
Aris Soepomo sudah terlihat berdiri di atas panggung dengan sangat gagahnya. Walaupun usianya sudah bisa dikatakan tidak muda lagi, tetapi garis garis tegas yang dimiliki oleh Aris Soepomo sampai sekarang tidak hilang sama sekali. Istilahnya garis garis tegas itu tidak akan lekang karena panas, dan tidak akan habis karena dimakan usia. Banyak rekan rekan bisnis dari Aris Soepomo penasaran dengan Aris, kenapa Aris masih terlihat seperti anak muda padahal usianya sudah menginjak kepala lima. Tapi yang namanya Aris, dia tidak akan menceritakan apapun kepada orang yang tidak dekat dengan dirinya.
Semua mata tertuju kepada Aris. Aris menatap ke arah keluarga besarnya yang duduk di bagian tengah ballrom hotel tersebut. Setelah melihat ke arah keluarganya, Aris menatap ke seluruh tamu undangan yang sudah hadir. Setelah melihat semua tamu dan keluarganya, Aris mulai mendekatkan mulutnya ke dekat microfon yang akan dipakai oleh Aris untuk menyampaikan sebuah kabar gembira bagi keluarga Soepomo, tetapi menjadi kabar menakutkan bagi pihak pihak yang tidak berada di dalam lingkaran keluarga Soepomo dan GA Grub.
Aris yang teringat mereka belum melakukan potong kue, membatalkan kegiatan yang dilakukan untuk bersih bersih. Ghina memberikan kabar kepada dua orang yang telah terbiasa membawa kue setinggi ini. Kalau perlu orang yang memiliki itu sudah bisa dipastikan ada yang tidak akan datang ke acara pesta itu.
"Assalamualaikum wr wb, Salah sejahtera untuk kita semua, om swasti astu" ujar Aris menyapa semua tamu undangan yang berbeda beda agama itu, makanya Aris memakai tiga bahasa pembuka percakapan yang mengandung doa dan pahala bagi orang orang yang menjawabnya.
"Sekali lagi saya mengucapkan terimakasih banyak kepada semua tamu yang sudah berkenan hadir untuk menghadari acara ulang tahun pernikahan saya dengan Ghina yang ternyata tanpa disadari sudah terjalin selama dua puluh lima tahun. Kami sangat bahagia dengan pernikahan ini. Kami tidak menyangka sama sekali, kalau kami bisa menjalani pernikahan ini selama dua puluh lima tahun." ujar Aris mulai memberikan kata sambutannya kepada semua tamu yang hadir di dalam ruangan ballroom hotel tersebut.
__ADS_1
" Saya sangat bersyukur memiliki istri sekuat Ghina. Saya tahu anda semua pernah mendengar apa yang terjadi terhadap saya dan terhadap keluarga Soepomo. Pada saat itu saya terpikir akan kehilangan istri saya, tetapi kenyataannya karena cinta kami kuat, cinta kami tulus, Tuhan memberikan kesempatan kedua kepada kami untuk memperbaiki biduk rumah tangga kami ke jalan yang sebenarnya." lanjut Aris berkata kepada semua tamu undangan. Aris terlihat benar benar bersyukur dan bangga memiliki istri seperti Ghina. Aris sadar kalau saja istrinya bukan Ghina, Aris sudah menyandang status duda saat ini. Untung saja Ghina memakai pikirans secara rasional, sehingga membuat hubungan rumah tangga mereka kembali mesra setelah semua masalah berhasil mereka selesaikan dengan sangat baik.
" Istriku, aku mencintaimu sepenuh hati. Terimakasih karena selama ini sudah berjuang untuk aku dan ketiga anak kita. Aku sangat bangga dan bersyukur Tuhan memberikan kamu sebagai kado terbaik dalam hidup aku" lanjut Aris yang ntah dari mana berhasil menemukan kata kata yang semanis itu. Semua keluarga Soepomo tidak pernah mendengar Aris berkata seperti itu. Selama ini Aris memang rileks dengan mereka, tidak seperti dengan orang lain. Tetapi kalau memakai kata kata romantis, baru kali ini mereka mendengarnya.
