangga dengan Daddy dan Nana." kali ini yang menjawab adalah Juan.

__ADS_1


"Benar apa yang dikatakan oleh Uda, Nana, Daddy. Kami berdua sangat sangat bahagia karena Nana dan Daddy memikirkan tentang perusahaan Frenya juga" kata Frenya mengeluarkan kebahagiaan hatinya karena Aries dan Frenya juga memikirkan perusahaan milik Frenya.


"Nya, Nana tentunya memikirkan tentang perusahaan uni"


"Nana dan Daddy tidak akan mungkin melupakan perusahaan uni" kata Ghina sambil tersenyum ke arah Frenya.


"Jadi sekarang, saat kamu hamil seperti sekarang ini, apa yang akan kamu lakukan dengan perusahaan kamu. Siapa yang akan memimpin perusahaan kamu selama kekosongan kepemimpinan?" tanya Aries.


Percakapan antara Aries, Ghina dan Frenya sudah berjalan dengan cukup santai. Frenya dan Juan menerima dengan lapang hati percakapan yang terjadi antara dirinya dengan Aries dan Ghina.


Daniel dan Argha saling memandang satu sama lain, mereka berdua tidak akan ikut campur dalam pembicaraan tentang perusahaan Frenya. Mereka akan berbicara saat di minta oleh Frenya atau Aries.


"Sayang, kamu saja yang menjelaskan ke Daddy dan Nana ya" kata Frenya meminta Juan untuk menjeaskan kepada keluarga mereka tentang pembicaraan yang akan mereka lakukan saat sekarang ini.


Juan mengangguk atas permintaan yang diajukan oleh Frenya kepada Juan. Juan akan menjelaskan tentang masalah perusahaan yang telah mereka diskusikan berdua saat Frenya memberitahukan kepada Juan kalau dirinya sedang hamil.


"Maaf sebelumnya Nana dan Daddy, untuk masalah perusahaan milik Frenya, Saya dan Frenya sudah pernah mendiskusikannya." kata Juan mulai membuka percakapan dengan Aries dan Ghina serta anggota keluarganya yang lain.


"Jadi apa hasil pembicaraan kalian berdua?" tanya Aries.


"Hasil kesepakatan kami berdua, kami rencananya akan menyerahkan kepemimpinan perusahaan kepada Hendri asisten Frenya" kata Juan mengatakan kepada Aries dan Frenya siapa yang akan menggantikan posisi Frenya untuk sementara waktu di perusahaan sampai menjelang Frenya bisa melanjutkan pekerjaannya.


"Hendri?" tanya Aries dengan nada heran.


"Ya Daddy, kami sepakat untuk menyerahkan kepemimpinan perusahaan kepada Hendri" jawab Juan dengan nada tegas.


Aries geleng geleng kepala mendengar jawaban yang diberikan oleh Juan kepada dirinya.

__ADS_1


"Kenapa harus Hendri Juan?" tanya Aris dengan nada bergetar.


Aries tidak menyangka kalau Hendri yang dipilih oleh Juan dan Frenya untuk menggantikan posisi Frenya di perusahaan.


__ADS_2