
Hari yang sangat ditunggu tunggu oleh semua kalangan di negara I akhirnya datang juga. Hari kebahagiaan bagi keluarga besar Soepomo Grub dan Wijaya Grub. Pesta terakbar tahun ini, pesta yang bisa dikatakan sebagai pesta termewah dan pesta yang akan didatangi para petinggi negara I, para pengusaha sukses di seluruh negara, selebritis tersohor negara I, semua akan hadir disana mereka yang mendapatkan undangan tidak akan menyianyiakan kesempatan itu. Pesta ini sangat menguntungkan bagi pengusaha butik di negara I, setiap pesohor berlomba lomba untuk tampil cantik dan ganteng pada pesta itu.
Gina yang saat menikah memakai adat jawa terlihat sangat cantik dengan memakai kebaya dari daerah Jogyakarya daerah asal tuan Soepomo. Gina memakai semua riasan untuk mwmpelai wanita dari daerah Jawa. Paes ageng itu terukir dengan indah di kening Gina. Perias yang sengaja didatangkan dari Jogyakarta dan biasa merias pesta pernikahan untuk keturunan kraton, menatap Gina tanpa berkedip.
"Kamu cantik sekali"
"Terimakasih ibuk, ini juga berkat ibuk. Doakan semoga pernikahan ku berjalan lancar ya buk." ucap Gina sambil tersenyum kepada wanita paruh baya itu.
Nana, Sari dan Mira masuk ke dalam kamar hotel yang dikhususkan untul Gina berias. Mereka bertiga terkrjut dengan tampilan Gina yang luar biasa cantik itu.
"Sayang, kamu bikin pangling kami. Kamu cantik sekali sayang" kata Nana sambil mengusap air mata di ujung matanya.
"Nana jangan nangis, nanti Gina juga nangis loe."
"Nggak sayang. Nana bahagia sekali, anak gadis Nana sebentar lagi akan jadi milik orang lain. Nana tidak menyangka hari ini akan datang juga" kata Nana sambil memeluk Gina. Sari dan Mira kemudian memeluk Nana dan Gina.
Saat mereka berempat berpelukan, masuk salah seorang panitia dsri eo mengatakan kalau Nana harus ke bawah, karena acara pernikahan akan dimulai.
"Nyonya, acara akan kita mulai"
"Baiklah saya akan turun. Sayang, berdoa semoga semuanya lancar. Nanti Nana akan ke atas dengan Mami, saat ijab kabul telah selesai. Kamu disini dengan Sari dan Mira."
Sebelum Nana turun, Bayu datang setengah berlari.
"Na, kamar Gina yang mana?"
" Tuh" kata Nana menunjuk pintu yang sedikit terbuka. Nana membiarkan saja Bayu untuk bertemu Gina. Nana langsung saja turun ke ballroom tempat pernikahan akan dilaksanakan.
Bayu langsung masuk tanpa mengetuk pintu. Semua yang di dalam kaget bukan main, karena pintu yang dihempas dengan keras itu.
"Gina, ini buka saat gue sudah keluar. Di dalam ada memonya" kata Bayu sambil mendekati Mira dan mencium puncak kepala Mira
"Lebay" kata Sari
Mira dan Bayu tertawa ngakak, mereka berhasil membuat Sari jengkel.
Gina kemudian membuka kotak berbalut kain beludru biru itu. Setelah membuka sampulnya Gina mendapat sebuah surat kecil.
"SAYANG KAMU PAKAI SAAT KITA SUDAH SAH"
Gina dan kedua sahabatnya langsung menggelengkan kepalanya menandakan kalau mereka sangat heran dengan tingkah Aris. Gina meletakkan surat itu di kasur dan membuka tutup kotak, ternyata di dalamnya adalah sebuah gelang cantik.
__ADS_1
Gina menatap sangat suka dengan gelang pemberian Aris. Gina berjanji tidak akan melepaskan gelang itu. Tanpa sepengetahuan Aris, Gina langsung memakai gelang tersebut ditangan sebelah kanan. Gina mencium berkali kali gelangnya.
