Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
Kesetiaan Seorang Istri part + 8


__ADS_3

"Gimana sayang? Apa sudah ada kabar dari Frenya?" tanya Rina yang memang sangat menyayangi Frenya.


"Sama sekali belum sayang. Frenya belum membaca pesan yang aku kirimkan kepada dirinya." jawab Daniel yang memng langsung memiliki pemikiran negatif terhadap kondisi Frenya


" Bagaimana kalau kamu langsung saja menghubungi Juan sayang" Kata Rina memberikan saran kepada Daniel agar Daniel langsung menghubungi Juan untuk bertanya tentang kesehatan Frenya.


" nggak mungkin aku menghubungi Juan sayang. Aku sangat tahu kalau Frenya tidak akan setuju, kalau aku sampai menghubungi Juan dan bertanya kepada Juan tentang kondisi dirinya" kata Daniel menolak ide yang diberikan oleh Rina sebentar ini


" Aku nggak mau kalau nantinya anak itu marah sama aku dan tidak percaya lagi kepada aku karena aku bertanya tentang dirinya kepada Juan" kata Daniel selanjutnya menjelaskan kepada Rina Kenapa dirinya tidak mau menghubungi Juan untuk bertanya tentang kondisi Frenya adiknya itu.


" aku sangat mengenal dia sayang dia tidak akan mau lagi berbagi dengan siapapun kalau orang tersebut mencari tahu apa yang dikatakan oleh dirinya kepada kita. Aku tidak mau hal itu terjadi kepada diri Aku sayang" lanjut Daniel menjelaskan kepada Rina Bagaimana sebenarnya sifat dan sikap dari seorang Frenya.


Rina mendengarkan semua penjelasan yang diberikan oleh suaminya itu. Rina sangat tahu kalau Daniel sangat mengerti dengan kepribadian kedua adiknya.


" jadi sekarang Apa yang harus kita lakukan sayang?" Tanya Rina yang sama sekali tidak tahu mau berbuat apa.


" semua barang-barang kita sudah kita simpan dengan rapi, apa kita akan berangkat ke bandara sekarang?" Kata Rina memberi salah satu solusi atau kegiatan apa yang harus dirinya lakukan dan Daniel


" ya sayang kita harus ke bandara sekarang" jawab Daniel yang setuju dengan ideal diberikan oleh Rina.


Daniel tidak boleh membuang-buang waktu terlalu lama di negara ini. Bagaimanapun juga Daniel memiliki tanggung jawab yang sangat besar di negara i untuk mengembangkan bisnis dari perusahaan yang telah diwariskan oleh kedua orang tuanya kepada dirinya. Belum lagi rumah sakit yang harus dikelola oleh Daniel. Rencana Daniel, Daniel akan membicarakan perihal rumah sakit kepada Gina saat dirinya sudah berada kembali di negara i.


" pesawatnya bagaimana apakah sudah kamu pesan?" Tanya Rina yang dari tadi tidak melihat Daniel memesan tiket atau melakukan sesuatu yang berhubungan dengan pesawat


" aku sudah menghubungi pilot yang akan mengantarkan kita memakai salah satu pesawat milik perusahaan Nana. Jadi sekarang kita hanya perlu datang ke bandara tepat waktu dan pesawat akan langsung mengantarkan kita ke bandara negara i" ujar Dania menjelaskan kepada Rina apa yang akan mereka lakukan sesaat lagi


" Wow baguslah itu jadi kita tidak perlu naik pesawat komersil karena hal itu sangat aku benci" Katarina ya memang tidak hobi terbang menggunakan pesawat

__ADS_1


" Jadi kalau pesawat pribadi kamu mau terbang gitu?" Tanya Daniel sambil menatap ke arah istrinya


" Enggak juga, aku tetap tidak akan mau, tapi kalau terpaksa mau bagaimana lagi. Seperti penerbangan aku selama ini. Semuanya aku lakukan karena murni aku terpaksa terbang" ujar Rina menjawab pertanyaan dari Daniel.


"Aku juga tidak mau dikatakan sebagai wanita matre sayang. Wanita yang mau terbang hanya saat memakai privat jet. Aku tidak mau tuduhan seperti itu mendarat di diri aku" lanjut Rina menjelaskan kepada Daniel. Rina tidak ingin Daniel memiliki pemikiran buruk tentang dirinya. Apalagi Daniel sampai berpikir kalau dirinya adalah wanita yang doyan uang. Rina tidak ingin hal itu terjadi.


"Sayang sayang, aku tidak pernah berpikiran kalau kamu seperti itu. Aku sangat kenal kamu sayang. Bagaimana nya kamu aku sangat kenal. Makanya aku mau mempersunting kamu sayang" ujar Daniel yang tidak mau Rina berpikiran buruk tentang dirinya.


