
"Jadi, kamu mau menderikan home stay di Bali tanpa memberitahukan kepada Uni kamu ini, bontot?" ujar Frenya kepada Argha adik laki laki satu satunya itu saat mereka selesai makan malam dan sekarang duduk bersama sama di taman belakang mansion sambil melihat lihat taman bunga mawar koleksi Ghina.
"Hem tega kamu ya. Awas aja nanti kalau kamu kekurangan ide. Uni nggak akan bantu seperti biasanya" lanjut Frenya berusaha menakut nakuti adik bontotnya itu dengan tidak akan membantu Argha saat Argha menemukan kesusahan seperti biasanya.
Argha menatap ke arah Frenya dengan tatapan heran. "Uni dari mana tahu kalau aku mau membangun sebuah mansion di pulau Bali? Uni pasti udah menguping pembicaraan ya? Is nggak baik Uni jadi tukang kuping itu. Itu namanya pencuri informasi" kata Argha sengaja mengalihkan pembicaraan dan pertanyaan yang diajukan oleh Frenya kepada dirinya di depan semua anggota keluarga yang sekarang sedang duduk duduk menikmati indahnya malam hari diiringi hujan yang sudah mulai reda.
"Hay bontot jangan mengalihkan pembicaraan, tinggal jawab aja susah banget"
"Hem mulai dah tu emosi nggak jelas" jawab Argha dengan nada pelan yang hanya bisa di dengar oleh Juan yang kebetulan duduk di dekat Argha.
"Hus mau di tambah lagi semprotannya?" tanya Juan sambil menarik bibirnya ke belakang mengejek Argha
"Oh tidak Bang. Jangan samapi" Argha langsung menolak apa yang dikatakan oleh Juan kepada dirinya. Argha tidak sanggup menerima semua perkataan yang akan dikeluarkan oleh Frenya dari dalam mulutnya. Bisa bisa Argha pingsan saat Frenya mengamuk, dan mengeluarkan apa yang ada di dalam mulutnya saat itu juga.
Frenya berdiri dari duduknya dan berjalan menuju meja kecil yang ada di sudut ruangaan. Tepat di atas meja itu sudah tersedia berbagai macam cemilan yang biasa mereka makan saat sedang bersantai seperti sekarang ini. Semua cemilan kesukaan dari anggota keluarga ada di sana semuanya, mulai dari kue yang sedang viral sekarang ini yang di susun perhelai dan di tambahkan cream dengan beraneka rasa sesuai dengan rasa yang diinginkan, belum lagi potongan buah dan puding kesukaan dari semua anggota keluarga, semua cemilan ini adalah hasil karya dari Ghina tadi siang.
"Nana masak semua ini kapan?" tanya Juan saat melihat semua cemilan yang ada di atas meja dengan nada heran dan tidak menyangka kalau semua hidangan yang luar biasa riweh dalam pembuatannya ada di atas meja.
"Tadi siang" jawab Ghina sambil menyendok puding mangga kesukaannya.
"Kalian nggak tau aja gimana gabutnya Nana kalian tadi siang. Huft super gabut. Mau lihat videonya? Daddy yakin kalaian semua akan menahan sakit perut saat melihat video rekaman itu." ujar Aris dengan nada bangga mengatakan kalau dirinya memiliki sebuah video yang akan membuat semua orang tertawa saat melihat bagaimana rekaman dari video itu
__ADS_1
Ghina menatap ke arah Aris saat Aris selesai mengatakan tentang masalah video. Aris memberikan kode kepada Ghina dengan menunjuk ke arah Frenya memakai pandangan sudut matanya saja. Ghina mengerti dengan kode yang diberikan oleh Aris kepada dirinya.
Aris sengaja melakukan hal itu supaya Frenya tidak lagi bertanya kepada Argha tentang pembangunan home stay yang akan dibangun oleh Argha dalam beberapa minggu ke depan. Pembangunan home stay yang sengaja di tutupi oleh Arga dari Frenya.
"Emang ada videonya Daddy? Wah kalau begitu aku penasaran banget Daddy, gimana gabutnya Nana tadi." ujar Juan yang sudah tahu kenapa Aris menceritakan hal yang sebenarnya tidak berguna seperti itu.