Acara pernikahan dimulai. Mc sudah meminta semua orang duduk ditempatnya masing masing. Gina yang berada di kamar dengan kedua sahabatnya mulai merasa tegang. Apakah Aris dan Ayah bisa menyelesaikannya dengan satu tarikan nafas, atau akan diulang berkali kali. Gina berdoa kepada Tuhan, agar ijab kabulnya hanya sekali tanpa kesalahan dan pengulangan.
Sebuah kejutan sudah menanti Gina, kejutan yang akan diberikan oleh Nana kepada Gina, putri satu satunya keluarga Wijaya dan Bramantya. MC memulai acara inti.
"Asslamualikum wr wb. Terimakasih pihak keluarga ucapkan kepada semua supadan, niniak mamak, bundo kanduang, pakde dan bukde, serta para tamu undangan yang sudah bersedia hadir di acara pernikahan putra dari keluarga Soepomo yaitu Aris Soepomo dengan Putri dari keluarga Wijaya, yaitu Gina Putri Wijaya." MC kembali diam sambil menatap ke tempat akad nikah akan dilaksanakan.
"Acara pertama pembacaan kalamilahi agar acara pernikahan ini dirahmati dan diridoi oleh Tuhan, yang akan dibacakan oleh Mama, Mami atau Nana dari mempelai wanita. kepada Nyonya Wijaya dipersilahkan."
Nana kemudian maju ke mimbar untuk melantunkan ayat ayat suci. Nana memang sudah berniat dari dahulunya, kalau dia sehat sehat dan masih ada saat kedua anaknya menikah maka yang akan melantunkan ayat suci alquran adalah Nana, tidak orang lain.
Nana mulai melantunkan ayat suci alquran dengan merdunya, sebagian orang yang tidak melihat siapa yang melantunkan ayat suci itu akan mengira kalau yang melantunkan adalah qoriah dari negara I. Gina yang mendengar Nana melantunkan ayat suci saat hari bahagianya meneteskan air matanya. Ini adalah kado terindah dari kedua orang tuanya bagi Gina, mengalahkan kado kado mahal yang akan diberikan oleh kedua orang tuanya.
Nana selesai melantunkan ayat suci alquran. Nana kemudian kembali duduk di kursi sebelah Afdhal. Afdhal langsung memeluk Nana dengan bahagia. Afdhal juga menginginkan saat dia menikah nanti, Nana juga yang akan melantunkan ayat suci alquran.
"Baik kita masuk ke acara inti yang sudah kita nanti natikan. Tapi sebelum acara ini di mulai, saya ingatkan kembali kepada seluruh tamu yang kami hormati untuk tidak berisik. Sehingga apa yang dikatakan oleh Tuan Aris dan Tuan Wijaya akan jelas terdengar oleh para saksi nikah."
"Acara saya serahkan kepada angku kali yang akan memimpin ijab kabul"
"Tuan Wijaya dan Tuan Aris apakah anda berdua siap melakukan ijab qabul ini dengan sekali tarikan nafas?" angku kali bertanya kepada Ayah dan Aris.
"Siap angku." jawab Ayah dan Aris serempak.
"Tuan Aris apakah Anda sudah meminta maaf dan meminta restu kepada kedua orang tua Anda?"
"Sudah angku."
"Baiklah sekarang silahkan Tuan Wijaya dan Tuan Aris untuk berjabat tangan. Para saksi silahkan dengarkan dan katakan sah atau ulang saat saya bertanya."
Saksi yang terdiri atas kepala negara I dan ketua dewan negara I serta ketua pengusaha muda negara I. Mereka sudah duduk diposisi mereka masing masing.
"Aris Soepomo aku nikahkan engkau dengan anakku Gina Putri Wijaya dengan seperangkat alat sholat dan emas seberat 800gram dibayar tunai" kata ayah dalam satu tarikan nafas.
"Saya terima nikah dan kawinnya Gina Putri Wijaya dengan maskawin tersebut dibayar tunai" jawab Aris juga dalam satu helaan nafas.
"Gimana saksi?" kata angku kali.
"Sah" jawab ketiga saksi secara bersamaan.
__ADS_1
Aris dan Gina yang mendengar saksi mengatakan sah langsung bersujud sukur. Mereka tidak menyangka bahwasanya Aris bisa mengatakan dalam satu kali kesempatan. Mami dan Nana terlihat menitikkan air matanya, saat saksi mengatakan sah. Tuan Soepomo dan Afdhal menatap bangga kepada Tuan Wijaya dan Aris yang bisa sekali saja mengucapkan ijab qabulnya. Sedangkan dikamar rias, Gina langsung dipeluk oleh kedua sahabatnya.
