
Papi dan Mami yang sebenarnya ingin bertanya kepada Gina, apa yang terjadi sebenarnya tidak berani bertanya saat melihat Gina yang termenung itu. Papi dan Mami membiarkan Gina hanyut dalam lamunannya. Mereka berdua tidak menyangka kalau ulah anaknya akan membuat menantu mereka yang mandiri itu menjadi merasakan sakit yang tidak terkira.
"Mi" panggil Gina.
" Ya sayang." kata Mami mendekati Gina ke atas ranjangnya.
"Ada apa sayang? Ada yang bisa Mami bantu sayang?" lanjut Mami sambil duduk di kursi sebelah ranjang Gina.
Gina kemudian menyerahkan ponselnya kepada Mami. Mami mengambil ponsel itu.
"Kenapa ngasih ponsel Gina ke Mami?" kata Mami dengan heran.
Papi yang melihat Gina memberikan ponselnya kepada Mami langsung mendekati Mami.
"Ada apa Mi? Kenapa Gina memberikan ponselnya kepada Mami?" kata Papi sambil menatap Mami dan Gina dengan wajah yang penuh pertanyaan tak terucapkan itu.
"Mami, Papi, Gina tau dari tadi Mami dan Papi ingin bertanya kepada Gina, kenapa Gina melamunkan. Semua pertanyaan dari Mami dan Papi ada jawabannya dalam ponsel Gina." kata Gina dengan satainya. Gina sudah menerima semua perbuatan Aris dengan hati lapang dan rela.
"Passnya apa sayang?" kata Mami saat tidak bisa membuka ponsel Gina.
"581470, Mi" kata Gina sambil tersenyum.
Mami kemudian membuka ponsel Gina dengan password yang diberikan oleh Gina. Mami dan Papi langsung melihat apa yang membuat Gina menjadi terdiam, dan membuat Bram dan Bayu mengatakan brengsek. Mami memeluk papi, Mami menangis terisak isak dalam pelukan Papi. Mami sangat kecewa dengan sikap dan cara Aris dalam memperlakukan Gina. Bisa - bisanya Aris berbuat seperti itu kepada istrinya sendiri. Istri yang tidak pernah menuntut lebih kepada Aris. Istri yang rela tidak pergi berbulan madu saat masih menjadi pengantin baru. Istri yang selalu menurut apa yang dikatakan oleh suaminya. Istri yang selalu melayani suaminya, walaupun dia dalam keadaan letih.
"Mami, jangan menangis Mi. Gina aja tidak menangis melihat semua itu." kata Gina sambil memberikan senyum terbaiknya kepada Mami.
Mami kemudian membawa Gina kedalam pelukannya. "Sayang kenapa kamu terlalu baik sayang. Kami rela kalau kamu pergi meninggalkan Aris nak. Kamu layak mendapatkan suami yang baik sama kamu." Kata Mami sambil memeluk Gina.
"Mami, dengarkan Gina ya Mi. Gina akan membuat Uda Aris sadar dengan kesalahannya. Tetapi tidak dengan cara memberikan bukti seperti ini Mi. Tapi udah Gina omongin dengan Mamikan, apa yang akan Gina lakukan untuk membuat Aris mengakui semua perbuatannya." kata Gina sambil mengusap air mata Mami.
" Jadi Gina minta Mami jangan menangis. Gina butuh Mami kuat untuk membantu Gina. Kalau Mami lemah, maka Gina juga akan lemah Mami. Gina butuh Mami dan Papi serta Kak Bram. Jadi Gina mohon, kuatlah demi Gina, Mami" kata Gina sambil memegang tangan Mami.
"Sayang, benar apa yang dikatakan oleh Gina sayang. Kita bertiga harus kuat untuk mendukung Gina. Semoga Aris menyadari semua kesalahannya sayang" kata Papi sambil melepaskan pelukan Mami dari Gina.
Mami mengusap air matanya. "Sayang Mami janji Mami akan kuat untuk dirimu dan untuk kebaikan dan keutuhan rumah tangga kamu sayang." kata Mami sambil tersenyum.
Mami kemudian masuk ke dalam kamar mandi, Mami mencuci mukanya dengan air yang mengalir. Mami tidak ingin pas Aris datang, Aris melihat mata Mami yang sembab itu.
Tak beberapa lama Bram dan Bayu masuk ke dalam kamar rawat inap Gina. Mereka pulang dari mengantar Sari dan Mira. Bram dan Bayu juga sudah memakai stelan santai, bukan lagi pakaian kantor formal seperti tadi siang. Bram dan Bayu juga membawakan makan malam untuk Mami dan Papi.
"Mana Mami, Pi?" kata Bram yang tidak melihat Mami berada di ruang rawat Gina.
"Tuh di kamar mandi sedang cuci muka. Mami siap menangis." kata Papi sambil menatap pintu kamar mandi.
"Mami menangis? Gara - gara apa papi?" kata Bram yang mulai marah karena mendengar Mami yang disayangnya itu menangis.
