Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
Kesetiaan Seorang Istri + 18


__ADS_3

Ghina tersintak dari mimpinya yang ntah kemana mana itu. Ghina mengingat dengan jelas kejadian masa lalu mulai dari Argha bayi sampai dengan perjuangan Bram untuk mendapatkan Sari.


Aries yang merasakan kalau selimutnua tertarik mendadak dan Ghina yang lepas dari pelukannya langsung saja membuka mata elangnya yang sangat tajam itu. Aries melihat kalau Ghina sudah dalam posisi duduk tidak dalam posisi berbaring lagi.


"Ada apa sayang?" tanya Aries yang juga sudah ikut ikutan duduk seperti yang dilakukan oleh Ghina.


"Maaf sayang, gara gara aku kamu jadi bangun. Aku tadi mimpi sayang" kata Ghina memberitahukan kepada Aries apa penyebab dirinya bisa bangun mendadak.


"Mimpi? Mimpi apa yang sangat membuat kamu terbangun seperti ini?" lanjut Aries bertanya.


"Aku mimpi Argha bayi terus mimpi Bram" lanjut Ghina.


"Bayangkan saja sayang, aku mimpinya itu sangat persis dengan kejadian yang terjadi sayang. Kejadian yang udah terjadi. Makanya aku kaget" Ghina menjelaskan secara detail tentang mimpinya kepada Aries


"Kamu mimpi Bram?" ulang Aries bertanya kepada Ghina.


"Ya." jawab Ghina sambil mengangguk.


"Oke kita ke sana besok. Aku juga beberapa hari yang lalu juga sempat mimpi dia."


Aries terpaksa harus berbohong kepada Ghina. Padahal sebenarnya dia memang akan mengajak Ghina ke negara J untuk melihat Bram dan Sari yang sudah memutuskan untuk menetap di negara J.


"Serius sayang?" tanya Ghina


"Ya serius" jawab Aries.


"Oh oke aku setuju. Besok aku akan masak kue dan snack kesukaan Sari dan Bram" Kata Ghina dengan sangat bersemangat untuk bisa membuat oleh oleh untuk Sari dan Bram.


"Sekarang mari kita tidur. Atau kamu mau melanjutkan yang semalam. Aku masih kuat" ujar Aries dengan menggoda istri cantiknya itu.


"Boleh, tapi syaratnya aku yang bermain" ujar Ghina.


"Loh kok?" jawab Aries yang sebenarnya sangat senang mendengar kalau Ghina yang akan bermain.


"Kamu udah semalam sayang. Saatnya aku yang melakukan permainan" kata Ghina dengan semangat.

__ADS_1


"Oh baiklah aku paham" jawab Aries.


Sepasang suami istri itu kembali berolah raga malam dengan Ghina sebagai instrukturnya. Sedangkan Aries sebagai co instruktur.


******************************************


"Sayang bangun sayang"


Frenya berusaha membangunkan Juan yang semalam kerja lembur untuk menyelesaikan kontrak kerjasama perusahaannya dengan salah satu perusahaan yang ceo nya sempat memiliki masalah dengan Frenya, tetapi Juan sama sekali tidak mengetahui hal itu sebelumnya.


"Sayang bangun, tapi mau bikin cake" ujar Frenya kembali mengguncang pundak Juan.


Air mata sudah mulai kembali akan turun dari mata cantik Frenya. Juan yang sudah merasakan kalau tubuhnya diguncang guncang oleh seseorang dengan perlahan membuka mata indahnya.


"Apa sayang?" tanya Juan.


"Loh kenapa menangis sayang?" tanya Juan saat melihat mata Frenya yang sudah memerah.


"Aku sedih, kamu nggak bangun bangun. Kayak nggak mau buatkan aku cake aja" kata Frenya mengatakan apa yang ada dalam hatinya.


"Mana ada sayang, aku nggak akan sekejam itu sama kamu sayang" kata Juan.


"Kamu bisa kasih aku waktu tidur setengah jam lagi?" tanya Juan.


"Aku semalam tidur sangat larut karena harus menyiapkan kontrak kerjasama sayang" lanjut Juan


Frenya mengangguk, dia memang melihat Juan semalam kerja sampai larut malam. Makanya tadi Frenya lumayan susah membangunkan Juan.