"Selamat Nyonya Gina Aris Soepomo. Kamu sudah berganti status sayang" kata Mira sambil mengusap air mata Gina.
"Selamat menjadi istri sayang" kata Sari sambil menatap Gina dengan bahagia.
"Silahkan mempelai wanita untuk turun kepelaminan" kata salah seorang utusan EO.
Gina dan kedua sahabatnya turun untuk menuju tempat dilangsungkannya pernikahan tadi. Gina turun dengan perlahan. Aura kecantikan Gina yang keluar menghipnotis setiap pasang mata yang ada diruangan itu. Terlebih Aris yang menatap penuh dengan hal aneh dikepalanya.
"Sabar bro, nanti malam" kata Bram dari belakang Aris. Bram sudah tau makna tatapan Aris.
"Sialan loe. Ngerusak aja."
Gina diantarkan kedua sahabatnya untuk duduk tepat di sebelah Aris. Aris menatap kagum ke arah Gina, begitupun Gina menatap kagum ke arah Aris.
"Cantik" kata Aris.
"Tampan" balas Gina.
Setelah Gina duduk, angku kali kemudian membaca doa setelah ijab qabul. Selesai acara doa, angku kali memberikan surat nikah untuk ditandatangani oleh Gina dan Aris.
"Kedua mempelai silahkan untuk berdiri dan bertukar cincin pernikahan." ucap MC dengan begitu antusias.
Aris kemudian mengambil cincin yang dipegang oleh Bram. Aris menyematkan cincin pernikahan mereka dijari manis Gina, pas di atas cincin lamarannya. Aris kemudian mencium cincin tersebut dengan begitu lama.
Gina mengambil cincin yang diberikan oleh Afdhal. Gina menyematkan cincin pernikahan dijari manis Aris. Setelah tiu Gina mencium cincin dan tangan Aris dengan bahagia. Gina mendapatkan pria yang sangat dicintainya. Aris kemudian mencium puncak kepala Gina dengan kecupan sayang.
"Kepada kedua orang tua dan juga kakak dari mempelai silahkan duduk di pelaminan. Kepada kedua mempelai, anda berdua silahkan meminta restu kepada kedua orang tua dan kakak. Tuan Aris silahkan meminta restu kepada Tuan Wijaya, Nyonya Wijaya dan Tuan Afdhal. Nona Gina, silahkan untuk meminta restu pertama kali kepada Tuan Soepomo, Nyonya Soepomo dan terakhit Tuan Bram."
Aris dan Gina berjalan menggunakan lutut untuk sungkem kepada kedua orang tua dan kakak mereka. Gina dan Aris serta orang tua kedua mempelai dan Afdhal maupun Bram sama sama meneteskan air mata mereka. Nana sampai memeluk Gina begitu lama.
" Nak Aris, tolong jaga Gina dengan baik. Kalau Gina salah tegur dia. Tapi tolong jangan main kasar" kata Ayah kepada Aris.
"Sayang, kamu udah jadi anak Mami. Bersikaplah seperti kamu kepada Nana ya. Jangan bedakan antara Mami dengan Nana." kata Mami sambil memeluk Gina
"Sayang jadilah istri dan menantu yang penurut. Jangan seperti di rumah kita, kamu sekarang sudah menjado keluarga Soepomo. Jadi bersikaplah layaknya seorang istri dan seorang menantu." kata Nana sambil memeluk Gina dengan kuatnya.
" Aris, ingat pesan mami, jangan pernah buat Gina menangis. atau kamu akan menerima tindakan dari mami" ucap mami sambil memeluk anak kesayangannya.
Akhirnya acara ijab qabol pernikahan selesai juga. Aris dan Gina langsung masuk kedalam kamar mereka di hotel mewah itu, untuk berganti pakaian ke adat minang. Acara pesta pernikahan akan diadakan jam sebelas siang ini. Begitu juga dengan keluarga inti, mereka berganti pakaian ke adat minang. Bayu, Mira dan Sari juga memakai adat minang. Mereka sudah dianggao keluarga oleh Aris dan Gina.
__ADS_1