"Jadi aku mohon jangan berpikiran buruk kepada aku. Bagaimanapun juga aku sangat mencintai kamu sayang, apapun itu" ujar Daniel dengan bangga mengatakan kalau dirinya sangat mencintai Rina.


"Oke apa kita bisa berangkat sekarang?" ujar Daniel bertanya kepada kekasih hatinya yang sangat dicintainya itu dan sangat dipuja nya. Bagi Daniel tidak ada wanita yang semenatik Rina, sehingga untuk mendapatkan Rina, Daniel berusaha melalui Ghina, sehingga Rina mau menerima Daniel sebagai kekasihnya.


Rina mengangguk, menyetujui permintaan Daniel untuk berangkat ke negara I. Daniel kemudian menghubungi supir untuk memasukkan semua barang barang yang telah di susun oleh Rina ke dalam mobil. Mereka berdua sudah siap untuk terbang kembali ke negara I.


Dalam waktu dua jam Daniel dan Rina sudah berada di bandara. Mereka sedang menunggu persiapan untuk masuk ke dalam pesawat.


"Kamu siap sayang?" ujar Daniel menanyakan sekali lagi kesiapan dari Rina.


Daniel menggenggam tangan istrinya itu. Dia sangat tahu kalau sebenarnya dia sudah mengecewakan Rina.


"Maaf karena sudah melanggar janji" ujar Daniel kepada istrinya tersebut.


"Tidak apa apa sayang. Semoga apa yang kita lakukan di sini, bisa kita lanjutkan di sana" ujar Rina sambil tersenyum.


Rina tidak ingin suaminya itu merasa bersalah dan terbebani oleh dirinya karena mengajak Rina untuk kembali ke negara I.


"Aku berjanji akan menjaga kamu dan dia" ujar Daniel sambil mengusap perut Rina.

__ADS_1


"Aku percaya itu" lanjut Rina yang tidak pernah ragu akan cinta Daniel kepada dirinya.


"Maaf Tuan dan Nona muda, pesawat sudah siap. Kita siap berangkat" ujar salah seorang pramugari memberitahukan kepada Daniel dan Rina kalau pesawat sudah siap untuk berangkat.


"Ayok sayang"


Daniel menggenggam tangan Rina. Mereka berdua kemudian berdiri dan berjalan meninggalkan ruang tunggu untuk penumpang rivat jet. Bagi Daniel dan Rina ini adalah penerbangan yang sudah tidak terhitung kalinya menggunakan salah satu pesawat milik perusahaan GA Grub yang sekarang berada di bawah kepemimpinan Daniel.


Sepanjang perjalanan sepasang suami istri yang tampan dan cantik itu menjadi pemandangan yang luar biasa menarik bagi semua orang yang ada di sana. Mereka menatap ke arah Daniel dan Rina.


"Apakah itu keturunan dari pemilik perusahaan GA Grub dan Soepomo?" ujar slah seorang pria yang terlihat kalau dia juga seorang pebisnis handal.


"Sepertinya iya. Kita harus lihat mereka akan masuk ke pesawat yang mana. Tadi saya melihat salah satu privat jet perusahaan GA Grub terparkir di runway" ujar rekannya yang duduk di sebelahnya.


Pengawal dari Daniel dan Rina mendengar apa yang dibicarakan oleh dua orang yang dari tadi asik bercerita mengenai kedua Tuan dan Nona nya itu.


'Nggak di negara I di negara ini mereka juga membicarakan tentang keluarga Nyonya besar. Sebegitu besarnya pengaruh Nyonya besar dalam dunia bisnis' ujar dua orang pengawal yang dari tadi mengikuti Daniel dan Rina.


Daniel dan Rina sudah berada di dalam pesawat, sebentar lagi pesawat akan lepas landas meninggalkan bandara negara E. Mereka akan transit terlebih dahulu di negara A sebelum menuju negara I.


"mari kita berdoa sayang" ujar Daniel sesaat setelah pilot mengatakan langkah langkah penerbangan mereka kali ini.


Daniel dan Rina berdoa untuk ke selamatan mereka. Setelah pesawat lepas landas, Daniel dan Rina membuka sabuk pengamannya dan langsung berjalan menuju kamar yang ada di pesawat mewah itu.


"Nanti saat mau mendarat bangunkan saya dan istri saya" ujar Daniel meninggalkan pesan kepada dua orang pengawalnya yang selalu setia mengiringi dirinya selama ini.


"Siap Tuan muda." jawab pengawal sambil menganggukkan kepalanya tanda mengerti dengan perintah yang diberikan oleh Daniel kepada dirinya.

__ADS_1


Daniel dan Rina masuk ke dalam kamar mewah itu.


"mari kita istirahat sayang" ujar Daniel mengajak Rina untuk beristirahat selama penerbangan pertama mereka.


__ADS_2