Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
Kesetiaan Seorang istri + 50


__ADS_3

Sebuah pesan masuk ke dalam ponsel Frenya. Pagi ini Frenya sudah dalam mobil yang akan mengantarkan dirinya pergi menenangkan diri dengan Juan. Frenya melihat layar ponsel miliknya. Frenya tersenyum saat melihat siapa yang mengiriminya pesan chat tersebut. pesan yang sudah ditunggu tunggu Frenya dari semalam, akhirnya pagi ini datang dengan bunyi pesan yang membuat Frenya menajdi sangat terharu.


"Siapa sayang?" tanya Juan saat melihat Frenya membaca pesan yang masuk ke dalam ponsel miliknya itu Ekspresi dari Frenya membuat Juan penasaran dengan orang yang mengirimi istrinya itu pesan.


"Daniel, sayang" jawab Frenya sambil memperlihatkan pesan yang masuk ke dalam ponselnya


Juan membaca pesan yang dikirimkan oleh Daniel kepada Frenya. Juan tersenyum bahagia, ternyata Daniel sangat paham dengan apa yang diinginkan dan dilakukan oleh Frenya saat ini.


"Kamu harusnya bahagia memiliki uda seperti Daniel sayang. Dia sangat mengerti dengan kamu" kata Juan sambil tersenyum kepada Frenya. Juan bersyukur sekali Frenya memiliki saudara seperti Daniel dan Argha, dua orang saudara yang sangat menyanyanhi Frenya dan menjaga Frenya dengan sepenuh hati.


"Aku bahagia sayang. Aku bahagia memiliki semua orang dalam kehidupan aku. Tanpa mereka semua, belum tentu aku menjadi seperti Frenya yang sekarang duduk di sebelah kamu" kata Frenya menjawab perkataan dari Juan


"Tapi ada saatnya aku membutuhkan waktu untuk diriku sendiri. Seperti kali ini. Aku membutuhkan waktu untuk menenangkan diri aku sendiri." kata Frenya sambil tersenyum kepada Juan.


"Oke sayang. Sesuai dengan yang dikatakan Daniel dalam pesan chatnya ke kamu. Ambil semua waktu yang kamu butuhkan untuk menenangkan diri, setelah itu kembali dan selesaikan semua yang harus diselesaikan" ujar Juan mengatakan kembali apa yang ditulis oleh Daniel dalam pesan chatnya tadi kepada Frenya


"Siap sayang" jawab Frenya dengan yakin dan mantap.


"Oke sekarang kita berangkat" kata Juan dengan semangat.


Frenya telah menonaktifkan ponsel miliknya, begitu juga dengan Juan, ponsel yang biasanya dipakai oleh keluarga untuk menghubungi Juan sudah di non aktifkan oleh Juan. Dia hanya mengaktifkan ponsel yang biasa dipakai untuk mengendalikan perusahaannya. Sedangkan perusahaan milik Frenya, sudah di serah terimakan kepada Hendri. Hendri mulai hari ini akan menjalankan perusahaan Frenya. Sesuai dengan apa yang dikatakan Frenya sebelum dirinya pergi dengan Juan kesuatu tempat yang hanya Juan yang tau kemana mereka akan pergi


"Sayang kita kemana?" tanya Frenya yang tidak tau Juan akan membawa dirinya kemana.


"Pastinya ke suatu tempat yang orang lain tidak akan bisa menemukan kita sayang" jawab Juan.

__ADS_1


"Wow kereen sayang. Aku suka itu" jawab Frenya.


Mobil yang dikemudikan oleh pengawal sekaligus sopir pribadi Juan sudah keluar tol ibu kota, mobil mengambil arah ke daerah pantai.


"Sayang kenapa kita harus ke pantai?" ujar Frenya bertanya kepada Juan.


"Ya memang harus dari pantai kita melakukan perjalanan kali ini sayang" jawab Juan masih dengan penuh misteri untuk tujuan mereka kemana hari ini.


"Oke oke, aku akan menuruti kemana kamu akan membawa aku" kata Frenya yang tidak ingin berdebat dengan Juan kemana mereka akan pergi bersama.


Tujuan mereka kali ini sudah jelas. Mereka akan pergi ke suatu daerah yang siapapun tidak bisa menemukan dan menghubungi mereka. Jadi Frenya menyerahkan tempat itu kepada Juan.


