
Frenya berjalan meninggalkan keluarganya. Hati frenya sangat sakit saat mendengar apa yang dikatakan oleh Aries kepada dirinya. Sudah berulang kali frenya mengatakan kalau perusahaannya hampir jatuh bangkrut bukan karena dia juga menjalankan GA grub, tapi karena dia yang tidak fokus bekerja saat itu.
"Frenya" panggil Ghina saat melihat anak perempuannya sudah pergi meninggalkan mereka semua. Ghina sangat sedih saat melihat Frenya yang melangkah pergi dengan gontai meninggalkan mereka semua
"Uni" panggil Daniel. Daniel juga bisa melihat bagaimana hancurnya hati Frenya saat ini. Dia tau memang bukan GA grub yang menjadi penyebab hampir bangkrutnya perusahaan Frenya
Frenya sama sekali tidak peduli dengan panggilan orang orang yang disegani dan disayanginya itu. Frenya terus melangkah meninggalkan semua orang. Hatinya saat ini benar benar sudah terluka. Keputusannya kepada keluarganya sudah tidak dipercayai lagi. Dia tidak menyangka kalau semua itu bisa terjadi dengan begitu cepatnya.
Ghina yang melihat anak perempuannya pergi membawa luka langsung menatap Aries. Aries balas menatap Ghina.
"Apa kamu marah sama aku sayang?" tanya Aries dengan nada santai seperti tidak terjadi apa apa bertanya kepada Frenya.
"Aku tidak marah. Tetapi lebih tepatnya, aku sangat kecewa kepada kamu" kata Ghina.
"Frenya sama sekali tidak pernah berbohong kepada kita, apapun itu masalahnya, tetapi sekarang kamu dengan teganya mengatakan kepada dia kalau dia berbohong." kata Ghina dengan murka kepada Aries.
"lebih fatalnya lagi, kamu mengatakan sesuatu yang dicintainya menjadi penyebab kebangkrutan dari perusahaan milik dia sendiri"
"Itu benar benar konyol" kata Ghina memuntagkan apa yang dia rasakan kepada Aries.
"Aku benar benar kecewa dengan kamu. Sangat kecewa"
Ghina berdiri dari posisi duduknya, dia harus menjelaskan kepada Frenya apa yang sebenarnya terjadi. Ghina berpendapat Freya tidak boleh di biarkan dengan apa yang ada di dalam otaknya saat ini. Ghina takut Frenya memutuskan sesuatu dalam keadaan emosi. Ghina tidak ingin keluarganya pecah hanya karena ketidakpercayaan. Ghina tidak ingin hal itu terjadi. Sudah cukup masalah masa lalu menjadi pelajaran. Ghina tidak ingin hal itu terulang kembali.
"Nana" panggil Daniel.
Ghina yang mendengar panggilan dari putra pertamanya itu menghentikan langkah kakinya dan berbalik untuk melihat ke arah Daniel.
"Nana nggak usah ke kamar Frenya sekarang. Biarkan dia sendiri dulu, aku tau bagaimana dan apa yang dirasakan oleh Frenya saat ini" kata Daniel meminta Ghina untuk tidak menemui Frenya.
"Bagaimanapun sekarang ini, pastilah Frenya sangat kecewa mendengar apa yang dituduhkan oleh Daddy kepada dirinya. Jadi lebih baik kita membiarkan saja Frenya tenang terlebih dahulu, setelah itu baru kita tanya apa maunya Frenya" kata Daniel meminta Ghina untuk tidak langsung bertemu dengan Frenya saat ini.
"Benar apa yang dikatakan oleh Daniel, Nana. Lebih baik kita membiarkan Frenya untuk tenang terlebih dahulu, setelah itu barulah Nana berbicara dengan Frenya" kali ini Rani yang mengangkat suaranya. Dari tadi Rani sama dengan daniel, lebih memilih untuk diam dan melihat situasinta. Sepasang suami istri itu sama sekali tidak membuka suaranya dari tadi. Mereka hanya mengamati apa yang sedang terjadi.
"Okelah Nana tidak akan ke kamar Frenya. Nana aka ke kamar nana untuk beristirahat" ujar Ghina menuruti keinginan Daniel, keinginan yang ada benarnya juga.
Ghina meninggalkan keluarganya. Dia berjalan dengan gontai menuju kamar. Permasalahan baru sudah hadir dalam keluarga besarnya. Permasalahan yang hadir karena ego seorang kepala keluarga yang tidak bisa mencerna dengan baik apa yang dikatakan oleh anaknya.
