Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
Aris Tak Romantis


__ADS_3

Aris yang baru bangun dari tidurnya melihat Papi dan Mami sudah duduk di sofa. Aris kemudian duduk dan mengucek matanya meyakinkan dirinya bahwa yang dilihatnya bener-bener Papi dan Mami.


"Kenapa Ris? Nggak percaya kalau kami udah disini?" tanya mami.


Arispun mengangguk sambil meminum air mineral yang ada di atas meja.


"Mami kamu tuh Ris. Asal denger anaknya sakit apalagi masuk rumah sakit langsung aja minta pulang. Mana baru mendarat lagi. Kamu bangkan saja, baru mendarat haris terbang lagi. Kerenkan."


"Hahahahahaha. Mami, mami sebegitunya. Tuh Bram aja udah sadar kok." kata Aris sambil melihat ke arah Bram yang sudah membuka matanya.


"Baru juga sadar Ris. Kamu yang pingsan tidur. Kami datang saja kamu sampai tidak tau. Dasar kebo" kata Mami sambil berdiri dan berjalan menuju Bram.


Aris yang memang harus masuk kantor langsung saja menuju kamar mandi. Aris pergi membersihkan dirinya. Selesai mandi Aris langsung memakai baju kantor yang sudah diantarkan oleh sopir.


"Kamu mau ngantor Ris?"


"Jya Pi. Udah lama nggak nengok kantor. Nanti selepas dari kantor aku akan kesini lagi."


"Baiklah hati hati Ris." kata Papi.


Aris kemudian pamit kepada kedua orang tuanya dan.juga Bram yang sudah lumayan baikan dibandingkan kemarin. Aris melajukan mobilnya dengan kecepatan biasa saja. Dia sengaja mengosongkan semua jadwal meetingnya sampai Bram sembuh. Jadi Aris kekantor hanya mengecek beberapa laporan dan beberapa berkas yang harus ditandatanganinya. Tak lama kemudian Aris sampai juga di kantornya. Aris masuk kedalam ruangannya dan langsung bekerja. Aris larut dalam urusan kantornya tak terasa jam makan siangpun tiba. Aris sudah meminta OB untuk membelikan makanan untuknya. Aris kemudian mengeluarkan ponsel dari saku bajunya.


✉️ Aris


Pulang jam berapa Gin?


✉️ Gina


Jam tiga selesai kak. Kakak jadi jemput?


✉️ Aris


Yup jadilah masaknndak jadi. Kangen tau.


✉️ Gina


Is gombal. Hubungan aja kagak oake kangen.


✉️ Aris


Jadi mau ada hubungan neh? Yakin?

__ADS_1


✉️ Gina


Serah kakak. Kak aku kantin dulu ya laper.


✉️ Aris


Sip. Jam setengah tiga aku jalan menuju kampus.


✉️ Gina


Oke kak. Hati hati. Jangan lupa sholat dan makan kak.


Aris kemudian memasukkan ponselnya. Aris masuk kedalam kamar yang ada di balik meja kerjanya. Aris pergi mengambil wudhu untuk melaksanakan kewajibannya. Setelah sholat Aris langsung menyantap makanan yang sudah terletak di atas meja diruangannya. Aris selesai makan pukul dua siang. Aris kemudian langsung keluar dari kantornya. Aris akan memberikan kejutan untuk Gina. Aris sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Gina.


Aris langsung masuk kedalam mobil yang sudah diparkir didepan lobby kantor. Aris langsung melajukan mobilnya menuju toko bunga favoritnya. Aris meminta pelayan toko untuk merangkai dua buket bunga yang melambangkan rasa cinta yang dalam dan permintaan maaf. Aris berada di toko bunga itu selama setengah jam. Hasilnya sangat luar biasa memuaskan bagi Aris, tidak sia sia Aris menunggu selama setengah ja



bunga permintaan maaf



bunga ungkapan cinta


✉️ Aris


Aku di lapangan parkir depan ruanganmu. Aku memakai mobil warna silver.


Gina pun melihat mobil berwarna silver. Gina berjalan kearah mobil itu. Aris yang melihat Gina sudah berjalan ke arah mobilnya langsung keluar dari dalam mobil sambil menutup mukanya dengan buket bunga yang dibelinya tadi. Semua mahasiswa yang baru keluar langsung melihat kearah Aris yang memberikan kejutan kepada Gina.


Gina berhenti tepat di depan Aris. Aris seketika mengambil posisi seperti seorang pria yang mau melamar kekasihnya menjadi istrinya.


"Gina putri Wijaya, maukah kamu menjadi kekasihku. Menjadi orang yang selalu akan aku rindui saat aku keluar kota. Menjadi seseorang yang wajib aku kasih kabar setiap hari. Menjadi seseorang yang terpenting di dalam hidupku. Maaf aku tidak bisa romantis, karena aku memang bukan tipe pria romantis. Maukah kau menjadi kekasihku Gina?" kata Aris.