Mobil kemudian masuk ke kawasan dermaga khusus kapal pesiar milik orang orang kaya. Keluarga Soepomo memang merupakan keluarga kaya, tetapi mereka sama sekali tidak memiliki kapal pesiar.


"Sayang, kamu menyewa kapal pesiar?" kata Frenya kaget saat melihat mereka sekarang berada di mana.


"Wow keren. Aku akan berlayar. Suatu hal yang tidak pernah aku lakukan sayang. Makasih banyak" ujar Frenya terharu dengan apa yang dilakukan oleh Juan untuk dirinya.


Juan benar benar telah membuat Frenya menjadi sangat bahagia. Usaha kecil Juan telah membuat Frenya nya kembali tersenyum. Frenya yang semalam bersedih sampai tadi siang, sekarang sudah kembali tersenyum saat melihat Juan membawa dirinya kemana sekarang.


Mobil yang kemudikan sopir kepercayaan Juan sudah memberhentikan mobilnya di parkiran khusus pemilik kapal pesiar yang bersandar di dermaga itu.


"Ayo sayang kita turun" ujar Juan mengajak Frenya untuk turun dari dalam mobil.


Frenya dan Juan turun dari pintu yang berbeda beda. Mereka kemudian bergandengan tangan dengan mesra. Juan melalui sopirnya yang tadi sudah turun, mengirimkan nama nama siapa saja yang naik ke atas kapal pesiar kebagian pencatatan.

__ADS_1


"Sayang, kita nggak ada bawa barang apapun, gimana caranya aku harus berganti pakaian di atas kapal nantinya" kata Frenya yang mencemaskan pakaian yang tidak mereka bawa dari mansion.


"Seharusnya tadi kamu katakan ke aku, jadikan kita bisa singgah di swalayan untuk beli pakaian dan makanan" ujar Frenya yang langsung panik saat mengetahui mereka akan kemana dan memakai apa untuk pelarian selama Frenya menenangkan dirinya.


"Tenang sayang jangan panik" kata Juan yang merasa lucu melihat betapa paniknya Frenya saat ini.


"Gimana nggak panik sayang. Kamu sih nggak ngasih tau kalau kita akan ke sini. Kalau ngasih tau kan bisa aku belanja dulu" kata Frenya dengan kesal kepada Juan.


Mereka berdua akhirnya berdiri di depan satu kapal pesiar yang besar. Kapal yang berwarna putih dan dengan nomor lambung 581470 enam angka terakhir nomor ponsel Frenya.


"Ini kapalnya sayang?" tanya Frenya saat melihat dengan tatapan penuh kekaguman kepada kapal pesiar yang dilihatnya sekarang ini


"Iya sayang, kita akan pergi dengan kapal ini" kata Juan menjawab pertanyaan dari Frenya.


"Berapa orang yang pergi?" tanya Frenya.


"Hanya kita berdua dan empat orang pengawal" jawab Juan mengatakan kepada Frenya siapa saja yang akan ikut berlayar.


"Kok bisa sayang, apa kamu carter kapal pesiar ini?" tanya Frenya memastikan kepada Juan kenapa mereka bisa hanya pergi berenam saja di atas kapal yang besar itu


"Tidak sayang. Aku tidak menyewa nya. Aku hanya meminjam kepada yang punya" kata Juan menjawab pertanyaan dari Frenya.


"Wow kawan kamu itu baik sekali sayang. Sampaikan salam hangat ku kepada dia" ujar Frenya.


"Sip sayang. Kamu akan bisa menyampaikan nanti sendiri kepada dirinya kita pastinya akan bertemu dengan dia nanti" kata Juan menjawab perkataan dari Frenya.

__ADS_1


Setelah semua pengawal berkumpul, mereka berenam kemudian masuk ke dalam kapal pesiar. Nakhkoda kapal dan para asisten menyambut kedatangan Juan dan Frenya serta empat orang pengawal. Mereka menundukkan kepalanya kepada Juan dan Frenya.


Juan dan Frenya serta empat orang pengawal berjalan masuk ke dalam kapal pesiar yang megah dan mewah itu. freya menatap takjub saat melihat isi dalam kapal pesiar. begitu banyak ruangan ruangan yang ada dalam kapal pesiar itu.


__ADS_2