
"Oh kirain di mansion ini sudah ada lagi kamera kamera tambahan" kata Frenya dengan nada lega.
Juan menatap ke arah istrinya itu, beribu tanda tanya sekarang berkecamuk di otak Juan. Tetapi Juan tidak mungkin bertanya di depan semua anggota keluarganya itu. Padahal rasa ingin tahu Juan atas apa yang dikatakan oleh Frenya tadi sudah tidak bisa di tahan sama sekali. Tetapi untuk kenyamanan Frenya, Juan berencana untuk bertanya saat mereka berdua sudah berada di dalam kamar kembali.
"Uni, kok kelihatannya uni agak aneh beberapa hari ini ya?" ujar Argha yang main langsung bertanya saja.
Juan yang mendengar Argha bertanya tentang sesuatu yang juga sebenarnya sudah ingin ditanyakan oleh Juan kepada Frenya langsung melihat ke arah Frenya. Juan sangat menunggu apa jawaban yang akan diberikan oleh Frenya kepada Argha. Apakah jawaban yang diberikan oleh Argha akan memenuhi ekspetasi dari jawaban yang diinginkan oleh Juan, atau Frenya akan menjawab dengan jawaban klise seperti yang sudah sudah juga.
"Perasaan, uni nggak ada kenapa kenapa"
"Atau aneh seperti yang kamu katakan Argha" Frenya menjawab pertanyaan dari Argha dengan jawaban tersantai yang bisa diberikan oleh Frenya kepada Argha.
Frenya memang tidak menyadari perubahan sikapnya saat ini, karena yang bisa menyadari perubahan sikap seseorang bukanlah orang yang bersikap melainkan orang yang melihat dan merasakan perubahan sikap itu.
"Uni uni. Uni memang aneh sekali. Mana ada uni bisa melihat perubahan sikap uni itu. Perubahan sikap uni itu yang bisa melihat adalah kami kami ini Uni. Kalau menurut Uni memang masih sama ya sah sah saja, karena uni tidak melihat dan merasakannya" ujar Argha menjawab sanggahan yang diberikan oleh Frenya atas pertanyaan yang diajukan Argha kepada Frenya tadi.
Juan tersenyum mendengar apa yang dikatakan oleh Argha kepada Frenya. Sedangkan ekspresi yang berbeda ditunjukkan oleh Frenya. Frenya langsung mengerucutkan mulutnya tanda tidak suka dengan apa yang dikatakan oleh Argha kepada dirinya.
"Sudah malam mari bubar, besok kalian semua harus kerja keras lagi untuk mencari berlian" ujar Ghina yang melihat suasana mulai tidak kondusif karena pertanyaan dari Argha.
"Setuju sayang, aku juga sudah mengantuk. Terlebih lagi malam ini adalah malam jumat, jadi ada sesuatu yang harus kita kerjakan berdua" ujar Aris kepada Ghina
__ADS_1
"Mulai dah tu mulai. Jangan kasih adik lagi ya, Argha mohon, tanpa adik lagi ya." ujar Argha yang sudah mengetahui Daddy dan Nana akan mengerjakan pekerjaan apa nanti selepas mereka masuk kamar.
"Kalau Frenya yang ngasih adik apa kamu mau?" tanya Ghina kepada Argha.
"Sangat mau, aku akan rela membawa dia main berkeliling mansion besar ini" jawab Argha dengan semangat.
"Apa kamu yakin mau membawa dia bermain? Nanti kencan kamu dengan Bree akan terganggu?" ujar Frenya yang sudah melupakan lagi perihal pertanyaan dari Argha yang sempat membuat dirinya naik pitam sebentar ini.
"Pegang Janji Argha Wijaya Soepomo ini Frenya Wijaya Soepomo. Aku, Argha akan membawa keponakanku bermain saat dia terlahir ke dunia ini" ujar Argha berjanji di hadapan semua anggota keluarganya untuk mengajak keponakannya bermain saat anak dari Frenya dan Juan lahir ke dunia.
"Pegang kata kata dan janji kamu itu Tuan Muda Soepomo" ujar Frenya meyakinkan Argha untuk bisa memegang janji yang telah diucapkan oleh dirinya di hadapan semua anggota keluarganya.
