Kesetiaan Seorang Istri

Kesetiaan Seorang Istri
Rencana Mami Sukses, Rencana Gina Ambyar


__ADS_3

Pagi harinya Papi, Aris, Bram dan Frenya sudah bersiap siap untuk ke perusahaan masing masing. Mereka telah selesai menyantap sepiring nasi goreng seafood hasil masakan Gina. Mereka kemudian masuk kedalam mobil masing masing.


Setelah menyaksikan keluarganya pergi. Gina kembali menuju kamar Argha. Dia akan menyiapkan semua keperluan sekolah Argha. Ternyata saat Gina membuka pintu kamar Argha, Gina melihat Argha yang masih berada di bawah selimut dan sedang menikmati tidurnya.


"Sayang bangun sayang udah pagi. Argha nggak sekolah?" ujar Gina membangunkan Argha.


Argha yang memang dasarnya tidurnya tipis langsung bangun saat mendengar suara Gina. Argha kemudian mengalungkan tangannya keleher Bundanya. Gina langsung menggendong Argha untuk masuk ke dalam kamar mandi.


Gina kemudian memandikan anak kesayangannya itu. Setelah selesai mandi, Ghina sudah menyiapkan pakaian sekolah milik Argha. Argha memakai pakaian sekolahnya. Sedangkan Gina menyiapkan sarapan untuk Argha.


Argha yang telah selesai bersiap turun ke ruang makan. Dia menyantap sarapan yang dibuat oleh Gina. Setelah selesai sarapan Ghina mengantarkan Argha ke sekolahnya.


Setelah itu Gina melanjutkan perjalanannya ke kantor Soepomo Grub. Gina rindu dengan suaminya. Dia membayangkan kegiatan panas dengan suaminya di kantor.


Gina sampai setelah melajukan mobilnya selama tuga puluh menit. Bisa cepat karena jalanan yang lengang, kalau tidak perjalanan dari sekolah Argha ke perusahaan Aris bisa memakan waktu selama empat puluh lima menit.


Gina memarkir mobilnya di tempat parkir khusus pemilik perusahaan. Gina keluar dari mobilnya, dia berjalan anggun masuk ke dalam perusahaan suaminya itu. Semua mata memandang dan tertuju ke Gina. Dia berjalan dengan santai dan angkuhnya. Dia sama sekali tidak memperdulikan orang sekitar.


Tok tok tok. Gina mengetuk pintu ruangan Aris. Tapi sama sekali tidak ada jawaban dari luar. Gina kemudian masuk ke dalam ruangan Aris. Dia melihat suaminya sesang berkutat dengan dokumen dokumen yang ada di atas meja kerjanya.


Aris mengangkat kepalanya saat mendengar bunyi pintu ruanganbya yang terbuka. Betapa kagetnya Aris saat melihat istrinya yang datang.


Gina yang memiliki niat nakal untuk datang ke ruangan Aris langsung mengunci pintu ruangan milik Aris dengan password milik Gina. Jadi Bram yang akan memiliki niat untuk masuk kedalam ruangan Aris tidak akan bisa karena Bram tidak tau passwordnya.


Gina berjalan dengan melenggak lenggok ke dwpan Aris. Dia membuka secara perlahan kancing baju milikbya satu persatu. Gina melakukannya dengan gerakan sedikit erotis dan membuat sesuatu milik Aris terbangun dengan sekejap.


Gina kemudian mengalungkan tangannya ke leher Aris. Dia mulai mengecup kecil kecil wajah Aris. Aris hanya menikmati permainan kecil dan nakal istrinya itu.


Setelah puas dengan mencium wajah Aris. Gina turun kebibir Aris. Dia kemudian bermain di sana. Aris juga ikut bermain. Tangan aris yang bebas mulai bermain di dua gundukan milik Gina. Gina yang sudah saat ingin mengeluarkan suara suara yang membuat siapapu. Mendengarnya akan menghidupkan sesuatu yang berada di sana.

__ADS_1


Saat mereka berdua sudah berada di ambang ingin melampiaskan semyanya. Pintu ruangan di ketuk dengan kuat dari arah luar. Gina menatap Aris. Aris menatap Gina.


Ketukan makin kuat dari luar karena tidak juga dibukakan dari dalam. Gina membereskan dulu pakaiannya. Dia berjalan ke pintu dan memasukkan kode miliknya ke dalam kunci pintu digitak itu.


