
Papi, Mami, Sari dan Gina bercerita panjang lebar tentang kegiatan Gina selama pergi menenangkan diri ke rumah peristirahatannya. Tak terasa hari sudah masuk malam hari. Tapi belum ada satupun kabar dari Bram maupun Anggota Sari.
"Gin, kamu istirahat saja dulu. Nanti kalau ada kabar dari Bram, Mami kabari kamu."
"Baiklah Mi. Gina juga lelah pengen istirahat dulu. Gina ke kamar dulu ya Mi"
"Gin, aku permisi ke apartemen dulu ya" kata Sari yang juga berencana untuk pamit dan pergi ke apartemennya.
"Sari, kamu tidur di sini saja. Ada kamar tamu yang bjsa kamu gunakan" kata Papi yang tidak mengizinkan Sari untuk pulabg ke apartemannya.
"Gue setuju dengan saran Papi. Loe tidur di sini saja" kata Gina.
"Baiklah" jawab Sari.
"Mi, Pi, Kami permisi untuk ke kamar" kata Gina.
Gina dan Sari menuju kamar mereka masing masing. Kamar tamu yang berada di sebelah ruang keluarga menjadi tempat Sari menginap. Sari berencana untuk mandi terlebih dahulu, setelah itu baru dia beristirahat.
Gina yang baru sampai di depan pintu kamarnya. Berdiri mematung dengan lama. Dia masih ragu untuk membuka pintu kamar itu. Gina masih belum kuat untuk mengingat semua kenangannya dengan Aris. Cukup lama Gina mematung memegang kunci digital pintu kamar yang hanya bisa di buka oleh sidik jari Aris dan Gina. Setelah menguatkan hatinya. Gina meyakinkan dirinya untuk beristirahat di kamar itu.
"Apa sidik jariku masih bisa terbaca oleh infrarednya?" tanya Gina dalam hati yang mulai ragu meletakkan jarinya.
Gina kemudian meletakkan jarinya di pintu digital itu. Ternyata sidik jari Gina masih bisa terbaca di pintu itu. Gina kemudian tersenyum bahagia. Ternyata sidik jarinya belum dihapus Aris.
Gina melangkahkan kakinya memasuki kamar yang begitu banyak melukiskan dan menggoreskan kenangan kenangan indah antara dirinya dan Aris. Kamar tempat mereka membuat calon anak mereka yang sedang tumbuh dan berkembang di perut Gina. Tempat dimana mereka bisa saling berbagi dan bercerita tentang apapun. Tempat mereka mencurahkan dan berbagi cinta.
Gina berjalan ke arah ranjang berukuran besar itu yang sengaja dipesan oleh Aris. Gina duduk di sisi tempat dia biasa tidur. Gina mengelus kasur tersebut, tak terasa air matanya menetes juga walaupun sudah berusaha dia tahan.
"Jangan menangis Gina, kesedihan tidak baik untuk perkembangan janin mu" kata Gina menguatkan hatinya.
Gina kemudian berjalan ke kamar mandi, dia mau membersihkan mukanya terlebih dahulu, untuk mandi tidak mungkin lagi, karena hari sudah mau malam. Menurut keluarga besar Gina yang berada di kota Padang, ibu hamil tidak boleh mandi malam hari. Gina melihat masih ada tergantung baju mandi yang biasa dia pakai dan masih ditempat yang sama. Selesai mencuci mukanya, Gina menuju ruang pakaian mereka. Gina membuka lemari yang dijadikan tempat baju santainya di taruh dan lagi Gina menemukan posisi yang sama. Gina tersenyum bahagia. Tak satupun barang yang dimiliki Gina berganti posisi.
"Sayang ternyata kamu benar benar mencintaiku" kata Gina sambil menatap fhoto Aris dan Gina yang terletak dimana mana di kamar tidur yang sangat luas itu.
Selesai memakai pakaiannya. Gina menuju kasurnya, betapa terkejutnya Gina saat memerhatikan alas kasur yang tidaj di tukar semenjak terakhir kali dia tidur di kasur itu. Lebih parahnya lagi, baju terakhir yang dipakai Gina masih berada di atas kasur dan belum dicuci.
