Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
EKSTRA 15


__ADS_3

Frenya sungguh berharap, apa yang diinginkan dia, Juan dan semua anggota keluarganya benar benar terkabul dan memang ada di dalam sana. Suatu hal yang sudah sangat lama


"oke Gha. Uni setuju. Jadi, nanti akan kita dengar dulu apa hasil pemeriksaan dokter." ujar Ghina menatap anak bungsunya yang ternyata sekarang sudah dewasa dan tau arti tanggung jawab.


"sip nana" jawab Argha.


Argha berharap Frenya betul betul hamil. Argha sudah tidak sabar lagi ingin melihat Ini nya berbahagia karena sedang mengandung itu.


Keluarga besar Soepomo akhirnya sampai juga di depan ruangan dokter ahli kandungan. Mereka semua kemudian masuk ke dalam ruangan tersebut. Dokter yang berada di sana menjadi kaget saat melihat semua petinggi rumah sakit ada di dalam ruangan itu.


"Maaf dokter kami datang berramai ramai. Tapi ya mau gimana lagi. Kami suda tidak sabar ingin mendengarkan hasilnya" ujar Ghina menjawab keterkejutan dari dokter kandungan yang ada di dalam ruangan.


"Tidak masalah Nyonya besar." ujar Dokter menjawab perkataan dari Vina.


"Silahkan ikuti kami Nyonya muda, kami akan melakukan pemeriksaan terhadap Nyonya muda di dalam ruangan periksa" ujar dokter meminta Freya untuk masuk ke dalam ruangan periksa.


Semua anggota keluarga ikut masuk ke dalam ruang periksa.


"Hay mau kemana kalian?" ujar Ghina saat melihat mereka semua mau ikut ke dalam ruangan periksa.


"Ikut dokter" jawab Aris dengan wajah datar.


"Mana ada bisa ikut. Jangan ngadi ngadi. Kalian semua duduk di sini" ujar Ghina meminta mereka semua untuk duduk di sofa tunggu


Dokter yang mendengar Ghina meneriaki semua keluarga besarnya menatap tidak percaya ke arah Ghina. Ghina berhasil membuat semua anggota keluarga menuruti apa yang diinginkan oleh Ghina.


"Jadi siapa yang masuk ke dalam sayang menemani Frenya. Nanti calon cucu kita diculik dokter" ujar Aris sambil menatap ke arah istri tercintanya itu.


"Haha haha. Mana ada diculik. Kamu ada ada aja sayang" ujar Ghina dan memukul lengan Aris yang asal ngomong aja.


"Yang masuk ke dalam hanya Frenya dan Juan saja. Yang lainnya tinggal di sini tanpa komentar satu pun. Paham" ujar Ghina sambil mendudukkan suaminya itu di kursi.


Dua orang dokter dan perawat menatap keterangan kearah Ghina dan Aris.

__ADS_1


'Ternyata memang benar kata orang orang di perusahaan GA Grub dan Soepomo Grub, ternyata Nyonya besar sangat sangat ditakuti oleh siapapun' ujar karyawan rumah sakit yang ada di sana dalam hati mereka.


"Nana, Frenya di temani Nana ya" ujar Frenya meminta Nana untuk menemaninya masuk ke dalam ruang periksa.


Ghina kemudian berdiri dari duduknya. Ghina hendak berjalan menuju ruang periksa.


"Op, duduk. Nggak ada yang boleh." ujar Aris menahan istrinya untuk masuk ke dalam ruang periksa.


"Aku diminta Frenya sayang" ujar Ghina berusaha memberikan pengertian kepada Aris.


"Nggak ada cerita. Duduk" ujar Aris meminta Ghina untuk duduk lagi.


"Frenya masuk dengan Juan saja." kata Aris tanpa bisa ditawar.


"Saat membuatnya kan kalian hanya berdua saja, tidak ada bawa bawa kami. Masak saat periksa harus bawa kami" ujar Aris sambil menatap ke arah anak dan menantunya.


Semua orang yang mendengar jawaban dari Aris langsung kaget dan tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Aris sebentar ini. Mereka ternganga tidak percaya dengan apa yang mereka dengar barusan.