Terlihat di depan pintu Argha yang tersenyum jahil.


"Yah gagal lagi." ujar Bram dengan tersenyim mengejek.


"Kunci pintunya macet Bun? Atau password nya yang lupa?" tanya Argha.


"Pake lama kali dibuka" lanjut Argha.


"Kok udah selesai aja sekolahnya Gha?" tanya Gina.


"Guru rapat" jawab Argha.


"Kenapa nggak pulang ke rumah aja?" tanya Gina lagi.


Argha kemudian duduk di sofa ruangan Aris. Dia mengeluarkan ponselnya. Argha kemudian main game.


Sedangkan Gina hanya bisa pasrah dengan semuanya. Dia benar benar pengen tetapi makhluk kecil ini sudah mebganggu acaranya.


Gina kemudian duduk di sofa sebelah Argha. Sedangkan Aris kembali bekerja dengan tidak konsentrasi. Karena benda yang di bawah sudah menghentak hentak oengen dikeluarkan.


Sedangkan di kotrakannya, Mami sudah bersiap siap untuk keluar rumah. Dia sudah memesan ojek online untuk menjputnya. Setelah yakin dengan tampilannya, Mami keluar dari rumah, dia langsung naik ojek online. Pengawal yang ada di sana tidak mengikuti Mami karena menyangka Mami hanya pergi membeli bahan makanan dengan tampilan Mami yang baisa saja. Mami sengaja berpenampilan seperti itu untuk mengelabui semua orang.


Ojek online tersebut akhirnya tiba si tempat tujuan. Mami mebayar ongkos sewa ojek onlinenya itu. Setelah yakin ojek online yang dinaikinya tadi sudah jauh, Mami berjalan masuk ke dalam gank kecil. Mami berjalan sekitar lima puluh meter.


Setelah berjalan sejauh lima puluh meter, Mami sampai di sebuah rumah petak sederhana. Mami duduk di kursi yang berada di teras rumah. Mami menunggu orang yang akan ditemuinya itu di teras rumah.

__ADS_1


Setelah menunggu lebih kurang tiga puluh menit. Akhirnya orang yang ditunggu oleh Mami datang juga. Orang tersebut menatap Mami dengan tatapan tidak sukanya.


"Mau apa kamu ke sini?" ujar perempuan yang seusia dengan Mami itu bertanya dengan nada dingin dan tajamnya.


"Jangan marah marah." jawab Mami.


"Kamu mau saya membunuh anak kamu?" tanya Mami yang tidak juga diizinkan masuk oleh perempuan tersebut.


Perempuan itu membuka pintu rumahnya. Dia mempersilahkan Mami untuk masuk ke dalam rumah kontrakan kecilnya itu.


"Buatkan saya teh panas. Saya haus." perintah Mami kepada perempuan itu


Perempuan itu yang takut akan ancaman Mami tadi berjalan ke dapur. Dia menyiapkan dua gelas teh untuk Mami segelas dan untuk dirinya segelas. Setelah selesai membuat minuman pesanan Mami. Perempuan itu berjalan kembali menuju ruang tamu. Dia meletakan dua cangkir teh dan cemilan yang tadi habis di belinya di warung.


Mami menyeruput tehnya serta menyambar satu gorengan tempe. Mami memakan gorengan tempe itu dengan lahap. Dalam waktu sepuluh menit Mami menghabiskan dua goreng tempe.


"Ada apa kamu ke sini?" tanya perempuan itu kepada Mami.


"Saya akan mengambil video kamu." ujar Mami.


"Untuk apa?" tanya perempuan itu.


"Bukan urusanmu. Jamu cukup melakukan pekerjaan kamu seperti biasanya. Saya kana merekam semuanya. Paham" teriak Mami


"Paham" jawab wanita itu.


Mami mulai mengambil rekaman video semua yang dilakukan oleh perempuan itu. Perempuan itu melakukan semua aktifitasnya seperti biasanya. Dia sama sekali tidak memperdulikan kehadiran Mami di sana. Perempuan itu hanya menginginkan keluarganya selamat dari wanita ular yang satu ini. Wanita yang terlihat baik di luar ternyata sebenarnya berhati busuj.


...........................

__ADS_1


Siapakah wanita tersebut?????


__ADS_2