"Argha setuju dengan Bang Juan, Daddy. Bagaimana kalau Daddy putar sekarang aja"
Giliran Argha mendukung apa yang dikatakan olah Daddy dan juga kakak iparnya itu. Argha mendukung apa yang dikatakan oleh Daddy dan Juan, karena hal yang tadi itu, dia sama seklai tidak mau rencananya harus diketahui oleh Frenya. Frenya sama seklai tidak boleh tahu akan hal ini. Anggota keluarga yang lain boleh tahu, sedangkan Frenya sama seklai tidak boleh tahu dengan apa yang akan dilakukan oleh Argha sebentar lagi.
"Kenapa hari ini aku merasa keluarga Soepomo ini agak aneh ya? ujar Frenya sambil duduk di sebelah Ghina.
"Maksudnya?" tanya Ghina yang tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Frenya kepada dirinya.
"Haha haha haha, sayang sayang. Kalau kamu bertanya kepada Nana tentang pembangunan home stay yang akan di bangun sama Argha, jawabannya sama. Nana juga tidak tahu" jawab Ghina sambil menatap ke arah Frenya.
"Nana bukan masalah home stay. Kalau masalah home stay itu aku sangat yakin kalau Argha si bontot pasti sudah paham dan tahu apa yang harus dilakukan oleh dirinya" jawab Frenya dengan nada kesal.
Juan bisa mendengar nada kesal dari setiap perkataan yang dikatakan oleh Frenya kepada Ghina.
"Terus ada apa lagi sayang?" tanya Ghina kepada anak perempuannya satu satunya itu.
__ADS_1
Frenya akhir akhir ini memang berkelakuan susah di tebak. Padahal dia sebenarnya dari dahulu memang sudah tidak bisa di tebak juga, tetapi semakin ke sini sifat dan sikapnya semakin menjadi jadi. Tetapi itu hanya sedikit orang yang bisa merasakannya.
"Daddy tadi, mengatakan kalau ada video Nana sedang gabut. Apa maksudnya di semua sudut rumah sekarang sudah ada kamera?" tanya Frenya.
"Haha haha haha haha" semua orang yang berada di sana langsung tertawa bersamaan saat mendengar apa yang di tanyakan oleh Frenya kepada Ghina.
Frenya menatap ke arah mereka semua. Frenya menatap dengan pandangan tidak suka karena seluruh anggota keluarga sudah tertawa saat Frenya bertanya kepada Ghina.
"Sayang sayang, kenapa kami semua tertawa itu karena kamu terlalu percaya dengan apa yang dikatakan oleh Daddy" jawab Juan dengan sabar menghadapi semua pertanyaan Frenya malam ini.
"Maksudnya gimana?" tanya Frenya yang semakin tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Juan kepada dirinya.
"Sayang sayang. Kamu percaya gitu kalau Daddy memiliki rekaman saat Nana gabut tadi?" Juan balik bertanya kepada Frenya.
Frenya mengangguk dengan sangat pasti. Dia sangat yakin kalau Daddynya itu pasti memiliki rekaman seperti apa yang dikatakan oleh Daddnya tadi.
"Uni, Daddy memang punya rekaman kegabutan Nana tadi siang. Tetapi bukan berarti di rumah ini ada kameranya. Bukan, sama sekali bukan seperti yang uni takutkan itu" jawab Aries yang pada akhirnya harus menjelaskan sendiri kepada Frenya tentang apa yang dikatakan oleh dirinya tadi kepada mereka semua.
"Jadi?" tanya Frenya dengan tatapan menyelidik.
"Daddy hanya bercanda Frenya. Rekaman yang Daddy maksudkan adalah rekaman melalui kamera cctv yang memang ada di dalam mansion kita ini" lanjut Aries menjelaskan kepada anak perempuannya itu.
__ADS_1
"Oh kirain di mansion ini sudah ada lagi kamera kamera tambahan" kata Frenya dengan nada lega.
Juan menatap ke arah istrinya itu, beribu tanda tanya sekarang berkecamuk di otak Juan. Tetapi Juan tidak mungkin bertanya di depan semua anggota keluarganya itu. Padahal rasa ingin tahu Juan atas apa yang dikatakan oleh Frenya tadi sudah tidak bisa di tahan sama sekali. Tetapi untuk kenyamanan Frenya, Juan berencana untuk bertanya saat mereka berdua sudah berada di dalam kamar kembali.