" Mami menangis gara-gara melihat video Aris yang berada di ponsel Gina. Video yang membuat kalian marah tadi" kata Papi.
Bram dan Bayu melihat ke arah Gina.
__ADS_1
"Iya kak, tadi Mami dan Papi terlihat penasaran kenapa kakak sempat mengatakan brengsek. Makanya Gina melihatkan video itu kak" kata Gina sambil menunduk, dia sudah salah memperlihatkan video itu kepada Mami dan Papi.
" Hay, kenapa kamu menunduk seperti itu? Kami tidak marah kepada mu Gina" kata Bram.
"Apa benar begitu? Kalian tidak marah kepadaku?" kata Gina sambil mengangkat kepalanya melihat Papi, Bram dan Bayu
"Ngapain kami marah sama kamu. Kami marah kepada Aris." kata Papi.
"Yup. Kami marah kepada Aris, karena mau membuang berlian dan memilih batu kali" kata Bayu.
"Kak Bram, kenapa ngomong Vina itu batu kali. Ada apa sebenarnya?" kata Gina
Tapi belum sempat Bram bercerita Aris sudah masuk ke dalam kamar rawat Gina masih dengan pakaian kantornya.
"Sayang, maafkan aku pulang terlalu malam." kata Aris sambil mengecup kening Gina.
Semua orang yang berada di dalam ruangan itu muak melihat drama yang sedang dimainkan oleh Aris. Drama seorang suami yang sangat setia kepada istrinya. Mami kemudian keluar dari kamar rawat Gina diikuti oleh Papi. Mami lebih memilih duduk di kursi depan ruang Gina dari pada melihat drama yang dilakukan oleh anaknya itu.
" Jam berapa selesai meeting sayang?"
" Jam sembilan tadi sayang. Selesai meeting aku langsung buru buru ke sini, karena kangen dengan kamu sayang." kata Aris dengan wajah penuh penyesalan.
"Wow, kamu memang keren sayang. Suami idaman banget" kata Gina sambil memegang tangan Aris.
Bram dan Bayu yang melihat langsung pergi duduk ke sofa untuk menonton televisi. Mami yang sudah tenang kembali ke dalam ruangan rawat kamar Gina. Mami dan Papi lalu duduk di sofa dekat Bram dan Bayu.
" Kamu belum mandi Aris?" kata papi yang melihat Aris masih memakai baju kerjanya tadi pagi.
"Oh begitu. Sekarang lebih baik kamu pulang dulu. Pergi mandi dan tukar baju kamu. Nanti balik lagi kamu ke sini." kata Papi memberi perintah yang tidak bisa dibantah lagi oleh Aris.
"Sayang, aku pulang mandi dan ganti pakaian dulu ya. Nanti aku ke sini lagi, sekalian membawa baju untuk kerja besok" kata Aris sambil mengecup kening Gina.
"Oke sayang. Tapi hati hati ya sayang di jalan. Jangan nyangkut di rumah wanita lain." kata Gina dengan menatap tajam Aris.
"Wanita mana. Sembarangan aja kalau ngomong. Wanita ku cuma satu sayang, yaitu kamu" jawab Aris sambil memakai jasnya kembali.
" Mami, Aris nitip Gina bentar ya" kata Aris sambil mencium pipi maminya. Dia kemudian melangkah keluar dan pergi menuju rumah utama Soepomo.
" Kak Bram. Cerita kita tadi belum jadi. Emang siapa Vina sebenarnya, kenapa kakak katakan kalau dia adalah batu kali?" kata Gina yang penuh penasaran. Begitu juga dengan yang lainnya. Gina yang sudah tidak pusing lagi, turun dari ranjang rumah sakit dan duduk di dekat keluarga besarnya.
" Aku sudah melakukan penelitian tentang si Vina itu. Vina berasal dari keluarga yang dulunya sangat kaya. Siapa yang tidak kenal dulunya keluarga Handoko. Keluarga yang merajai beberapa bisnis di ibu kota dan beberapa negara tetangga. Nah, singkat cerita, kelurga Handoko jatuh bangkrut karena papinya berselingkuh dengan seorang wanita yang merupakan sekretaris tuan Handoko." kata Bram
"Terus apa hubungannya dengan dia mengganggu kehidupan rumah tangga Aris?" kata Bayu.
" Motifnya adalah ingin merasakan enaknya jadi wanita simpanan. Karena trauma masalalunya yang melihat tidak enak menjadi sitri sah yang selalu menangis dan tekanan bathin. Makanya dia mau menjadi wanita simpanan karena selalu di sayang dan di perhatikan oleh selingkuhannya." lanjut Bram.
"Niatnya sungguh sangat baik" kata Gina.
"Baik maksud kamu sayang?" kata Mami.
__ADS_1
" Ya baik untuk merubah citra buruk pelakor Mi." Kata Gina.
"Terus sekarang apa keluarganya sudah tidak ada lagi kak?" kata Gina
" Kamu jangan pura pura tidak tahu Gin. Kakak tau kamu sudah lama mencari tau siapa Vina sebenarnya, tetapi kamu malas aja mengungkapkan siapa Vina sebenarnyakan?" kata Bram menatap Gina.