"Aku akan pastikan itu Frenya. Jadi sekarang pergilah buat adonannya terlebih dahulu. Usahakan gantengnya di atas aku oke" ujar Argha yang mulai pongah dengan mengatakan bahwasanya dia terlahir ganteng maksimal.
"Nah loe, apa salah aku sayang, sampai sampai aku kena juga. Yang ngomong Argha loh bukan aku" ujar Aries yang tidak terima mendengar apa yang dikatakan oleh Ghina sebentar ini kepada dirinya.
"Samalah tu kejadiannya waktu kamu mau Argha, kamu juga ngomong kayak gitu kan ya" jawab Ghina yang mengingat apa yang dikatakan oleh Aries saat mereka akan mulai mengadon membuat Argha.
"Hahaha hahaha. Jadi, Daddy narsis juga?" ujar Argha mulai memancing di air yang sudah mulai keruh
"Ya, saking narsisnya. Udah punya Nana, Daddy kamu ini tetap ya gitu deh, kamu paham aja sendiri" lanjut Ghina yang sengaja menggoda Aris.
__ADS_1
"Udah udah, ayok masuk kamar. Nanti kalau permasalahan satu ini di teruskan bisa bisa jatah malam jumat ini tidak akan keluar." kata Aris yang tidak mau mood Ghina berubah dan membuat dirinya tidak jadi mendapatkan jatah malam jumat seperti yang diinginkan oleh Aris saat ini.
"Haha haha haha haha, sudah nggak tahan kayaknya Daddy untuk membuat adonan baru" ejek Argha yang memang sangat suka menggoda Aris di saat Aris sudah mulai terbuka kepada semua anggota keluarganya.
"kamu karena belum mencoba Argha. Coba kalau udah mencoba, maka kamu akan merasakan bagaimana enaknya mengadon itu" kata Juan yang sekarang berada di posisi mertua laki lakinya itu. Juan dan Aries sama sama mulai memanas manasi Argha bagaimana nikmatnya saat mengadon.
Ghina dan Frenya menatap tidak percaya ke arah Juan yang sedang memberikan pencerahan kepada Argha tentang bagaimana nikmatnya mengadon adonan tersebut. Frenya dengan tiba tiba memukul tepat di arah alat pengaduk adonan milik Juan.
"Au sayang sakit" ujar Juan langsung menutupi alatnya yang tadi di pukul oleh Frenya.
"Ngomong asal ngomong saja tentulah iya. Makanya sebelum alat itu berbunyi kemana mana aku harus memukulnya supaya diam dan berada di tempatnya" ujar Frenya menjelaskan alasan dirinya memukul alat pengadon adonan milik Juan.
"Haha haha haha. Uni uni nanti uni juga yang rugi kalau alat pengaduk adonan punya Bang Juan nggak mau dipakai lagi" ujar Argha mengingatkan efek dari apa yang dilakukan oleh Frenya terhadap alat pengadon adonan milik Juan.
"Bener apa yang dikatakan Argha itu sayang"
"Rasain kamu sayang, kalau alat ini ngambek kamu juga yang akan rugi" Juan mendukug apa yang dikatakan oleh Argha.
Frenya mulai cemas mendengar apa yang dikatakan oleh Juan kepada dirinya. Tadi Frenya memukul alat pengadon itu supaya Juan tidak lagi berkata arah arah ke kiri itu. Frenya malu karena di sana ada kedua orang tuanya dan juga adiknya yang bontot yang sama sekali belum merasakan dan belum pernah mengerjakan apa yang dikatakan oleh Juan dan Daddnya itu.
"Hahaha hahaha hahaha, uni menyesal. Makanya terdiam seperti itu" kata Argha yang sangat senang melihat Frenya terdiam lama karena mendengar apa yang dikatakan oleh Argha dan Juan suaminya sendiri.
__ADS_1
'Ya Tuhan jangan sampai tu alat adonan nggak berfungsi lagi. Bisa mampus aku Tuhan' ujar frenya dalam hatinya berdoa supaya alat adonan itu masih bisa berfungsi nanti malam.