
"Loh Sayang, ini kenapa ada satu pesawat kita yang akan mendarat di bandara? Sedangkan kita sama sekali tidak ada akan pergi kemana mana bukan ya?" ujar Aries saat melihat ada notifikasi pesawat pribadi GA Grub akan mendarat di bandara negara I.
"Tengok" ujar Ghina yang juga tidak tahu kalau ada pesawat mereka yang akan mendarat di negara I.
"Apa kamu tahu siapa pilotnya sayang?" tanya Ghina yang sama sekali tidak mendapatkan informasi kalau salah satu pesawatnya akan mendarat di negara I.
"bentar cari dulu" jawab Aries yang langsung mencari tahu ke bagian penerbangan siapa yang membawa pesawat hari ini.
"Ada sayang, ini. Steven" ujar Aries memberitahukan kepada Ghina siapa nama pilot yang menerbangkan pesawat itu.
"Steven?" ujar Ghina kembali mengulang siapa pilot yang bertugas hari ini.
"Steven" uajr Ghina mengulang ulang nama Steven di otaknya.
"Coba kamu lihat estimasinya sayang, pesawat itu mendarat dimana" ujar Ghina meminta Aries melihat estimasi penerbangan pesawat GA Grub tersebut.
"Mereka akan mendarat di bandara negara A sekitar pukul empat sore waktu negara kita sayang" ujar Aries setelah membaca estimasi penerbangan pesawat GA Grub.
"Oke kita akan hubungi dia saat pesawat mendarat di negara A." jawab Ghina.
Sedangkan di atas pesawat Daniel dan Rina sudah tertidur dengan nyenyak. Daniel tidak memperbolehkan Rina untuk duduk selama penerbangan. Daniel akan selalu menjaga Rina di sepanjang penerbangan mereka. Rina akan boleh duduk hanya pada saat mendarat dan lepas landas, selain itu maka Rina hanya bisa tidur saja.
Tok tok tok. Pengawal mengetuk pintu kamar Daniel. Daniel yang memang sudah terjaga dari tadi, melepaskan pelukan istrinya. Dia kemudian berjalan menuju pintu untuk melihat siapa yang sudah membangunkan dirinya itu.
"Ada apa?" ujar Daniel saat melihat siapa yang berdiri di depan pintu kamar.
"Lima belas menit lagi kita akan mendarat Tuan Muda" ujar pengawal memberitahukan kepada Daniel apa yang ingin dikatakan oleh dirinya.
"Oh Oke, terimakasih. Saya akan bangunkan Rina terlebih dahulu" ujar Daniel yang kembali masuk ke dalam kamar untuk membangunkan Rina.
__ADS_1
"Sayang bangun sayang" ujar Daniel membangunkan Rina yang terlihat masih sangat menikmati tidur siangnya itu.
"Hem" ujar Rina memberikan tanggapan atas apa yang dilakukan oleh Daniel.
Daniel terasnyum melihat istrinya itu. Rina sama sekali belum membuka matanya. Rina masih setia memeluk gulingnya dan memejamkan mata cantik yang selalu memancarkan aura kasih sayang dan penuh cinta kepada Daniel.
Daniel berjalan ke sisi istrinya itu. Cup, sebuah kecupan mendarat di dahi Rina.
"Sayang, pesawat kita akan mendarat. Bangun yuk, nanti pas kita terbang ke negara I kamu bisa kembali tidur," ujar Daniel mencoba peruntungannya sekali lagi untuk membangunkan Rina.
Rina yang mendengar sayup sayup tak sampai suara Daniel, berusaha membuka matanya yang masih mengantuk itu.
"Apa sayang?" ujar Rina saat sudah berhasil membuka matanya.
"Kita sudah mau mendarat sayang, ayok. Bangun, nanti kamu boleh ulang lagi tidurnya" ujar Daniel berusaha membantu Rina untuk bangun dari kasur empuk tersebut.
Rina merentangkan tangannya lebar lebar, dia berusaha untuk mengumpulkan sisa sisa nyawanya yang masih berserakan di tempat tidur.
"Sudah. Apa aku masih bisa sedikit merapikan penampilan aku sayang?" ujar Rina sambil tersenyum.
