Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
Kesetiaan Seorang Istri + 34


__ADS_3

"Sayang, bangun sayang" panggil Juan berusaha membangunkan Frenya yang masih tertidur nyenyak setelah melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim.


Juan telah selesai bersiap siap. Dia sudah memakai pakaian kerjanya. Juan akan berangakat menuju perusahaannya pagi ini. Dia ada perlu dengan seseorang di sana


"Hem" ujar Frenya memberikan tanggapan seadanya saja saat Juan berusaha membangunkan dirinya.


"Sayang, aku harus berangkat ke perusahaan sekarang. Ada sedikit masalah yang harus aku selesaikan." kata Juan saat melihat Frenya sudah membuka mata indahnya.


"Ada masalah apa sayang? Sehingga harus berangkat opagi pagi begini" kata Frenya.


"Mana masih jam enam pagi lagi sayang" lanjut Frenya saat melihat jam dinding kamar.


"Apa suatu hal yang sangat urgent terjadi di perusahaan?" tanya Frenya yang kaget saat mendengar apa yang dikatakan oleh Juan kepada dirinya.


"Tidak masalah yang berat sayang. Tapi harus diselesaikan secepatnya" jawab Juan yang tidak ingin Frenya menjadi cemas karena mendengar perusahaan yang sedang bermasalah.


"Kita kan akan pergi ke rumah sakit jam sembilan, jadi aku harus cepat menyelesaikan permasalahan ini. Aku tidak mau datang terlambat dan melewatkan informasi dari dokter" kata Juan menjelaskan kepada Frenya kenapa dirinya harus berangkat pagi pagi sekali ke perusahaan.


"Oh baiklah sayang. Tapi aku belum bisa bangun untuk mengantarkan kamu ke bawah. Bagaimana ini?" kata Frenya yang rasanya badannya susah untuk di ajak berdiri.


"Nggak apa apa sayang. Kamu lanjut tidur saja. Hari ini kamu nggak usah ke perusahaan. Biarkan Hendri yang mengehndel pekerjaan kamu" kata Juan sambil memasang kaus kakinya.


"Apakah Hendri bisa?" tanya Frenya kepada Juan..


"Ya dia sudah biasa mengelola perusahaan milik keluarga sayang. Makanya aku sangat yakin kalau dia bisa mengelola perusahaan kamu" kata Juan menambahkan pendapatnya kepada Frenya.


"Okeh sayang. Kamu atur saja. Aku setuju setuju saja. Kalau aku bisa aku akan datang ke perusahaan tapi kalau tidak, aku minta kamu bantu aku ya" Kata Frenya yang benar benar merasakan tenaganya tidak akan bisa mengelola perusahaan.


" Nanti kalau sudah akan berangkat menuju rumah sakit kamu harus Telepon aku ya. Aku nggak ingin telat" kata Juan yang sebenarnya juga malas ke perusahaan hari ini tetapi karena ada masalah perusahaayang harus diselesaikan sehingga membuat Juan harus datang ke perusahaan.


" Oke Sayang nanti kalau kami akan berangkat aku akan langsung telepon kamu"


" Sekali lagi maaf ya aku nggak bisa nganter ke bawah aku benar-benar capek rasanya" ujar Frenya yang sama sekali tidak bisa mengantarkan Juan ke pintu depan mansion.


" Oke Sayang tidak apa-apa" kata Juan sekali lagi meyakinkan freenya kalau dia tidak masalah berjalan sendirian keluar dari kamar menuju pintu utama Mansion.


" Oh ya Hampir lupa"


" untuk masalah Hendry besok saja ya. Aku tidak mungkin langsung mengatakan hari ini kepada dia kalau dia akan membantu kamu mengelola perusahaan selama kamu tidak bisa datang ke perusahaan"


" aku akan berbicara nanti malam kepada Henry tentang keputusan yang kita ambil ini" kata Juan sambil mengambil tas kerja.


"Oke sayang. Kamu silahkan atur saja." jawab Frenya.


Cup. Sebuah kecupan mendarat di kening Frenya. Setelah itu satu kecupan lagi di perut Frenya. Kebiasaan baru Juan semenjak Frenya dinyatakan hamil oleh dokter Ana.

__ADS_1


Juan turun dari lantai atas menggunakan lift. Dia tidak mau bunyi sepatunya akan mengganggu semua penghuni mansion, walaupun sebenarnya langkah kaki Juan tidak akan terdengar sampai ke dalam kamar mereka masing masing. Apalagi sekarang mereka semua pasti sedang bersiap siap untuk ke perusahaan.


"Loh Juan nggak sarapan dulu?" tanya Ghina saat melihat Juan yang sudah siap untuk berangkat ke perusahaan.


"Nggak Nana. Hari ini aku harus ke kantor pagi, ada permasalahan sedikit yang harus diselesaikan secepatnya" jawab Juan.


"Minimal minum teh dulu Juan. Tidak baik berangkat ke kantor dengan perut kosong" kata Ghina dengan bijaksana.


"Oke Nana. Tapi apa bisa dibungkus saja? Aku beneran tidak bisa menunda waktunya lagi" kata Juan.


"Oke" jawab Ghina.


Seorang maid membantu memasukkan bekal sarapan ke dalam kotak bekal untuk Juan. Sedangkan Juan beberapa kali melihat jam tangannya, dia takut sedikit saja telat maka dia akan telat datang ke pemeriksaan Frenya.


"Juan ini" kata Ghina memberikan kotak. Bekal kepada Juan.


