
Mereka berempat masuk ke dalam mall terbesar di ibu kota. Salah satu mall kepunyaan pribadi Aris, bukan merupakan aset atau warisan dari Soepomo Grub. Gina dan Mira berjalan di depan, sedangkan Aris dan Bayu mengikuti di belakang mereka. Semua mata mengarah melihat mereka berempat. Terlebih lagi banyak mata fokus melihat Gina Soepomo, sosok yang sempat lama menghilang.
"Ini yang paling bikin gue males kemana mana" kata Gina yang mulai terlihat kesal.
"Santai aja Gin. Anggap aja mereka nggak ada, ngapain loe pikirin. Mereka ntah mau seperti loe yang selalu diperhatikan orang orang." kata Mira.
"Gin, gue heran aja, pas loe megang Aris duluan biasa aja. Tapi pas Aris megang loe duluan loe langsung muntah. Gagal paham gue Gin." lanjut Mira berkata sambil menatap Gina.
"Jangankan elo, gue aja gagal paham. Sepertinya anak gue yang nggak mau Aris megang gue duluan. Tapi kalau gue nyantai aja dia." jawab Gina.
"Nah udah berhubungan lagi loe?" Mira mulai kepo.
"Belum. Takut nyoba."
"Coba aja Gin. Mana tau nanti blip terbiasa lagi sama bokapnya." saran Mira kepada Gina.
"Gue nggak janji mau nyobanya Mir." jawab Gina.
"Kapan kapan aja Gin. Jangan masukin ke hati ye." kata Mira ke Gina yang takut Gina menjadi kepikiran.
"Nggak lah." jawab Gina.
Mereka terus berjalan masuk ke mall. Aris dan Bayu tanpa mau bertanya mengikuti dari belakang. Mereka sebenarnya ingin bertanya tetapi apalah daya seorang lelaki hanya bisa pasrah mengikuti wanitanya saat berkeliling mall. Mereka berdua sudah menyiapkan fisik dan mental untuk berkeliling mall seharian ini.
"Mir, masuk ke situ yuk" ajak Gina sambil menunjuk salah satu toko brand terkenal.
"Oke. Siapa takut." jawab Mira yang langsung setuju dengan usul Gina.
Mereka berdua berbelok dan langsung masuk ke dalam toko tersebut. Aris dan Bayu hanya geleng geleng kepala.
"Siap siap aja Ris." kata Bayu.
"Gue siap selalu, istri gue. Loe yang harus siap siap." balas Aris.
"Gue siap selalu. Mau Mira belanja berapa ayuk aja." jawab Bayu.
Gina dan Mira memilih beberapa dress yang akan mereka coba. Aris dan Bayu sebagai tim penilai. Gina mencoba beberapa baju yang longgar di bagian perut. Gina sadar sebentar lagi perutnua akan membesar. Sedangkan Mira tetap membeli baju dengan model babydoll favoritnya selama ini. Setiap baju yang dipakai Gina dan Mira, Aris dan Bayu selalu mengangguk setuju. Selesai dengan urusan baju, Gina dan Mira memilih satu tas keluaran terbaru. Berbeda dengan Mira yang tidak ingin membeli sepatu, Gina membeli dua pasang flatshoes, Gina selama ini tidak punya flatshoes, berhubung dia sedang hamil, makanya Gina membeli sepatu tersebut.
Gina meletakan semua belanjaannya di meja kasir, begitu juga dengan Mira.
"Hitung mbak" kata Gina kepada kasir.
Kasir menghitung semua belanjaan Gina yang lumayan banyak itu. Belanjaan yang masuk kedalam empat kantong tas belanja.
"Empat ratus tiga puluh lima juta enam ratus rupiah total semuanya Nyonya." kata kasir memberitahukan semua total belanjaan Gina.
Gina mengambil kartu debitnya dari dalam dompet.
"Sayang mau ngapain?" tanya Aris.
"Bayar." jawab Gina dengan polosnya.
"Sayang aku suami kamu bukan supir kamu." kata Aris di telinga Gina.
"Oh maafkan aku sayang. Karena udah lama nggak dibelanjain jadi lupa." jawab Gina sambil memeberikan senyum indahnya.