"Hahahahaha. Iya kak, aku udah lama tau. Keluarga Handoko menjadi dalang dari semua ini. Mereka berharap Aris akan menikahi Vina, dan menjadikan Vina sebagai istri kesayangan dari Aris. Jadi Tuan Handoko bisa mendapatkan salah satu perusahaan yang dipegang oleh Aris. Tuan Handoko tau kalau Aris adalah anak satu satunya, otomatis semua warisan perusahaan dari Soepomo Grub dan Jaya Grub akan jatuh ketangan Aris." lanjut Gina.
"Bram cari tau dimana Handoko tinggal" perintah Papi.
"Papi tenang saja Gina sudah tau Pi. Gina hanya tinggal mengambil peran dalam cerita yang Handoko siapkan. Mereka tidak tau telah salah memilih mangsa." kata Gina dengan tatapan dinginnya.
Aura dalam kamar rawat Gina sontak berubah menjadi dingin. Tuan Soepomo tidak menyangka menantunya itu bisa memiliki kharisma seperti itu. Tuan Soepomo menatap Bram. Bram langsung mengangguk mengatakan kalau dia tau siapa Gina sebenarnya.
"Sayang, Papi jadi takut berurusan dengan kamu nak" kata Papi di dalam hatinya.
"Hanya dengan tatapan dingin kamu saja, semua musuh kamu akan lari terbirit birit, apalagi kalau kamu sudah bermain, papi pastikan orang tersebut akan menyesal sayang." kata Papi.
Papi dan Mami kemudian pindah ke kamar sebelah untuk beristirahat. Tinggalah Bram dan Bayu di ruangan Gina. Bram dan Bayu tidak mungkin tidur duluan, sedangkan Aris belum sampai.
"Gin, apa yang akan kamu lakukan?" kata Bayu yang penasaran apa yang akan dilakukan oleh Gina kepada Aris dan Vina.
"Kakak lihat saja apa yang akan aku lakukan kepada Vina dan keluarganya, juga kepada suami ogeb aku itu" kata Gina sambil meremas jemarinya.
Aris kemudian membuka pintu kamar ruang inap Gina. Dia melihat Gina sedang bercerita dengan Bram dan Bayu. Aris juga duduk di dekat mereka.
"Sayang kamu ada baca berita terbaru akhir akhir ini?" kata Gina
"Nggak, cerita apa sayang?"
"Dasar kamu, pebisnis sibuk. Tau kamu CEO perusahaan Z terlibat khasus selingkuh dengan sekretarisnya. Mirisnya lagi adalah saat mereka sedang bermesraan istri dari CEO perusahaan Z datang" lanjut Gina
"Terus apa yang dilakukan oleh istri itu sayang?" kata Aris yang penasaran dengan cerita Gina.
"Tau kamu sayang apa yang dilakukan istri itu kepada selingkuhan suaminya, dia menjambak, menampar dan menginjak injak badan dari sekretaris itu, lebih parahnya lagi sang istri membuat perhitungan dengan keluarga selingkuhannya yang ternyata bukan dari keluarga terpandang." lanjut Gina.
Gina, Bram dan Bayu menatap Aris yang mulai gelisah. Aris mengelap peluhnya yang tiba tiba muncul sebesar biji jagung itu. Mereka bertiga tersenyum, Aris tidak sadar sudah masuk dalam jebakan Gina.
"Terus yang dilakukan istri kepada suaminya apa Gin?" kata Bayu.
"Istrinya karena dasarnya baik, dia hanya menghukum suaminya untuk tidak menyentuhnya selama tiga bulan kak. Tetapi kalau istrinya sedang mau, maka suaminya harus melayaninya. Semua pekerjaan rumah tangga yang biasanya istrinya mengerjakan, selama tiga bulan dikerjakan oleh sang CEO. Sedangkan urusan kantor di urus oleh istrinya." kata Gina.
"Wah sadis juga sayang." kata Aris
"Kalau gue besok udah nikah, gue akan mikir mikir untuk selingkuh. Gue nggak mau berakhir kayak CEO Perusahaan Z itu." kata Bram.
"Gue juga Bram. Gue akan setia kepada istri gue. Gue percaya kalau istri gue adalah yang terbaik dari yang baik yang ada di dunia." kata Biru.
"Memang seharusnya gitu kak. Besok kalau kakak sudah menikah, katakan aja terus terang ke istri kakak apa yang tidak kakak suka, dan begitu juga sebaliknya. Sehingga keinginan untuk jajan di luar pasti sudah tidak ada lagi." kata Gina
__ADS_1
"Udah ngobrolnya, sekrang waktunya istirahat" kata Aris yang sudah tidak tahan mendengar semua cerita itu lagi.
Gina naik keranjangnya. Dia langsung memejamkan matanya. Sedangkan Aris, Bram dan Bayu tidur di sofa dan di karpet.