"Kamu sudah cantik" jawab Daniel.
Rina tersenyum, dia sudah tahu arti dari jawaban yang diberikan oleh Daniel kepada dirinya.
"Oh baiklah, nanti saja saat kita mau turun" kata Rina sambil tersenyum ke arah Daniel.
Daniel akan selalu menjawab Rina dengan jawaban yang aneh aneh, tetapi itulah Rina, dia akan langsung mengetahui makna di balik jawaban yang diberikan oleh Daniel kepada dirinya.
Daniel menggenggam tangan Rina untuk keluar dari dalam kamar mereka. Daniel dan Rina menuju kursi pesawat yang tadi mereka duduki.
__ADS_1
"Silahkan duduk istri cantikku" ujar Daniel
Rina kemudian duduk di kursinya, setelah itu Daniel memasangka sabuk pengaman supaya Rina nyaman duduk di kursinya. Setelah yakin kalau Rina duduk dengan nyaman, barulah Daniel duduk kembali di kursinya.
Daniel menggenggam tangan Rina dengan lembut. Daniel akan selalu menggenggam tangan Rina saat mereka berdua, apalagi sekarang saat pesawat yang mereka tumpangi akan mendarat, maka Daniel akan selalu menggenggam tangan Rina untuk memberikan kenyamanan kepada istrinya itu.
Rina tersenyum memandang ke arah Daniel. Rina membawa tangan Daniel yang menggenggam tangannya ke arah mulutnya, Rina mengecup lembut punggung tangan suaminya itu. Daniel tersenyum ke arah Rina dengan senyum penuh kasih sayang dan cinta.
"Semoga Tuan dan Nona muda selalu bahagia dan menikmati hidup mereka berdua" ujar pengawal mendoakan kebahagiaan untuk Daniel dan Rina.
Pilot mulai menurunkan pesawat. Aries dan Ghina menyaksikan semuanya. Aries dan Ghina akan selalu mengawasi pesawat pesawat mereka yang akan melakukan pendaratan maupun lepas landas.
"Siapa yang datang ya Sayang?" ujar Aries kembali bertanya kepada Ghina.
"Aku juga nggak tau, kita tunggu aja sebentar lagi. Semua pertanyaan itu akan terjawab" jawab Ghina yang juga tidak tahu dan tidak mendapatkan informasi apapun siapa yang datang dari luar negeri.
"Apa mungkin yang datang itu Daniel dan Rina ya sayang?" kali ini Aries tidak hanya bertanya tetapi juga memberikan sedikit alternatif tentang orang yang datang.
"Sepertinya tidak sayang, mereka kan di sana rencananya tiga bulan. Ini baru dua minggu"
"Tapi kan bisa jadi sayang. Mereka tiba tiba saja berubah pikiran, karena Daniel memiliki tanggung jawab terhadap perusahaan" kata Aries yang memang sangat yakin kalau yang datang itu adalah Daniel dan Rina.
"Aku rasa itu tidak mungkin sayang, kalau Daniel pulang dia pasti akan mengabari kita" jawab Ghina yang masih tidak percaya dan yakin kalau yang datang itu adalah Daniel dan Rina.
"Bener juga ya sayang"
"Terserah lah siapa yang datang, tapi satu yang pasti kamu harus masak enak hari ini karena ada tamu yang akan datang ke mansion besar kita" lanjut Aries yang sudah tidak sabaran lagi untuk makan enak di mansion.
"Hem emang selama ini nggak makan enak kita?" ujar Ghina sambil menatap ke arah Aries.
__ADS_1
"Biasanya enak juga, tapi kalau ada tamu tentu hidangan yang dihidangkan sangat enak sekali" lanjut Aries yang sudah tidak tahan lagi untuk melihat masakan yang dihidangkan oleh Ghina.
Tradisi keluarga Soepomo memang seperti itu, setiap ada tamu yang baru datang dari luar negeri, maka Ghina akan sibuk memasak menu masakan asli negara I, sehingga orang yang datang akan merasa dihormati dan disanjung kehadirannya oleh keluarga Soepomo.