"Sayang, kamu gila" kata Gina sambil memeluk gulingnya yang sudah bertukar bau menjadi bau Aris.
"Wow kamu menyabotase gulingku juga sayang" kata Gina sambil mencium gulingnya sambil tersenyum.
Setelah beberapa menit berpindah posisi untuk mencari posisi yang nyaman, akhirnya Gina tertidur juga. Gina masuk ke alam mimpinya. Dia bermimpi bertemu Aris, tetapi Aris tidak bisa terjangkau oleh tangannya. Gina meneriaki Aris, tetapi tetap sama Aris tetap tidak bisa dijangkau dengan tangannya.
Sari yang baru saja selesai mandi, karena keenakan berendam air panas ditambah dengan aroma therapi, membuat dia tidak sadar sudah berendam selama satu setengah jam. Sari kemudian menuju lemari pakaian dan memakai salah satu drees yang masih ada merk nya dan menandakan kalau dress tersebut masih baru. Selesai memakai pakaiannya, Sari menuju meja rias, dia memasangkan skincare ke wajah cantiknya itu. Saat akan menyisir rambutnya yang sebahu ponsel Sari berdering dengan kencangnya.
"Wow busyet tu ponsel kampungan banget nyaring kali bunyinya" kata Sari yang lupa mengecilkan volume nada deringnya.
Sari mengambil ponselnya yang tergeletak di atas ranjang, dia melihat yang menghubunginya adalah anggota yang tadi mengikuti Aris.
__ADS_1
"Hallo Nona Sari" kata anggota yang menghubungi Sari.
"Ya ada berita apa?"
"Begini Nona, sepertinya ada penghianat di grub black jack."
"Maksud kamu" kata Sari penasaran.
"Iya Nona. Sekarang kami sedang mengikuti mobil Tuan Aris yang sepertinya sedang dikejar oleh mobil anggotanya sendiri. Daerah yang kami lalui rute yang sangat mengerikan. Saya takutnya Tuan Aris tidak bisa mengrontrol mobilnya Nona. Jalan yang kami lalui turunan tajam"
"Apa kamu sudah melapor ke yang lain?" Sari mulai paham dengan situasi.
"Sudah Nona. Kami sekarang bergerak ke arah yang sama."
"Oke pantau terus jangan sampe lengah." kata Sari memberikan perintah.
"Siap Nona"
Sari mematikan sambungan telponnya dengan anggota yang mengikuti Aris. Sari kemudian menghubungi Bram.
"Hallo sayang" kata Bram saat mengangkat panggilan dari Sari.
"Sayang kamu nggak loadspekerkan?" tanya Sari yabg tidak ingin orang lain mendengar percakapannya dengan Bram.
"Tidak sayang, ada apa? Jangan buat aku cemas" kata Bram yang sudah tidak sabaran untuk mendengar apa yang akan dikatakan Sari.
"Maksud kamu?" Bram mulai tertarik.
"Ya sayang, tadi anggota kami yang mengikuti semua pergerakan kalian yang mencari Gina. Melihat secara langsung mobil yang mengikuti Aris berusaha mencelakakan Aris. Sekarang Aris berada di daerah yang jalannya menurun panjang. Kamu ke sana saja dengan Daniel. Aku takut terjadi sesuatu. Semua anggota aku sudah bergerak kesana" kata Sari.
Saat Sari sedang menghubungi Bram. Panggilan masuk dari anggota Sari tiba tiba datang. Sari langsung sambung tiga dengan Bram dan Anggotanya.
"Hallo ada berita apa?"
"Maaf Nona, kami terlambat menolong tuan Aris. Mobil Tuan Aris terjun masuk jurang. Sekarang anggota kita terbagi dua. Tiga mobil mengejar pelaku sedangkan tiga mobil yang berisikan enam anggota sedang turun ke jurang untuk melakukan evakuasi. Tetapi kami kekurangan tenaga Nona. Apakah tuan Bram atau Nona Mira bisa mengirimkan anggota kemari. Saya akan sharelocknya Nona" lapor anggota tersebut.