"Boleh sayang, setengah jam lagi." jawab Frenya sambil naik ke atas kasur.


"Kamu mau ngapain? Kenapa naik ke atas kasur lagi?" Juan bertanya karena melihat Frenya yang ikutan naik ke atas kasur.


"Mau tidur juga. Aku juga ngantuk karena melihat kamu mau melanjutkan tidur" kata Frenya sambil membaringkan dirinya di atas kasur.


"Haha haha haha, aku kira kamu sudah beneran bangun sayang" kata Juan sambil memeluk tubuh Frenya dari belakang.

__ADS_1


"Kalau boboknya kayak gini, bisa dipastikan akan lebih dari tiga puluh menit" lanjut Juan yang sudah menciumi tengkuk Frenya yang terbuka.


"Jangan main cium cium sayang, nanti bukannya kita malahan jadi tidur, tapi main kuda kudaan" protes Frenya yang sudah bisa membayangkan apa yang akan terjadi kalau dirinya terus dipeluk oleh Juan saat tidur.


"Sayang stop, aku capek. Capek semalam belum hilang sayang. Mana perut bagian bawah aku juga cram" kata Frenya yang dari semalam sehabis olah raga malam dengan Juan merasakan kram di perut bagian bawahnya itu.


Juan yang mendengar apa yang dikatakan oleh Frenya langsung duduk dan menelentangkan istri cantiknya itu. Kantuk yang dari tadi menyerang Juan dan seakan membuat Juan tidak bisa membuka matanya untuk hari ini langsung mendadak hilang tidak tau kemana.


"Sekarang bagaimana? Apa kita harus ke dokter?" ujar Juan yang sangat takut terjadi hal yang tidak tidak terhadap istrinya itu. Juan tidak ingin istrinya kenapa kenpa, apalagi Juan belum memastikan apakah memang benar Frenya sedang mengandung atau tidak.


"Haha haha haha haha haha haha"


Frenya tertawa dengan sangat puas. Juan yang mendengar tawa Frenya yang menggelegar itu langsung saja terdiam dan menatap tajam ke arah Frenya dengan tatapan heran.


"Loh kok ketawa sayang? Kamu membohongi aku?" tanya Juan dengan nada curiga karena Frenya bisa tertawa saat dirinya begitu mencemaskan Frenya.


"Sama sekali tidak sayang. Cuma aku heran kamu langsung duduk dan sepertinya kehilangan rasa kantuk tadi" lanjut Frenya.


"Ya memang benar, kantuk aku langsung hilang saat kamu mengatakan kalau kamu sakit sayang" kata Juan yang sama sekali tidak menghindar dari apa yang dikatakan Frenya kepada dirinya.


"Jadi sekarang mau lanjut tidur atau....... " tanya Frenya mulai memancing Juan.


"Mandi siap itu langsung bikin cake" jawab Juan sambil berdiri dari posisi duduknya.


"Yes akhirnya, bisa makan cake lebih cepat dari yang direncanakan" ujar Frenya dengan semangat.


Rencana yang dibuat oleh Frenya akhirnya berjalan dengan sempurna. Frenya sudah tahu kalau ingin membuat Juan gerak cepat memenuhi apa yang diinginkan oleh Frenya adalah dengan mengatakan kalau dirinya sedang sakit. Juan pasti akan langsung gerak cepat dan melupakan kepentingannya sendiri.


"Kamu berhasil sayang" kata Juan yang baru menyadari kalau dia sudah masuk perangkap Frenya.


"Haha haha haha, maaf sayang, aku terpaksa karena sudah tidak tahan lagi untuk menikmati cake yang kamu buat" jawab Frenya dari depan almari untuk mengambilkan pakaian yang akan dikenakan oleh Juan.


"Kamu sudah mandi sayang?" tanya Juan saat dirinya baru keluar dari dalam kamar mandi.


"Sudah sayang."

__ADS_1


"Ini pakaian kamu. Setelah ini kita langsung ke bawah ya sarapan. Sepertinya Nana dan yang lainnya sudah menunggu kita berdua di ruang makan" lanjut Frenya.


"Siap sayang. Sepuluh menit lagi aku siap" jawab Juan.


__ADS_2