"Apa kalian juga menyalahkan Daddy?" tanya Aries kepada Daniel, Argha dan Rani
"Tidak Daddy. Daddy dan Frenya sama sama salah. Daddy bersikeras untuk mengatakan GA Grub sebagai dalang kebangkrutan perusahaan Frenya. Sedangkan Frenya juga bersikeras mengatakan kalau bukan, sehingga kita tidak menemukan titik permasalahannya" kata Daniel menjawab dengan bijak.
Kalau Daniel menuruti egonya, maka dia pasti akan mengatakan kalau Aries slah karena sudah membuat keputusan sendiri padahal Frenya sudah mengatakan tidak saat itu.
"Uni kalian mengatakan tidak karena dia segan dengan Nana, padahal Daddy sangat yakin kalau penyebab kebangkrutan perusahaannya memang disebabkan oleh GA Grub" kata Aries masih dengan keras kepala.
__ADS_1
"Baiklah Daddy, aku tidak tau lagi harus berbuat apa. Kita selesaikan saja besok, saat Frenya sudah tenang dan Daddy juga sudah tenang" kata Daniel.
"Aku dan Rani harus istirahat, besok Rani ada operasi pagi hari, sedangkan aku ada meeting" ujar Daniel berpamitan kepada Aries.
"Argha juga pamit Daddy" kata Argha.
Ketiga anak itu masuk ke dalam lift bersamaanbersamaan, mereka sama sama terdiam di dalam lift. Mereka tidak terlibat percakapan sama sekali.
"Semoga akhirnya berujung dengan baik" kata Argha saat mereka bertiga keluar dari dalam lift.
"Semoga Argha. Tetapi uda tau bagaimana Frenya" kata Daniel dengan sendu.
Argha melihat kepada Daniel.
"Apa yang tidak aku tau Uda?" tanya Argha dengan tajam.
"Frenya keras Argha, saat dirinya sudha tidak dipercayai lagi, maka dia akan menjadi pribadi yang berbeda" kata Daniel menjawab pertanyaan yang diajukan oleh argha kepada dirinya.
Mereka bertiga kemudian masuk ke dalam kamar masing masing. Mereka tidak menyangka pembicaraan ini akan berakhir tragis seperti sekarang ini. Mereka bertiga tidak menyangka kalau hasil akhirnya akan seperti ini.
Frenya masuk ke dalam kamarnya. Dia menatap ke arah Juan yang menunggunya sambil duduk di atas ranjang. Frenya berlari memeluk suaminya itu. Frenya menangis dalam pelukan Juan.
Juan mengusap kepala Frenya dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.
"Kan sudah aku katakan sayang jangan katakan, tetapi kamu keras untuk mengatakannya" kata Juan yang sudah bisa memprediksi apa yang akan terjadi.
"Emangnya apa yang mereka katakan ke kamu sayang?" tanya Juan yang tidak tau apa yang telah membuat Frenya terlihat sangat bersedih seperti sekarang ini.
"Mereka mengatakan kalau aku mengkambinghitamkan GA Grub sebagai penyebab hampir gung tikar nya Bree Company" ujar Frenya mengatakan kepada Juan apa yang dikatakan oleh mereka tadi di bawah.
Juan merenggangkan pelukan Frenya yang sangat kuat kepada dirinya. Tetapi Frenya tidak ingin hal itu terjadi. Frenya tetap memeluk kuat Juan.
"Apa kamu katakan sama mereka sayang?" tanya Juan yang nggak habis pikir kenapa keluarga besar mereka bisa mengambil kesimpulan seperti itu.
"Aku sudah menjelaskan berkali kali kepada mereka sayang, kalau aku sama sekali tidak ada menyalahkan GA Grub atas colapnya perusahaan aku." kata Frenya menceritakan kembali apa yang dialaminya di bawah saat Juan meninggalkan dirinya bersama keluarga besarnya itu.
"Tapi mereka sama sekali tidak percaya dengan apa yang aku katakan sayang. Mereka masih tetap mengatakan kalau aku menyalahkan GA grub." lanjut Frenya.
"Aku sudah berusaha mengatakan tidak ada hubungan kebangkrutan perusahaan aku dengan GA Grub. Malahan aku mengatakan kalau yang salah adalah aku karena aku tidak bisa fokus mengelola perusahaan" kata Frenya dengan berlinang air mata.
"Siapa yang mengatakan ke kamu kalau GA Grub menjadi penyebab hampir bangkrutnya perusahaan milik kamu sayang?" tanya Juan penasaran dengan orang yang telah meneduhkan sesuatu yang tidak dilakukan oleh Frenya.