"Gin terima Gin. Kasihan Aris kelamaan jongkok pegel tu anak." kata Mira.


Terima terima terima terima" sorak mahasiswi yang lain.


"Baiklah Tuan Aris Putra Soepomo, aku bersedia menjadi kekasihmu." kata Gina.


Aris kemudian masuk kedalam mobil dan mengambil buket bunga keduanya. Aris memberikan buket bunga tersebut dan langsung berteriak.

__ADS_1


"Gina aku Aris mencintaimu dengan setulus hatiku" teriak Asris. Pengakuan cinta Aris membuat semua mahasiswa bertepuk tangan. Aris pun langsung membawa Gina kedalam pelukannya. Aris sangat bahagia karena sudah berhasil mendapatkan hati Gina. Gina juga bahagia akhirnya bisa menjadi milik Aris.


Gina dan Aris kemudian masuk kedalam mobil. Mereka akan langsung ke rumah sakit menjenguk Bram. Bram direncanakan akan melakukan operasi besok pagi. Bram mengambil keputusan dengan cepat, karena dia sudah lelah bergumul dengan penyakitnya. Mereka akhirnya sampai di rumah sakit.


Gina dan Aris kemudian langsung masuk kedalam ruang rawat Bram sambil bergandengan tangan. Semua orang dalam ruangan menatap ke arah mereka.


"Wah udah gandengan aja. Mau nyebrang kemana Non?" kata uda Afdhal.


Gina yang dari tadi menundukkan kepalanya langsung menegakkan kepalanya saat mendengar jenis suara yang sudah familiar ditelinganya itu. Betapa terkejutnya Gina, disana sudah ada Ayah, Nana dan Uda Afdhal, Mami dan Papi Aris. Mereka semua tersenyum kearah sepasang kekasih baru jadian itu. Gina langsung melepaskan genggaman tangannya dengan Aris. Aris yabg terkejut dengan tingkah Gina hanya bisa tersenyum saja.


"Jadi mau nyebrang kemana Gin?" ledek Afdhal.


"Nana, uda mulai Na." rengek manja Gina.


"Eeee. Udah bisa gandengan masih aja manja. Mana ada kayak gitu." ledek Nana.


"Ayah juga mau ledek Gina?" tatapan tajam nan dingin diberikan Gina kepada Ayahnya. Ayahpun menggeleng.


"Kok bisa ya Ris. Tadi pamitnya pergi kerja. Bukan pergi katakan cinta." tanya Papi.


"Alasan doang tuh Pi ke kantor. Palingan dari tadi duduk ngejogrok di depan kampus Gina, seperti yang dilakukannya dahulu kala." kata Bram membuka coki Aris.


Gina kemudian menatap Aris dengan tajam. Arislun menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Terus apa lagi tingkah konyolnya Bram?" tanya Afdhal.


"Banyaklah. Katanya mau nengok Putri ke kos. Padahal intinya mau nengok Gina. Bayangin aja biasanya apel putri sekali sebulan. Eeee waktu kenal Gina oengennya tiap hari."


"Loe gue sumpahin makin parah tu penyakit. Mulut nggak bisa direm amat yak" Aris menatap tajam Bram. Tetapi tatapan Aris tidak berpengaruh kepada Bram.


"Lanjut kak." kata Gina.


Aris kemudian menatap Gina dengan tatapan dingin. Gina pun membalas lebih dingin dari Aris.


"Kok serasa di kutub ya" kata Afdhal yang mencairkan suasana.


"Udah dek, yang penting sekarang Aris udah jadi milik kamu. Nggak usah mikir ke belakang lagi, mikirnya maju aja. Atau mau langsung ayah minta Aris untuk ngelamar kamu?"


"Ayah mulai dah tu." kata Gina.


Mereka semua saling bercerita. Papi, Ayah, Afdhal dan Aris bercerita seputar bisnis yang mereka lakukan. Setta membahas beberapa proyek yang akan mereka lakukan secara bersama sama.

__ADS_1


Sedangkan Mami, Nana dan Gina sibuk melihat situs belanja online. Nana dan Mami semangat berburu barang breanded. Sedangkan Gina sibuk dengan main gamenya.


Tak terasa hari sudah mau maghrib. Keluarga besar Wijaya pamit untuk pulang. Gina tidak diantar oleh Aris. Gina akan pulang bersama keluarga besarnya. Aris menerima saja keputusan Gina. Aris tidak mau berdebat dengan Gina, toh Gina pulang dengan keluarganya bukan dengan orang lain.


__ADS_2