Ghina mengambil mic yang ada di atas mejanya. Dia kemudian berdiri dan menatap dengan tatapan penuh cinta kepada suaminya yang berhasil merangkai kata kata romantis untuk diucapkannya kepada Ghina. Terlepas lah Aris mengutip atau menjimplak, tetapi bagi Ghina yang penting Aris sendiri yang mengatakan hal itu kepada dirinya.
"Suamiku, setiap orang yang mengenal kamu, mereka selalu mengatakan kalau kamu adalah manusia kutub, malahan yang lebih parah lagi, Argha anak bontot kita semenjak kecil memanggil kamu dengan sebutan Daddy kulkas, karena kamu memang sedingin kulkas sayang. Tetapi itu hanya kata orang, sedangkan kata aku istri kamu ini, kamu bagaikan selimut yang selalu memanaskan aku, kamu adalah lampu yang selalu menerangi aku saat aku berada dalam kegelapan. Intinya kamu adalah hidup aku sayang, separo dari nyawaku ada di kamu sayang" jawab Ghina menjawab apa yang dikatakan oleh Aris tadi.
"Kamu juga separoh nyawa dan nafas aku sayang" balas Aris kepada Ghina. Aris tersenyum setelah mengatakan hal itu. Aris tidak bisa membayangkan kalau dia harus pindah ke rumah depan yang kecil itu. Kali ini kita lembur karena menyiapkan tempat untuk IHT.
__ADS_1
Beberapa karyawan datang sambil mendorong kue ulang tahun yang sangat besar itu. Argha sengaja membuat kue dengan wajah wajah semua anggota keluarga Soepomo. Argha sengaja melakukan itu, agar semua anggota keluarga menjadi tahu dan sadar kalau mereka masih memiliki keluarga untuk berjalan pulang, saat untung berumah tangga sudah tidak datang lagi kepada kehidupan kita.
Aris kemudian turun dari panggung kehormatan karena kue sudah masuk ke dalam ruangan. Dia dan Ghina memegang pisau yang sangat panjang. Aris dan Ghina mulai memotong dari kue paling atas sampai ke kue bagian bawah. Setelah itu mereka berdua saling suap suapan seperti penganten sunda yang memberi makan suaminya dengan cara menyuapi, tetapi tangan yang menyuap harus berputar di kepala yang disuapi. Setelah saling menyuapi, Aris dan Ghina menyuapi kue itu ke masing masing anggota keluarga.
Setelah menyuapi semua anggota keluarga, para pelayan bagian catering sudah berada di balik meja meja yang di atasnya ada makanan yang silahkan dinikmati oleh setiap tamu undangan dan juga anggota keluarga Soepomo dan GA Grub.
"Nana, kenapa Papi Afdhal nggak datang ya?" ujar Argha yang teringat dengan kakak laki laki Ghina yang dulu selalu menjemput dan mengantar Argha ke sekolah dan les yang tidak ada habis habisnya.
"Sepupu kamu sedang sakit sayang, makanya Papi Afdhal tidak bisa hadir di acara ini, Tetapi Papi Afdhal berjanji untuk bertemu dengan kita nanti saat sepupu kamu sudah sembuh" ujar Ghina menjawab pertanyaan dari Argha yang tiba tiba saja langsung ingat dengan orang tersebut.
__ADS_1
"Ooo. oooo. Oke Nana kalu begitu aku permisi dulu ya, mau main dan memperkenalkan Bree kepada orang orang yang Argha anggap sebagai kelompok emak emak rempong" kata Argha sambil meneguk segelas air mineral yang barusan lewat di bawa oleh Pelayan.
Mereka semua kemudian melanjutkan obrolan yang sempat tertunda karena begitu banyak permasalahan yang sedang terjadi. Permasalahan yang tidak akan selesai kalau hanya di bawa diam saja, tanpa memberikan tindakan yang berarti kepada mereka yang telah berani berbuat curang.