"Apa kamu yakin itu mobil Aris?" tanya Bram kepada anggota Sari
"Benar Tuan Bram. Kami sudah mengikuti mobil tersebut. Jadi kami yakin itu mobil Tuan Aris. Saya bermohon kepada Tuan untuk mengejar mobil yang telah sengaja menjatuhkan mobil tuan Aris ke jurang. Itu menjadi hak gank balck jack. Bukan urusan kami. Kami akan mebgurus pencarian tuan Aris di dasar jurang" kata anggota Gina.
"Baiklah terimakasih atas infonya. Saya akan meminta anggota lain untuk melakukan pencarian terhadap mobil itu" kata Bram.
"Saya akan menghubungi anggota lain untuk melakukan pencarian. Kamu tunggu saja di situ. Alex bagaimana?"
"Tuan Alex sudah turun Nona. Saya di atas untuk menghubungi nona, karena sinyal di bawah sangat tidak bagus"
"Baiklah terus hubungi saya. Saya akan bergerak ke sana dengan Mira." kata Sari memutuskan panggilan telepon dengan anggotanya.
__ADS_1
"Sayang, kamu jangan beritahu Gina dan keluarga ya. Kamu boleh ke sini tetapi dengan memberikan alasan yang bagus kepada Gina."
"Siap sayang" jawab Sari.
Sari kemudian mengetuk pintu kamar Gina. Dia akan pamit dengan Gina. Sebelum itu dia sudah menghubungi Mira untuk menunggunya di lobby apartemen. Dalam waktu kurang dari sejam Sari akan sampai di apartemen mereka.
"Gin" panggil Sari melalui intercom kamar.
Gina yang sydah nyenyak.tidur tidak mendengar panggilan dari Sari. Sari yang tau Gina sedang tertidur nyenyang hanya mengirim pesan.
✉️ Sari
Gina gue pulang ke apartemen dulu ya. Ada kerjaan yang harus aku kerjakan.
Sari kemudian keluar dari dalam rumah utama, dia langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju apartemen Mira. Dalam waktu satu jam kurang Sari sampai di sana. Dia sudah melihat Gina berdiri dengan Bayu.
"Kok ada Kak Bayu?" tanya Sari yang heran melihat Bayu juga ada di sana.
"Dihubungi Bram, kami berdua sudah tau ceritanya. Semua anggota black jack sudah mengejar mobil penglhianat itu" kata Bayu memberikan info kepada Bram.
"Semua anggota kita juga sudah bergerak ke lokasi Sar." kata Mira yang juga sudah memerintahkan anggota yang lain untuk melakukan pencarian Aris.
"Ya udah kita berangkat sekarang aja." kata Sari yang masuk ke dalam mobil.
Bayu yang melihat Sari duduk di nelakang kemudi membuka kembali pintu tersebut.
"Loe kira gue mau disupiri perempuan" kata Bayu sambil berdiri tegak pinggang di depan Sari.
"Hahahahaha. Maaf kakak, saking semangatnya aku mau pergi" kata Sari yang memang semangat setiap ada kejadian yang membutuhkan keahliannya mencari orabg.
"Dasar." kata Mira.
Mereka bertiga masuk ke dalam.mobil. Bayu melajukan mobil dengan kecepatan tinggi menuju daerag yang dikirim oleh anggota Sari. Terluhat tiga mobil mengikuti mereka dari belakang.
"Siapa kak?" tanya Sari yang heran dengan tiga mobil itu.
"Oh anggota aku Sar. Mereka juga terlatih sama seperti kamu dan Mira"
"Oh semoga saja tidak pengkhianat seperti anggota black jack sialan itu" kata Sari.
"Seandainya mereka diketemukan, apa yang mau loe lakuin?" tanya Bayu.
"Serahkan ke Gina aja." jawab Sari.
"Apa Gina sudah tau Sar?" tanya Mira.
"Belum Mir. Kita temukan Aris dulu baru kita hubungi Gina"
__ADS_1
"Ide bagus" jawab Mira dan Bayu serempak.