"Ah dari pada ribut, sini Argha temani" ujar Argha yang berdiri dari duduknya.


"Biarin aja mereka Uni, nggak usah didengerin. Mereka gesrek" ujar Argha yang langsung menggandeng tangan Frenya untuk masuk ke dalam ruang pemeriksaan.


Aris dan Ghina hanya bisa geleng geleng kepala aja melihat kelakuan anak bontot mereka itu. Mereka tidak menyangka Argha melakukan hal demikian.


Argha, Frenya dan Juan kemudian masuk ke dalam ruang pemeriksaan mereka meninggalkan Ghina dan Aris yang penasaran dengan hasil pemeriksaan itu.


"Silahkan berbaring di atas ranjang Nyonya muda" ujar dokter meminta Frenya untuk berbaring di atas ranjang.


Frenya dibantu oleh Juan berbaring di atas ranjang pemeriksaan. Dokter mengoleskan sejenis gel ke atas perut Frenya.


"Apa itu dokter?" tanya Argha dengan nada tinggi karena takut dokter melakukan sesuatu kepada Frenya dan calon bayi yang sedang akan diperiksa.


"Tenang Tuan Muda, ini hanya sejenis gel untuk membantu melicinkan perut Nyonya muda supaya bisa melihat apakah Nyonya muda sedang hamil atau tidak. Ini tidak akan menyakiti Nyonya muda sedikitpun" ujar dokter memberitahukan kepada Argha apa yang mereka lakukan tidak akan membahayakan kepada Frenya.

__ADS_1


Frenya dan Juan menatap ke arah Argha. Argha hanya bisa terdiam saja melihat wajah dari Uni dan Udanya itu.


"Silahkan dilanjutkan dokter" ujar Juan kepada Dokter yang melakukan pemeriksaan terhadap Frenya.


Dokter kemudian melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda gara gara teriakan singkat Argha yang menanyakan apa yang akan mereka lakukan kepada Frenya.


"Silahkan dilihat ke layar monitor itu Tuan. Nanti akan saya jelaskan apa yang kita lihat di sana" ujar dokter meminta Juan, Frenya dan Argha untuk melihat ke layar monitor.


Mereka bertiga kemudian melihat ke arah layar monitor tersebut. Dokter mulai menggerakkan gerakkan alatnya di atas perut Frenya.


"Tuan dan Nyonya muda. Saya mengucapkan selamat bahwasanya Nyonya muda beneran hamil. ini yang saya lingkaran adalah janinnya" ujar Dokter memberitahukan kepada Juan dan Frenya kalau, Frenya beneran hamil.


Juan menggenggam tangan Frenya. Argha tersenyum bahagia.


"dokter kira kira sudah berapa bulan usia calon anak kami dokter?" ujar Juan yang akhirnya bisa membuka suaranya kembali.


"Usia kandungan sudah 16minggu tuan." jawab dokter.


"Saya berharap Nyonya muda mulai saat ini tidak bekerja dulu, karena takut terjadi sesuatu dengan kandungan Nyonya muda" ujar dokter memberikan pesan kepada Juan.


"Baiklah dokter. Istri saya tidak akan saya biarkan untuk bekerja lagi" jawab Juan dengan tegas.


"Sayang kamu hamil sayang. kamu hamil" ujar Juan dengan bahagia.


Juan berlari keluar ruangan, dia menatap ke arah keluarga besarnya. Aris dan Nana yang sudah tidak sabaran lagi langsung masuk ke dalam ruang pemeriksaan. Dokter yang berada di dalam langsung kaget saat melihat Tuan dan Nyonya besar Soepomo sudah berada di dalam kamar pemeriksaan.


"Apa hasilnya" tanya Aris.


"Hamil" jawab Argha.


"Yes. punya cucu lagi" ujar Ghina dan Aris bersorak.


"Besok pengumuman" ujar Aris.

__ADS_1


"Sayang selamat ya. Kamu bentar lagi jadi bunda" ujar Ghina memberikan selamat kepada anaknya itu.


Mereka semua memberikan selamat kepada Frenya akhirnya penantian Frenya selesai juga. Dia sudah hamil dan sebentar lagi akan memiliki anak


__ADS_2