Gina memasukan kembali kartu debitnya ke dalam dompet. Kasir mengambil kartu dari tangan Aris. Bayu juga membayar belanjaan Mira yang hanya kalah lima puluh juta dari belanjaan Gina. Aris dan Bayu menolong membawakan kantong belanja Gina dan Mira.
"Kemana lagi Gin?" tanya Bayu yang udah mulai merasakan lapar.
"Kafe kakak yang di sini aja. Aku lapar." jawab Gina.
"Setuju banget Gin. Gue udah laper dari tadi. Untung aja toko yang tadi ngasih kue untuk dimakan, kalau ndak berdendang cacing di perut." kata Bayu yang memang paling banyak mengeluarkan kata kata dibandingkan Aris dan Brwm.
Mereka berempat menuju kafe milik Bayu yang ada di mall tersebut. Mereka memilih duduk di tepi jendela yang bisa melihat pemandangan ibu kota yang berupa lautan beton. Pemandangan yang sehari hari mereka lihat.
__ADS_1
"Sayang aku ke toilet dulu ya. Pilihin aja apapun, aku akan makan semuanya." kata Gina yang merasakan ingin ke belakang.
"Mir temanin Gina sana" kata Bayu kepada Mira.
"Oke." Mira berdiri dari posisi duduknya.
Gina dan Mira menuju tailet kafe yang terletak dibagian paling belakang.
Aris dan Bayu yang sedang duduk, di hampiri dua orang wanita yang sepertinya karyawan kantoran. Mereka berusaha mengajak ngobrol Aris dan Bayu. Aris dan Bayu berusaha mengusir dan mengacuhkan mereka. Gina dan Mira yang melihat usaha pengusiran yang gagal dilakukan Aris dan Bayu menepuk pundak dua wanita tersebut dari belakang.
"Maaf Nona. Mereka berdua udah sold." kata Gina dari belakang.
"Mana ada sold. Tuan Bayu belum menikah. Sedangkan Tuan Aris ditinggalin istrinya." jawab seorang wanita tersebut dengan beraninya.
"Wow. Anda tau semua. Satu hal yang harus anda ketahui Nona. Saya istri Tuan Aris." kata Gina sambil tersenyum.
"Hahahahaha. Pantesan aja Tuan Aris selingkuh dengan sekretarisnya. Ternyata model istrinya hanya begini." kata wanita tersebut dengan keberaniannya.
"Apa anda katakan. Model istri saya hanya segini? Hay Nona, Anda punya kaca atau tidak di rumah?" tanya Aris.
"Ada dong, makanya saya bisa dandan cantik begini." jawab wanita tersebut dengan rasa percaya dirinya.
"Wadau kayak begini cantik, jeleknya kayak apaan. Kayak ondel ondel pasti." jawab Bayu dengan telak.
"Nona sebelum saya marah. Lebih baik Anda angkat kaki dari sebelah suami saya." kata Gina.
Wanita yang tidak tau malu itu semakin mendekat ke arah Aris. Sedangkan yang mengganggu Bayu saat mendapat cengkraman tajam di bahunya akibat ulah Mira langsung pergi menjauh. Dia tidak ingin berurusan dengan Mira.
"Sekali selingkuh modal berikutnya pasti ada." jawab wanita tersebut yang tepat menyingung Aris.
Aris mengambil minuman di mejanya. Dia menyiramkan minuman yang baru saja datang dan belum sempat diminumnya tepat di atas kepala wanita tersebut.
"Hadiah untuk loe, supaya kepala loe dingin dan tidak berbicara semena mena lagi." kata Aris.
Gina mengambil mie yang sudah dipesan Aris tadi. Dia menumpahkan mie tersebut tepat dimuka wanita tidak tau diri itu.
"Oh ya. Maka aku katakan kau yang akan berurusan dengan ku." kata Mira sambil memelintir jari yang menunjuk wajah Gina dengan pitingan keras.
Bunyi kreak terdengar jelas, sepertinya tangan wanita itu patah dibagian telunjuknya.
"Wanita jalang, jari gue loe patahin." teriak wanita itu sambil menahan sakit.
"Apa loe bilang? Kekasih gue jalang. Loe yang jalang." kata Bayu sambil menumpahkan semua minuman dikepala wanita tersebut.