Maid termasuk cepat saat menyiapkan bekal sarapan itu. Kurang dari lima menit semuanya telah siap.


"Makasih Nana. Aku jalan dulu" kata Juan. Sambil mengambil keuntungan kotak bekal yang sudah disiapkan oleh maid.


Juan berjalan cepat meninggalkan mansion utama. Dia langsung masuk ke dalam mobil yang sudah ada di depan lobby. Tadi Juan sudah meminta tolong kapada sopir untuk menaruh mobilnya di lobby mansion. Juan hanya memakai sopir, dia sama sekali tidak punya asisten, sehingga semua pekerjaan akan diatur oleh Juan sendiri.


"Perusahaan" ujar Juan memberitahukan tujuan mereka kepada sopir di pagi pagi hari begini.


"Siap Tuan Muda" jawab sopir.


Juan terus saja membaca dokumen yang dikirimkan oleh orang kepercayaan nya itu. Dokumen yang membuat Juan memutuskan untuk berangkat pagi pagi sekali ke perusahaan.


"Tuan kita sudah sampai" ujar sopir.


Juan langsung turun tanpa menunggu pintu dibukakan oleh sopir pribadinya itu. Dia sudah tidak sabar lagi untuk masuk ke dalam ruangannya.


Gedung dengan tinggi delapan lantai itu terlihat masih kosong. Hanya ada para cleaning servis yang sedang bekerja membersihkan area perusahaan.


"Pagi Tuan" ujar cleaning servis menyapa Juan.


"Pagi" jawab Juan.


Juan masuk ke dalam ruang kerjanya. Dia langsung menghubungi seseorang yang kemaren memberikan kabar tentang kecurangan yang terjadi di anak cabang perusahaan Aleksander yang ada di negara S.


"Permisi Juan" ujar seseorang yang sangat tinggi dan tampan itu.


"Duduk" ujar Juan dengan dingin.


"Apa yang terjadi?" tanya Juan.

__ADS_1


Juan menyilangkan kakinya duduk. Dia harus tau apa yang sebenarnya terjadi di perusahaan negara S saat ini.


"Ada beberapa manager yang mulai bermain curang di perusahaan. Aku sudah mengantongi beberapa nama dan juga bukti bukti kecurangan mereka" kata orang kepercayaan Juan.


"Apa kamu tidak bisa menyelesaikannya sendiri Jero?" kata Juan.


"Maaf Juan, Aku bisa menyelesaikannya, tetapi perusahaan di sana dipimpin oleh kamu, jadi lebih baik kamu yang datang ke sana dan menyelesaikan masalah ini" kata Jero memberikan saran kepada Juan.


Juan terdiam, kalau hanya untuk datang ke sana saja itu suatu hal yang gampang. Tetapi dengan keadaan Frenya seperti sekarang ini, itu pastinya akan menjadi sangat rumit sekali. Bagaimana bisa Juan meninggalkan Frenya dalam kondisi hamil seperti ini untuk mengurus bisnis di negara S.


"Kondisi Aku tidak memungkinkan Jero" kata Juan.


Juan mengurut kepalanya yang tidak sakit itu. Pilihan sangat sulit ada di depannya saat ini.


"Gue nggak bisa berangkat Jero" kata Juan.


"Why?" tanya Jero yang tidak tau apa alasan Juan tidak bisa berangkat ke negara S.


"Kamu bisa bawa Frenya juga. Serahkan saja pengawasan perusahaan kepada Hendri. Hendri bisa diandalkan" kata Jero.


Jero sangat mengenal Hendri. Hendri adalah mantan pimpinan perusahaan milik Juan di negara A. Karena Juan butuh Hendri untuk mendampingi Frenya, sehingga Juan memilih untuk membawa Hendri ke negara I.


"Itulah yang tidak bisa. Frenya tidak bisa kemana mana dalam tiga sampai lima bulan ke depan" kata Juan memberitahukan kepada Jero.


"Kenapa? Apa kakak ipar sakit?" tanya Jero yang penasaran dengan apa yang dikatakan oleh Juan kepada dirinya.


"Kakak ipar tidak sakit. Tapi dia sedang mengandung" jawab Juan.


"Apa mengandung?" tanya Jero kaget mendengar apa yang dikatakan oleh Juan kepada dirinya


"Ya mengandung. Makanya aku katakan tadi, aku tidak bisa menyelesaikan masalah itu. Jadi, tolong selesaikan saja" kata Juan memberikan perintah kepada Jero untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di perusahaan mereka di negara S.


"Apa Papi dan Mami sudah tau?" tanya Jero.


"Belum, aku sebentar lagi akan menghubungi Mami dan Papi" jawab Juan


"Oh baiklah. Aku terbang sekarang. Jaga kakak ipar dengan baik" Kata Jero.


"Titip salam kepada kakak ipar. Aku turut bahagia dengan berita yang aku dengar sebentar ini" lanjut Jero menyampaikan pesannya kepada Juan.


"Aku akan sampaikan kepada Frenya."


"Terimakasih karena sudah mau membantu untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di negara S" kata Juan.


"Sama sama, tapi aku akan tetap memerlukan bantuan dari kamu. Jangan matikan ponsel" kata Jero.

__ADS_1


"Siap" Jawab Juan.


Jero pergi meninggalkan perusahaan untuk kembali ke negara S. Sedangkan Juan membaca beberapa dokumen dokumen yang ada di atas mejanya. Sekarang dia harus bisa mengendalikan dua perusahaan dalam waktu yang bersamaan. Pekerjaan berat yang akan dihadapi oleh Juan ke depannya.


__ADS_2