"Daddy" jawab Frenya.
Sesuai dengan apa yang ada dalam hati dan pikiran Juan. Pasti orang yang mengatakan kekejaman itu adalah Aries. Aries dari pertama terlihat tidak setuju dengan diangkatnya Hendri menjadi pimpinan sementara perusahaan milik Frenya. Tetapi sekarang tuduhan yang diberikan ke Frenya lebih luar biasa lagi.
__ADS_1
"Apa kamu menceritakan bagaimana perusahaan kamu bisa pulih seperti sekarang lagi?" tanya Juan.
Juan sudah memprediksi kalau Frenya tidak sampai menceritakan ke sana. Hal itu terlihat dari cara dan juga keadaan Frenya saat kembali dari berbicara dengan semua anggota keluarganya di ruang bawah.
"Aku tidak sempat mengatakan apa apa lagi sayang. Aku sudah luar biasa marah saat Daddy sama sekali tidak mau mendengar apa yang aku katakan" kata Frenya dengan nada menyesal bercampur dengan sedih.
" Apa mereka tidak memberikan kamu kesempatan untuk menjelaskan kepada mereka Apa yang terjadi?" tanya Juan selanjutnya.
Frenya menggeleng, "aku yang pergi sayang. Aku capek karena mereka sama sekali tidak percaya dengan aku. Seharusnya mereka percaya dengan apa yang aku katakan. Aku tidak mungkin menyalahkan orang lain atas apa yang terjadi kepada aku" Kata Frenya.
"Aku marah benar benar marah saat itu, kenapa semua penjelasan yang aku berikan kepada mereka, mereka sama sekali tidak mau mendengarnya" kata Frenya selanjutnya.
"Padahal aku tidak pernah berbuat salah sayang. Mereka tau itu, tetapi kenapa hal buruk itu mereka tuduhkan kepada aku, aku tidak seburuk itu sayang" lanjut Frenya menumpahkan semua yang menyesal di dadanya kepada Juan.
"Aku rela perusahaan yang aku miliki hampir jatuh bangkrut, supaya perusahaan keluarga dalam kondisi yang aman, tetapi kenapa mereka tidak bisa menghargai hal itu sayang" lanjut Frenya.
Juan memeluk istrinya yang sedang bersedih tersebut. Juan tidak ingin memperkeruh suasana dengan ucapan ucapannya. Dia hanya ingin memberikan ketenangan kepada Frenya.
"Sayang satu pertanyaan, apa kamu kecewa dengan mereka?" tanya Juan.
"Ya. Terutama kepada Daddy. Kenapa Daddy tidak mempercayai aku sedikitpun. Aku benar benar tidak berbohong saat itu" kata Frenya.
Frenya melepaskan pelukannya dari Juan. Dia merasakan sesak di dadanya karena menangis sampai sesegukan.
"Sekarang kamu amu apa sayang?" tanya Juan kepada Frenya.
"Apa aku masih punya hak untuk memilih?" tanya Frenya kembali pada Juan.
"Apapun itu. Apapun keputusan kamu aku akan ikut" jawab Juan.
"Aku akan selalu mendukung keputusan kamu" kata Juan selanjutnya.
"Terimakasih sayang, aku benar benar butuh dukungan dari kamu. Aku tidak bisa membayangkan apa yang terjadi kalau tidak ada kamu" kata Frenya.
"Jadi sekarang kamu mau apa?" tanya Juan selanjutnya kepada Frenya.
"Aku mau kita pergi untuk sementara dari mansion ini. Aku ingin tenang terlebih dahulu." kata Frenya menyebutkan apa yang diinginkannya saat ini.
Juan terdiam dan ternganga mendengar apa yang diinginkan oleh Frenya. Juan tidak mengira kalau itu yang diinginkan oleh Frenya. Dalam bayangan Juan, Frenya hanya menginginkan dia untuk tidak di ganggu tetapi tetap berada di mansion keluarga besarnya.
"Apakah permintaan aku itu sangat berat sayang?" tanya Frenya saat melihat tidak ada tanggapan dan respon yang diberikan oleh Juan kepada dirinya
.
"Apakah permintaan itu sudah kamu pikirkan masak masak sayang?" tanya Juan kembali kepada Frenya.
__ADS_1
Frenya mengangguk " itu sudah keputusan aku sayang. Aku tidak bisa tinggal dengan orang yang tidak mempercayai aku" jawab Frenya.
Frenya menghapus air matanya yang jatuh ke pipi. Dia sudah membulatkan tekadnya untuk keluar dari mansion utama keluarga Soepomo.