"Jangan pernah loe atau siapapun ngatain kekasih gue jalang, kalau tidak mau berurusan dengan gue." lanjut Bayu.
Bayu mengambil makanan yang ada di atas meja dan menuangkannya ke atas kepala wanita yang sudah bertampang sangat menyedihkan itu.
"Alex keluar. Bawa wanita ini. Buang dia ke tempat yang biasanya. Berani sekali dia ngancam Gina dan ngatain gue. Ingat kamu jalang, kau akan menyesal karena memilih berurusan dengan Gue." kata Mira dengan tatapan dingin nan membunuh.
"Gue pastikan loe akan menyesali semua ucapan loe tadi." lanjut Mira dengan mencengkram rahang wanita tersebut. Wanita itu merasakan cengkraman yang luar biasa kuatnya.
Wanita itu baru sadar sudah mencari lawat yang luar biasa tidak sepadannya. Apadaya dia, semua sudah terlambat.
Aris terkejut dengan tatapan Mira. Dia tidak menyangka Mira bisa memberikan tatapan seperti itu. Aura di ruangan juga langsung berubah menjadi dingin.
Anak buah Alex membekuk wanita yang tadi telah berani mengancam bos mereka.
"Hay Nona, Anda telah salah memilih lawan. Jadi pesan saya sekarang silahkan nikmati perjalanan Anda." kata Alex sambil tersenyum menakutkan.
"Nona maafkan kesalahan saya nona. Saya janji saya tidak akan mengganggu kalian lagi. Tolong Nona maafkan saya." kata wanita itu sambil menangis.
"Alex bawa." perintah Mira yang sudah tidak bisa ditawar lagi.
Anak buah Alex membawa wanita tersebut dengan memaksa. Wanita tersebut masih berusaha berteriak meminta maaf. Tetapi Mira sama sekali tidak mengacuhkan permohonan maaf wanita yang sudah sangat keterlaluan menyinggung perasaannya.
__ADS_1
"Kita makan diruangan gue aja. Males di sini." kata Bayu yang paham dengan suasana hati Mira yang sudah tidak baik lagi.
"Setuju sayang." jawab Mira yang langsung memeluk pinggang Bayu. Sikap posesifnya langsung ditunjukkan oleh Mira kepada semua orang.
"Sayang, kamu nggak meluk pinggang aku?" tanya Aris kepada Gina.
Gina menatap Aris. Aris tidak menyadari pergerakan Gina. Gina meraih muka Aris. Gina memegang muka Aris dengan sangat lembut. Dia langsung ******* bibir indah milik Aris di depan semua pengunjung kafe. Semua pengunjung melihat dengan terpana apa yang dilakukan oleh Gina. Aris begitu terpana dengan aoa yang dilakukan Gina. Aris membalas ******* bibir Gina yang sudah lama tidak dia rasakan. Aris sangat bahagia sekali. Gina melepas pagutan bibirnya dengan bibir Aris. Dia memberikan Aris senyuman terbaik miliknya.
"Permisi mohon perhatiannya sebentar." kata Gina kepada semua pengunjung kafe.
Semua oengunjung kafe melihat dan memusatkan pendengaran mereka ke arah Gina.
"Kalian diluaran sana pasti mendengar kalau Tuan Aris Soepomo ditinggal istrinya yaitu saya Gina Wijaya Soepomo. Berita itu memang benar, tetapi saya sudah kembali empat bulan yang lalu. Sekarang saya sedang mengandung buah cinta kami, mohon doanya untuk kesehatan saya dan calon buah hati kami." kata Gina sambil mengusap perutnya dengan sayang.
"Jadi dengan sangat menyesal saya katakan kepada semua wanita di luaran sana yang sudah menaruh minat kepada suami saya, yang berkhayal akan mendapatkan suami saya, saya sarankan untuk mundur saja. Kalau tidak maka anda akan bernasip sama dengan wanita tadi." lanjut Gina dengan tenangnya.
"Terimakasih atas perhatiannya. Selamat menikmati hidangan anda dan maaf karena sudah melihat kejadian yang tidak mengenakkan tadi. Semua pesanan anda, saya yang akan bayar." lanjut Aris sambil menatap penuh cinta kearah istrinya itu.
