Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
Gantung Banget gak Enak Rasanya


__ADS_3

Aris mulai meraba-raba beberapa bagian dari tubuh Gina yang menjadi tempat favoritnya. Gina yang pertamanya tegang dan merasa sedikit ragu dengan rabaan dari Aris perlahan mulai menikmatinya. Mereka sudah sangat lama tidak meraba raba bagian bagian sensitif yang bisa membangkitkan rasa sesuatu dari dalam diri mereka.


Aris menatap mata Gina dengan tatapan memuja sekaligus meminta izin. Gina yang melihat Aris sudah begitu lama menahan semua rasa yang harus dikeluarkan, menganggukan kepalanya tanda menyetujui keinginan Aris.


Aris mulai memasukan tangannya ke balik baju rumah sakit yang di pakai Gina. Tangan Aris mulai bergerilya di area favoritnya itu. Area yang sudah sangat lama tidak di sentuhnya, area yang selama beberapa bulan ini hanya bisa dipandanginya tanpa bisa disentuhnya. Area yang luar biasa sangat dirindui oleh Aris.


Betapa terkejutnya Aris, karena area itu tidak diberikan pengaman yang biasa dipakai oleh Gina.


"Sayang, kamu nggak pakai.......?" kata Aris sambil menatap Gina dengan tatapan tidak percayanya.


"Nggak sayang. Semenjak mengandung ini, aku nggak suka berbaring menggunakan bra. Makanya aku lepas dari kemaren." jawab Gina.


"Ide bagus, aku jadi nggak susah untuk bergelrilya sayang. Aku jadi leluasa untuk mengapa ngapainnya." kata Aris dengan wajah yang sudah dipenuhi oleh perasaan yang sudah lama ditahannya. Aris langsung memulai kegiatannya itu. Dia sudah sangat ingin merasakan lebih jauh dan mendengar suara seksi Gina saat kedua benda indahnya dimainkan oleh Aris.


Mereka berdua sama sama saling meraba tubuh pasangan. Mereka mulai terhanyut dengan semua kegiatan yang dilakukan. Mereka sama sama tidak mau kalah dalam memenuhi semua keinginan menyentuh setiap senti tubuh pasangannya.


" Sayang mau." kata Gina sambil menatap Aris. Wajah Gina menunjukkan keinginann yang sudah tidak bisa ditahannya lagi.


"Rumah sakit sayang. Pas di rumah ya. Nanti ada yang masuk berabe kita sayang. Aku nggak mau kamu sakit kepala nantinya." kata Aris sambil tersenyum kepada Gina. Aris tidak mau saat mereka melakukan ada orang tiba tiba masuk ke dalam kamar.


"Kunci pintunya sayang." kata Gina yang memang sudah tidak bisa menahannya lagi. Keinginan yang luar biasa susah dibendung.


Aris bangun dari kasur, dia mengunci pintu kamar agar semua kegiatan yang akan mereka lakukan nanti tidak dipergoki oleh orang lain. Selesai mengunci pintu Aris kembali naik ke atas kasur.


Aris kembali meraba raba Gina. Aris ingin kembali menikmati tubuh Gina dengan rabaan rabaannya.


"Jadi bayi aja sayang. Aku pengen banget." kata Gina dengan memohon kepada Aris.


Aris membuka kancing baju Gina tepat dibagian dadanya. Aris tidak ingin membuat Gina sakit kepala karena keinginannya tidak dipenuhi. Aris mulai mengelus dengan mensra dan sedikit meniup sesuatu yang sudah sangat lama ingin dilakukannya.


"Sayang. Jangan siksa gini sayang. Jadi bayi sayang." kata Gina memegang kepala Aris.


"Sayang sabar dulu sayang. Aku ingin bermain dengan dia dulu sayang. Aku udah lama nggak menyentuh dia sayang." kata Aris selanjutnya.


Aris tetap memainkan benda itu dengan penuh kelembutan dan kerinduan. Aria memeras dan meniupnya. Selang seling antara kedua benda itu. Satu ditiup dan dibelai dengan lidah, yang satu lagi di remas remas manja. Aris memberlakukan dua benda itu dengan begitu memujanya.


"Sayang aku udah nggak tahan sayang." kata Gina sambil menarik kepala Aris dan mengarahkan kepala Aris ke benda yang mengagumkan itu.

__ADS_1


Saat Aris akan melakukan ritualnya, tiba tiba kejadian yang tidak mereka inginkan terjadi.


Tok tok tok,, bunyi pintu kamar ruang rawat di ketuk dari luar.