Mereka berempat kemudian berjalan menuju ruangan Bayu yang terletak di balik ruangan kafe. Ruangan yang dibatasi oleh kaca. Bayu bisa melihat semua kejadian di kafenya, sedangkan orang yang berada di luar ruangannya tidak akan bisa melihat aktifitas Bayu.
"Wah Gin. Harusnya tadi saat loe mau cium Aris. Ngomong ke gue dulu. Jadi bisa gue rekam dan kirim ke Sari." kata Mira dengan bersungut sungut.
"Oh iya mana tu anak ya? Telpon Mir." kata Gina memerintahkan Mira untuk menghubungi Sari.
"Udah dari tadi gue telpon. Katanya dia ada urusan dengan Kak Bram. Penting gitu katanya tadi." jawab Mira.
"Urusan apa pake kata penting segala, kayak presiden aja?" Gina mulai kepo.
"Mana gue tau. Loe aneh." jawab Mira.
"Udah jangan ribut. Makan. Kami berdua udah laper." kata Aris yang mengambil makanannya.
Aris takut Gina bertanya kepada dirinya tentang kesibukan Bram dan Sari. Aris tau apa yang sedang dilakukan sepasang kekasih itu. Apalagi kalau bukan membalaskan sakit yang diderita Gina gara gara kecerobohan pelayan warung ayam geprek tersebut.
Tiba-tiba ide jahil Gina muncul saat melihat Aris yang makan dengan lahapnya.
"Sayang jangan kamu kira aku nggak tau ya. Kamu berusaha mengalihkan perhatianku untuk bertanya kepada kamu." kata Gina sambil tersenyum devil melirik kearah Aris.
"Sayang" panggil Gina dengan nada manja yang berlebihan.
"Apa sayang?" kata Aris sambil melihat Gina.
Gina mengangkat piringnya tepat ke depan hidung Aris.
"Mau disuapin?" tanya Aris yang sebenarnya tidak yakin dengan apa yang dikatakan oleh dirinya.
Gina mengangguk dengan semangat. Dia sedang sangat malas menggunakan tangannya untuk memasukan makanan kedalam mulut. Sekaligus ingin mengerjai Aris.
"Muntah gue nengok gaya loe berdua." kata Mira sambil memperagakan gerakan orang yang muntah.
"Cemburu sayang? Sini aku suapin." kata Bayu yang tau Mira sangat tidak suka makan disuapin.
"Bisa sayang tapi saat aku terbaring di rumah sakit ya." jawab Mira.
"Hahahahahaa. Kak Bayu, jangan mimpi ketinggian, mana ada Mira mau disuapin. Dua muncul bulan belum tau dia mau." kata Gina yang sudah tau sifat kedua sahabtnya yang nggak ada romantis romantisnya.
Mereka berempat makan siang sambil bercanda. Selesai makan dua wanita cantik itu melanjutkan acara cuci mata yang tertunda karena lapar. Dua pria tampan selalu mengiringi mereka dari belakang. Mereka tidak mau membiarkan dua wanita yang mereka sayangi berkeliling hanya berdua saja.
Sebenarnya Bayu setuju saja Gina dan Mira berjalan berdua. Bayu sudah tau dimana ada Gina, Mira dan Sari pasti anggota mereka mengiringi setiap langkah tiga wanita tersebut. Tapi Bayu tidak bisa mengatakan hal itu kepada Aris. Aris tidak mengetahui siapa Gina sebenarnya. Makanya Bayu memilih setuju dengan pendapat dan ajakan Aris.
Acara berkeliling mall selesai tepat pukul lima sore. Mereka berempat keluar dari mall menuju mobil masing masing. Mereka akan menuju kediaman masing masing pula.
"Sayang jangan tidur di mobil ya. Kamu harus menghabiskan jus pokat itu." kata Aris sambil menunjuk jus pokat yang tadi dibelinya untuk Gina.
"Siap sayang. Demi makanan aku rela nggak tidur sayang." kata Gina sambil meraih jus pokat tersebut.
__ADS_1
Gina menikmati meminum jus yang wajib dikonsumsinya setiap hari mulai hari ini. Tadi Gina sudah membeli lima kilo pokat yang akan dinikmatinya mulai besok.