Aris langsung memasangkan kembali kancing baju Gina yang sudah dibukanya. Gina memberengut manja.


"Sabar sayang." kata Aris sambil mengecup bibir Gina yang manyun itu.


Gina sangat kesal karena ada yang mengganggu kegiatan yang sudah lama ingin dirasakannya.


Aris bangun dari kasurnya, dia membuka pintu kamar yang untung saja sempat dikuncinya tadi. Ternyata yang berdiri di depan pintu adalah Bram dan Bayu.


"Lama kali bukanya Ris." kata Bram.


Bayu dan Bram melihat kasur yang sedikit acak acakan, dan Gina yang manyun tidak semangat di atas kasur.


"Apakah kami datang di waktu yang kurang tepat?" tanya Bayu sambil tersenyum mengejek ke arah Aris.


"Luar biasa tepat kak Bayu. Ada perlu apa harus ke sini saat jam masih jam kerja?" tanya Gina dengan tidak bisa menyembunyikan kekesalannya atas gangguan dua makhluk ajaib itu.


"Hahahahaha. Kamu terlihat kesal Gina." jawab Bayu.


" Nggak ada, kami hanya mau melihat kamu saja." jawab Bram yang paham dengan tatapan Gina.


" Kalu gitu sana pergi lagi. Aku mau tidur." ketus Gina.


" Ya ya ya, kami datang di waktu yang tidak tepat." jawab Bayu.


Bayu dan Bram melangkah menuju pintu kamar, tiba tiba.


" Kalian berdua mau kemana? Mami tadi masak ayam kecap. Makan dulu sini." kata Mami sambil mengangkat rantang ke depan hidung Bram.


Gina melongos tidak percaya. Baru berhasil mengusir Bram dan Bayu sekarang yang datang Mami dan Nana.


" Hahahahaha" Bram dan Bayu tertawa terbahak bahak melihat ekspresi Gina.


" Sayang gimana keadaanmu?" tanya Nana.

__ADS_1


" Udah mendingan Na. Aku mau istirahat dulu ya Na. Kepala ku agak sedikit pusing." kata Gina sambil memeluk bantalnya.


Mami dan yang lainnya menikmati makan siang yang dibawa Mami. Selesai makan mereka melanjutkan obrolan. Sedangkan Gina masih setia dengan tidur siangnya. Gina tidur dalam keadaan kesal karena belum terpenuhi secara menyeluruh.


"Ris, Gina sakit kepala sejak kapan?" tanya Nana yang ingat Gina mengatakan kalau dia sedang sakit kepala.


"Dari tadi Mi. Makanya dia mau tidur. Oh ya Mi, nanti malam biar Aris sendiri aja yang nemani Gina di rumah sakit Mi." kata Aris.


Aris tidak ingin Gina merasakan sakit kepala selama sehariab. Dia akan menolong Gina nanti malam untuk terlepas dari rasa sakit kepalanya.


"Baiklah sayang kami setuju saja. Semoga dengan kalian berdua saja di ruangan sebesar ini, kemesraan kalian akan kembali muncul." kata Mami dengan diamini oleh Nana.


"Mami nggak tau aja apa yang terjadi saat kami datang tadi." kata Bram sambil tersenyum mengejek Aris.


"Emang apa yang terjadi Ris? Kamu apain Gina? Kamu sakiti lagi?" tanya Mami dengen memberikan banyak banyak pertanyaan.


" Nggaklah Mami. Mana ada Aris mau melakukan hal negatif ke Gina. Bram asal ngomong" kata Aris membela dirinya.


"Terus apa yang terjadi Bram?" tanya Mami kepada Bram.


" Jadi kami tadi datang tudak tepat waktu Mami. Mereka berdua sedang mesra mesraan, eeeee kami mebgetuk pintu. Makanya Gina sampai harus merasakan sakit kepala." kata Bayu menerangkan sambil tersenyum.


" Bener Ris?" tanya Nana.


" Pengkhianat loe" kata Aris sambil melempar tulang ayam ke muka Bayu.


"Bener Nana. Makanya Gina sakit kepala." jawab Aris.


" Hahahaha. Baiklah nanti malam kalian berdua saja disini. kalau perlu Mami ngomong dengan dokter agar Gina bisa pulang cepat." kata Mami.


"Hahahaha" Nana tertawa mengejek Aris


" Jadi ada yabg terhujung ceritanya." lanjut Nana.


Aris menekuk kepalanya karena malu di depan Mami dan mertuanya itu.


'Awas loe Bay.' kata Aris dalam hatinya

__ADS_1


'Tunggu pembalasan gue' lanjut Aris.


__ADS_2